
Setelah beberapa saat akhirnya Xiao Ziya dan harimau kesayangannya sampai di gerbang utama Klan Xiao, saat melihat Xiao Ziya yang turun dari langit dengan harimau bersayap yang besar membuat orang orang yang sedang berada di sekitar sana merasa takjup.
"Wah nona muda dari Klan Xiao benar benar menakjubkan, aku juga ingin menaiki harimaunya." ucap salah seorang penduduk yang sedang berjualan di sebelah Klan Xiao.
"Luar biasa, gadis kecil yang cantik dan begitu menawan. Siapapun yang menjadi suaminya di masa depan pasti akan sangat beruntung." ucap salah seorang lainnya.
Saat Xiao Ziya sampai di depan gerbang, Xiao Ziya turun dari punggung harimau kesayangannya. Para penjaga gerbang yang melihat kedangatan Xiao Ziya langsung membukakan gerbang dan menyabut kedatangan nona muda mereka.
"Selamat datang kembali di Klan Xiao Nona Ziya." ucap seluruh penjaga gerbang sambil menundukkan kepala mereka. Walau Xiao Ziya hanya nona muda sama dengan nona nona lain yang ada di klan, tapi konstribusinya untuk Klan Xiao tak bisa dibandingkan dengan mereka.
Seandainya saat ini Xiao Ziya mau menerima gelar sebagai pemimpin Klan mungkin ia akan menjadi pemimpin Klan termuda yang pernah ada dalam sejarah Kekaisaran Qiyu.
"Trimakasih telah menyambutku dengan baik, aku masuk terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang tersenyum kemudian ia masuk kedalam bersama dengan harimaunya yang sudah menyesuaikan ukuran seperti harimau pada biasanya.
"Ini yang membuatku begitu menyukai nona muda Ziya, dia sangat baik dan menghargai kita yang hanya seorang penjaga gerbang." ucap salah seorang penjaga gerbang.
"Dia memang berbeda dari para tuan muda dan nona muda lainnya." balas penjag yang lain.
Saat ini Xiao Ziya tengah berjalan menuju aula utama untuk melaporkan kepulangannya, itu yang biasa mereka lakukan bila baru pulang dari suatu tempat.
"Hormat saya pada ketua pertama, saya Xiao Ziya melapor kepulangan saya dari acara seleksi pemilihan murid baru Akademi Kekaisaran." ucap Xiao Ziya sambil membungkuk di hadapan ketua klan.
"Nona Ziya tak perlu sehormat itu kepada saya, tanpa nona saya juga bukan siapa siapa." ucap Xiao Ciyun yang merasa tak enak hati saat melihat Xiao Ziya memperlakukannya dengan begitu hormat.
"Anda adalah ketua sedangkan saya hanyalah nona biasa jadi sudah wajar saya memberi hormat pada anda." ucap Xiao Ziya yang menjelaskan alasannya menghormati Xiao Ciyun.
Xiao Cunyu yang kebetulan juga ada di sana merasa bangga pada putrinya yang kini sudah semakin dewasa dan bisa bertindak lebih sopan pada orang lain. Jika dibandingkan Xiao Ziya yang dulu memang sedikit ada perkembangan sikap dan tingkah laku.
"Bagaimana dengan seleksimu apakah kamu lulus? dan dimana yang lainnya mengapa kamu datang sendiri?" Tanya Xiao Yuza yang kini sudah baik pada Ziya tak seperti dulu lagi.
"Untuk seleksi kami semua lulus, dan ku kira rombongan yang lain sudah sampai terlebih dahulu karna mereka berangkat lebih awal." ucap Xiao Ziya sambil memperlihatkan wajah polosnya, sebenarnya Xiao Ziya tau kalau ia akan datang lebih awal dari yang lain, namun ia tak mau ditanya tanya lagi.
Tak lama kemudian yang sedang di bicarakan akhirnya datang, rombongan pertama tiba dan baru saja memasuki aula klan Xiao. Hal pertama yang mereka lihat adalah Xiao Ziya.
__ADS_1
"Adik Ziya bagaimana kau bisa sampai lebih cepat daripada kami? bukankah saat kami berangkat kau masih tertidur di kamarmu?" ucap Xiao Bin yang sedikit bingung.
"Bukan hal yang mustahil jika saudariku yang melakukan hal itu." ucap Xiao Yuna.
"Daripada kalian meributkan mengapa aku bisa sampai terlebih dahulu, lebih baik kalian melapor kepada ketua." ucap Xiao Ziya yang tak ingin ambil pusing karna masalah kecil seperti ini.
"Saya Xiao Xun mewakili mereka semua untuk melapor, semua perwakilan yang di kirim klan lulus dalam seleksi dan mereka semua menjadi murid pribadi dari guru luar kecuali adik Xiao Ziya." ucap Xiao Xun yang melaporkan pencapaian para saudaranya.
"Itu sangat bagus, namun mengapa bisa hanya nona Ziya yang tak diangkat menjadi murid pribadi?" tanya Xiao Ciyun yang merasa keheranan, dibandingkan dengan yang lainnya Xiao Ziya jauh berada di atas mereka.
"Xiao Xinzo berhasil memicu warna pink, Xiao Yuna, Xiao Feng, dan Xiao Bin berhasil memicu warna merah hal itu yang menyebabkan mereka dipilih menjadi murid pribadi." ucap Xiao Xun yang menjelaskan alasan namun hal itu belum menjawab keheranan dari para ketua klan yang sedang berkumpul.
"Namun aku masih tak mengerti kenapa nona Ziya tak terpilih, memang warna apa yang telah di picunya." ucap Xiao Zuen yang juga masih merasa keheranan.
Xiao Ziya hanya melihat keadaan sekitar dengan acuh tak acuh, dia benar benar tak ingin menjelaskan apapun karna dia juga tak mengerti alasannya. Namun seketika fikirannya itu buyar saat melihat muyen dan yang lainnya yang merupakan perwakilan dari Sekte Bambu Perak hanya berdiri diam dengan keadaan yang canggung.
Xiao Ziya hanya tersenyum, kakaknya memang pandai saat berbicara namun sepertinya dia melupakan sesuatu yang penting.
"Xun gege, sepertinya kamu melupakan sesuatu." ucap Xiao Ziya sambil menunjuk Muyen dan yang lainnya yang sedang terdiam.
"Selamat datang di Klan Xiao kami semoga kalian betah ya." ucap Xiao Ciyun yang sedang menyambut ramah tamu dari Sekte Bambu Perak.
"Trimakasih telah mengizinkan kami untuk tinggal di sini sementara waktu, maaf kami akan merepotkan kalian selama beberapa hari." ucap Muyen yang mewakili teman temannya.
"Maaf sebelumnya tadi ada yang bertanya warna apa yang dipicu nona Ziya hingga ia tak dipilih menjadi murid pribadi, jika diperkenankan saya yang akan menjawabnya." ucap Muyen yang merasa pembicaraan tadi terpotong akibat kehadiran dia dan saudara saudaranya.
"Silahkan jika ingin menjawab." ucap Xiao Cunyu yang mempersilahkan Muyen untuk berbicara.
"Nona Xiao Ziya berhasil memicu warna hitam, jika perkiraan saya benar nona tak di angkat menjadi murid pribadi karna para guru murid luar merasa tak layak untuk menjadi guru dari Xiao Ziya." ucap Muyen yang menjelaskan semuanya agar tak terjadi kesalahpahaman.
Karna semua urusan mereka sudah selesai akhirnya mereka kembali ke pavliun masing masing. Sedangkan Xiao Ziya sedang mengantar tamu mereka yaitu perwakilan dari Sekte Bambu Perak ke paviliun yang biasanya ditempati para tamu.
"Adik Ziya maaf telah merepotkanmu, seharusnya kau beristirahat seperti yang lainnya." ucap Muyen yang merasa tak enak pada Xiao Ziya.
__ADS_1
"Di sepanjang perjalanan tadi aku tertidur jadi sekarang sudah tak mengantuk lagi." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum ramah pada yang lainnya.
"Tertidur?? apakah kau lari sambil memejamkan mata? bagaimana bisa." ucap Yienran yang merasa bingung bagaimana bisa Xiao Ziya melakukan hal seperti itu.
"Bukan seperti itu, aku tadi menunggagi Zier jadi selama perjalanan aku bisa bersantai." ucap Xiao Ziya.
Karna masih tak faham dengan apa yang dijelaskan Xiao Ziya, dan siapa Zier yang Ziya maksud akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat di paviliun.
"Sepertinya aku harus mengunjungi seseorang terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang kemudian menghilang dengan secepat kilat.
Saat ini Xiao Ziya sedang berada di atap rumah seseorang, dia mulai membuka sedikit atap rumah itu untuk mengintip bagaimana keadaan di dalam.
"Humm kemana dia pergi? mengapa rumahnya sangat sepi." ucap Xiao Ziya yang masih mencari keberadaan orang itu.
"Apakah nona sedang mencariku?" ucap seorang pemuda yang sudah berada di belakang Xiao Ziya dan melihat gerak gerik gadis itu yang mirip seperti perampok.
"Aron gege, ku kira kau tak ada di rumah. Aku ingin menanyakan beberapa hal padamu." ucap Xiao Ziya dengan wajah yang serius.
"Baiklah miemieku ingin bertanya apa? tapi bukankah sebaiknya kita masuk ke dalam rumah terlebih dahulu." ucap Aron yang merasa berbincang bincang di atas atap rumah bukanlah ide yang bagus.
Akhirnya Xiao Ziya dan Aron masuk ke dalam rumah milik Aron. Sebuah rumah yang sederhana dan bersih.
"Kemana ibu dan adik gege?" tanya Xiao Ziya yang tak bisa menemukan siapapun saat memasuki rumah.
"Mereka sedang di pasar berbelanja bahan makanan." Jawab Aron.
"Hal yang ingin ku tanyakan mengenai Kekaisaran, sebenarnya apa yang mereka rencanakan pada Klan Xiao ku?" tanya Ziya yang merasa kesal dengan sikap sombong pihak kekaisaran.
"Pihak Kekaisaran sekarang merasa tak membutuhkan nona Ziya lagi, mereka mendapat banyak dukungan dari pihak luar. Dan saya juga mendapatkan informasi bahwa kakak pertama nona Ziya juga sedang di tawan oleh pihak kekaisaran." ucap Aron yang memberi tau informasi apa yang ia dapatkan.
Hai hai semua senang bisa update lagi miss you guys.
Maaf ya kalau ga bisa up banyak banyak.
__ADS_1
Jangan lupa dukung author dengan cara vote sebanyak banyaknya, like, komen, rate.