
Hermione, Dimas, Reno dan Ariel sudah berkeliling disekitar situ tapi tak ketemu Sarah dkk. Hermione mendapatkan kabar dari Evan melewati batin tentang Bayu dkk yang ingin memiliki anak dari Sarah dkk. Hermione setuju-setuju saja karena nanti juga Sarah dkk akan dibawa keneraka tapi Hermione meminta Sarah dkk melahirkan anaknya secepatnya dan dia juga meminta kalau bisa mereka melahirkannya disini atau bisa dibilang di Bali.
Evan langsung memberitahu Bayu dkk dan disetujui juga oleh Bayu dkk, anaknya akan diserahkan kepenguasa gunung tersebut untuk dijadikan penghuni baru digunung tersebut.
"Udah mau jam 8 tapi belum ketemu juga" ucap Ariel.
"Kita balik ketempat tadi lalu turun untuk cari bantuan" ucap Hermione.
"Ayo cepet kasian mereka" ucap Reno.
"Pasti yang lain udah ditempat tadi" ucap Dimas. Mereka berjalan kearah tempat untuk mereka berkumpul tapi saat berjalan Hermione tiba-tiba tersandung dengan sigap Dimas menahan tubuh Hermione supaya tak jatuh ketanah. Mereka berdua saling tatap satu dengan yang lainnya.
"Ganteng, apalagi mencintai aku dengan tulus, maaf aku hanya bisa menjaga kamu tak bisa membalas perasaanmu" batin Hermione yang tak didengar siapa-siapa.
"Cantik banget istri aku nih" batin Dimas, Hermione langsung tersadar dari lamunannya, dia membenarkan posisinya.
"Makasih" ucap Hermione canggung.
"Sama-sama" balas Dimas tersenyum kecil.
"Ehem" Reno dan Ariel panas melihat itu.
"Ayo lanjut" ucap Hermione berjalan terlebih dahulu.
"Hati-hati Ra nanti kesandung lagi" ucap Dimas menyusul diikuti Reno dan Fadil.
Sesampainya ditempat kumpul yang dijanjikan ternyata yang lain sudah ada disana.
"Gimana ketemu?" tanya Dimas.
"Bisa dilihat apakah mereka ada diantara kami" ucap Evan.
"Nggak ada" ucap Dimas.
"Nah berarti kami belum nemu, hah" ucap Evan lalu menghembuskan nafas kasar.
"Kita kebawah dan cari bantuan" ucap Hermione.
"Kak gak istirahat dulu" ucap Reno.
"Oh iya tadi nyari Sarah sama temennya fokus banget sampai gak istirahat, yaudah kita istirahat disini dulu sebentar lalu turun" ucap Hermione.
"Iya" jawab mereka, mereka semua lalu duduk dan meminum minumannya.
Tiba-tiba terlintas bayangan kejadian masa lalu dikepala Andre.
"Kau ini anak pembayar hutang jadi menurut" ucap seorang pria yang sudah berumur tapi wajahnya samar.
"Kau sudah dijual kepada ku jangan pernah berani kabur dari sini" ucapnya lagi sambil menjambak rambut gadis cantik keturunan Belanda Indonesia yang wajahnya samar juga.
Pria yang wajahnya samar itu lalu mendorong gadis cantik itu keranjang, pria itu lalu merobek baju yang digunakan gadis tersebut dan menahan kedua tangan gadisnya.
"Jangan tuan" ucap gadis itu sambil menangis.
"Kau sudah dijual kepadaku jadi aku bisa melakukan apa saja denganmu bahkan membunuhmu juga aku bisa" ucap pria itu.
"Aku tak suka wanita yang akan aku tiduri menangis, jadi jangan menangis" ucap pria itu tapi gadis tersebut masih menangis.
"Aku bilang jangan menangis!" bentak pria itu menampar pipi gadis tersebut.
"Jika kau menangis lagi aku akan melakukan yang lebih" ucap pria itu, pria itu menyiksa terlebih dahulu gadis tersebut lalu mulai menjalankan aksinya dengan kasar, karena itu sudah menjadi kebiasaan pria itu sebelum meniduri wanita dia pasti akan menyiksanya terlebih dahulu.
Andre terkejut karena secara tiba-tiba ada kejadian seperti itu dikepalanya.
"Siapa itu kenapa samar" batin Andre yang tak didengar siapa-siapa.
"Aku memang pria yang suka meniduri wanita tapi setelah itu aku membunuhnya dengan cara menghisap energi mereka supaya mereka tak merasakan sakit nantinya jika nyawa mereka dicabut olehku secara paksa, sedangkan ini pria ini malah menyiksa gadis tersebut sebelum menidurinya" batin Andre lagi.
"Udah?" tanya Drew.
"Udah deh kita udah istirahat 10 menit nih" ucap Fadil.
"Iya harus cepet kebawah cari bantuan" ucap Sani.
"Ayo" ucap Dimas, mereka lalu turun kebawah untuk mencari bantuan juru kunci atau petugas yang berjaga.
Ditempat Sarah dkk mereka malah bersenang-senang memanggang jagung sambil bercanda ria.
"Kalian asik juga ya" ucap Sarah.
"Kalian juga nyambung lagi kalau diajak ngobrol" ucap Bayu.
"Kalian suka mendaki?" tanya Sen.
"Sebenarnya ini pertama kali untuk kami, kami ngikut temen mau dapat pengalaman baru aja" ucap Santi sok dewasa.
"Wah bagus tuh" ucap Sen.
"Udah malam lebih baik kalian tidur" ucap Riki.
__ADS_1
"Hmm yaudah kita tidur dulu ya" ucap Wawa.
"Iya" ucap Riki. Sarah dkk masuk kedalam tenda yang sudah disiapkan itu.
Bayu dkk saling pandang lalu masuk kedalam tenda mereka sendiri, tak lama kemudian Sarah dkk langsung masuk kedalam tenda Bayu dkk dan jatuh keatas tubuh Bayu dkk karena ketakutan mereka langsung memeluk Bayu dkk erat dengan tubuh gemetar.
"Hei kalian kenapa?" tanya Bayu mengusap rambut Sarah.
"A ada han hantu" jawab Sarah gemetar masih memeluk Bayu.
"Bercanda aja, mana ada hantu" ucap Bayu.
"Ada" ucap Sarah dkk kompak.
"Takut Ki" ucap Wawa.
"Kalian tidur bareng kita ada disini kalau takut sendiri" ucap Riki.
"Iya dari pada disana kalian halusinasi lagi liat hantu" ucap Sen.
"Ihh gak halusinasi itu beneran" ucap Santi.
"Iya iya" ucap Sen.
"Gimana kalian mau?" tanya Bayu yang dijawab anggukan.
"Yaudah mending kalian tidur, tapi sebelum itu kalian pindah dulu" ucap Bayu. Sarah dkk lalu melihat posisinya dan berpindah disamping mereka.
"Maaf" ucap Sarah dkk.
"Tak masalah" jawab Bayu dkk. Mereka lalu mencoba tidur.
Hermione bersama sahabaf iblis dan juga teman manusianya sudah ada dibawah setelah hampir 1 jam mereka berjalan. Mereka lalu menghampiri petugas yang bersiap seperti ingin pulang.
"Pak lapor 3 teman kami menghilang" ucap Dimas ngos-ngosan.
"Kok bisa mas?" tanya salah satu petugas.
"Tadi ada kabut jadi kami terpisah, kami sudah mencari kesana kemari sekitar tempat mereka menghilang tapi tak ketemu" ucap Evan.
"Kita harus mengabari pak Komang" ucap salah satu petugas.
"Pak Komang sedang tidak ada disini, ibu mertuanya sedang sakit jadi beliau dan istrinya pulang ketempat asal mereka" sahut teman petugasnya.
"Maaf Pak Komang siapa ya?" tanya Dimas.
"Beliau adalah juru kunci gunung ini mas, jika tidak ada beliau kami tak bisa mencari teman kalian karena ini pasti ada sangkut pautnya dengan makhluk halus" ucap salah satu petugas.
"Terus kami harus apa pak?" tanya Evan.
"Yak mungkin kami akan diam saja" ucap Andre.
"Jika mau kami akan membantu kalian mencari teman kalian tapi besok karena jika sekarang tidak memungkinkan untuk mencari mereka" ucap petugasnya. Mereka saling pandang.
"Baiklah besok mencarinya" ucap Drew.
"Apa kalian sudah punya tempat untuk ditinggal sekarang?" tanya petugas.
"Sudah" jawab Hermione.
"Baiklah kalau gitu kami permisi, jangan mencari mereka sekarang karena bisa saja kalian ikut menghilang tersesat disana" ucap petugas.
"Iya" jawab mereka. Para petugas lalu pergi.
"Ayo kita kevilla yang disini, aku sudah menyewanya sebelum kita naik kegunung ini" ucap Hermione.
"Tidak mewah seperti yang kita tinggali tadi sih" ucap Hermione lagi.
"Kami paham jadi santai saja" ucap Dimas.
"Ayo kita harus istirahat yang cukup supaya besok kita bisa mencari Sarah, Wawa dan Santi" ucap Dimas.
Mereka semua lalu berjalan kearah villa yang disewa, villa itu terlihat sederhana tak terlalu besar dan tak terlalu kecil cukuplah untuk mereka semua.
Ditempat Sarah dkk, mereka bertiga tak bisa tidur. Bayu dkk pura-pura tertidur, mereka lalu memeluk Sarah dkk. Wajah Sarah dan Bayu sudah sangat dekat karena sedari tadi Sarah memang sedang memandangi wajah Bayu dari dekat dan dengan tiba-tiba Bayu memeluknya membuat wajah mereka semakin dekat.
Riki memeluk Wawa lalu berpindah posisi yang tadinya tidur menyamping menjadi terlentang dengan Wawa diatas tubuhnya. Sen memeluk Santi dari belakang tangan Sen tak sengaja menyentuh benda kenyal milik Santi, ntah itu sengaja atau tak sengaja hanya Sen yang tau.
Bibir Sarah dan Bayu sudah menempel, Bayu dkk masih pura-pura tidur. Sarah langsung melahap bibir Bayu, Bayu membuka matanya perlahan dia membalas ciuman Sarah lalu menutup mata kembali. Sarah kaget karena Bayu membalas tapi dia senang juga.
Riki menekan pinggul bawah Wawa lalu sedikit bergerak membuat Wawa menggigit bibir bawahnya karena merasakan sesuatu dibawah sana.
Sen sedikit meremas benda kenyal itu, Santi menahan suaranya dengan mata yang melotot. Sen pura-pura seperti baru terbangun dari tidurnya, dia semakin meremas benda itu membuat Santi mengeluarkan suaranya.
"Eh" Sen melepaskan pelukannya, Santi berpindah posisi menghadap Sen.
"Maaf" ucap Sen, Santi langsung memeluk Sen.
"Masuk jebakan" batin Sen.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Sen melepaskan pelukannya perlahan.
Santi tak menjawab dia lalu membuka kancing baju Sen perlahan.
"Kau tau apa artinya kan" ucap Santi yang dijawab anggukan dari Sen. Sen ikut melepaskan kancing baju Santi.
"Aku tau kau pasti sudah tak tahan" bisik Riki ketelinga Wawa, Wawa langsung membuka matanya melihat Riki yang ada dibawahnya.
"Aku juga sama" ucap Riki lagi, Wawa refleks melihat kearah bawah.
"Mainkan dia dan puaskan dia, aku ingin kau yang memimpin" ucap Riki. Wawa lalu membuka resleting celana Riki.
Sarah melepas ciumannya, lalu melihat Bayu. Bayu lalu mencium leher Sarah. Bayu melepaskan ciumannya lalu turun kebawah, Bayu masuk kedalam baju kaos Sarah dia mencari sesuatu disana setelah ketemu dia bermain disana.
Hermione terbaring disofa ruang tengah, yang lain sudah masuk kedalam kamar masing-masing karena lelah.
"Besok atau lusa" batin Hermione.
"Lusa" batin Hermione lagi.
Tiba-tiba ada yang menimpa tubuhnya membuat Hermione tersadar dari lamunannya.
"Reno kenapa hmm?" Hermione mengusap punggung Reno yang tiba-tiba berada diatas tubuhnya memeluk dirinya.
"Kakak dipanggil-panggil dari tadi gak nyaut" ucap Reno cemberut menengadahkan kepalanya, Hermione menunduk melihat kearah Reno.
"Yang bener?" tanya Hermione, Reno mengecup bibir Hermione sekilas.
"Bener" jawab Reno.
"Nyosor aja" ucap Hermione.
"Biarin" ucap Reno lalu memeluk Hermione erat, dia menyimpan kepalanya didada Hermione.
"Ah empuk sekali" ucap Reno menggeser-geserkan kepalanya seperti kucing sambil menutup matanya.
"Hei kau ini" ucap Hermione.
"Diam kak ini nyaman" ucap Reno.
"Ini ruang tengah Reno kalau ada yang liat bisa dikira macem-macem" ucap Hermione. Reno langsung beranjak dari tubuh Hermione, dia lalu menarik tangan Hermione.
"Ngapain sih No?" tanya Hermione.
"Ikut Reno cepet" ucap Reno menarik Hermione, Hermione menurutinya Reno membawa Hermione kekamarnya.
"Ngapain kesini No?" tanya Hermione, Reno mengunci pintu kamar lalu berbalik melihat Hermione.
"Ini kamar jadi Reno bebas mau ngapain aja tanpa takut ada yang liat kita" ucap Reno memeluk Hermione sambil berjalan kearah ranjangnya perlahan tanpa melepaskan pelukannya.
Setelah sampai ditepi ranjang, Reno menjatuhkan tubuhnya bersama Hermione dengan posisi Hermione dibawahnya.
"Astaga lebih empuk dari kasur" ucap Reno karena merasakan benda kenyal Hermione didadanya.
"Bolehkah Reno melakukannya?" tanya Reno.
"Tidak boleh" jawab Hermione. Reno langsung melihat kearah Hermione tak percaya.
"Kenapa, ini juga bukan pertama kalinya untuk kita" ucap Reno.
"Ini tempat orang gak boleh" ucap Hermione.
"Tadi karena diruang tengah sekarang karena tempat orang, tak peduli pokoknya aku akan melakukannya" ucap Reno membuka resleting sweter yang digunakan Hermione perlahan.
"Lelah abis nyari Sarah dan temennya" ucap Hermione menahan tangan Reno.
"Kalau aku sama kakak gak akan terasa lelah, malah kakak adalah obat lelahku" ucap Reno.
"Boleh ya" ucap Reno, Hermione hanya pasrah dia mengangguk pelan, Reno lalu membuka resleting sweter kembali.
"Astaga, bagus deh aku tak perlu repot melepaskan ini itu lagi karena kakak tak menggunakan baju kaos atau semacamnya lagi" ucap Reno.
"Kenapa kakak gak pakai baju lagi, kenapa cuman pakai br4 lalu sweter?" tanya Reno.
"Udah terbiasa No" jawab Hermione.
"Ohh" balas Reno.
"Nanti jika ada yang datang gimana?" tanya Hermione menghentikan Reno yang ingin mencium lehernya.
"Pintu udah dikunci" jawab Reno ingin melanjutkan lagi.
"Tapi kalau ada yang denger suara kita" ucap Hermione.
"Kedap suara kak" ucap Reno.
"Tapi kalau nan hmmmpp" ucapan Hermione belum selesai sudah terhenti karena Reno mencium bibirnya.
"Kakak ini menguji kesabaran aku ya, untung dari dulu aku udah sabar, suka liat kakak sama cowok lain aku udah sabar lho kak, sekarang udah cukup sabar aku kak" ucap Reno melanjutkan menciumnya bibir Hermione lembut.
__ADS_1
Bersambung...