
Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi menatap ke arah anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur yang sedang berkumpul di halaman belakang dan menyalakan lilin dalam jumlah yang sangat banyak, untuk apa mereka melakukan hal semacam ini? jiwa milik Pangeran Xilian Zu tak akan bisa kembali lagi ke dunia. Entah siapa yang telah membunuh Pangeran Xilian Zu, yang pasti ia telah menghancurkan jiwa milik sang pangeran hingga tak akan pernah bisa berreingkarnasi. Menyalakan seribu lilin saat seseorang baru saja meninggal memiliki arti bahwa orang orang yang menyalakan lilin tersebut meminta agar jiwa orang yang telah meninggal bisa kembali dengan kehidupan yang baru.
Karna mereka sibuk dengan acara tersebut tak ada yang menyadari kehadiran Raja Min Lunxi dan Ratu Min Xunzi kecuali Putri Beiling Zu, gadis itu sempat menoleh ke arah paman dan bibinya kemudian terdiam sejenak untuk memastikan apakah yang ia lihat adalah nyata atau sebuah halusinasi saja.
"Bibi!." triak Putri Beiling Zu dengan ekspresi senang kemudian berlari ke arah Ratu Min Xunzi dan memeluknya dengan erat. Semua orang yang ada di sana terkejut dengan teriakan sang putri, bahkan Raja Yongling Zu ingin memarahi putri kesayangannya itu.
"Bisakah kau lebih tenang Putri Beiling Zu?." ucap Raja Yongling Zu yang belum menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang dipanggil dengan sebutan bibi oleh putrinya itu.
"Jaga ucapan Anda Raja Yongling Zu, apa salahnya sang putri merasa begitu senang setelah sekian lama tak bertemu dengan bibinya." jawab Ratu Min Xunzi dengan tatapan sinis yang ia berikan pada Raja Yongling Zu.
Seketika Raja Yongling Zu menoleh ke belakang kemudian membelalakkan matanya saat melihat adik dari sang istri berada di istananya. Mengapa tak ada prajurit ataupun pelayan yang memberitahu kedatangan mereka? sudah lama keduanya tak berkunjung, lalu untuk apa mereka datang?.
"Salam saya pada adik ipar." ucap Raja Yongling Zu dengan sedikit keterpaksaan.
"Salam hormat kami pada Raja Kerajaan Bintang Timur." balas Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi.
"Maaf karna tak bisa menyambut kedatangan kalian berdua, istana ini sedang dalam kondisi berkabung." ucap Raja Yongling Zu dengan tatapan datar.
"Kami juga mendengar bahwa anak pertama dari Selir Mue Zu meninggal. Saya hanya merasa heran mengapa kalian mengadakan upacara seperti ini?." tanya Ratu Min Xunzi dengan tatapan penuh selidik, mungkinkah diantara mereka semua tak ada yang bisa merasakan bahwa jiwa Pangeran Xilian Zu benar benar sudah menghilang?.
"Sebagai seorang ibu saya ingin bertemu dengan jiwa putra saya lagi, saya juga berharap ia bisa berreingkarnasi menjadi putra saya lagi di kehidupan selanjutnya." ucap Selir Mue Zu dengan air mata yang membasahi wajahnya.
"Ah ternyata begitu, maaf karna saya harus mengatakan hal yang menyakitkan. Jiwa Pangeran Xilian Zu sudah hancur dan tak akan pernah sampai ke alam kematian untuk berreingkarnasi kembali." ucap Raja Min Lunxi dengan tatapan serius. Pria itu cukup heran dengan sikap Raja Yongling Zu, seharusnya ia mengetahui hal ini sejak awal.
"Apa maksud Anda!!! putra saya akan berreingkarnasi lagi di kehidupan selanjutnya. Ia pasti akan menjadi putra saya lagi." jerit Selir Mue Zu dengan histeris.
"Untuk apa kalian datang ke istana ini? jika kalian hanya ingin mengacau silahkan pergi." ucap Raja Yongling Zu yang menatap ke arah Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi dengan tatapan tajam. Ia tak pernah menerima kunjungan dari keluarga Ratu Junyi Zu, mereka datang hanya untuk memberi masalah baru padanya.
__ADS_1
Ratu Min Xunzi menajamkan pandangan, wanita itu terlihat sedang sangat marah karna respon yang diberikan oleh Raja Yongling Zu sudah terlewat batas. Mereka datang hanya untuk memastikan apa yang terjadi pada Xiao Ziya selama tinggal di istana yang mengerikan ini, dan siapa saja orang yang telah mengganggu keponakan kesayangan dari Ratu Min Xunzi itu.
"Saya datang untuk menanyakan sesuatu, siapa yang telah membuat keponakan kesayangan ku pulang dalam kondisi buruk seperti itu." ucap Ratu Min Xunzi dengan aura membunuh yang mulai keluar dari tubuhnya, walau tak sekuat milik Xiao Ziya namun aura membunuh wanita itu lebih pekat dari milik Raja Yongling Zu.
"Mengapa kau bertambah kuat begitu cepat adik ipar?." tanya Raja Yongling Zu dengan tatapan tak suka. Dulunya Min Xunzi adalah wanita lemah yang bisa ia tindas ketika datang berkunjung ke Istana Kerajaan Bintang Timur, saat ini wanita itu jauh lebih kuat dari yang ia bayangkan.
"Saya tak akan mampu menjaga Xiao Ziya jika masih menjadi wanita lemah seperti dahulu. Katakan apa yang telah kalian lakukan pada keponakan kesayangan ku itu." triak Ratu Min Xunzi menggunakan tenaga dalam miliknya hingga mematikan seribu lilin yang sudah dinyalakan sebelumnya.
Untunglah Ratu Junyi Zu tak mengikuti upacara menghidupkan seribu lilin di halaman belakang karna ia masih dalam kondisi tubuh yang lemah, jika Ratu Junyi Zu melihat sang suami bertengkar dengan adiknya sendiri kemungkinan besar sang ratu akan pingsan. Raja Yongling Zu mengeluarkan pedang miliknya dan menodongkan pedang itu pada Ratu Min Xunzi, jika wanita itu membuat kekacauan di Kerajaannya maka ia tak akan tinggal diam. Di sisi lain Raja Min Lunxi tak terima dengan sikap kasar Raja Yongling Zu terhadap sang istri, ia mengambil tongkat sihir miliknya untuk melawan Raja Yongling Zu.
"Mundur lah istriku, biar suamimu yang menghadapi pria kasar ini." ucap Raja Min Lunxi yang meminta Ratu Min Xunzi untuk mundur dan berdiri di belakangnya bersama dengan Putri Beiling Zu.
"Kalian benar benar ingin mengacau di istana ku ini, ahahaha maka akan ku pastikan kalian pulang dalam kondisi mengenaskan." ucap Raja Yongling Zu dengan suara tawa yang memekik telinga.
Raja Min Xunzi mengetuk tongkat sihirnya sebanyak tiga kali ke tanah kemudian muncul ratusan mayat hidup yang muncul dari dalam tanah, Raja Min Lunxi membaca sebuah mantra sihir kegelapan untuk memberi kekuatan pada setiap mayat hidup yang ia bangkitkan. Raja Yongling Zu menelan ludahnya dengan kasar, kali ini suami dari adik iparnya benar benar serius untuk melawannya. Raja Yongling Zu melapisi pedang miliknya menggunakan sihir api dan air yang telah ia kuasai kemudian ia mulai melesat untuk melawan para mayat hidup itu.
"Formasi dua belas bintang kegelapan." ucap Raja Min Lunxi yang mulai serius dalam pertarungan. Ratusan mayat hidup yang telah ia bangkitkan membentuk sebuah formasi dengan bentuk bintang delapan sudut, setelah itu mereka mulai membaca mantra yang sama secara bersamaan. Beberapa detik setelahnya muncul kabut hitam dengan aura kematian yang mencekam, tubuh Raja Yongling Zu gemetaran saat merasakan aura tersebut.
Tiba tiba saja Raja Yongling Zu menjadi lemas dan tak mempu memegang pedang miliknya, pria itu terjatuh ke tanah dengan raut wajah ketakutan. Putra Mahkota Yunzo Zu, Pangeran Jungso Zu, dan Pangeran Honzi Zu saling bertatapan satu sama lain, mereka sedang memikirkan cara untuk menyelamatkan sang ayah dari mala petaka ini.
"Kalian membawa pedang perak yang diberikan adik Ziya sebagai hadiah?." tanya Putra Mahkota Yunzo Zu, ia mengingat sesuatu yang pernah di baca di perpustakaan kerajaan. Ada sebuah cara untuk menghentikan dibukanya gerbang neraka, dan semoga saja cara itu bisa menyelamatkan nyawa mereka.
"Kami membawanya, mungkinkah pedang ini dapat menyelamatkan ayah?." tanya Pangeran Honzi Zu dengan penuh harapan. Meskipun ayah mereka memiliki beberapa sikap yang menyebalkan namun pria itu tetaplah ayah kandung mereka.
"Tancapkan pedang itu ke tanah sekarang." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu, ia akan mengambil alih untuk memerintah kedua adiknya itu.
Putra Mahkota Yunzo Zu, Pangeran Jungso Zu, dan Pangeran Honzi Zu menancapkan pedang perak pemberian Xiao Ziya secara bersamaan kemudian mereka berlutut di tanah. Beberapa saat setelahnya muncul sebuah formasi sihir dengan bintang tiga sudut dengan cahaya putih yang mengelilingi ketiga pemuda itu. Ratu Min Xunzi menatap ke arah ketiga keponakan itu, ternyata mereka jauh lebih baik dari Raja Yongling Zu hingga Xiao Ziya menghadiahkan pedang yang cukup berharga.
__ADS_1
"Kami tiga perwakilan Dewi Agung meminta agar Raja Alam Neraka menutup kembali gerbang yang ingin Anda buka. Pria bernama Yongling Zu memiliki banyak dosa selama hidup di dunia namun ia juga memiliki kebaikan yang patut dipertimbangkan. Kami memohon belas kasih dari Sang Raja Alam Neraka untuk memberikan waktu pada pria ini." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu yang diikuti oleh kedua pangeran.
Xiao Ziya yang saat itu sedang terlelap di kamarnya langsung terbangun karna merasakan ada sesuatu yang sedang terjadi pada ketiga pangeran dari Kerajaan Bintang Timur.
"Mengapa mereka menggunakan identitas saya sebagai Dewi Agung untuk memohon pengampunan pada Raja Artur. Hah kalian bisa menutup gerbang neraka hanya dengan mengebut namaku saja." ucap Xiao Ziya dengan tatapan malas, entah apa yang sedang dilakukan oleh sang paman yaitu Raja Min Lunxi hingga menggunakan sihir delapan bintang kegelapan untuk membuka paksa pintu neraka. Apapun yang terjadi pada alam neraka ataupun alam dewa tentu akan berdampak langsung pada Xiao Ziya.
"Haruskah saya pergi ke sana? saya malas berjalan menggunakan kaki." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi wajah malasnya. Gadis itu sangat mengantuk dan tak ingin ikut campur dalam masalah ini, namun keseimbangan antara alam neraka dan alam para dewa akan berguncang jika ia tak turun tangan.
Dengan sangat amat terpaksa Xiao Ziya keluar dari kamarnya dengan langkah gontai menuju halaman depan istana, Xiao Ziya meminta Mokuzo sang naga hitam dari alam neraka untuk keluar dari cincin semesta miliknya, dengan senang hati sang naga hitam keluar kemudian menundukkan kepala di hadapan Xiao Ziya sebagai nona mudanya.
"Salam saya pada Nona Xiao Ziya." ucap Mokuzo sang naga hitam.
"Tolong antar saya ke Istana Kerajaan Bintang Timur secepat mungkin, sebenarnya saya malas ikut campur dalam masalah ini namun saya harus melakukannya." ucap Xiao Ziya, gadis itu naik ke punggung Mokuzo dan naga hitam itu langsung terbang tinggi di atas langit. Para prajurit yang melihat dengan jelas apa yang baru saja dilakukan pemimpin baru mereka hanya dapat terdiam, menunggangi seekor naga dengan ukuran yang sangat besar belum pernah mereka lihat sebelumnya.
"Berpengangan lah dengan erat Nona Besar, saya akan terbang dengan kecepatan maksimal." ucap Mokuzo, naga hitam itu tak ingin Nona Besarnya terjatuh saat ia terbang dalam kecepatan penuh.
"Lakukanlah dan jangan khawatir pada Saya." jawab Xiao Ziya dengan santai, gadis itu membaringkan tunuhnya di atas punggung sang naga hitam lalu memejamkan mata sejenak.
Mokuzo mempercepat kepakan kedua sayapnya, meskipun naga itu terbang dengan ketinggian hampir menembus lapisan dunia lain namun angin dari kepakan sayapnya masih bisa dirasakan oleh mereka yang berada di daratan. Hanya perlu waktu lima menit bagi Naga Hitam itu untuk sampai ke Istana Kerajaan Bintang Timur, Xiao Ziya membuka mata dan memposisikan diri duduk di atas punggung sang naga. Dari atas sana Ziya melihat apa yang sedang terjadi di halaman belakang Istana Kerajaan Bintang Timur.
Raja Min Lunxi dan ketiga pangeran dari Kerajaan Bintang Timur masih terus beradu kekuatan sihir. Raja Min Lunxi terus meminta izin pada penguasa alam neraka untuk membuka gerbang neraka secara paksa agar Raja Yongling Zu mendapat hukumannya, di sisi lain ketiga pangeran mengatas namakan Dewi Agung untuk meminta pengampunan pada pemimpin Alam Neraka agar menutup kembali gerbang yang akan dibuka. Tabrakan energi antara kedua kekuatan sihir itu membuat orang orang yang ada di sekitarnya kesulitan untuk bernafas, sebagaian dari prajurit dan pelayan dari Istana Kerajaan Bintang Timur pingsan karna tak sanggup menahan energi yang saling berbenturan itu. Dari atas langit Xiao ziya melihat mereka dengan tatapan datar.
Xiao Ziya mengambil pedang hitam miliknya kemudian ia lemparkan ke bawah sana, pedang hitam milik Xiao Ziya menancap tepat ditangah tengah antara sihir delapan bintang kegelapan milik Raja Min Lunxi dan Sihir tiga bintang suci milik ketiga pangeran. Keempatnya merasa terkejut karna tiba tiba ada sebuah pedang yang menjadi penengah kekuatan sihir mereka, Raja Min Lunxi langsung melihat ke atas langit ia tersenyum canggung pada Xiao Ziya yang sedang menatap datar ke arahnya itu.
"Hentikan kebodohan kalian." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin dan penuh dengan penekanan. Semua orang yang mendengar suara gadis itu langsung melihat ke atas langit, Raja Yongling Zu merasa lega karna nyawanya terselamatkan.
"Untung saja kau datang keponakan ku, bibi tak bisa melakukan apapun karna bibi tak memiliki kuasa atas kedua alam itu." ucap Ratu Min Xunzi dengan rasa bersalah, ia datang ke Istana Kerajaan Bintang Timur hanya untuk menanyakan beberapa hal namun malah berakhir seperti ini.
__ADS_1
"Saya mengerti karna itu saya datang untuk menghentikan mereka." jawab Xiao Ziya dengan senyuman lebar yang menghiasi wajah cantiknya. Tak semua orang dengan kemampuan tinggi dapat ikut campur secara langsung dalam urusan alam neraka dan alam para dewa.
Hai semuanya author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.