RATU IBLIS

RATU IBLIS
Tidur


__ADS_3

Saat Xiao Ziya tengah cemas akan keberhasilan Pangeran Kegelapan dalam menyelamatkan kakak laki lakinya, tiba tiba ada suara pintu di dobrak yang membuat Xiao Ziya terkejut. Ternyata itu adalah Pangeran Kegelapan dan juga Xiao Yan yang baru saja tiba ke sana.


"Yan gege." ucap Xiao Ziya yang langsung terbangun dari tidurnya, dan langsung loncat dari ranjang dan memeluk tubuh kakaknya.


Xiao Yan menyambut pelukan adiknya dengan hangat, dia sangat senang bisa bersama dengan adiknya seperti sekarang. Sedangkan Pangeran Kegelapan hanya melihat adegan manis kakak dan adik itu dengan wajahnya yang ditekuk. Menyadari hal itu Xiao Ziya langsung bertanya pada Pangeran Kegelapan.


"Zue gege ada apa denganmu? apakah ingin aku peluk juga?" tanya Xiao Ziya dengan senyum manis di bibirnya. Bagaimana gadis yang baru akan menginjak usia 11 tahun terlihat begitu cantik dan manis di saat yang bersamaan.


"Tentu saja aku iri pada kakak laki lakimu yang satu itu, bukankah aku yang menyelamatkannya mengapa aku tak mendapatkan pelukan sepertinya juga." ucap Pangeran Kegelapan dengan wajah cemberutnya.


Xiao Ziya dan Xiao Yan hanya bisa tertawa melihat tingkah Pangeran Kegelapan yang seperti anak kecil. Entah mengapa padahal usia Pangeran Kegelapan sudah sangat tua namun dihadapan Xiao Ziya pria itu menjadi sangat manja.


Setelah selesai tertawa Xiao Ziya langsung memeluk Pangeran Kegelapan dengan penuh kasih sayang seperti dia memeluk kakak kandungnya.


"Trimakasih karna telah menyelamatkan kakak laki lakiku, jika tidak entah apa yang akan terjadi pada kakakku." ucap Xiao Ziya sambil meneteskan air matanya.


Pangeran Kegelapan merasa bahagia dengan pelukan yang diberikan oleh Xiao Ziya. Dia merasa memiliki seorang adik perempuan sungguhan.


"Baiklah karna semua sudah baik baik saja sekarang aku bisa beristirahat sejenak sebelum ingin berperang dengan kekaisaran." ucap Xiao Ziya yang kemudian kembali berbaring di ranjangnya dan memulai untuk tertidur.


Xiao Yan dan Pangeran Kegelapan saling berpandang pandangan satu sama lain, kemudian mereka berlari secara serempak menuju ranjang Xiao Ziya. Ternyata kedua pemuda tersebut sedang memperebutkan tempat untuk tidur di samping Xiao Ziya.


Akhirnya Xiao Yan tidur di samping kanan Xiao Ziya, sedangkan Pangeran Kegelapan tidur di samping kiri Xiao Ziya.


Entah bagaimana rasanya tidur di antara dua pria tampan mungkin akan sangat menyenangkan bagi wanita ataupun gadis lain. Namun gadis yang sedang mereka usik adalah Xiao Ziya.


Keesokan paginya semua yang ada di Klan Xiao sudah memulai kegiatan mereka masing masing kecuali ketiga manusia yang masih asik tertidur dalam satu ranjang.


"Bukankah ini sudah waktunya untuk sarapan bersama, kemana adik Xiao Ziya? biasanya ia yang paling rajin bangun di pagi hari." ucap Xiao Feng sembari menengok ke kanan dan ke kiri.

__ADS_1


"Mungkin dia masih tertidur, saudariku itu tak pernah melewatkan jam untuk istirahat." ucap Xiao Yuna sambil menyiapkan beberapa makanan di meja makan.


"Apakah gadis itu tak memiliki rasa lapar?" ucap Felix sambil melihat makanan yang sudah tertata dengan rapi di meja makan, pemuda itu sepertinya benar benar sedang kelaparan.


"Aku dan Muyen akan pergi ke paviliun Ziya terlebih dahulu. Kalian bisa duduk dan menunggu sebentar." ucap Xiao Yuna sambil menarik tangan Muyen tanpa berfikir panjang. Umur Xiao Yuna dan Muyen tak terlalu jauh mungkin mereka akan menjadi pasangan yang cocok.


"Apakah saudari Yuna sengaja melakukan itu?" ucap Xiao Bin sambil tersenyum karna mengerti maksud dari saudarinya itu.


Xiao Yuna mengajak Muyen untuk pergi ke paviliun Xiao Ziya, entah sadar atau tidak gadis itu masih menggenggam tangan Muyen dengan erat sambil menariknya pelan. Muyen yang mendapat perlakuan seperti itu dari Xiao Yuna hanya bisa tersenyum entah apa yang pemuda itu rasakan, apakah mereka sama sama sedang jatuh cinta atau apa?.


"Humm mengapa paviliun adik Ziya masih sepi, apakah dia benar benar masih tertidur?" ucap Xiao Yuna sambil mencoba membuka pintu paviliun Ziya, namun pintunya benar benar tertutup dengan rapat.


"Umm bisakah kau mendobrak pintu ini?" ucap Xiao Yuna sambil menatap Muyen.


"Aku bisa membukanya, namun bisakah kau lepaskan dulu tanganmu?" tanya Muyen sambil melihat tangannya yang masih dalam genggaman Xiao Yuna.


Saat mereka sampai di kamar Ziya, hal pertama yang mereka lihat adalah Xiao Ziya yang sedang tertidur dan dipeluk oleh dua orang pria.


"Siapa mereka berdua?" tanya Muyen yang tak mengenal Xiao Yan.


"Yang di samping kanan adalah kakak laki laki pertama dari adik Ziya dia adalah Xiao Yan, sedangkan yang berada di samping kiri aku tak mengenalnya sama sekali." ucap Xiao Yuna yang masih kebingungan, bagaimana kedua pemuda itu bisa ada di ranjang adiknya. Lagipula bukankah Xiao Yan ada di Kekaisaran dan sedang menjalankan tugasnya sebagai Jenderal muda di sana.


"Bukankah lebih baik kau membangunkan saudarimu terlebih dahulu." ucap Muyen yang menyadarkan Xiao Yuna dari lamunanya.


Dengan segera Xiao Yuna mendekati ranjang Xiao Ziya, Yuna berusaha membangunkan gadis itu dengan segala cara hingga akhirnya Ziya terbangun.


"Humm ada apa Yuna Jiejie?" tanya Xiao Ziya dengan matanya yang masih tertutup dan belum menyadari kehadiran dua pemuda yang tidur di sampingnya.


"Lebih baik kau kumpulkan dulu nyawamu, lalu buka mata mu lebar lebar, lihatlah siapa yang sedang tertidur di sampingmu." ucap Xiao Yuna.

__ADS_1


Ziya merasa bingung mengapa saudari perempuannya berkata seperti itu? bukankah semalam dia tidur sendiri. Karna merasa penasaran akhirnya Xiao Ziya membuka kedua matanya. Ziya benar benar terkejut melihat kedua kakaknya ada di ranjangnya.


"Yan gege, Zue gege!! apa yang sedang kalian lakukan di ranjangku. Mengapa kalian bisa ada di sini." triak Xiao Ziya yang membuat kedua pemuda tersebut terbangun dengan wajah tanpa dosa yang mereka perlihatkan.


"Ada apa adikku sayang." ucap Xiao Yan sambil melihat adiknya.


"Mengapa kau berisik sekali adikku yang manis dan imut." ucap Pangeran Kegelapan sambil tersenyum ke arah Xiao Ziya.


Mendapat perlakuan manis dari kedua kakak laki lakinya yang tampan seharusnya Xiao Ziya merasa senang, namun dari wajah gadis itu dia malah terlihat sangat kesal.


"Mengapa kalian bisa tidur di sini." ucap Ziya dengan matanya yang melotot.


"Sudah sudah lebih baik kalian membersihkan diri terlebih dahulu, lalu pergi ke tempat makan. Semua sedang menunggu kalian untuk sarapan." ucap Xiao Yuna yang kemudian mengajak Muyen untuk pergi dari sana.


Akhirnya Xiao Ziya memilih untuk pergi ke kamar mandinya untuk membersihkan diri kemudian ia mulai pergi ke tempat makan diikuti oleh kedua pria.


"Hais mengapa kalian mengikutiku." ucap Xiao Ziya sambil membalikkan badannya.


"Kami juga ingin pergi ke ruang makan untuk sarapan bersama dengan yang lain." ucap Xiao Yan sambil tersenyum tampan.


**Hai hai semua apa kabar kalian


makasih udah suport aku selama ini.


Makasih udah setia nunggu update tan ku


Jangan lupa vote hari minggu itu libur guys


komen yang banyak, rate, like, share ya**

__ADS_1


__ADS_2