
Untuk sedikit menghibur hati putrinya yang merasa kecewa, Xiao Cunyu mengajak Ziya dan yang lain untuk berjalan jelan keluar Klan Xiao. Dengan senang hati Xiao Ziya menerima ajakan dari sang ayah, tak lupa Ziya menggendong Zoe yang sangat menempel padanya itu.
Saat ingin keluar dari gerbang akses keluar masuk Klan Xiao mereka bertemu dengan Xiao Yuna dan Xiao Yuza, entah mereka ingin pergi kemana.
"Kalian ingin pergi kemana?." tanya Xiao Yuza.
"Kami akan pergi sebentar untuk mencari udara segar." ucap Xiao Cunyu.
"Lebih baik kita pergi bersama." ucap Xiao Yuna, jika mereka pergi bersama maka ia memiliki teman mengobrol.
Akhirnya mereka berlima pergi menuju sebuah pasar yang ada di dekat Klan Xiao, wajah bahagia terpancar dari wajah Xiao Yuna karna ia bisa membeli banyak barang begitupun dengan Xiao Zoe yang sedang memiliki mainan barunya. Xiao Ziya hanya diam menatap kosong ke arah depan, tiba tiba ia teringat dengan wajah Wi Algi yang sangat menyebalkan itu Ziya mengepalkan tangannya dengan keras. Ia akan membuat pemuda bernama Wi Algi menyesali semua perbuatannya.
"Tenanglah putriku." ucap Xiao Cunyu yang bisa merasakan kekesalan Xiao Ziya.
"Apa yang terjadi padanya?." tanya Xiao Yuza yang kebingungan dengan sikap Xiao Ziya, belakangan ini tak ada masalah yang terjadi di dunia bawah mengapa gadis itu terlihat sangat marah? apakah ada orang yang mengusiknya lagi.
"Pemuda yang di bawa oleh putriku, dia dalang di balik semua kejadian yang berkaitan dengan Xiao Yan dan Wi Xume." ucap Xiao Cunyu yang memberi sedikit penjelasan tentang masalah yang dihadapi oleh putri kesayangannya.
"Sialan pemuda itu, paman siap membantu jika kau membutuhkan bantuan." ucap Xiao Yuza yang akan membantu Xiao Ziya jika gadis itu membutuhkannya.
"Terimakasih atas niatan baik paman, saya sendiri yang akan memberikan hukuman padanya. Ayah saya harus pamit." ucap Xiao Ziya yang sudah tak bisa menahan kekesalannya. Malam ini masalahnya dengan Wi Algi harus selesai.
"Baiklah putriku berhati hatilah." ucap Xiao Cunyu yang tak bisa menahan Ziya lagi.
Xiao Ziya menganggukkan kepalanya kemudian melesat pergi, gadis itu pergi ke arah Istana Kekaisaran Qiyu. Ia sudah membuat rencana untuk membalas Wi Algi, setelah hampir dekat dengan istana Kekaisaran Qiyu gadis itu berhenti di sebuah tempat yang cukup sepi. Xiao Ziya membaca sebuah mantra sihir beberapa saat kemudian penampilannya berubah menjadi Wi Xume.
"Kau harus merasakan pembalasanku." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata merah, dengan perlahan ia meredakan amarah agar semuanya berjalan dengan lancar.
Xiao Ziya berjalan dengan pelan menuju sebuah tempat, ia menunggu cukup lama hingga ada seseorang yang datang menghampirinya. Orang itu adalah Wi Algi, ia tersenyum pada Ziya yang saat itu berperan sebagai Wi Xume.
"Kau harus tetap di dalam penjara hingga semuanya siap." ucap Wi Algi yang memberikan sekantung koin emas pada Xiao Ziya yang sedang menyamar.
"Dari mana lagi kau mendapat uang ini." ucap Xiao Ziya dengan tatapan serius, jangan bilang Wi Algi selama ini mengambil koin emas yang ada di paviliunnya.
"Gadis bernama Xiao Ziya itu memiliki banyak koin emas, sangat menguntungkan berpura pura baik pada gadis itu." ucap Wi Algi dengan senyum jahatnya, dengan sekuat tenaga Xiao Ziya menahan diri perlu beberapa saat lagi untuk melampiaskan semua amarah yang ia pendam.
"Ahahaha sungguh gadis yang malang." ucap Xiao Ziya yang sedang menertawakan dirinya sendiri.
"Aku harus segera kembali begitupun denganmu, jangan biarkan pria bodoh itu curiga." ucap Wi Algi yang ingin pergi.
Xiao Ziya yang sedang menyamar menjadi Wi Xume menahan tangan Wi Algi, ia meminta pada kakak laki lakinya untuk berada di sana sedikit lebih lama karna suasana di dalam penjara bawah tanah sangatlah pengap. Merasa kasihan pada sang adik akhirnya Wi Algi tetap berada di tempat untuk beberapa saat.
Ini saat yang tepat untuk Xiao Ziya melampiaskan semua amarahnya, berani beraninya pemuda yang sedang ada di depannya itu membuatnya kecewa.
"Yin Algi." ucap Xiao Ziya yang mulai kembali pada wujud aslinya.
Wi Algi terkejut melihat Wi Xume tiba tiba berubah menjadi Xiao Ziya ditambah gadis itu mengetahui marga asli yang ia sembunyikan selama ini. Wi Algi dengan cepat mengambil sebuah pisau dan menodongkan pisau itu pada leher Xiao Ziya.
"Siapa kau!! mengapa kau tau marga asliku." ucap Wi Algi dengan tangan gemetaran. Jangan sampai rencana balas dendam yang selama ini ia jalankan hancur dalam satu malam.
"Saya?? apa kau tak bisa melihat wajah saya dengan jelas?." ucap Xiao Ziya dengan senyum iblisnya, pisau yang ada di tangan Wi Algi tiba tiba meleleh karena tak kuat menahan hawa panas yang keluar dari tubuh Xiao Ziya.
__ADS_1
Merasakan sebuah ancaman yang besar Wi Algi segera menjauh dari Xiao Ziya. Pemuda itu melihat perubahan dari Xiao Ziya, ia tak bisa bergerak karna merasa ketakutan. Saat ini Xiao Ziya sangat mirip dengan malaikat kematian yang ingin mencabut nyawa seseorang. Wi Algi berusaha mengumpulkan sisa kekuatannya untuk pergi dari tempat itu, sangat disayangkan tubuhnya tetap tak bisa digerakkan sekuat apapun ia berusaha.
"Penghianatan adalah hal yang paling saya benci." ucap Xiao Ziya dengan mata yang sudah menghitam, entah mengapa wujud gadis itu sangat menyeramkan.
Kenzo buku tengkorak yang ada di dalam dantian Xiao Ziya terbangun karna merasakan aura kegelapan yang sangat kuat dari nonanya. Kenzo terkejut karna aura membunuh yang keluar dari tubuh gadis itu mencapai lima puluh persen, bisa dikatakan bahwa saat ini Xiao Ziya benar benar dalam ambang kemarahan.
"Tenangkan dirimu sedikit nona." ucap Kenzo yang berusaha berkomunikasi dengan Xiao Ziya lewat fikiran.
"Dia harus mati." ucap Xiao Ziya yang tak ingin mendengar perkataan dari Kenzo, semua yang menghianatinya harus memiliki akhir yang buruk.
"Kau bisa membunuh pemuda itu, namun tarik kembali aura membunuh milikmu karna akan membahayakan penduduk sekitar." ucap Kenzo yang memberi penjelasan pada Xiao Ziya bahwa saat ini aura membunuh gadis itu sudah sangat melebihi batas.
Xiao Ziya mencoba menenangkan kemarahannya dan berhasil menarik aura membunuh miliknya, untunglah Kenzo bangun dengan cepat jika tidak akan banyak penduduk Kekaisaran Qiyu yang pingsan bahkan terbunuh saat mendapat tekanan dari aura membunuh milik Xiao Ziya.
"Terimakasih telah mengingatkan saya." ucap Xiao Ziya dengan perasaan lega.
"Itu sudah menjadi tugas saya nona, selesaikan urusan anda dengan pemuda jelek itu saya ingin tidur kembali." ucap Kenzo yang kembali tidur di dalam dantian milik Xiao Ziya.
Setelah lebih tenang Xiao Ziya berjalan mendekat ke arah Wi Algi, ia memukul pemuda itu beberapa kali hingga jatuh tersungkur. Wi Algi meminta maaf beberapa kali ada Ziya namun semuanya sudah terlambat gadis itu sangat kecewa padanya.
"Kau harus mati." ucap Xiao Ziya yang kembali memukuli Wi Algi. Beberapa tulang pemuda itu patah karena kencangnya pukulan dari Xiao Ziya.
"Tolong maafkan saya nona besar, saya bersalah." ucap Wi Algi dengan suara yang gemetaran, ia juga menangis karna tak sanggup menahan rasa sakit yang menjalar di seluruh tubuh.
"Tidak ada maaf untuk pemuda sepertimu." ucap Xiao Ziya. Gadis itu mengeluarkan puluhan pisau dari dalam cincin semesta ia menusukkan pisau pisau itu badan Wi Algi, jantung pemuda itu sudah tertancap dengan tiga pisau yang saling berdekatan.
Wajah Wi Algi menjadi sangat pucat karna ia kehilangan banyak darah, pemuda itu sedikit bingung karna kematian tak kunjung datang padanya. Xiao Ziya kembali melanjutkan aksinya dengan melempar tubuh Wi Algi hingga menabrak sisi samping tembok Istana Kekaisaran Qiyu. Kaisar Zue yang saat itu berada di ruang kerja mendengar suara benturan yang sangat keras, karna merasa cemas akhirnya sang kaisar mencari sumber suara.
Hal mengerikan yang dilihat oleh Kaisar Zue. Xiao Ziya sedang menyiksa seorang pemuda yang tak asing bagi sang kaisar, setelah mengingat ingat akhirnya Kaisar Zue ingat bahwa pemuda itu adalah Wi Algi kakak laki laki dari Wi Xume yang diselamatkan oleh Xiao Ziya satu bulan yang lalu. Kondisi Wi Algi saat ini seperti mayat hidup, tubuhnya yang pucat dan berlumuran darah, luka memar dan pisau yang menancap membuatnya tampak sangat mengerikan.
"Tolong biarkan saya pergi dengan tenang nona." ucap Wi Algi yang sudah pasrah karena kondisinya saat ini sangat buruk.
"Siapa yang memberimu izin untuk mati sekarang, kau harus menerima balasan atas penghianatan mu itu." ucap Xiao Ziya yang terus melempar Wi Algi ke tembok Istana kemudian membawanya ke titik yang sama lalu melemparnya lagi.
Mendengar perkataan Xiao Ziya barusan membuat Kaisar Zue sedikit mengerti dengan permasalahan yang terjadi, dari sifat adiknya itu tak mungkin ia memperlakukan seseorang dengan kejam tanpa alasan khusus.
"Saya kira ada pencuri yang ingin masuk ternyata adik Ziya sedang memberikan hukuman pada seseorang." ucap Kaisar Zue dengan senyum lebarnya, Xiao Ziya menoleh ke arah sumber suara ia melambaikan tangan pada Kaisar Zue.
"Saya pinjam dinding istanamu terlebih dahulu Gege." ucap Xiao Ziya tanpa rasa bersalah telah mengotori bagian luar Istana Kekaisaran Qiyu dengan darah Wi Algi.
"Lakukan sesukamu adikku sayang. Gege harus kembali bekerja." ucap Kaisar Zue yang kembali masuk kedalam Istana, Kaisar Zue memiliki banyak tugas yang belum di selesaikan.
"Kaisar, tolong saya kaisar." ucap Wi Algi yang ingin meminta bantuan pada Kaisar Zue.
"Diamlah!! apa kau tak mendengar jika sang kaisar mengizinkan saya untuk memakai tembok Istana." ucap Xiao Ziya yang kembali melempar tubuh Wi Algi.
Waktu berjalan dengan cepat kini pagi pun telah tiba, Xiao Ziya masih berada di tempat yang sama. Wi Algi belum mati karna Xiao Ziya masih ingin menyiksa pemuda itu, jika pagi telah tiba penduduk kekaisaran akan melakukan aktivitas mereka. Agar tak ada penduduk Kekaisaran Qiyu yang melihat aksi kejam dari Xiao Ziya, gadis itu membawa Wi Algi melesat menuju hutan perbatasan di sana tak ada seorangpun yang akan menghentikan aksi dari Xiao Ziya.
"Saya sudah sangat lelah nona, darah saya terkuras habis izinkan saya pergi." ucap Wi Algi dengan suara pelan karna tak banyak tenaga yang tersisa pada tubuhnya.
Tanpa mendengar permintaan dari pemuda itu Xiao Ziya mengeluarkan selembar kertas dari cincin semesta miliknya, Xiao Ziya akan membaca kembali infomasi yang ada di sana.
__ADS_1
"Wi Algi, ah bukan maksud saya Yin Algi putra dari kaisar terdahulu dengan seorang wanita dari Kerajaan Barat. Setelah runtuhnya kepemimpinan Klan Yin yang sudah memimpin wilayah Kekaisaran Qiyu sejak turun temurun terdengar hingga berbagai penjuru dunia bawah termasuk Kerajaan Barat, ibu dari Yin Algi merasa khawatir pada keselamatan putranya itu, sang ibu menitipkan Yin Algi pada seorang teman baiknya bernama Zeji atau lebih dikenal dengan nama Wi Zeji. Yin Algi sudah menyusun rencana dalam beberapa tahun terakhir untuk membalas dendam, akhirnya ia menggunakan kecantikan Wi Xume untuk menarik perhatian dari Xiao Yan yang menjabat sebagai Kaisar Baru." ucap Xiao Ziya yang melihat ke arah Wi Algi .
"Kapan kau mengetahui semua itu?." ucap Wi Algi yang tak menyangka jika Xiao Ziya mengetahui rencananya.
"Kau merencanakan semua ini bertahun tahun dan saya menghancurkannya dalam semalam. Sekarang kau bisa pergi dan berkumpul dengan keluarga angkat mu yang lain." ucap Xiao Ziya yang mencabut tiga pisau dari jantung Wi Algi. Akhirnya pemuda itu menghembuskan nafas terakhirnya, namun siksaan dari Xiao Ziya tak sampai di situ saja gadis itu sudah memesan tempat khusus di alam neraka untuk Wi Algi dan keluarga angkatnya.
"Untung saja tak ada darah yang menempel pada baju saya." ucap Xiao Ziya yang lebih mengkhawatirkan bajunya. Setelah urusannya dengan pemuda itu selesai, Xiao Ziya melesat menuju Klan Xiao.
Sesampainya di depan gerbang Klan Xiao, Ziya melihat Xiao Yan dan Xiao Yuna yang sedang berdiri di ujung gerbang seperti sedang menunggu seseorang, karna terlalu lelah Ziya mengabaikan keberadaan mereka berdua. Siapa sangka Xiao Yan dan Xiao Yuna mengejar Xiao Ziya yang masuk kedalam wilayah Klan Xiao.
"Apa kau baik baik saja adik? aku sudah mendengar semuanya dari ayah." ucap Xiao Yan dengan wajah cemasnya, Ziya menganggukkan kepala sambil tersenyum tipis sebagai jawaban dari pertanyaan Xiao Yan.
"Biarkan saudari Ziya pergi ke paviliunnya, ia sedang kelelahan." ucap Xiao Yuna yang meminta pada Xiao Yan untuk memberi waktu istirahat pada Ziya.
Ziya pergi meninggalkan mereka berdua, ia ingin beristirahat untuk memulihkan tenaganya yang terkuras cukup banyak. Untuk sampai di dunia bawah dengan waktu singkat gadis itu mengeluarkan energi spiritual dalam jumlah yang besar sehingga ia merasa kelelahan untuk sekarang.
"Jika di masa depan kau melakukan kebodohan yang sama, aku yang akan membunuhmu dengan tanganku sendiri. Adik Ziya terlalu berharga untuk disakiti orang seperti mu." ucap Xiao Yuna yang menatap sinis ke arah Xiao Yan. Xiao Yuna tak puas dengan hukuman yang di dapat oleh pemuda itu, ia hanya bisa mengawasi Xiao Yan dari jauh agar tak bertindak bodoh lagi.
Xiao Yan melihat kepergian Xiao Yuna, mungkin saat ini banyak anggota Klan Xiao yang belum bisa menerima kehadirannya. Kesalahan yang Xiao Yan lakukan memanglah sangat fatal, ia sangat beruntung karna Xiao Ziya tak menebas kepalanya.
"Adik, maafkan gege mu yang bodoh ini." ucap Xiao Yan, ia berjalan dengan lesu menuju paviliunnya.
Ditempat lain saat ini Raja Artur menerima laporan dari salah satu bangsa iblis yang ia tugaskan di penjara neraka, iblis itu memberitahukan bahwa kunjungan muda mereka mengirim satu orang ke dalam sel neraka paling bawah yang ada di alam neraka tersebut.
"Siapa nama manusia kurang beruntung itu?." tanya Raja Artur, ia penasaran manusia bodoh mana lagi yang telah memancing kemarahan dari Xiao Ziya.
"Pemuda itu bernama Wi Algi." ucap sang iblis yang membuat Raja Artur lebih terkejut lagi. Seingatnya pemuda bernama Wi Algi ada di pihak Xiao Ziya saat terjadi perpecahan antara Xiao Ziya dengan Xiao Yan, mengapa pemuda itu ada di penjara paling bawah alam neraka?.
"Penjelasan apa yang diberikan oleh junjungan muda kalian mengenai hal ini?." tanya Raja Artur yang tak bisa terus terusan membiarkan Xiao Ziya menghukum orang lain seenaknya tanpa alasan yang jelas.
"Penghianatan, hanya itu kalimat yang diucapkan oleh junjungan muda." ucap sang iblis.
"Baiklah kau kembali ke tempat mu sekarang." ucap Raja Artur yang meminta iblis itu untuk kembali berjaga di alam neraka.
Raja Artur mengepalkan tangannya dengan sangat kuat, berani sekali seorang manusia lemah seperti Wi Algi membuat masalah dengan penerusnya itu ditambah pemuda itu dengan terang terangan menghianati Xiao Ziya.
"Mungkin gadis itu sudah menghukum mu di dunia bawah, namun aku belum melakukannya." ucap Raja Artur dengan senyuman yang menyeramkan, kakek tua itu tiba tiba menghilang dari ruang kerjanya dan muncul di gerbang alam neraka yang menghubungkan antara alam neraka yang digunakan sebagai tempat penghukuman dan alam neraka yang digunakan sebagai tempat tinggal bangsa iblis.
"Salam hormat kami pada Yang Mulia Raja Artur." ucap para penjaga gerbang alam neraka. Mereka langsung membukakan gerbang itu agar sang raja bisa masuk kedalam.
"Hari ini ada seorang manusia yang akan mendapat hukuman berat karna telah menghianati junjungan muda kalian. Jangan menghalangi apapun yang akan saya lakukan padanya." ucap Raja Artur yang tak ingin di ganggu saat memberikan hukuman pada Wi Algi.
"Baik kami mengerti Yang Mulia Raja." ucap semua penjaga gerbang alam neraka.
Raja Artur masuk kedalam alam penghukuman, di sepanjang jalan banyak pemandangan yang mengerikan. Ada beberapa iblis yang ditugaskan untuk memberikan hukuman pada para tahanan yang ada di sana, Raja Artur menuruni sebuah tangga yang menuju penjara paling bawah alam neraka hanya ada sedikit penerangan namun tak menghalangi pandangan Raja Artur.
"Gadis itu sudah belajar untuk mengendalikan dirinya, namun orang orang bodoh akan membuatnya tak terkendali suatu hari nanti." ucap Raja Artur dengan mata yang memerah, jika banyak orang yang membuat Xiao Ziya sakit hati ataupun merasa dikecewakan kemungkinan besar iblis dalam tubuh gadis itu akan bangkit dengan wujud yang sempurna. Tak ada yang tau kapan hal itu bisa terjadi.
**Hai guys maaf baru up setelah lama Hiatus, aku mau cerita sedikit jadi akhir akhir ini aku down. Aku jadi lebih sering murung, hilang fokus, kadang nangis tanpa sebab, ngrasa capek, gampang ngantuk, lemes, hatiku sesek banget rasanya ga tau kenapa jadi aku ambil cuti buat ga nulis beberapa hari. Aku cuma mau ngasih tau aja sebagian author nulis sebuah novel itu buat pengalihan hal hal negatif yang ada di fikiran mereka, tapi kadang tekanan dari beberapa pihak buat mereka makin down, karna itu banyak beberapa penulis yang udah ga ada di usia muda.
Jangan lupa buat follow, vote karna wajib, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya**.
__ADS_1