RATU IBLIS

RATU IBLIS
Tuan Baru


__ADS_3

Saat ini Xiao Ziya dan Genzo sedang berada di sebuah pasar yang dekat dengan Akademi Kekaisaran Qiyu, Xiao Ziya sengaja berhenti di sebuah gang yang sepi karna ia merasakan kehadiran Aron. Setelah beberapa saat akhirnya Aron muncul di hadapan Xiao Ziya.


"Salam hormat saya pada nona muda." ucap Aron yang mengucapkan salam setiap ia bertemu dengan nona muda yang sudah Aron anggap seperti adik kandug.


"Saya terima salam gege, bagaimana dengan tugas yang saya berikan?." tanya Xiao Ziya yang penasaran apakah saat ini kondisi dunia bawah masih aman seperti sebelum ia tinggal pergi ataukah ada beberapa tempat yang mengalami kekacauan.


"Saat ini Kekaisaran Binzo sedang dalam kondisi yang gawat nona, ada sepuluh kelompok bandit kuat yang menguasai kekaisaran itu. Pasukan khusus milik nona sudah berusaha untuk mengatasi masalah ini namun beberapa kelompok bandit memiliki kemampuan yang aneh sehingga pasukan khusus anda hanya bisa bertahan di tempat persediaan bahan pokok milik anda." ucap Aron yang menjelaskan bagaimana kondisi Kekaisaran Binzo saat ini, Aron juga mengalami kesulitan ketika ia ingin masuk kedalam wilayah Kekaisaran Binzo karna dijaga dengan ketat oleh beberapa anggota bandit, hanya para pedagang dan kultivator penjelajah saja yang diizinkan untuk masuk kedalam.


"Apa kau tau nama nama kelompok bandit itu?" tanya Xiao Ziya yang menginginkan informasi yang lebih lengkap dari Aron karna ia masih sangat penasaran dengan para kelompok bandit itu.


"Saya mendapat informasi dari sebuah kedai yang ada di Kekaisaran Binzo, pemilik kedai adalah seorang wanita paruh baya yang mengatakan bahwa anda adalah langganannya saat turnamen dilaksanakan di sana." ucap Aron yang memberitaukan terlebih dahulu darimana ia mendapatkan informasi tersebut.


"Ah sepertinya itu bibi penjual roti isi daging." ucap Xiao Ziya yang masih ingat sebelum ia pergi kedunia atas bibi penjual roti isi daging yang sempat pindah ke wilayah Kekaisaran Qiyu itu pamit pada Xiao Ziya karna ia akan kembali ke kampung halamannya.


"Jadi sepuluh nama kelompok bandi itu bandit tombak api mereka memiliki kemampuan menggunakan tombak yang dilapisi dengan api, tombak api yang mereka miliki tak dapat dipadamkan dengan air ataupun es. Lalu bandit utara mereka adalah kelompok bandit terlemah namun memiliki strategi yang sangat bagus ketika ingin menguasai sebuah wilayah. Selanjutnya kelompok bandit kalajengking merah semua anggota kelompok ini memiliki kemampuan untuk mengendalikan para kalajengking merah yang sangat beracun, selain itu kelompok bandit ini memiliki sepuluh ratu kalajengking dewasa yang racunnya akan sangat berbahaya. Selanjutnya Bandit Rubah putih kelompok ini sedikit berbeda dengan kelompok bandit yang lain karna seluruh anggotanya adalah wanita cantik, kemampuan bertarung mereka juga sangat mumpuni. Selanjutnya kelompok bandit tengkorak mereka memiliki sihir hitam yang dapat mengendalikan arwah manusia dengan dendam yang sangat tinggi, kelompok ini akan menyerang dan mencoba masuk kedalam alam bawah sadar musuh mereka. Lalu bandit pedang putih mereka adalah anggota suatu sekte aliran putih yang memilih untuk berhianat pada sekte mereka dan membentuk sebuah kelompok bandit, dari informasi yang saya dapatkan pemimpin kelompok ini sudah ada di ranah kultivasi alam dewa. Selanjutnya kelompok bandit dewa racun mereka adalah kelompok bandit terkuat karena menguasai segela jenis racun. Lalu kelompok bandit mawar hitam yang dipimpin oleh seorang dewi buangan mereka memiliki kemampuan yang tak dapat diremehkan. Selanjutnya bandit siluman kelompok bandit ini beranggotakan para siluman yang ingin menguasai Kekaksaran Binzo, mereka adalah siluman yang berumur lebih dari seratus tahun. Dan kelompok terakhir adalah bandit cambuk beracun, mereka menyerang memggunakan cambuk yang dilumuri oleh racun. Kesepuluh kelompok ini tak pernah bertarung satu sama lain karna mereka telah membuat kesepakatan dan pembagian wilayah Kekaisaran Binzo secara adil. Namun jika ada para kultivator yang berusaha untuk mengusir mereka dari Kekaisaran Binzo maka kesepuluh kelompok bandit itu akan bekerja sama untuk membunuh para kultivator, itu adalah semua informasi yang saya dapatkan." ucap Aron yang memberitaukan semua informasi yang ia dapatkan.


Xiao Ziya sempat berfikir sejenak ia sedikit tak menyangka bahwa kelompok kelompok bandit yang menduduki wilayah Kekaisaran Binzo memiliki kecerdasan di atas para bandit yang pernah ia temui sebelumnya, gadis itu sangat penasaran seberapa kuat sepuluh kelompok bandit itu sehingga membuat pasukan khusus miliknya terpojokkan. Disepanjang Aron menjelaskan pada Xiao Ziya ternyata Genzo memperhatikan Aron dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


"Sepertinya saya harus turun tangan untuk mengatasi masalah ini." ucap Xiao Ziya yang sudah memutuskan bahwa ia akan pergi ke Kekaisaran Binzo setelah berhasil mencarikan tuan ataupun nona baru untuk naga hijau yang ada di sampingnya.


"Nona Ziya saya ingin pemuda yang ada di hadapan anda." ucap Genzo yang masih melihat ke arah Aron, bagi naga hijau itu Aron sangatlah cocok menjadi tuannya yang baru karna pemuda itu memiliki kemampuan yang cukup tinggi selain itu Aron juga terlihat seperti pemuda yang giat berlatih walau tugas yang diberikan oleh Xiao Ziya sangat banyak.


"Jadi kau menginginkan pemuda ini?." tanya Xiao Ziya yang ingin memastikan sekali lagi tentang apa yang baru saja Genzo katakan. Dengan cepat Genzo menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia menginginkan Aron.


"Apa maksutnya ini? mengapa pria yang ada di samping anda menginginkan saya?." tanya Aron yang sangat terkejut jangan bilang pria yang ada di samping nonanya itu adalah penyuka sesama jenis.


"Ah saya lupa memperkenalkannya pada gege, tepis pemikiran gege yang mengerikan itu." ucap Xiao Ziya, ia tau apa yang sedang Aron fikirkan.


"Maafkan saya nona." ucap Aron yang merasa bersalah karna telah berfikir yang tidak tidak pada tamu nonanya.

__ADS_1


"Pria ini adalah Genzo, sang naga hijau yang pernah menjadi hewan pengikut setia pemimpin Sekte Harimau Putih namun sekarang naga hijau ini sedang mencari tuan baru. Saya sudah mengenalkannya pada teman teman saya yang ada di Akademi Kekaisaran Qiyu namun sepertinya Tuan Genzo tak tertarik pada mereka." ucap Xiao Ziya yang memberikan sedikit penjelasan siapa pria yang ada di sampingnya itu.


"Jadi dia ingin menjadikanku tuan barunya?." ucap Aron yang sedikit mengerti arah pembicaraan nona mudanya itu.


"Saya harap anda bersedia menjadi tuan muda saya." ucap Genzo yang sangat ingin menjadikan Aron sebagai tuan mudanya.


Aron tampak kebingungan karna ia tak menyangka akan ada hal seperti ini yang terjadi di dalam hidupnya. Aron meminta pada Genzo untuk menunjukkan bagaimana wujud naganya, dengan senang hati Genzo berubah menjadi seekor naga hijau.


"Baiklah tuan naga terlihat begitu hebat entah saya pantas atau tidak untuk menjadi tuan muda anda namun saya akan berusaha." ucap Aron yang tak ingin menyia nyiakan kesempatan emas yang ada di hadapannya itu.


Genzo kembali dalam wujud manusianya, sepertinya ia akan menyiapkan kontrak antara tuan dengan hewan pengikut setia. Saat menjadi hewan pengikut setia dari Pemimpin Sekte Harimau Putih Genzo tak melakukan kontrak karna ia dengan terpaksa harus menjadi hewan pengikut setia gadis manja itu, sekarang Genzo sudah menemukan orang yang sesuai dengan keinginanya.


"Karna anda telah mendapatkan tuan muda baru saya harap kalian berdua bisa berjuang bersama dengan baik, saya akan kembali ke istana terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang berpamitan kemudian gadis itu langsung melesat pergi menuju Istana Kekaisaran Qiyu.


Setelah beberapa saat melesat akhirnya Xiao Ziya sampai di depan gerbang masuk Istana Kekaisaran Qiyu, dengan segera penjaga gerbang membukakan gerbang masuk untuk Xiao Ziya. Lalu gadis itu pergi menuju aula utama ia dapat merasakan ada aura orang lain yang ada di sana, saat ia masuk kedalam Xiao Ziya melihat Ruo Yogi dan Sin Bia mereka adalah murid dari Akademi Kekaisaran Qiyu.


"Salam hormat kami pada nona Xiao Ziya."ucap semua orang yang berada di dalam aula utama kekaisaran.


"Mengapa kalian berdua ada di sini? bukankah ini masih belum waktunya kalian berdua pulang dari akademi?." tanya Xiao Ziya dengan nada yang ramah, karna ia tau kedua orang itu tak akan meninggalkan kelas mereka tanpa alasan tertentu.


"Saat nona dan pria berambut hijau itu pergi dari akademi, kami berdua sampat mendengar pembicaraan teman teman Muyen. Mereka ingin membalaskan dendam atas nama Muyen kami harap nona berhati hati saat bertemu dengan mereka." ucap Ruo Yogi yang memberitaukan apa yang ia dan temannya dengar.


Xiao Ziya hanya tersenyum saat mengetahui bahwa kedua pemuda itu ternyata sedang khawatir padanya. Xiao Ziya mengatakan pada Ruo Yogi dan Sin Bia agar mereka berdua tak perlu khawatir karna ia pasti akan menyelesaikan masalah ini. Jika teman teman Muyen tak ingin menggunakan cara yang halus maka Xiao Ziya akan menggunakan cara kasar. Setelah menyampaikan hal itu pada Xiao Ziya kedua pemuda itu pamit ingin kembali ke akademi, sebelum mereka pergi Xiao Ziya memberikan masing masing satu kotak kayu.


"Ini adalah oleh oleh saya dari dunia atas." ucap Xiao Ziya yang memberikan penjelasan karna kedua pemuda itu tampak kebingungan saat diberikan kotak kayu.


"Trimakasin nona Ziya." ucap Ruo Yogi dan Sin Bia secara bersamaan.


Lalu kedua pemuda itu bergegas pergi ke akademi karna mereka keluar tanpa meminta izin pada Ling An, jika terlalu lama berada di luar akademi mungkin saja mereka akan mendapatkan hukuman. Xiao Ziya melihat kesekeliling ruang aula sepertinya gadis itu sedang mencari seseorang.

__ADS_1


"Siapa yang sedang kau cari adikku?." tanya Kaisar Yan yang memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh adik perempuannya itu.


"Saya sedang mencari Xun gege." ucap Xiao Ziya yang ternyata sedang mencari Xia Xun.


"Dia sedang pergi, sepertinya mejalankan misi akhir dari Akademi Kekaisaran Qiyu sebelum ia lulus dari sana." ucap Kaisar Yan yang memberitaukan bahwa adik laki lakinya itu sedang menyelesaikan misi akhir sebelum ia lulus dari Akademi Kekaisaran Qiyu.


"Berapa lama Xun gege menjalankan misi?." tanya Xiao Ziya yang sepertinya memiliki hal penting yang imgin ia bicarakan dengan Xiao Xun.


"Jika tidak salah dua minggu, mengapa kau mencarinya?." tanya Kaisar Yan yang penasaran mengapa adik perempuannya itu mencari Xiao Xun.


"Saya ingin menawarkan Xun gege untuk menjadi Kaisar di wilayah Kekaisaran Lungzo." ucap Xiao Ziya yang ingin menawarkan posisi sebagai kaisar pada kakak keduanya itu agar Xiao Xun tak iri dengan Xiao Yan yang sudah menjadi seorang kaisar.


"Bukankah Kekaisaran Lungzo cukup jauh dari Kekaisaran Qiyu. Ku rasa Xiao Xun akan berfikir beberapa kali sebelum menerima tawaranmu itu." ucap Kaisar Yan yang tau bagaimana karakteristik adik laki lakinya yang tak ingin berada jauh dari keluarga terutama adik perempuannya.


"Lalu siapa kandidat terbaik untuk memimpin Kekakisaran Lungzo?." tanya Xiao Ziya pada Kaisar Yan karna ia sedikit bingung. Jika memberikan posisi kaisar pada orang luar maka kejadian penghianatan yang dilakukan oleh keluarga Muyen bisa saja terulang kembali.


"Saya akan membantu adik mencari kandidat terbaik, jika adik Ziya ada kepentingan lain lebih baik adik kerjakan terlebih dahulu." ucap Kaisar Yan, ia melihat raut wajah gelisah dari Xiao Ziya sepertinya ada masalah lain yang lebih serius daripada kaisar baru untuk Kekaksaran Lungzo.


"Saya akan pergi ke Kekaiaaran Binzo, di sana ada beberapa masalah yang harus saya selesaikan." ucap Xiao Ziya yang memberitaukan kemana ia akan pergi pada kakak laki lakinya itu.


"Berhati hatilah, saya dengan kondisi di Kekaisaran Binzo sangat kacau." ucap Kaisar Yan yang tak ingin hal buruk terjadi pada adik perempuan kesayangannya.


"Baiklah Yan gege, sebelum pergi ke sana saya ingin istirahat sebentar." ucap Xiao Ziya yang pergi dari aula utama Kekaisaran Qiyu dan berjalan menuju kamar. Setelah sampai di kamar Xiao Ziya langsung mandi dan menggunakan gaun yang ia beli dari dunia atas. Setelahnya Xiao Ziya bersila di atas tempat tidur untuk menyerap enermgi Qi yang ada di sekitarnya.


Xiao Ziya melakukan pelatihan hingga malam pun datang, gadis itu menghirup nafas dalam dalam sesudah itu Xiao Ziya menghembuskannya. Nafas yang dihembuaskan oleh Xiao Ziya berupa kabut berupa putih dengan kekuatan kultivator alam dewa murni.


"Huft sepertinya ini adalah saat yang tepat untuk pergi ke Kekaisaran Binzo." ucap Xiao Ziya yang langsung keluar dari kamarnya. Gadis itu akan pergi ke hutan perbatasan Kekaisaran Qiyu.


Hai hai guys akhirnya setelah lima kali purnama autor bisa up lagi. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share juga.

__ADS_1


__ADS_2