RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pulih


__ADS_3

Saat sang istri tak peduli dengan kehadiran Xiao Ziya di Klan Yuang Yie, Yie Gu sedang berusaha dengan sekuat tenaga agar ia segera sampai di wilayah Kerajaan Bintang Timur karna nyawa cucu kesayangannya sedang ada di ujung tanduk. Yie Laingfu melihat ke arah ayahnya sekilas, baru kali ini ia melihat hati sang ayah luluh pada seorang gadis yang belum lama ia kenal meski itu cucunya sekalipun.


"Kita hampir sampai." ucap Yie Gu dengan perasaan senang akhirnya ia bisa menyelamatkan nyawa Xiao Ziya.


Mereka berdua tiba di wilayah perbatasan Kerajaan Bintang Timur dengan wilayah kekuasaan Klan Yuang Yie, para penjaga wilayah perbatasan mempersilahkan kedua orang itu untuk masuk ke dalam.


"Salam hormat kami pada pemimpin klan Yuang Yie, apakah anda datang untuk mengunjungi Yang Mulia Ratu Junyi?." tanya salah seorang prajurit perbatasan, Yie Gu adalah ayah dari ratu mereka jadi mereka tak akan mempersulit perjalanan pria tua itu.


"Ada hal lain yang harus kami lakukan, kami permisi terlebih dahulu." ucap Yie Gu, ia segera memasuki wilayah Kerajaan Bintang Timur dan mencari di mana Paviliun Obat Langit berada.


Setelah cukup lama mencari tempat itu akhirnya mereka berdua menemukannya, Yie Gu dan Yie Laingfu dihalangi oleh beberapa murid dari Paviliun Obat Langit mereka mengatakan tak sembarang orang yang dapat masuk ke dalam. Yie Gu tak punya banyak waktu untuk berdebat dengan anak anak muda itu karna nyawa Xiao Ziya lebih penting dari segalanya.


"Saya ingin masuk ke dalam dan tolong jangan halangi saya." ucap Yie Gu dengan kesal, para murid Paviliun Obat Langit tetap tak mempersilahkan pria tua itu masuk kedalam.


"Nyawa cucu saya sedang dalam bahaya, jika sesuatu terjadi padanya maka Klan Yuang Yie akan menyatakan perang dengan Paviliun Obat Langit." ucap Yie Gu dengan nada bicara yang cukup keras hingga terdengar oleh pemilik Paviliun Obat Langit yang berada di lantai paling atas.


Jiangnan seorang pria tua berumur delapan puluh sembilan tahun mendirikan Paviliun Obat Langit ketika ia masih muda, ia membuat tempat itu dengan keringat dan jerih payahnya sendiri hingga bisa berdiri dan disegani oleh banyak orang seperti sekarang. Bagaimana ia bisa membiarkan beberapa murid konyol yang mendapat tugas untuk menjaga pintu masuk paviliun miliknya menyinggung orang besar seperti Yie Gu. Dengan cepat Jiangnan melesat menuju lantai dasar untuk menyambut kedatangan pemimpin Klan Yuang Yie itu.


"Pemimpin tak ada waktu untuk bertemu dengan kalian." ucap beberapa murid Paviliun Obat Langit.


"Saya tak pernah mengatakan hal itu, selamat datang di paviliun obat kami Tuan Yie Gu." ucap Jiangnan dengan sopan menyambut kedatangan Yie Gu.


Master apa yang anda lakukan di sini, biarlah kedua pria ini menjadi tanggung jawab kami." ucap para murid Paviliun Obat Langit, mereka bersikeras mengusir Yie Gu dan Yie Laingfu dari sana karna kedua pria itu memiliki aroma tubuh seperti seorang gelandangan.


Yie Gu dan Yie Laingfu memang tak sempat beristirahat dalam perjalanan menuju wilayah Kerajaan Bintang Timur sehingga keringat yang keluar terserap kembali ke dalam kulit dan menimbulkan bau yang cukup tak sedap untuk di hirup.


"Jaga ucapan kalian, pria ini adalah pemimpin Klan Yuang Yie. Apakah kalian ingin menghancurkan paviliun obat yang sudah saya dirikan selama puluhan tahun ini?." ucap Jiangnan dengan kesal, ia harus mendidik murid muridnya dengan lebih baik lagi.


"Bisakah saya masuk?." tanya Yie Gu.


Dengan senang hati Jiangnan mempersilahkan Yie Gu dan Yie Laingfu untuk masuk ke dalam, Jiangnan sangat penasaran dengan tujuan kedua pria itu datang ke paviliun obatnya. Mungkinkah salah satu anak dari Yie Laingfu sedang sakit dan membutuhkan obat yang sulit untuk di dapatkan? atau ada hal lain yang sedang terjadi.


"Saya senang pemimpin Klan Yuang Yie datang ke tempat saya, jika saya boleh tau apa tujuan kalian berdua?." tanya Jiangnan dengan rasa penasaran yang sangat tinggi.


"Cucu saya terkena racun yang sangat mematikan kami memerlukan obat untuk menyembuhkannya. Bisakah Tuan Jiangnan meminjamkan beberapa alikimia untuk melihat bagaimana kondisi cucu saya?." ucap Yie Gu dengan raut wajah sedih, tabib yang ada di seluruh penjuru Klan Yuang Yie tak dapat menyembuhkan cucunya karna kondisi Xiao Ziya yang sangat parah.


Jiangnan terdiam untuk beberapa saat, pria tua yang ada di hadapannya itu memiliki banyak cucu. Namun baru kali ini Jiangnan melihat Yie Gu begitu peduli dengan salah satu cucunya hingga merelakan waktu yang sangat berharga untuk datang dan meminta bantuan pada Paviliun Obat Langit.


"Saya akan ikut bersama dengan kalian." ucap Jiangnan, ia ingin melihat racun ganas seperti apa yang telah masuk ke dalam tubuh salah satu cucu pemimpin Klan Yuang Yie.


"Baik segeralah bersiap tuan karna cucu saya tak bisa menunggu lebih lama lagi." ucap Yie Gu dengan antusias yang tinggi, kini Xiao Ziya akan di rawat dengan baik oleh seorang alikimia tingkat enam.


Sedangkan di Klan Yuang Yie masih terjadi ketegangan akibat perselisihan yang terus terjadi antara Yie Fufu dengan Yie Weinje, sebagai seorang nenek Yie Weinje ingin cucu perempuannya segera mendapat pengobatan oleh para tabib akan tetapi Yie Fufu selalu menghalangi rencananya itu.


"Apa kau tau cucuku bisa mati jika terus begini?." ucap Yie Weinje dengan kesal.


"Jika dia lemah maka dia pantas mendapatkannya." ucap Yie Fufu dengan wajah datar, ia tak peduli apa yang akan terjadi dengan Yie Munha nantinya. Yang wanita itu tau hanyalah melaksanakan tugas dengan baik selama pemimpin klan pergi untuk mencari obat.


"Begini saja, saat ini tabib sedang berada di ruang kesehatan. Mintalah tabib itu untuk datang ke penjara dan mengobati cucumu, namun jika sang tabib menolaknya kau tak boleh memaksa ataupun mengancam sang tabib." ucap Yie Sanron, sebagai salah satu ketua dari Klan Yuang Yie tentu ia akan mencari solusi terbaik atas permasalahan ini. Ia hanya berharap pemimpin akan segera kembali dan meluruskan kesalahpahaman yang yang terjadi saat ini.


"Baiklah, jika tabib menyetujui permintaan saya kalian tak boleh menghalanginya untuk mengobati cucu saya, akhirnya para ketua Klan Yuang Yie sepakat dengan hal itu.


Yie Weinje pergi dari penjara menuju ruang kesehatan, di dalam ruang kesehatan terlihat seorang tabib wanita yang sedang menjaga gadis muda dengan paras yang sangat cantik, gadis itu jauh lebih cantik daripada Yie Munha. Akhirnya wanita tua itu mengerti mengapa cucu kesayangannya begitu membenci gadis baru itu dan ingin membunuhnya, ternyata Yie Munha iri dengan kecantikan yang di miliki oleh sang gadis.

__ADS_1


"Jadi ini gadis muda yang ingin di habisi oleh cucu saya?." ucap Yie Weinje dengan wajah penuh rasa dendam, seandainya gadis itu tak berhasil naik ke Dunia Manusia Abadi mungkin cucunya tak akan mengalami hal seperti ini.


"Apa yang ingin anda lakukan di sini?." ucap sang tabib wanita, ia was was dengan kedatangan ketua ke lima karna wanita itu memancarkan aura membunuh yang ia arahkan pada pasiennya.


"Saya meminta tabib untuk menyembuhkan luka luka cucu saya." ucap Yie Weinje yang menarik kembali aura membunuh yang sudah ia keluarkan.


"Maaf saya sudah memiliki seorang pasien yang harus saya jaga setiap saat, anda bisa mencari tabib lain untuk mengobati cucu anda itu." ucap sang tabib wanita dengan tegas, jika ia pergi dari ruang kesehatan bisa saja wanita tua itu membunuh nona Ziya.


"Apakah kau berani membantah perintah saya sebagai seorang ketua?." ucap Yie Weinje dengan kening yang berkerut.


"Saya hanya mematuhi perintah dari pemimpin klan." ucap tabib wanita itu.


Yie Weinje tak mengerti bukankah gadis yang sedang terbaring lemah tak berdaya itu baru datang ke Klan Yuang Yie satu hari yang lalu, namun semua orang sangat memperhatikannya. Yie Weinje tau kualifikasi yang harus di miliki oleh seseorang jika menginginkan perhatian lebih dari anggota klan, mungkinkah anak haram dari anak perempuan pertamanya itu memiliki kekuatan yang mumpuni?.


"Saat ini suami ku sedang tak ada di klan, jadi tak masalah jika kau mengobati cucuku terlebih dahulu lalu kembali pada gadis itu." ucap Yie Weinje, ia memberikan saran yang lumayan bagus pada tabib wanita itu akan tetapi sang tabib selalu memegang janjinya.


"Maaf saya sudah pernah berjanji untuk tak ikut campur dalam pengobatan nona Yie Munha setelah ataupun sebelum masa tahanannya selesai." ucap tabib wanita itu dengan berani. Yie Weinje menggeram kesal dan menampar tabib itu dengan sangat kencang hingga menimbulkan bekas tangan yang terlihat jelas.


"Silahkan anda pergi dari ruang kesehatan." ucap sang tabib wanita yang mengusir Yie Weinje dari ruang kesehatan.


Yie Weinje pergi dengan amarah yang meluap luap, seandainya tabib itu bukan orang kepercayaan dari sang suami maka ia akan menghabisi sang tabib dalam satu serangan saja. Di sisi lain Yie Gu, Yie Laingfu, dan Tuan Jiangnan berusaha secepat mungkin untuk sampai di wilayah Klan Yuang Yie entah mengapa perasaan Yie Gu sangat cemas dan ia baru teringat satu hal.


"Bukankah hari ini ibu akan pulang?." ucap Yie Laingfu, ia ingat bahwa sang ibu sudah cukup lama berada di luar Klan Yuang Yie dan ini saat yang tepat bagi wanita itu untuk pulang ke rumah.


"Ini akan menjadi masalah besar." ucap Yie Gu yang tak dapat menahan kegelisahannya. Semenjak Yie Munha lahir ke dunia hingga sekarang ini sang istri selalu memanjakan cucunya itu hingga Yie Munha tak merasa takut pada siapapun yang ada di Klan Yuang Yie.


"Ibu akan sangat marah jika tau cucu kesayangannya mendapat hukuman yang cukup berat, kita harus segera sampai di klan." ucap Yie Laingfu, ia tak bisa membalas apapun jika hal buruk menimpa Xiao Ziya. Pertama ialah yang membawa dan mengenalkan gadis itu pada Klan Yuang Yie, kedua gadis itu adalah anak kandung dari kakak pertamanya dan kemungkinan sudah bertemu dengan kakak keduanya yang tinggal di dunia atas, satu hal yang membuat Yie Laingfu khawatir bagaimana jika Lee Brian sudah menemukan keponakan yang ia cari cari selama ini dan pria itu tau akan rencana Xiao Ziya untuk datang ke Dunia Manusia Abadi.


"Apa kondisinya seburuk itu?." tanya Jiangnan, ia tak mengerti masalah internal apa yang terjadi di dalam Klan Yuang Yie, mungkin sedang terjadi perpecahan yang menyebabkan kemunculan dua kubu.


"Baiklah saya minta maaf atas kelancangan saya." ucap Jiangnan yang merasa bersalah karna ikut campur dalam urusan internal Klan Yuang Yie.


Pagi pun tiba dan saat ini Xiao Ziya masih dalam kondisi yang sama, gadis itu masih sibuk menyerap energi mawar api dan mawar es yang ada di dalam alam spiritualnya. Kini Xiao Ziya menyerap lebih dari lima puluh persen energi dari kedua bunga tersebut, tampilan jiwa gadis itu sudah berubah.


"Hah saya harus menyelesaikan semua ini sebelum kakek datang membawa seorang alikimia tingkat tinggi." ucap Xiao Ziya, gadis itu mendengar semua percakapan yang terjadi di luar begitu pula saat sang nenek menatapnya penuh kebencian.


"Saat wanita tua itu dalam bahaya, jangan harap saya akan membantunya." ucap Xiao Ziya dengan seringai menyeramkan kemudian gadis itu melanjutkan meditasinya.


Dua ketua Klan Yuang Yie kembali dari pasar gelap mereka membawakan berbagai macam tanaman obat yang di perlukan untuk menekan racun di dalam tubuh Xiao Ziya, dengan segera sang tabib pergi ke ruang penyulingan pil untuk membuatkan pil khusus.


"Bisakah gadis ini bertahan hingga pemimpin kembali?." ucap ketua pertama dengan raut wajah sedih, ia belum mengenal gadis itu lama namun rasa sedih bisa masuk kedalam dirinya.


"Nona Yie Munha memang sudah gila, jika bukan karna dia cucu kesayangan ketua kelima mungkin ia sudah di tendang keluar dari klan ini." ucap ketua kedua dengan wajah kesal, ketua kelima terlalu memanjakan cucu perempuannya itu hingga tak memiliki adab dan sopan santun.


Tak lama setelahnya sang tabib wanita keluar dari ruang penyulingan dengan membawa tiga butir pil dengan warna dan kualitas yang berbeda, tabib itu memberikan pil kualitas terbaik untuk Xiao Ziya agar gadis itu bisa bertahan lebih lama lagi.


"Hanya ini yang dapat saya lakukan, semoga pemimpin segera datang." ucap tabib wanita penuh dengan harapan.


Hampir semua orang di Klan Yuang Yie menanti kedatangan pemimpin mereka dengan seorang alikimia, Yie Junghwa dan Yie Cinling bertemu di halaman depan Klan Yuang Yie mereka sedang membicarakan tentang kondisi Xiao Ziya saat ini dan bagaimana respon sang nenek saat mengetahui gadis itu datang.


"Sepertinya nenek tak menyukai gadis itu." ucap Yie Cinling dengan wajah masam, dari dulu sang nenek tak pernah bersikap adil pada cucu cucunya yang lain ia hanya peduli pada Yie Munha saja.


"Bukankah nenek selalu seangkuh itu." ucap Yie Junghwa yang sudah menebak bagaimana reaksi sang nenek saat melihat Xiao Ziya.

__ADS_1


"Semua orang di klan tengah membicarakannya." ucap Yie Cinling, ia mendapat kabar bahwa neneknya itu menerobos masuk ke dalam penjara untuk menyelamatkan Yie Munha. Beberapa ketua sudah berusaha sebisa mereka untuk menahan wanita tua itu, namun Yie Weinje sangat keras kepala dan tetap membawa Yie Munha keluar dari penjara kini mereka berdua sedang berada di dalam kamar utama.


"Ini akan menjadi masalah besar jika kakek mengetahuinya." ucap Yie Junghwa dengan wajah lelah, adiknya memang bersalah dalam hal ini dan pentas mendapat hukuman yang sepadan.


Yie Weinje tengah menatap ke arah cucu kesayangannya yang tengah terbaring lemah di atas kasur, ia melihat dengan tatapan sedih ke arah luka luka cambukan yang ada di tubuh cucunya itu. Yie Weinje sangat marah pada gadis bernama Xiao Ziya itu karna membuat cucu kesayangannya bernasib malang seperti ini, Yie Munha menatap ke arah sang nenek dengan air mata yang mengalir ia senang karna sang nenek sudah pulang.


"Bagaimana ini bisa terjadi padamu sayang, mengapa ayahmu membiarkan semua ini terjadi." ucap Yie Weinje, ia duduk di ujung kasur sembari mengusap rambut Yie Munha pelan.


"Ayah dan kedua saudara laki-lakiku lebih membela gasis baru itu." ucap Yie Munha dengan suara lirih, setiap ia bergerak badannya terasa sangat sakit.


"Gadis itu hanya membawa malapetaka bagimu, nenek akan memikirkan banyak cara untuk mengusirnya dari Klan Yuang Yie ini." ucap Yie Weinje, apa yang terjadi pada cucunya akan ia balas berkali kali lipat.


"Anda bisa bekerja sama dengan Yang Mulia Raja Anling Zee untuk mengusir gadis itu dari dunia manusia abadi." ucap Yie Munha, ia ingat bahwa Xiao Ziya menyembunyikan Putri Jifana yang saat ini tengah menjadi buronan bagi Kerajaan Bulan. Yie Munha yakin jika gadis itu tak akan mampu melawan kekuatan yang di miliki oleh pasukan Raja Anling Zee.


"Sejak dulu Klan Yuang Yie bermusuhan dengan Kerajaan Bulan, bagaimana bisa nenek bersekutu dengan mereka. Jika kakek mu sampai mengetahui hal ini kita berdua bisa di usir." ucap Yie Weinje yang tak yakin dengan saran cucunya itu. Ia tau bagaimana tempramen suaminya, dan semua orang sangat membenci penghianatan.


"Itu satu satunya cara untuk membalas dendam pada gadis itu, nenek tak bisa menyakitinya saat ia berada di wilayah Klan Yuang Yie. Dan untuk kakek, kita harus memikirkan sebuah cara agar beliau tak mengetahui rencana kita ini." ucap Yie Munha, dendamnya pada Xiao Ziya harus terbalaskan apapun caranya.


Yie Weinje akhirnya menyetujui saran dari cucu kesayangannya itu, seandainya ia tau bagaimana kemalangan yang akan mereka dapat saat ingin menjatuhkan Xiao Ziya. Yie Gu, Yie Laingfu, dan Jiangnan sampai di Klan Yuang Yie saat siang hari mereka langsung bergegas pergi menuju ruang kesehatan untuk melihat bagaimana kondisi Xiao Ziya.


Xiao Ziya masih terbaring di atas ranjang dengan wajah pucat, Jiangnan memegang pergelangan tangan gadis itu dan mencoba mencari tau seberapa ganas racun yang ada di dalam tubuh Ziya. Jiangnan sangat terkejut karna racun di dalam tubuh itu sangat mematikan, setidaknya bisa membunuh seseorang dalam waktu dua jam setelah mengonsumsinya lalu bagaimana gadis ini bisa bertahan sangat lama?.


"Untunglah cucu anda memiliki tekad dan kekuatan yang cukup untuk menekan racun ini jika tidak anda sudah kehilangannya." ucap Jiangnan dengan lega, ia bisa membuatkan penawar racun untuk gadis itu.


"Sebaiknya Tuan Jiangnan tak menyia-nyiakan tenaga anda untuk anak haram itu." ucap Yie Weinje, wanita tua itu tiba tiba masuk ke dalam ruang kesehatan setelah mendapat kabar suaminya kembali membawa pemilik Paviliun Obat Langit.


"Jaga ucapan mu, gadis ini adalah anak dari putri pertama kita." teriak Yie Gu dengan amarah yang memuncak, ia tak bisa mendengar penghinaan mengenai cucu kesayangannya itu.


"Kau rela memberi hukuman seratus cambukan pada Yie Munha hanya karna gadis liar ini !!." teriak Yie Weinje yang tak ingin kalah dengan suaminya itu.


"Cucu yang kau bangga banggakan itu hampir membunuh gadis ini, bagaimana kau akan menjelaskan pada keluarganya nanti. Lagipula dia tetap cucumu meski kau tak menyukai kehadirannya di sini." ucap Yie Gu, ia tak menyangka istrinya akan bersikap seperti ini setelah bertemu dengan Xiao Ziya.


"Jika kalian ingin bertengkar silahkan lakukan di tempat lain, saat ini saya akan membuatkan penawar racun untuk gadis ini." ucap Jiangnan, ia tertarik dengan kemampuan milik Xiao Ziya. Jiangnan merasakan kekuatan spiritual yang sangat besar sedang mengalir di dalam tubuh gadis itu.


Yie Gu membawa paksa istrinya keluar dari ruang kesehatan agar tak mengganggu proses penyembuhan Xiao Ziya, seandainya istrinya itu tau seberapa besar luka yang harus di tanggung gadis itu selama tinggal di dunia bawah.


"Kau hanya peduli pada gadis itu coba lihat bagaimana kondisi Yie Munha saat ini." ucap Yie Weinje dengan air mata berlinang, terdapat banyak luka yang akan meninggalkan bekas di tubuh cucu kesayangannya. Jika hal itu terus di biarkan begitu saja, maka tak akan ada pemuda yang mau menikah dengan Yie Munha.


"Kau terlalu memanjakannya istriku, dia ingin membunuh seseorang karna alasan yang tak jelas." ucap Yie Gu, pria tua itu berusaha menjelaskan pada istrinya bahwa yang ia lakukan hanya akan membuat Yie Munha semakin tak bisa di atur.


"Lihatlah kau sudah berubah sekarang." ucap Yie Weinje, ia menyalahkan perubahan suaminya itu pada Xiao Ziya.


Jiangnan sedang mencari beberapa obat yang ada di dalam cincin dimensi miliknya, mungkin di antara obat obatan yang ia bawa ada yang cocok dengan kondisi Xiao Ziya. Setelah mencari cukup lama akhirnya Jiangnan menemukan sebuah pil dengan dua garis emas, ia meminumkan pil itu pada Xiao Ziya.


Xiao Ziya yang saat itu sedang bermeditasi di dalam alam spiritualnya memilih untuk mengakhiri meditasinya karna alikimia yang di bawa oleh sang kakek sudah memberi obat penawar, gadis itu mulai kembali ke alam sadarnya.


"Semoga ini belum terlambat." ucap Jiangnan yang terus menatap ke arah Xiao Ziya. Perlahan lahan gadis itu membuka mata dan memuntahkan banyak sekali darah berwarna biru kehijauan, Jiangnan merasa lega karna racun di dalam tubuh Xiao Ziya sepenuhnya sudah hilang.


"Dimana saya?." ucap Xiao Ziya dengan suara lemah, ia melihat ke arah Jiangnan dengan tatapan polos.


"Kau ada di Klan Yuang Yie, bagaimana kondisimu sekarang nona?." tanya Jiangnan pada Xiao Ziya, pria itu tetap curiga karna gadis itu langung pulih setelah meminum penawar racun yang ia berikan.


Tentu Xiao Ziya tak senonoh itu, ia menyadari bahwa sang alikimia curiga padanya, apapun yang ia lakukan saat dalam masa koma tak boleh diketahui oleh siapapun ini demi memberi pelajaran pada Yie Munha, gadis sombong itu harus bertambah dewasa agar lebih menghargai orang lain.

__ADS_1


"Saya memang keracunan namun kondisi saya tak separah yang anda bayangkan, terimakasih atas penawar racun yang anda berikan tuan." ucap Xiao Ziya dengan jujur tanpa menutupi apapun pada alikimia itu, pria tua yang ada di hadapannya sangat penasaran dan jika bukan Xiao Ziya yang memberitahukannya sendiri maka pria tua itu akan bertanya pada sang kakek.


Hai hai semuanya gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys, maaf baru up karna kemaren istirahat dulu. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.


__ADS_2