
Setelah sempat terdiam dan berhenti beberapa saat Xiao Ziya memilih untuk pergi ke Akademi Wunyeng dan melihat bagaimana kodisi putra kepala akademi, jika kondisinya semakin memburuk maka Xiao Ziya akan mencari obat untuk pemuda itu terlebih dahulu baru ia akan mencari Raja Artur yang hilang. Jika sampai Xiao Ziya menemukan Raja Artur maka ia akan menghantam naga putih yang membuatnya memiliki lebih banyak masalah.
Xiao Ziya membaca mantra trleportasi kemudian gadis itu sampai di ruangan serba hitam dengan temperatur yang semakin dingin, ia mendekati peti mati yang digunakan untuk menyimpan jasad putra pemimpin akademi. Saat melihat kondisi pemuda itu, Xiao Ziya begitu terkejut karna racun yang ada di dalam tubuhnya menyebar lebih cepat daripada sebelumnya. Jadi keputusan akhir Xiao Ziya adalah mencarikan obat untuk pemuda itu terlebih dahulu.
Setelah memastikan semuanya Xiao Ziyapun keluar dari ruang rahasia dan berjalan menuju ruang kerja kepala akademi.
Saat dalam perjalanan menuju ruang kerja Kepala Akademi Wunyeng Xiao Ziya dihadang oleh pemimpin akademi dan beberapa murid jenius serta seorang pria asing dan wanita asing.
"Apakah kau yang bernama Xiao Ziya?." ucap sang pria asing yang bertanya pada Xiao Ziya, dengan cepat Xiao Ziya menganggukkan kepalanya.
Tiba tiba saja pria dan wanita asing itu bersujud di hadapan Xiao Ziya mereka memohon agar Xiao Ziya bersedia menyelamatkan Zinren yang saat ini sudah sekarat, ternyata pria dan wanita asing itu adalah ayah dan ibu Zinren. Mereka datang ke Akademi Wunyeng setelah mendengar bahwa putra mereka terkena racun yang sangat berbahaya dan tak ada tabib yang mempu menyembuhkannya. Mereka berdua juga mendengar haya ada satu orang gadis yang dapat menyembuhkan putra mereka gadis itu bernama Xiao Ziya, namun Xiao Ziya menolak untuk membantu Zinren karna itu nyawa pemuda itu dalam bahaya.
"Mengapa kalian bersujud di hadapanku seperti itu?." tanya Xiao Ziya yang tak ingin peduli dengan pasangan suami istri itu karna Xiao Ziya tau pasti pemimpin akademi dan para murid jenius tak menceritakan kejadiannya secara lengkap.
"Saya mohon tolong selamatkan putra saya, jika bukan anda maka tak ada lagi yang dapat membantunya." ucap ibu dari Zinren .
Xiao Ziya menghela nafasnya panjang, Xiao Ziya ingin marah namun wanita itu tak tau apapun yang terjadi Xiao Ziya memilih untuk diam dan tak mengatakan apapun. Xiao Ziya berjalan menuju ruang kepala akademi dan menghiraukan mereka yang sedang menatapnya dengan tajam. Setelah sampai di depan ruang kerja kepala akademi Xiao Ziya mengetuk pintunya sebanyak tiga kali dan akhirnya kepala akademi mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam.
"Ah ternyata nona Ziya, apakah ada sesuatu yang ingin anda sampaikan?." ucap Kepala Akademi Wunyeng yang menanyakan apa maksut kedatangan Xiao Ziya ke ruang kerjanya.
"Saya ingin memberitaukan tolong jaga temperatur ruangan itu agar tetap hangat, besok saya akan berangkat untuk mencari bahan bahan langka yang akan dijadikan obat untuk putra anda." ucap Xiao Ziya yang memberikan pesan pada kepala akademi agar ia menjaga suhu ruang rahasia itu sampai ia kembali.
"Baiklah jika begitu, maaf karna telah membuat nona Ziya kerepotan." ucap kepala akademi yang berhutang budi pada Xiao Ziya, ia telah membuat gadis itu kerepotan padahal pada awalnya ia sangat tak menyukai Xiao Ziya namun sekarang ia menggantungkan kesembuhan putranya pada Xiao Ziya.
Setelah menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan Xiao Ziyapun pamit dan pergi dari ruang kepala akademi, gadis itu berjalan menyusuri beberapa lorong ia merasa ada beberapa orang yang sedang mengikutinya dan sampai di tempat terbuka ternyata orang itu adalah orang tua dari Zinren dan pemimpin akademi.
"Apa yang terjadi pada putra saya adalah kesalahan anda mengapa anda tak ingin bertanggung jawab." ucap ayah dari Zinren yang menuduh Xiao Ziya dengan seenaknya padahal pria itu tak tau apa yang sebenarnya terjadi.
"Mengapa itu menjadi kesalahan saya tolong jelaskan?." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara yang tenang karna gadis itu memang tak bersalah sehingga ia tak perlu merasa takut.
"Kau adalah pemimpin para iblis itu." ucap ibu Zinren yang menunjuk ke arah Xiao Ziya dengan wajah kesalnya.
"Apakah saya pernah meminta pada putra anda untuk mempelajari jurus terlarang itu, lagipula saya tak tau dimana kitab kitab jurus terlarang itu disimpan, sepertinya ada orang bodoh yang tak berhati hati. Lalu bagaimana dengan pemimpin akademi? bukankah ia adalah guru pembimbing dari putra anda mengapa ia tak bisa memastikan agar semua muridnya tak mempelajari jurus yang berbahaya? mengapa ia tak bisa menyembuhkan putra anda? mengapa ia tak mendengar apa yang saya katakan agar menghentikan pertandingan itu? lalu apa gunanya ia menjadi seorang guru jika ia hanya bisa melempar kesalahannya pada orang lain bukankah itu lebih buruk daripada sampah?." ucap Xiao Ziya yang berbicara dengan panjang lebar dan tentu saja dengan nada yang santai.
Pemimpin akademi melihat ke arah Xiao Ziya, ia melihat gadis itu dengan kebingungan. Entahlah bagaimana struktur otak sang kepala akademi sehingga ia lebih memilih untuk menyalahkan orang lain daripada mengakui kesalahannya.
__ADS_1
"Apa yang kau katakan itu gadis muda?." ucap ayah dari Zinren yang menganggap apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya hanyalah omong kosong belaka. Mungkin saja gadis itu sedang mengelak dan melempar kesalahannya pada pemimpin akademi.
Xiao Ziya menatap ke arah ketiga manusia yang ada di hadapannya itu secara bergantian. Kemudian ia tersenyum dengan aneh, entah apa yang ada di dalam fikiran Xiao Ziya.
"Ahahah saya tak peduli dan silahkan sembuhkan Zinren sendiri. Satu Akademi Wunyeng ini juga sangat kesal pada putra anda." ucap Xiao Ziya yang tersenyum lagi kemudian ia beranjak pergi dari sana. Ketiga orang itu meneriaki Xiao Ziya dengan keras dan mengucapkan beberapa kata kasar namun Xiao Ziya tak ingin mendengarnya dan terus berjalan kedepan. Setelah sampai di depan gerbang keluar Akademi Wunyeng para penjaga membuka gerbang dengan lebar dan mempersilahkan Xiao Ziya untuk lewat.
Setelah itu Xiao Ziya melesat pergi menuju Istana Kerajaan Hitam, setelah sampai di sana Xiao Ziya langsung berjalan menuju aula utama untuk bertemu dengan Raja Zeus dan kedua pangeran yang sedang berkumpul di sana, Xiao Ziya mengetahui hal itu karna saat masuk kedalam istana ada beberapa prajurit yang mengatakan hal itu pada dirinya. Setelah sampai Xiao Ziya membuka pintu aula utama kemudian masuk kedalam, untung saja yang ada di dalam aula hanyalah ayah dan kedua kakak laki lakinya.
"Salam pada Raja Zeus." ucap Xiao Ziya yang memberikan salam setelah ia berada di hadapan Raja Zeus.
"Saya terima salammu putriku." ucap Raja Zeus yang membungkukkan badannya di hadapan Xiao Ziya. Walau gadis itu adalah putrinya namun kedudukan gadis itu jauh lebih tinggi daripada dirinya sehingga ia harus menghormati Xiao Ziya.
"Akhirnya adikku pulang juga, gege sangat merindukanmu." ucap Pangeran Zeeling yang hendak memeluk Xiao Ziya namun gadis itu dengan cepat menghindar.
"Mengapa kau menghindariku? apakah kau masih kesal pada gegemu ini?." tanya Pangeran Zeeling yang merasa bersalah atas kejadian beberapa waktu yang lalu, andai ia tau alasan adik perempuannya itu lari begitu saja maka ia tak akan melakukan hal itu.
"Apa yang akan kau lakukan sekarang adik Ziya sedang kesal padamu." ucap Pangeran Anz yang sedang meledek kakak laki lakinya itu, Pangeran Zeeling memasang wajah lesuhnya ia tak tau harus membujuk Xiao Ziya dengan apa.
"Sudah jangan kau tanggapi kedua pengganggu itu, apakah ada hal penting yang ingin kau sampaikan putriku." ucap Raja Zeus yang merasa bahwa kedua putranya itu benar benar sangat berisik. Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh sang ayah Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz langsung terdiam karna mereka tak ingin mengganggu pembicaraan antara ayahnya dengan adik kesayangan mereka.
"Raja Artur diculik oleh seekor naga putih yang sangat aneh, apakah kau mengetahui siapa naga putih itu?." tanya Xiao Ziya yang ingin tau mengapa naga putih aneh itu menculik Raja Artur, apakah ia adalah teman Raja Artur atau ia ingin memakan Raja Artur?.
"Saat ini Raja Artur pasti baik baik saja kau tak perlu khawatir." ucap Raja Zeus yang mengira bahwa Xiao Ziya sedang cemas karna Raja Artur yang tiba tiba saja diculik oleh seekor naga putih yang tak jelas asal usulnya.
"Siapa yang mengkhawatirkan kakek tua itu, bisa bisanya ia kabur saat masih menjalankan hukuman." ucap Xiao Ziya yang ternyata kesal karna Raja Artur menghilang saat ia masih menjalani masa hukumannya.
Karna Raja Zeus tak ingin mengatakan apapun akhirnya Xiao Ziya memilih untuk kembali ke kamarnya dan beristirahat, ia sudah lelah untuk hari ini oleh karna itu Xiao Ziya memutuskan untuk mengisi tenaga dengan cara beristirahat dengan tenang dan waktu yang sedikit lebih panjang daripada biasanya.
Setelah sampai di kamarnya Xiao Ziya langsung membersihkan tubuhnya yang sedikit lengket, kemudian ia memilih sebuah gaun berwarna putih kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan mulai terlelap.
Saat Xiao Ziya sudah tertidur dengan lelap, Raja Artur sedang berada di suatu tempat yang ia sendiripun tak tau dimana. Ia menatap ke arah naga putih yang mengeluarkannya dari penjara itu, ia sangat cemas bagaimana jika penerusnya itu mencari cari dirinya dan akan memberikan hukuman yang lebih berat lagi padanya.
"Bagaimana bisa kau dipenjara di wilayah kekuasaanmu sendiri?." ucap sang naga keabadaian yang bertanya pada Raja Artur karna selama ia hidup ia baru menyaksikan kejadian aneh seperti itu.
"Ah kau akan mengetahuinya setelah gadis itu berhasil menemukan kita." ucap Raja Artur yang malas untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi karna ceritantanya akan sangat panjang dan menguras tenaga.
__ADS_1
Sang naga putih terdiam dan berfikir siapa gadis yang dimaksut oleh Raja Artur, apakah gadis itu cukup kuat sehingga sanggup membuat seorang raja dari wilayah neraka tunduk atas kata kata dan perkataanya.
Pagi telah tiba Xiao Ziya sudah siap dan membawa beberapa pakaian yang ia masukkan kedalam cincin semestanya, setelah itu Xiao Ziya pergi menuju ruang kerja Raja Zeus untuk berpamitan pada ayahnya itu. Setelah mendapatkan izin untuk masuk kedalam ruang kerja Raja Zeus, Xiao Ziya masuk kedalam dan duduk di salah satu kursi yang telah disediakan.
"Ayah saya akan pergi beberapa hari." ucap Xiao Ziya yang berpamitan pada ayahnya.
"Kemana kau ingin pergi?." tanya Raja Zeus yang merasa bingung mengapa putri angkatnya berpamitan seperti ingin pergi dalam waktu yang cukup lama.
"Mencari obat obatan untuk menyembuhkan putra dari kepala akademi." ucap Xiao Ziya yang memberitaukan alasan ia ingin pergi dalam waktu yang cukup lama. Raja Zeus memberikan izin pada putri angkatnya untuk pergi.
Xiao Ziyapun pergi meninggalkan ruang kerja sang ayah setelah itu ia membacakan mantra teleportasi agar lebih cepat sampai ke dunia dewa, setelah melintasi dimensi ruang dan waktu akhirnya Xiao Ziya sampai di dunia dewa. Para prajurit dewa yang sedang berjaga di wilayah perbatasan menatap Xiao Ziya dengan rasa bingung. Untuk apa junjungan muda dari wilayah neraka datang ke wilayah para dewa, apakah ia ingin menyerang wilayah dewa jika benar begitu mengapa gadis itu hanya datang sendirian dimana pasukannya yang lain?.
"Ada urusan apa hingga junjungan muda dari wilayah neraka datang ke wilayah dewa?." tanya seorang prajurit dewa yang memberanikan diri untuk bertanya pada Xiao Ziya, menurut rumor yang beredar junjungan muda dari wilayah neraka memiliki tempramen yang sangat buruk dan suka menyerang siapa saja secara berutal tanpa alasan yang jelas, selain itu junjungan muda dari wilayah neraka memiliki paras yanh buruk rupa namun jika dilihat lihat Xiao Ziya sangat cantik bahkan mengalahkan para dewi yang ada di wilayah dewa.
"Saya datang ke wilayah dewa bukan untuk berperang ataupun melakukan hal hal dengan unsur politik, saya datang kesini karna ada beberapa urusan." ucap Xiao Ziya yang mengatakan apa yang ingin ia lakukan saat berada di wilayah dewa.
Para prajurit dewa sempat berunding sebentar apakah mereka akan mengizinkan Xiao Ziya untuk masuk ke wilayah meraka, setelah berunding cukup lama akhirnya para prajurit dewa mengizinkan Xiao Ziya untuk masuk ke wilayah mereka.
"Baiklah silahkan anda masuk ke wilayah kami, kami harap anda tak membuat keributan jika memang tak ada yang menggangu anda." ucap salah seorang prajurit dewa yang memberikan izin pada Xiao Ziya untuk masuk kedalam dengan beberapa syarat yang harus gadis itu penuhi.
"Baiklah saya akan menyetujui syarat dari kalian, namun jika ada yang membuat masalah dengan saya maka saya tak akan tinggal dia." ucap Xiao Ziya yang langsung masuk ke dalam wilayah dewa.
Saat melihat lihat kesekitar Xiao Ziya merasa wilayah dewa sama saja dengan wilayah neraka yang berbeda hanya penduduk wilayah dewa memiliki kulit yang lebih putih dan raut wajah yang lebih cerah dan itu sangat mirip dengan Xiao Ziya.
"Siapa gadis itu? saya belum pernah melihatnya sebelumnya." ucap salah seorang penduduk dewa yang keheranan melihat Xiao Ziya.
"Bukankah gadis itu sangat cantik? kecantikannya mampu menyaingi seorang dewi." ucap penduduk wilayah dewa yang sedang membanding bandingkan Xiao Ziya dengan para dewi yang pernah mereka lihat.
Xiao Ziya berjalan menuju kota utama wilayah dewa di sana terdapat banyak bangunan bangunan yang menjulang tinggi dan sangat cantik, tentu saja Xiao Ziya sedikit terpukau dengan keindahan yang ia lihat itu. Karna terlalu asyik melihat kesana kemari Xiao Ziya tanpa sadar menabrak seorang pemuda hingga pemuda itu jatuh dan terduduk di jalan. Dengan segera Xiao Ziya mengulurkan tangannya untuk membantu pemuda itu berdiri.
"Maaf saya tak sengaja." ucap Xiao Ziya pada pemuda itu. Sang pemuda melihat ke arah Xiao Ziya, betapa terkejutnya pemuda itu karna gadis yang menabraknya adalah gadis yang ia kenal.
"Nona Ziya?." ucap Zima putra dari Dewa Yinhmu yang pernah bertemu dengan Xiao Ziya beberapa tahun yang lalu.
"Ah ternyata Dewa Zima." ucap Xiao Ziya.
__ADS_1
Setelah itu mereka berbincang bincang cukup lama, Zima mengajak Xiao Ziya untuk mampir ke daerah khusus para dewa karna ia tau sahabatnya yaitu Ziloz akan sangat senang ketika melihat siapa yang ia bawa. Xiao Ziya menerima ajakan dari Zima karna di daerah khusus para dewa dan dewi itu mungkin saja ia akan mendapatkan informasi mengenai beberapa tumbuhan langka yang sedang ia cari.
Hai hai semuanya author update lagi nih gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share.