RATU IBLIS

RATU IBLIS
Ada Yang Tidak Beres


__ADS_3

Setelah kepergian guru Ayunzo, Xiao Ziya berjalan kedepan kelas dan menatap ke arah para murid inti yang juga sedang menatapnya. Suasana menjadi hening beberapa saat, setelah itu Xiao Ziya mulai mengatakan sesuatu pada para muridnya.


"Selamat siang semuanya saya Xiao Ziya mulai besok akan menjadi guru kalian, saya harap kalian besok bisa datang tepat waktu karna untuk menjadi kultivator yang hebat diperlukan jam latihan yang banyak. Setelah saya latih selama dua minggu kalian akan melawan para murid jenius." ucap Xiao Ziya yang memberikan penjelaskan kepada para murid inti yang tampak masih sedikit bingung dengan apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya barusan.


"Untuk apa kita melawan para murid jenius?." tanya Ling Gunmi salah satu murid inti.


"Ini akan menjadi sebuah pembuktian apakah setelah mendapatkan pelajaran dari saya kalian akan berkembang ataukah tidak." ucap Xiao Ziya yang menjelaskan dengan singkat mengapa mereka harus melawan para murid jenius.


Setelah itu Xiao Ziya memperbolehkan para muridnya untuk beristirahat ataupun pulang kerumah mereka masing masing untuk mempersiapkan diri, para murid inti merasa senang dan langsung pergi dari kelas mereka selain Yue Agze yang masih duduk di tempatnya.


"Mengapa kau masih ada di sini?." tanya Xiao Ziya pada Yue Agze yang masih menatapnya dengan lekat.


"Saya ingin menemani nona Ziya, saya kira anda hanya bercanda soal menjadi guru para murid inti ternyata anda benar benar melakukannya." ucap Yue Agze yanh tersenyum ke arah Xiao Ziya namun gadis itu merasakan ada yang aneh pada pemuda itu.


Xiao Ziya pamit pada Yue Agze karna ada beberapa urusan yang harus ia selesaikan, setelah itu Xiao Ziya membaca mantra teleportasi kemudian hilang begitu saja dari hadapan Yue Agze. Pemuda itu tampak kebingungan saat Xiao Ziya menghilang begitu saja, setelah itu Yue Agze memilih untuk kembali ke Kediaman Keluarga Bangsawan Yue Funzi.


Setelah melewati dimensi ruang dan waktu dengan cukup cepat akhirnya ia sampai di Istana Kerajaan Neraka ada beberapa berkas yang harus Xiao Ziya selesaikan, melalui informasi yang ia dapatkan ada banyak sekali orang yang mati kemarin entah karna apa.


"Mengapa banyak sekali penduduk dunia bawah yang mati, bagaimana kabar ayah dan yang lainnya." ucap Xiao Ziya yang menjadi khawatir pada keluarganya dan orang orang yang ia sayang. Entahlah apakah mereka di sana baik baik saja atau tidak yang bisa ia andalkan hanyalah para pasukan khususnya.


Setelah mengurus berkas kematian baru yang sangat banyak Xiao Ziya langsung pergi ke tempat para prajurit neraka di latih, gadis itu ingin meminta bantuan seorang jenderal neraka untuk melihat bagaimana kondisi dunia bawah saat ini. Setelah sampai di tempat latiha para prajurit neraka Xiao Ziya langsung masuk kedalam.


"Salam hormat kami pada junjungan muda." ucap semua prajurit dan beberapa jenderal neraka yanh sedang ada di sana.


"Saya trima salam kalian semua." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan ramah.


"Ada keperluan apa hingga junjungan muda datang kesini?." ucap salah seorang jenderal neraka yang merasa kedatangan Xiao Ziya bukan hanya untuk melihat lihat saja pasti ada hal lain yang ingin gadis itu lakukan.


"Saya ingin meminta bantuan dari salah satu jenderal yang ada di sini." ucap Xiao Ziya dengan nada tegasnya, salah seorang jenderal neraka berjalan dan mendekati Xiao Ziya. Jenderal itu mengatakan bahwa ia siap untuk membantu junjungan mudanya, selain itu sang jenderal juga tak terlalu banyak tugas.


"Saya baru saja melihat laporan kematian baru, banyak kematian ganjil yang terjadi di dunia bawah. Saya ingin anda turun ke dunia bawah dan mengawasi apa yang terjadi di sana selama tiga hari. Jika ada hal yang mencurigakan anda bisa melaporkannya pada saya." ucap Xiao Ziya yang memberikan perintah pada jenderal itu.


"Baiklah saya akan pergi ke dunia bawah untuk melaksanakan tugas dari junjungan muda." ucap sang jenderal neraka yang langsung menjalankan tugas yang diberikan oleh Xiao Ziya.


Setelah itu Xiao Ziya kembali masuk kedalam Istana Kerajaan Hitam karna masih ada tumpukan tumpukan kertas yang harus ia baca, ini sungguh melelahkan.


"Hah seandainya kakek tua itu tak membuat masalah maka aku tak perlu melakukan hal hal seperti ini." ucap Xiao Ziya yang masih dihadapkan tumpukan berkas yang sangat banyak.


Dilain sisi saat ini sang jenderal neraka telah sampai di dunia bawah dan ia menyamar sebagai orang biasa, sang jenderal neraka menyusuri setiap kerajaan, setiap kekaisaran yang ada di dunia bawah. Ada hal aneh yang terjadi ada sebuah klan yang menguasai wilayah wilayah kerajaan dan kekaisaran yang seharusnya menjadi wilayah kekuasaan junjungan mudanya. Sang jenderal neraka sedang mencoba menyelidiki lebih dalam lagi agar mendapatkan laporan yang berguna untuk sang junjungan muda.


Sang jenderal neraka yang sedang menyamar masuk kedalam wilayah Kekaisaran Binzo seperti bisanya saat ada orang asing yang ingin masuk kesana pasti para prajurit penjaga wilayah perbatasan akan memintanya untuk menunjukkan token identitas. Lagipula situasi akhir akhir ini sedikit memanas karna adanya klan baru yang sedang berusaha masuk kedalam wilayah mereka.


"Berhenti tolong tunjukkan token identitas anda." ucap salah seorang prajurit penjaga perbatasan yang meminta sang jenderal neraka untuk menunjukkan token identitasnya.


Sang jenderal neraka tampak bingung karna satu satunya token yang ia miliki adalah token sebagai jenderal dari wilayah neraka, jika ia menunjukkan token identitasnya itu kemungkinan besar para prajurit penjaga gerbang akan pingsan ditempat. Sang jenderal neraka berusaha berfikir keras apa yang harus ia lakukan, akhirnya ia memilih untuk bertelepati dengan Xiao Ziya yang masih ada di ruang kerja.


"Junjungan muda bisakah anda membantu saja?." ucap sang jenderal neraka dalam fikirannya. Xiao Ziya yang tadinya sedang menandatangani dan memberikan stampel pada beberapa berkas langsung menghentikan aktivitasnya itu.


"Apa yang bisa saya bantu?." ucap Xiao Ziya di dalam fikirannya.

__ADS_1


"Saya ingin masuk kedalam Wilayah Kekaisaran Binzo namun ada beberapa prajurit penjaga perbatasan yang menghentikan saya dan meminta saya untuk menunjukkan token identitas. Namun satu satunya token identitas yang saya punya sebagai jenderal dari Kerajaan Neraka." ucap sang jenderal neraka yang memberitahukan apa yang menjadi kesulitannya saat ini.


Xiao Ziya mencoba menahan tawanya, ia lupa untuk membekali sang jenderal dengan sebuah token identitas asli yang biasanya digunakan di dunia bawah. Akhirnya Xiao Ziya meletakkan sebuah token pasukan khususnya di meja dan membacakan mantra khusus agar token itu sampai di tangan sang jenderal neraka yang sedang berada di dunia bawah.


"Tunggulah beberapa saat dan ambil token identitasmu di saku baju sebelah kanan." ucap Xiao Ziya yang kemudian memutuskan telepati antara ia dan sang jenderal karna masih banyak kertas kertas, dan berkas berkas yang harus ia urus. Jika data kematian baru selalu sebanyak ini maka ia tak akan sempat untuk beristirahat.


"Hah ini sungguh melelahlan." ucap Xiao Ziya yang menidurkan kepalanya di atas meja sepertinya ia perlu beristirahat sebentar sebelum kepalanya itu meledak.


Jenderal neraka yang sedang ada di perbatasan Kekaisaran Binzo merogoh saku baju sebelah kanannya benar saja ada sebuah token identitas di dalamnya, ia segera mengambil token identitas itu dan memberikannya pada prajurit prnjaga perbatasan yang sudah menunggunya cukup lama.


"Ini token identitas milikku, maaf telah membuat kalian menunggu cukup lama tadi saya sedang mengingat ingat dimana menaruh token identitas ini." ucap sang jenderal neraka yang memberikan sebuah token berwarna merah setengah biru pada salah seorang prajurit penjaga perbatasan.


Dengan cepat mereka mengenali token yang diberikan oleh sang jenderal neraka.


"Silahkan masuk kedalam maaf telah membuatmu menunggu." ucap sang prajurit penjaga perbatasan sembari membungkukkan badannya sebagai tanda permintaan maaf.


Sang jenderal neraka langsung masuk kedalam wilayah Kekaisaran Binzo, jika dilihat lihat kondisi desa yang ada di dekat wilayah perbatasan cukup baik. Sang jenderal neraka pun memutuskan untuk pergi ke pusat kota dan mencari informasi di sana, setelah selesai menyelidiki Kekaisaran Binzo ia berniat untuk pergi ke Kekaisaran Qiyu untuk memastikan kondisi keluarga dan orang orang terdekat nona mudanya.


Hari sudah mulai sore, ternyata Xiao Ziya ketiduran karna ia merasa sangat lelah. Gadis itu mulai mengerjap kerjapkan matanya dan melihat kesekitar ternyata ia masih berada di ruang kerja yang biasanya digunakan oleh Raja Artur.


"Sebaiknya saya segera kembali ke Istana Hitam." ucap Xiao Ziya yang langsung membaca mantra teleportasi agar ia cepat sampai di istana hitam. Gadis itu tiba tiba saja muncul di dalam kamarnya, ia sengaja untuk muncul di dalam kamarnya agar setelah sampai ia bisa langsung mandi dan berganti pakaian.


Saat ini Raja Zeus dan kedua pangeran sudah berada di ruang makan, mereka juga sudah menempati tempat duduk masing masing kini yang perlu mereka lakukan adalah menunggu hidangan dan Xiao Ziya tiba.


"Apakah adik masih sibuk jadi ia akan melewatkan makan malam?." ucap Pangeran Anz yang sempat bertanya pada prajurit penjaga gerbang masuk istana apakah mereka melihat Xiao Ziya masuk kedalam istana, namun para prajurit penjaga gerbang masuk istana mengatakan bahwa mereka tak melihat Xiao Ziya lagi semenjak pergi tadi pagi.


"Adik Ziya pasti datang mungkin saat ini ia sedang dalam perjalanan pulang." ucap Pangeran Zeeling yang mengerti bahwa adik laki lakinya yaitu Pangeran Anz sangat ingin makan malam bersama dengan adik Ziya karna mereka susah lama tak makan malam bersama.


Gadis yang sedang mereka bicarakan datang dan ia langsung duduk di tempat yang telah disediakan.


"Salam pada ayah dan kedua kakak laki laki." ucap Xiao Ziya yang memberikan salam.


"Salam pada putri ayah yang cantik." jawab Raja Zeus yang merasa lega karna putrinya itu bernar benar datang saat makan malam.


"Salam pada adik kami yang cantik." ucap Pangeran Anz dan Pangeran Zeeling secara bersamaan.


"Apakah kalian sendang membicarakan saya? ah biar saya tebak pasti kalian mengira saya tak akan datang." ucap Xiao Ziya disela gelak tawanya, bagaimana bisa mereka bertiga mengira bahwa Xiao Ziya akan melewatkan makan malam.


"Kedua kakak laki lakimu itu sangat khawatir terutama Pangeran Anz." ucap Raja Zeus dengan nada meledek, Pangeran Anz menatap sang ayah dengan tatapan kesal mengapa ayahnya harus mengatakan hal itu di hadapan adiknya.


"Ah ternyata Anz gege masih merindukanku." ucap Xiao Ziya yang ikut meledek.


Gelak tawa mengisi ruang makan utama Kerajaan Hitam, setelah menunggu beberapa saat akhirnya makanan siap dan sudah di sajikan di atas meja. Mereka berempat makan dengan hikmat yang terdengar hanya dentingan sendok dan piring.


Xiao Ziya makan dengan lahapnya, sepertinya setelah mengerjakan setumpuk berkas berkas den kertas kertas yang harus ia baca membuat Xiao Ziya kelaparan sehingga secara tak sadar Xiao Ziya makan dengan belepotan.


"Adik Ziya lihatlah bagaimana caramu makan." ucap Pangeran Zeeling yang sedang menahan tawanya karna ia tak ingin tersedak.


"Ada apa dengan cara makanku?." tanya Xiao Ziya yang belum menyadari bahwa pipi dan mulutnya belepotan dengan bekas bekas makanan.

__ADS_1


"Wajahmu penuh dengan noda makanan adikku." ucap Pangeran Anz yang ini berbalik menertawakan Xiao Ziya. Dengan cepat Xiao Ziya mengambil sebuah kain lap yang ada di sampingnya dan mulai membersihkan bagian pipi dan mulutnya, setelah selesai ia melihat ke arah kain lap itu benar saja banyak noda makanan yang menempel.


"Ah maaf karna terlalu kelelahan sepertinya saya tak sadar makan dengan begitu lahap." ucap Xiao Ziya dengan sebuah senyuman seperti ia tak melakukan kesalahan apapun.


Setelah beberapa saat akhirnya makan malam selesai mereka semua membubarkan diri dan kembali ke kamar masing masing kecuali Xiao Ziya yang memilih untuk pergi ke kediaman Keluarga Bangsawan Yue Funzi, ia merasakan ada hal yang aneh pada Yue Agze saat berada di kelas tadi.


Xiao Ziya berjalan menyusuri jalan stapak yang mulai sepi hanya ada beberapa penduduk yang berlalu lalang. Samar samar Xiao Ziya mendengar langkah kaki yang mengikutinya dari belakang, untuk memastikan apakah orang itu mengikutinya atapun tidak Xiao Ziya berjalan menuju sebuah gang kecil yang sempit dan sangat gelap kemudian ia melesat dengan cepat dan bersembunyi di salah satu atap rumah warga.


Terlihat dua orang pria dengan aura yang tak asing bagi Xiao Ziya, jika diingat ingat lagi kedua pria itu memiliki aura yang sama dengan anggota Aliansi Hitam Wunzo. Namun untuk apa mereka datang ke wilayah Kerajaan Hitam? apa mereka datang hanya untuk mengikuti Xiao Ziya saja ataukah ada hal lain yang ingin mereka lakukan.


"Sialan kemana gadis itu menghilang, kita sudah kesulitan mengikutinya hingga kesini. Jika kita tak segera melenyapkannya maka pemimpin akan sangat marah." ucap salah satu dari dua orang pria yang mengikuti Xiao Ziya.


"Sepertinya yang mereka incar adalah saya." ucap Xiao Ziya yang tersenyum, setelah itu ia turun kebawah dengan hati hati agar tak di dengar oleh kedua pria yang berasal dari Aliansi Hitam Wunzo itu.


Xiao Ziya menampakkan dirinya di depan gang yang berbeda dari tempat kedua pria itu berdiri, gadis itu berpura pura seperti sedang tersesat kemudian menghampiri kedua pria yang berasal dari Aliansi Hitam Wunzo.


"Permisi paman saya sedang tersesat bisakah anda mengantar saya menuju pasar terdekat dari sini?." ucap Xiao Ziya yang berpura pura tersesat, kedua pria itu tersenyum dengan senyum yang mencurigakan.


"Baiklah kami akan mengantarmu menuju pasar terdekat yang ada di sini." ucap kedua pria itu yang mulai menunjukkan jalan, namun mereka tak berjalan menuju pasar terdekat yang ada di sana melainkan menuju sebuah gang buntu.


"Paman apakah kita sudah berjalan di jalan yang benar." tanya Xiao Ziya yang berpura pura ketakutan, kedua pria yang berasal dari Aliansi Hitam Wunzo mulai melancarkan aksi mereka.


Setelah sampai di sebuah jalan buntu kedua pria itu mulai mengeluarkan senjata yang mereka sembunyikan di dalam baju, setelah itu kedua pria menikam Xiao Ziya dari arah yang berbeda. Namun sangat disayangkan Xiao Ziya menghindar dengan cepat sehingga mereka saling menusuk satu sama lain.


"Sialan ternyata kau menipu kami berdua." ucap kedua pria yang berasal dari Aliansi Hitam Wunzo itu, mereka mulai kesulitan bernafas dan akhirnya tak sadarkan diri.


Agar tak meninggalkan jejak Xiao Ziya membakar kedua mayat pria itu, jika dilihat lihat dari senjata yang mereka berdua gunakan sepertinya mereka adalah anggota elit dari Aliansi Hitam Wunzo. Entah mereka belum lelah mengejarnya, mungkin suatu hari nanti Xiao Ziya akan berhadapan dengan pemimpin Akademi Hitam Wunzo yang dirumorkan sangat kuat bahkan lebih kuat dari beberapa dewa yang ada di nirwana.


"Baiklah saya akan menunggu pemimpin Aliansi Hitam Wunzo datang menemui saya." ucap Xiao Ziya yang tersenyum mengerikan, gadis itu kembali melanjutkan perjalananya menuju kediaman Keluarga Bangsawan Yue Funzi.


Setelah sampai di depan gerbang masuk Keluarga Bangsawan Yue Funzi Xiao Ziya merubah penampilannya. Rambut gadis itu berubah menjadi biru cerah dengan lensa mata merahnya yang cantik, saat akan masuk kedalam beberapa prajurit penjaga gerbang masuk kediaman Keluarga Bangsawan Yue Funzi.


"Siapa kau kami belum pernah melihatmu sebelumnya?." tanya salah seorang penjaga gerbang masuk, mereka menatap kearah Xiao Ziya dengan tatapan penasaran sekaligus curiga.


"Saya adalah teman satu kelas Tuan Muda Yue Agze, ini adalah kartu identitas saya sebagai murid inti dari Akademi Wunyeng." ucap Xiao Ziya yang memberikan sebuah kartu identitas yang sempat ia temukan saat ia sedang berada di kelas murid inti. Melihat token kartu identitas yang ditunjukkan oleh Xiao Ziya tentu saja para penjaga gerbang masuk Kediaman Bangsawan Yue Funzi percaya dan mempersilahkan gadis itu untuk masuk kedalam.


"Trimakasih paman." ucap Xiao Ziya yang langsung masuk kedalam, ia tak mengira penyamarannya kali ini akan berhasil. Ia masih bisa mengingat dengan jelas saat tiba tiba rambutnya berubah menjadi biru tak ada orang yang mengenalnya begitupun dengan sang ayah dan teman temannya.


Xiao Ziya berjalan masuk menuju ruang utama kediaman Keluarga Bangsawan Yue Funzi, gadis itu tak langsung masuk kedalam melainkan bersembunyi untuk mendengar pembicaraan benerapa orang yang sedang membahas tentang dirinya.


"Trimakasih kalian telah bersedia datang kesini." ucap Yue Zunlong paman dari Yue Agze yang sedang berbincang bincang dengan beberapa orang yang tak asing bagi Xiao Ziya.


"Kami bersedia bekerja sama dengan kalian, karna gadis itu juga musuh kami. Kami pastikan akan melenyapkannya dari dunia ini." ucap Xu Linhi yang merupakan ketua keempat dari Aliansi Hitam Wunzo.


Xiao Ziya akhirnya paham mengapa anggota Aliansi Hitam Wunzo bisa masuk ke wilayah Kerajaan Hitam ternyata Yue Zunlong dan keluarganya yang membantu mereka.


"Hentikan kalian tak boleh menyakiti nona Ziya." triak Yue Agze yang sedang diikat dengan sebuah tali yang terbuat dari sulur api.


Xiao Ziya dapat melihatnya dengan jelas, gadis itu tak akan tinggal diam apa yang sedang dilakukan oleh Yue Zunlong dan keluarganya adalah hal yang sudah diluar batas. Kali ini jangan harap gadis itu akan membiarkan mereka kabur secara hidup hidup seperti hari kemarin.

__ADS_1


Hai hai semua author update lagi nih, gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya. Jangan lupa follow buat yang belum follow, vote ya guys, gift hadiah apapun makasih ya, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima ya guys, share ke temen temen kalian juga.


__ADS_2