RATU IBLIS

RATU IBLIS
Menjadi Iblis (1)


__ADS_3

Sedangkan saat ini Xiao Ziya sudah berada di Klan Xiao, ia masuk ke paviliun sang ayah karna untuk sementara Min Ronje akan tinggal di paviliun ayahnya. Tak baik jika ia membiarkan Wi Algi bertemu dengan kakak sepupunya. Saat sudah berada di dalam paviliun milik Xiao Cunyu, yang Ziya temukan hanya adik laki lakinya yang sedang berlatih menggunakan pedang kayu.


"Ziya jiejie." ucap Xiao Zoe yang langsung berlari dan memeluk erat kaki Xiao Ziya. Sudah cukup lama Xiao Ziya tak datang berkunjung.


"Apa kau merindukan jiejie?." tanya Ziya yang langsung menggendong anak laki laki itu. Dengan cepat Zoe menganggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa ia merindukan Xiao Ziya.


"Ekem." karna merasa terkacangkan Min Ronje mengeluarkan suara deheman yang cukup keras hingga membuat Zoe mengalihkan pandangannya pada pemuda itu. Saat melihat Min Ronje mata Zoe bersinar dengan cerah karna baru kali ini Zoe melihat pemuda yang sangat tampan selain para kakak laki lakinya.


"Wah ciapa dia?." tanya Zoe yang merasa penasaran.


"Perkenalkan saya Min Ronje saudara sepupu dari Xiao Ziya." ucap Min Ronje yang memperkenalkan diri para anak kecil itu.


Zoe bertepuk tangan dengan senang karna pemuda tampan itu adalah saudaranya juga, ia mengatakan bahwa Min Ronje sangat tampan.


"Ahaha bagaimana bisa kau selucu ini." ucap Min Ronje yang ingin menggendong Zoe, untung saya anak laki laki itu tak merasa keberatan digendong oleh pemuda yang baru ia temui.


Saat Xiao Ziya, Xiao Zoe, dan Min Ronje sedang bermain main tiba tiba saja gerbang masuk paviliun milik ayah Ziya terbuka. Dia kira ayahnya sudah pulang namun yang datang adalah salah satu pamannya yaitu Xiao Yuza dengan raut wajah yang sulit untuk diartikan.


"Ada apa paman? mengapa wajah anda terlihat khawatir?." tanya Xiao Ziya yang merasa khawatir juga, ia tak ingin jika ada hal buruk yang menimpa sang ayah.


"Untunglah kau ada di sini, ayahmu telah di culik oleh beberapa orang. Setelah melakukan penyelidikan secara tertutup ternyata orang yang menculik ayahmu adalah orang suruhan dari Kaisar Zo Linzu." ucap Xiao Yuza dengan wajah lesuhnya, ia tak tau bagaimana bisa Xiao Cunyu diculik saat ia berada di Wilayah Kekaisaran Qiyu???.


"Argh apakah mereka benar benar ingin kululuhlantahkan." ucap Xiao Ziya yang merasa sangat kesal. Saat sampai di Kekaisaran Binzo nanti dan berhasil menyelamatkan ayahnya maka Ziya akan membakar seluruh wilayah Kekaisaran Binzo.


"Saya akan ikut denganmu adik." ucap Min Ronje yang ingin membantu Xiao Ziya menyelamatkan paman yang belum pernah ia temui sebelumnya.


"Sebaiknya gege tetap di sini dan awasi perkembangan rencana pernikahan Kaisar Yan dengan gadis itu jangan sampai rencana kita gagal." ucap Xiao Ziya yang meminta Min Ronje untuk tetap berada di Wilayah Kekaisaran Qiyu untuk mengawasi Kaisar Yan dan kekasihnya.


"Baiklah jika itu yang adik Ziya inginkan, kembalilah dengan selamat." ucap Min Ronje yang hanya bisa pasrah, lagipula ia yakin bahwa Xiao Ziya mampu melakukannya sendiri.


"Paman tolong jaga klan selama saya tak ada." ucap Xiao Ziya yang menitipkan klannya pada Xiao Yuza, ia juga meminta agar kabar tentang hilangnya sang ayah dirahasiakan dari orang luar.


Setelah itu Xiao Ziya langsung melesat pergi dari Klan Xiao, ia terus berjalan menuju perbatasan Kekaisaran Qiyu. Jika Kaisar Zo Linzu melakukan semua ini untum membalas dendam atas hilangnya jiwa sang istri maka Ziya akan membalas penculikan terhadap ayahnya berkali kali lipat.


Para prajurit penjaga perbatasan membungkukkan badan mereka saat melihat Xiao Ziya melewati daerah perbatasan. Setelah masuk kedalam hutan dengan cepat Ziya merubah penampilannya menjadi orang lain dan menyamar sebagai pedagang. Setelah penyamarannya selesai Xiao Ziya bergegas menuju Kekaisaran Binzo dengan membawa sebuah gerobak yang berisi berbagai macam sayuran buah.


Akhirnya setelah perjalanan selama satu jam gadis itu sampai di gerbang masuk wilayah Kekaisaran Binzo, para prajurit yang bertugas menjaga wilayah perbatasan mengechek identitas dari Xiao Ziya yang sedang menyamar menjadi seorang pria paruh baya.


"Darimana anda berasal? dan apa yang ingin anda jual di sini?." tanya salah seorang prajurit penjaga perbatasan yang menanyakan asal usul pria paruh baya itu.


"Saya berasal dari Kerajaan Daun Perak dan datang kesini untuk menjual buah buahan dan juga sayur. Saya juga memiliki beberapa karung kentang dan jagung." ucap Pria paruh baya yang merupakan samaran dari Xiao Ziya.


"Sebelum masuk kedalam kami akan memastikan barang bawaan anda." ucap beberapa prajurit yang langsung menggeledah isi gerobak itu. Yang mereka temukan hanyalah buah dan sayur segar tak ada hal yang mencurigakan.


"Baiklah kau diizinkan untuk masuk kedalam, dan jangan membuat kekacauan." ucap salah seorang prajurit yang memberikan peringatan pada pria paruh baya itu, pria itu hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Xiao Ziya yang saat itu sedang menyamarpun masuk kedalam wilayah Kekaisaran Binzo dengan mudah. Gadis itu pergi menuju sebuah pengepul yang menerima pedagang luar, ia menawarkan barang dagangannya itu dengan harga standar. Dengan cepat semua buah dan sayur yang dibawa oleh Xiao Ziya terjual, setelah mendapat uang ia memilih untuk tinggal di sebuah penginapan biasa dengan biyaya permalam lima puluh koin perak.


"Permisi apakah masih ada kamar kosong di sini?." tanya pria paruh baya yang merupakan samarab dari Ziya.


"Masih ada beberapa kamar khusus untuk para pedagang dari luar daerah ini." ucap seorang gadis muda yang bekerja di penginapan itu.


"Saya ingin menginap selama dua hari." ucap pria paruh baya yang memberikan dua keping emas pada gadis itu. Satu keping untuk biyaya menginap dan satu keping lainnya untuk biyaya makan.


Gadis pekerja itu memberikan sebuah kunci kamar pada sang pria paruh baya, dengan segera pria itu mengambil kunci dan berjalan menuju kamarnya. Setelah berada di dalam kamar ia berubah kembali menjadi Xiao Ziya.


"Ini adalah saat yang tepat untuk menyusup ke istana Kekaisaran Binzo yang baru." ucap Xiao Ziya yang tersenyum penuh arti. Gadis itu mengganti pakaiannya dengan baju dan celana panjang berwarna hitam, tak lupa Xiao Ziya menggunakan jubah dengan penutup kepala berwarna hitam juga. Selain itu Xiao Ziya menggunakan sebuah topeng.


Setelah semuanya selesai ia membaca mantra teleportasi agar sampai di istana Kekaisaran Binzo tanpa dicurigai oleh pekerja yang ada di penginapan. Beberapa saat setelah melintasi dimensi ruang dan waktu Xiao Ziya sampai di atap salah satu bangunan yang ada di Istana Kekaisaran Binzo.


"Saatnya untuk membalas mereka." ucap Ziya dengan senyum iblisnya yang membuat siapa saya merindin. Mata gadis itu berubah warna menjadi merah, ia sedang melihat apa yang sedang orang orang lakukan.


Xiao Ziya melihat Putri Zo Ruhi, anak terakhir dari Kaisar Zo Linzu. Mungkin di tahun tahun sebelumnya ia sangat suka dengan putri kecil itu namun sekarang perasaan itu telah lenyap. Karna Putri Zo Ruhi sedang berada di dalam kamar sendirian itu memudahkan Xiao Ziya untuk menculiknya.


Xiao Ziya membuka pintu jendela Putru Zo Ruhi kemudian masuk melewati jendela itu. Sang putri yang tadinya sedang bermain merasa terkejut dengan kehadirab orang asing yang berpakaian serba hitam. Putri Zo Ruhi ingin berteriak namun dengan segera Xiao Ziya menyumpal mulut putri kecil itu.


Setelahnya Xiao Ziya menggendong Putri Zo Ruhi dan pergi dari sana. Sang putri sangat ketakutan tak ada yang bisa ia lakukan untuk kabur dari orang yang sedang membekapnya itu. Setelah meloncati beberapa rumah penduduk secara cepat Xiao Ziya sampai di sebuah gudang tua yang sepi. Ia masuk kedalam gudang tua itu, namun sebelumnya ia memasang dinding transparan agar tak ada orang lain yang dapat melihat gudang tua itu.


Xiao Ziya membawa Putri Zo Ruhi masuk kedalam gudang tua dan mengikatnya di salah satu tiang, ia tak perlu menyumpal mulut gadis itu lagi karna sekuat apapun ia berteriak tak ada yang dapat mendengarnya.


"Siapa kau, mengapa kau menculikku seperti ini." triak Putri Zo Ruhi dengan histeris berharap akan ada orang yang menyelamatkannya.


"Iblis hanyalah dongeng belaka, ayah berkata seperti itu pada saya." ucap Putri Zo Ruhi dengan polosnya karna Kaisar Zo Linzu selalu mengatakan bahwa iblis itu tidak ada.


"Lalu apa yang sedang berdiri di hadapanmu sekarang ini? saya adalah seorang iblis yang terbangun dari tidur panjang karna ulah ayahmu." ucap Xiao Ziya diiringi dengan gelak tawa menakutkan. Tubuh Putri Zo Ruhi gemetaran mendengar perkataan orang yang ada di hadapannya.


"Apa yang ayahku lakukan hingga membangunkan tuan iblis?." tanya Putri Zo Ruhi. Ia tak tau apa yang dilakukan sang ayah hingga membuat iblis ini sangat marah.


"Kau tak perlu mengetahui apapun karna hidupmu sudah tak lama lagi." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara dinginnya.


"Kau akan membunuhku? mengapa harus aku?." ucap Putri Zo Ruhi yang tak mengerti mengapa iblis yang ada di hadapannya itu memilihnya untuk dibunuh, bukankah masih banyak anak dari Kaisar Zo Linzu yang lain.


"Karna kau yang paling ia benci ahaha." ucap Xiao Ziya tanpa rasa kasihan.


Putri Zo Ruhi termenung beberapa saat, jika ia mati maka ayah dan saudaranya yang lain akan baik baik saja bahkan mereka tak akan merasa kehilangan. Ini sungguh tak adil bagi sang putri, apakah tak ada kesempatan untuknya?.


"Tuan iblis saya mohon jangan bunuh saya." ucap Putri Zo Ruhi yang memohon ampun pada Xiao Ziya. Mendengar permohonan sang putri membuat Ziya memiliki rencana lain.


"Tukarkan nyawamu dengan nyawa saudarimu yang lain." ucap Xiao Ziya yang meminta sang putri untuk menukar nyawanya dengan putri yang lain jika ia masih ingin hidup.


"Saya akan menukar nyawa saya dengan nyawa Putri Renji." ucap Putri Zo Ruhi dengan penuh semangat saat ia tau bahwa ia dapat menukar nyawanya dengan yang lain.

__ADS_1


"Kembalilah ke istana dan bawa putri itu di jalan dekat gudang ini. Waktumu sampai jam enam sore jika kau terlambat maka nyawamu yang akan melayang." ucap Xiao Ziya dengan senyum liciknya, sepertinya kali ini tak ada kata ampun untuk keluarga sang kaisar.


"Baik saya akan segera kembali ke tempat ini." ucap Putri Zo Ruhi yang kala itu masih berusia enam tahun. Sang putri langsung keluar dari gudang tua dan berjalan kembali menuju Istana Kekaisaran Binzo.


"Sungguh gadis kecil yang kejam." ucap Ziya yang tersenyum dengan puas.


Saat ini Putri Zo Ruhi sudah sampai di depan gerbang masuk istana, para prajurit menyambutnya dengan ramah. Setelah itu sang putri masuk kedalam istana dan ia bertemu dengan Putri Zo Renji. Dengan cepat Putri Zo Ruhi berpura pura menangis di hadapan kakak perempuannya itu.


"Apa yang terjadi padamu adik?." tanya Putri Zo Renji pada Putri Zo Ruhi dengan wajah datanya itu. Mereka berdua memang tak terlalu akur karna Putri Zo Renji selalu mendapat kasih sayang dari semua orang.


"Saya kehilangan hadiah yang diberikan ibu saat berjalan jalan tadi, apakah jiejie ingin membantu saya mencarinya?." tanya Putru Zo Ruhi dengan air mata yang berlinangan. Putri Zo Renji sempat berfikir sejenak, sudah lama ia tak keluar dari istana dan menghirup udara luar mungkin ini adalah kesempatan yang bagus.


"Baiklah, tapi kita harus lewat gerbang belakang." ucap Putri Zo Renji penuh dengan semangat.


"Terimakasih jiejie." ucap Putri Zo Ruhi dengan senyum tipisnya yang tak disadari oleh siapapun.


Akhirnya Putri Zo Ruhi dan Putri Zo Renji keluar dari Istana Kekaisaran Binzo melewati gerbang belakang, setelah berhasil mengelabuhi beberapa prajurit dan pelayan merekapun berhasil keluar dari sana.


Setelah itu Putri Zo Ruhi menggandeng tangan kakak perempuannya itu mereka berjalan menuju sebuah jalan stapak yang sangat sepi. Tanpa curiga Putri Zo Renji terus berjalan mengkuti arahan sang adik, akhirnya mereka sampai di gudang tua yang hanya bisa dilihat oleh Putri Zo Ruhi.


"Saya menjatuhkannya di sini jiejie." ucap Putri Zo Ruhi yang masuk kedalam gudang diikuti Putri Zo Renji.


Xiao Ziya sangat puas karna Putri Ruhi sangat cepat sampai di gudang tua dan membawa orang yang akan ditukar dengan nyawanya. Melihat sesosok manusia dengan pakaian serba hitam, sebuah topeng seram yang menutupi wajahnya, dan mata merah menyala membuat Putri Zo Renji ketakutan dan terjatuh di tanah.


"Kerja bagus kau bisa kembali dengan selamat sekarang." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manis namun mematikan.


Putri Zo Ruhi menganggukkan kepalanya faham, dengan cepat ia lari dari gudang tua itu dengan sekuat tenaga dan meninggalkan Putri Zo Renji yang masih diam mematung.


"Siapa kau!!." triak Putri Zo Renji dengan nada marahnya.


"Iblis." jawab Xiao Ziya dengan singkat dan datar.


Putri Zo Renji semakin ketakutan, ia melihat kesamping dan ingin mengajak adiknya kabur dari sana. Saat menoleh kesamping Putri Zo Ruhi sudah tidak ada, sekarang tinggal dirinya dan iblis menyeramkan itu.


"Apa yang kau inginkan dariku?." tanya Putri Zo Renji.


"Jiwamu." jawab Xiao Ziya dengan santai.


"Mengapa kau ingin jiwaku? apa aku telah membuat sebuah kesalahan padamu?." tanya Putri Zo Renji yang tak mengerti mengapa tiba tiba iblis itu menginginkan nyawanya.


Xiao diam beberapa saat dan terus memandang ke arah Putri Zo Renji, kemudian ia mendekat ke arah gadis itu dan membisikkan sesuatu padanya. Tiba tiba wajah Putri Zo Renji berubah menjadi pucat, ia ingin segera pergi dari tempat itu namun tubuhnya menjadi kaku dan tak bisa bergerak sama sekali.


"Pergilah iblis jahat jangan dekati aku." ucap Putri Zo Renji yang berusaha mengusir Xiao Ziya.


"Apa kau tau? orang pertama yang saya pilih untuk dibunuh adalah Putri Zo Ruhi, akan tetapi saya menawarkan padanya untuk menukar nyawanya dengan putri yang lain. Kaulah yang akan mati hari ini menggantikan Putri Zo Ruhi." ucap Xiao Ziya yang mengambil sebilah pedang dari cincin semestanya, perlu di ingat bahwa gadis itu tak pernah bercanda saat mengucapkan sesuatu dalam situasi seperti ini.

__ADS_1


Ku rindu kalian semua guys, wkwkwk hadeh hp ku loh gila. Pasti ada dari kalian yang punya wa ku terus nanya kenapa ga update kan hayoloh ngaku gak. Hp ku makin parah weh rusaknya ini pakek hp makku, ga ada yang mau beliin hp kah? wkwkwk. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen, rate, share.


__ADS_2