RATU IBLIS

RATU IBLIS
Diganggu Saat Perjalanan


__ADS_3

Sedangkan saat ini teman teman Xiao Ziya sedang menyiapkan pesta penyambutan untuk kepulangannya, mereka mendapat kabar dari wakil akademi kemungkinan besok rombongan Xiao Ziya dan yang lainnya sudah sampai di Wilayah Kekaisaran Qiyu.


"Apakah nona Ziya mendapatkan juara seperti yang ia inginkan." ucap Yienran yang khawatir jika keinginan Xiao Ziya itu tak tercapai, walau Yienran tau bahwa gadis itu sangat kuat namun tak menutup kemungkinan bahwa di sana ada yang lebih kuat dari Xiao Ziya.


"Saudariku pasti mendapatkan apa yang ia inginkan." ucap Xiao Yuna yang sangat percaya dengan kemampuan yang dimiliki Xiao Ziya.


"Sebaiknya kira segera mendekor paviliun milik adik Ziya." ucap Xiao Bin yang sudah tak sabar untuk menyambut kepulangan gadis itu.


Walau hanya pergi sekitar sepuluh hari saja namun sudah banyak yang merindukan gadis itu, sepuluh hari tanpa Xiao Ziya rasanya sepuluh taun tanpanya. Namun jika sepuluh hari dihabiskan bersama gadis itu hanya akan terasa seperti sepuluh jam saja.


"Mari kita buat pesta yang sangat meriah untuknya." ucap Xiao Feng yang langsung berlari untuk pergi kepasar.


Saat ini Xiao Ziya dan kelompoknya masih dalam perjalanan yang panjang, sebenarnya Xiao Ziya bisa mempercepat kepulangan mereka karna ia tau mantra untuk berpindah tempat namun itu akan membuat teman teman dan yang lainnya kelabakan membuat pesta untuknya.


Bagaimana Xiao Ziya bisa tau jika teman temannya yang lain sedang membuat pesta penyambutan, tentu saja sekarang ia sangat mengenal mereka yang begitu meyayanginya. Sekuat apapun Xiao Ziya sekarang ataupun di masa depan ia selalu di anggap sebagai adik kecil yang harus mereka sayangi dan perhatikan.


Cuaca hari ini cukup cerah sehingga mereka bisa terbang tanpa hambatan, namun Xiao Ziya melihat di depannya sedang ada sekelompok lelelawar raksasa yang sedang ditunggangi beberapa orang. Siapa lagi yang berniat untuk mengganggunya. Mungkin setelah sampai di Kekaisaran Qiyu nanti ia tetap tak bisa beristirahat karna ada beberapa hal penting yang harus ia lakukan.


"Berhenti kalian." ucap para pria yang menunggangi kelelawar raksasa itu, benar seperti dugaan Xiao Ziya bahwa mereka akan menghambat perjalanan pulangnya.


"Mengapa kalian menghalangi jalan kami." ucap Ling An yang tak mengerti mengapa mereka bisa dicegat oleh beberapa orang tak dikenal.


"Kalian para laki laki bisa pergi namun gadis ini harus tetap berada di sini." ucap mereka yang menginginkan Xiao Ziya untuk tetap tinggal.


"Kami tak akan pernah meninggalkan nona Ziya sendirian." triak Xu Yuan yang tak terima dengan permintaan mereka.


"Tunggulah di sini biar saya yang menyelesaikannya." ucap Xiao Ziya yang tak ingin melibatkan orang lain dalam masalahnya.


"Berapa yang permaisuri Xi Wunji berikan pada kalian untuk menangkapku." ucap Xiao Ziya yang sudah tau darimana dan kenapa orang orang itu mencegatnya dalam perjalanan.


"Kami bukan suruhan Permaisuri Xi Wunjin." ucap salah satu dari mereka yang tak menyangka kedok mereka terbongkar dengan cepat, mereka terus saja berkelit jika bukan permaisuri Xi Wunjin yang menyewa mereka.


"Kalian ingin mati di sini, atau terus hidup untuk istri dan anak anak kalian." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam dan menusuk lantas mereka semua langsung ketakutan


Karna mereka masih sayang dengan nyawa dan seperti yang mereka tau gadis yang akan mereka culik adalah adik dari seorang kaisar dan juga pemilik Klan Xiao, akhirnya mereka tunduk pada Xiao Ziya.

__ADS_1


Xiao Ziya memberikan dua ratus keping emas pada orang orang itu, dua ratus keping emas itu setara empat kali lipat dari pemberian permaisuri Xi Wunji.


"Tampar permaisuri itu sebanyak masing masing orang seratus kali, jadi setiap orang mendapat masing masing lima puluh keping emas. Kalian mengerti." ucap Xiao Ziya yang mulai serius dengan masalah permaisuri Xi Wunji yang sangat terobsesi padanya.


Setelah itu mereka pergi agar tak menghalangi jalan Xiao Ziya. Ling An dan yang lainnya merasa heran apa yang sebenarnya Xiao Ziya fikirkan masing masing seratus tamparan berarti permaisuri Xi Wunji akan mendapat empat ratus tamparan luar biasa.


"Karna semuanya sudah beres mari kita lanjutkan perjalanan." ucap Xiao Ziya.


Sedangkan di tempat lain keempat orang pria itu datang ke halaman belakang istana permaisuri Xi Wunji dan disana tentu saja ada orang yang sedang mereka cari.


"Salam pada Yang Mulia Permaisuri." ucap mereka secara serempak.


"Bagaimana apakah kalian berhasil menangkap gadis menyebalkan itu." ucap Permaisuri Xi Wunji yang sudah tak sabar untuk memaksa Xiao Ziya menjadi menantunya. Ia juga menyiapkan surat kontrak yang akan ditanda tangani oleh gadis itu.


"Mari permaisuri ikut dengan kami, kami sudah menyandra gadis itu disuatu tempat." ucap salah satu dari mereka yang sengaja berbohong pada permaisuri.


Mereka tak mungkin menampar permaisuri Xi Wunji di istananya sendiri karna itu akan sangat berbahaya dan menarik perhatian para prajurit yang sedang berjaga.


Mendengar perkataan dari mereka bahwa mereka berhasil menyandra Xiao Ziya membuat permaisuri Xi Wunji semakin senang dan menuruti perkataan mereka tanpa berfikir panjang. Akhirnya permaisuri dan keempat pria itu sampai di sebuah rumah tua yang ada di tengah hutan. Saat permaisuri hendak masuk kedalam rumah keempat pria itu langsung membekap mulut permaisuri dan mencengram tangannya dengan kuat.


Setelah itu mereka mengikat permaisuri Xi Wunji di salah satu kursi yang ada di sana. Kain yang tadinya menyumpal mulut permaisuri dilepas.


Plak


Satu tamparan mendarat di pipi permaisuri Xi Wunji.


"Kalian manusia rendahan berani menamparku." triak permaisuri lagi.


Plak plak plak


Tiga tamparan sekaligus membuat pipi permaisuri itu memerah. Karna permaisuri Xi Wunji yang sangat berisik akhirnya mereka kembali menyumpal mulutnya.


Penyiksaanpun dimulai satu persatu pria itu menampar pipi permaisuri sebanyak seratus kali sedangkan sang permaisuri hanya bisa meringis kesakitan. Saat ia ingin menggunakan kekuatannya untuk melawan tali tali yang mengikatnya mengencang dengan sendirinya sehingga terasa sangat sakit.


Hari sudah semakin terik dan kelompok Xiao Ziya tentu saja merasa lapar sehingga mereka singgah sebentar disebuah desa untuk mencari makan, kedatangan mereka dengan tunggangan yang tak biasa tentu saja menarik perhatian warga sekitar apalagi harimau milik Xiao Ziya yang paling mencolok diantara yang lainnya.

__ADS_1


"Wah lihatlah seekor harimau bisa terbang." ucap salah seorang warga yang melihat kedatangan mereka.


"Dimana gadis itu membeli binatang seperti itu?." ucap seorang kultivator yang juga sedang singgah di desa itu ia terlihat sangat tertarik dengan harimau milik Xiao Ziya.


Xiao Ziya meminta Zier untuk berubah dalam wujud kecil agar ia bisa membawa harimau kecilnya ketempat makan.


Tiba tiba ada seorang pria dan gadis yang menghampirinya. Terlihat gadis itu ingin memegang Zier namun Xiao Ziya menepis tangan gadis itu.


"Jauhkan tanganmu dari Zierku." ucap Xiao Ziya dengan dingin karna ia tak suka orang lain dengan lancang menyentuh apapun yang berhubungan dengannya tanpa ijin darinya.


"Maaf namun sepertinya nona muda saya tertarik dengan peliharaan anda, bolahkah saya membelinya." ucap pria yang ada di samping gadis itu.


"Membeli Zier dengan apa?." ucap Xiao Ziya yang tak tertarik dengan tawaran orang gila yang ada di depannya.


Sekali lagi gadis tak tau diri itu ingin memegang Zier padahal Zier sudah mengaum padanya tandanya Zier tak suka dengan orang itu. Untuk kedua kalinya Xiao Ziya menepis tangan gadis itu.


"Mohon anda sopan pada nona muda kami." ucap pria itu yang sekali lagi membuat Xiao Ziya ingin memukulinya hingga babak belur.


"Sopan pada gadis seperti dia yang bertingkah seenaknya, saya ingatkan padamu nona jangan menyentuh apapun milik saya, jika anda ingin saya menghormati anda lakukan juga hal yang sama." ucap Xiao Ziya dengan tajam yang membuat gadis itu merasa kesal.


Karna tak ingin berurusan dengan orang orang seperti mereka akhirnya Xiao Ziya pergi sambil menggendong Zier dan mengabaikan kedua orang itu yang tampak kesal. Daripada mereka berdua tentu saja Xiao Ziya lebih kesal lagi. Untung saja kepala akademi dan yang lainnya sudah pergi terlebih dahulu.


"Zier mari kita makan daging sapi bakar." ucap Xiao Ziya yang berhenti di salah satu kedai yang menjual berbagai macam olahan daging sapi.


Saat Xiao Ziya masuk kedalam kedai semua pandangan mata tertuju padanya.


"Maaf nona ingin memesan apa." tanya seorang pelayan yang menghampiri Xiao Ziya.


"Saya ingin dua porsi daging sapi asap, dua porsi sup iga sapi, dan teh hangat." ucap Xiao Ziya yang langsung membayar pesananya.


Zier terlihat sangat senang ketika ia bisa makan berdua dengan nonanya, setelah kejadian tadi Zier merasa bahwa nonanya itu sangat menyayanginya.


Tak berapa lama pesanan mereka berdua datang, Xiao Ziya dan Zier menyantapnya dengan lahap.


**Hai sesuai permintaan aku update tiga nih hari ini dah batasku cuma tiga aja karna puyeng kepala, semalem tuh kebangun terus ga tau mau ngapain jadi aku nulis aja gitu wkwkwk satu chapter sih terus yang dua tadi pagi balapan nulisnya. Ya karna mau istirahat siang nanti jadi harus gini.

__ADS_1


Jangan lupa ya follow aku, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun entah koin ataupun poin, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, tips, share ya**.


Ngomong ngomong pembacaku ada yang main audio room di mangatoon ga ya?


__ADS_2