RATU IBLIS

RATU IBLIS
Memulai


__ADS_3

Para pasukan yang melewati gerbang teleportasi mulai menembus dimensi pemandangan dan pengalaman menakjubkan yang baru pertama kali merasa semua rasakan. Akhirnya setelah menunggi saat mereka sampai di perbatasan paling dekat dengan perbatasan wilayah Kekaisaran Lungzo.


"Apakah pasukan pasukan aneh tadi juga sekutu dari nona Ziya?." ucap Pangeran Xi Yijun yang merasa begitu takjub karna gadis itu memiliki banyak sekali bala bantuan yang selalu siap untuk membantunya.


Untung saja saat itu Xiao Ziya hanya membakar istana mereka dan membangunnya dengan yang baru bagaimana jika gadis itu memilih untuk berperang dengan kerajaan mereka sudah dipastikan Kerajaan Xingmen pasti hancur dan luluh lantah mereka semua pasti juga akan mati.


"Entahlah saya juga tak tau siapa mereka." ucap Xiao Yan yang memang tak tau siapa yang membantu mereka tadi.


Saat semua pasukan akan bergerak masuk ke Wilayah Kekaisaran Lingzo ada sepuluh ribu pasukan Kekaisaran Binzo yang datang dan bergabung dengan mereka. Saat ini total semua pasukan yang siap berperang atas nama Xiao Ziya sekitar tiga puluh enam ribu pasukan dan itu belum termasuk dengan pemimpin pemimpin mereka.


Saat ini Aron yang merupakan mata mata Xiao Ziya juga ingin menyusul, Zean dan Lee Bai pengawal Xiao Ziya yang selama ini menjaga paviliun Xiao Ziya yang ada di Klan Xiao juga akan memyusul, Xiao Feng, Xiao Xinzo yang merupakan saudara dekat Xiao Ziya juga akan menyusul kesana. Ling Zoho, Felix yang merupakan sahabat Xiao Ziya dan Muyen juga akan menyusul kesana untuk membantu. Xiao Fixi, Xiao Zio, Xiao Luez merupakan saudara jauh Xiao Ziya juga ingin menyusul ke Kekaisaran Lungzo. Ruo Yogi, Mue Along, Ling Fuen, Yu Azof, Xu Yuan, Yin Yifeng, Yuan Keyzo yang merupakan kenalan Xiao Ziya yang ada di Akademi Kekaisaran Qiyu juga ingin menyusul kesana.


Semuanya ingin membantu Xiao Ziya karna mereka semua menganggap Xiao Ziya sebagai adik kecil mereka yang cantik dan manis. Selain itu Xiao Ziya juga sangat baik kepada mereka semua. Saat ini semua berkumpul di gerbang luar Kekaisaran Qiyu.


"Jadi kalian semua menggangap nona Xiao Ziya sebagai adik kalian?." tanya Aron yang merasa sedikit terkejut dengan jumlah pemuda yang berkumpul. Ia kira hanya lima pemuda saja yang akan datang karna menganggap Xiao Ziya sebagai adik perempuan mereka ternyata ada dua puluh orang lebih.


"Kami semua siap berperang atas nama adik Xiao Ziya." triak mereka semua secara serempak.


Akademi Kekaisaran Qiyu juga ingin mengirimkan murid murid mereka namun mereka mengurutkan niat karna lebih baik menjaga keamanan Wilayah Kekaisaran Qiyu yang saat ini sedang ditinggal oleh kaisar mereka dan juga jenderal jenderal hebat yang mereka miliki.


Rombongan para pemuda tampan yang begitu menyayangi Xiao Ziya itu telah sampai di wilayah Kerajaan Daun Perak hingga mereka bertemu dengan seribu orang aneh yang sedang menjaga suatu gerbang teleportasi yang sangat besar.


"Ingin pergi kemana kalian semua?." tanya seorang prajurit yang merasa ada yang aneh dengan para pemuda yang sedang bergerak menuju ke arah Kekaisaran Lungzo.


"Kami akan pergi ke Kekaisaran Lungzo karna ingin berperang sebagai kakak laki laki dari Xiao Ziya." ucap mereka semua.


Para prajurit peri mempersilahkan mereka untuk memakai gerbang teleportasi agar bisa sampai di sana dengan cepat.


Sedangkan saat ini kondisi istana Kekaisaran Lungzo sedang kacau balau. Kisar Lu Yunha tengah mengumpulkan semua prajurit yang ia miliki karna kekaisaran mereka akan diserang.


"Mengapa semuanya menjadi kacau seperti ini, saya hanya memberi sedikit pelajaran pada gadis sombong itu namun mereka membalas dengan peperangan." ucap Kaisar Lu Yunha yang tengah duduk di singgasananya, ia masih memikirkan cara untuk meminta bantuan kerajaan atau kekaisaran lain namun akses keluar mereka telah terblokir.


"Ayah ada puluhan ribu pasukan musuh yang sudah ada di perbatasan, mereka sedang mendirikan camp camp untuk menyiapkan peperangan." ucap Pangeran Lu Xunzo yang melaporkan penyelidikan yang baru saja ia lakukan.


"Gadis itu benar benar menyebalkan." ucap Kaisar Lu Yunha yang sangat geram. Secepat mungkin ia menyiapkan apa saja untuk melawan mereka.


Sedangkan saat ini Xiao Ziya yang ada di Kediaman Bangsawan Mung-e mendengar kabar bahwa ada puluhan ribu pasukan yang akan menyerang Kelaisaran Lungzo dia sudah menebak semua ini akan terjadi namun ia tak menyangka bahwa pasukannya akan datang secepat ini.

__ADS_1


"Master apakah anda ada hubungannya dengan lautan pasukan yang siap menyerang Kekaisaran Lungzo?." tanya Murong Xu yang juga mengetahui kabar tersebut.


"Bukankah saya sudah mengatakan bahwa saya akan berperang dengan Kekaisaran Lungzo." ucap Xiao Ziya yang tersenyum senang.


"Saya kira anda akan berperang sendirian, kami sempat khawatir." ucap Xinlin yang memang cemas dengan keputusan Xiao Ziya.


"Sebaiknya kita semua menyusul mereka, cepat kosongkan kediaman Mung-e." ucap Xiao Ziya yang meminta Murong Xi untuk memerintah anggota keluarganya, para pelayannya dan para prajurit yang ada di kediamannya untuk segera pergi ke perbatasan Kekaisaran Lungzo.


"Baiklah saya akan mematuhi perintah master." ucap Murong Xu yang langsung meminta mereka semua untuk pergi ke perbatasan.


Xiao Ziya memimpin di depan sedangkan di belakangnya ada Xiao Yuna dan Muyen, dibelakangnya lagi ada anggota Keluarga Bangsawan Mung-e.


Saat keluar dari wilayah para bangsawan terlihat penjagaanya sangat sepi karna semua prajurit yang ada di Kekaisaran Linhzo ditarik untuk berkumpul di lapangan utama Kekaisaran Lungzo untuk menyiapkan peperangan.


"Baguslah kondisinya sangat sepi sepertinya kaisar sialan itu tengah kebingungan." ucap Xiao Ziya yang masih memimpin jalan mereka.


Hingga Xiao Ziya dan yang lainnya sampai di gerbang keluar Wilayah Kekaisaran Lungzo disana terlihat ribuan camp pasukan yang sudah di buat. Ternyata gerbang keluar dan gerbang masuk sudah diduduki oleh Kekaisaran Qiyu dan juga sekutunya. Beberapa pasukan Kekaisaran Qiyu yang menjaga gerbang keluar masuk Kekaisaran Lungzopun menyambut kedatangan Xiao Ziya beserta orang orang yang ada di belakangnya.


Saat Xiao Ziya keluar dari Wilayah Kekaisaran Lungzo saat itu juga kelompok kakak laki laki tampan yang Xiao Ziya miliki tiba di perbatasan Kekaisaran Lungzo.


"Tentu saja Master Ziya adalah adik kami juga." ucap Ling Fuen yang begitu bersemangat.


Xiao Ziya melihat lihat keseluruh sudut disana sangat banyak orang orang yang ia kenal. Dan yang membuat gadis itu terkejut adalah kehadiaran Pangeran Zeeling dan juga Pangeran Anz.


"Gege!!!." triak Xiao Ziya yang membuat semua pemuda tampan yang sedang sibuk dengan urusan mereka masing masing langsung menoleh. Terlihat gadis cantik dan manis yang sedang tersenyum.


Dengan serempak mereka menghampiri Xiao Ziya jika ditotal mungkin ada lima puluh orang yang menemui gadis itu.


"Baguslah karna adik kami baik baik saja." ucap Xiao Yan yang mewakili pemuda lain.


"Ah iya senang rasanya kalian semua datang, trimakasih telah bersedia membantu dan maaf telah merepotkan kalian semua." ucap Xiao Ziya yang begitu senang dan juga terharu karna ia memiliki banyak kakak laki laki yang tampan, mungkin gadis gadis di luar sana akan sangat iri padanya.


"Siapa mereka?." tanya Xiao Xun yang menanyai tentang orang orang yang ada di belakang Xiao Ziya.


"Mereka semua adalah keluarga Muyen, aku sengaja membawa mereka kesini karna mereka tak ingin berperang atas nama Kekaisaran Lungzo, di sini juga ada Yuna jiejie." ucap Xiao Ziya yang memperkenalkan saudarinya dan juga anggota Keluarga Bangsawan Mung-e pada yang lain.


Keluarga Bangsawan Mung-e mulai membangun camp camp yang akan mereka tempati, untung saja wilayah perbatasan itu sangat luas sehingga sangat cukup untuk menampung semua pasukan.

__ADS_1


"Adik dalam peperangan kali ini bisakah kau hanya melihat saja?." tanya Xiao Yan, Pangeran Kegelapan, Pangeran Zeeling secara bersamaan.


Mereka ingin Xiao Ziya menyaksikan bahwa semua kakak laki laki yang ia miliki juga bisa diandalkan bila hanya menghancurkan sebuah kekaisaran kecil.


"Hah padahal aku sudah sangat bersemangat untuk berperang." ucap Xiao Ziya yang sangat ingin ikut dalam peperangan karna sangat menyenangkan saat ia mengayunkan pedang dan menggunakan sihir yang ia miliki.


"Kau boleh membantu namun biar kakak kakak laki lakimu ini yang akan maju di garis depan dan melindungi adik manis kami." Pangeran Zeeling yang memberikan sebuah saran agar Xiao Ziya tetap bisa ikut berperang.


Akhirnya mereka semua setuju dengan saran yang diberikan oleh Pangeran Zeeling. Mereka semua mempersiapkan diri untuk memulai peperangan. Para prajurit sudah mengenakan baju perang mereka, Xiao Ziya memberikan baju perang berwarna merah pada semua kakak laki lakinya. Kali ini Xiao Ziya tak mengeluarkan pasukan iblisnya karna ia merasa dengan pasukan yang sudah ada di sana mereka pasti menang.


"Baiklah kali ini kita akan berperang atas nama adik tercinta kita dan menghadiahkan kemenangan untuknya, semangat semuanya." triak Xiao Yan yang memimpin semua pasukan yang ada. Mereka menyorakkan nama Xiao Ziya.


Pasukan dari pihak Kekaisaran Lungzo juga sudah mempersiapkan diri mereka dan siap pergi ke perbatasan untuk memulai peperangan.


Pasukan dari Kekaisaran Lungzo sudah sampai di perbatasan wilayah mereka terlihat lautan prajurit Kekaisaran Qiyu dan sekutunya yang sudah siap untuk berkumpul untuk memulai peperangan. Di barisan depan pasukan milik Xiao Ziya adalah pemuda pemuda tampan dengan baju perang berwarna merah.


"Mengapa banyak sekali pasukan milik gadis itu." ucap Kaisar Lu Yunha yang terkejut dengan jumlah pasukan yang berada di pihak Xiao Ziya.


"Gadia itu benar benar berniat menghancurkan kekaisaran kita." ucap Jenderal Liu Monggi yang sangat kesal.


Suara terompet terdengar peperangan antar Kekaisaran Lungzo dengan pasukan Xiao Ziyapun dimulai. Saat ini Xiao Ziya sudah mengeluarkan pedang emas dan pedang hitam yang ia miliki, gadis itu berencana menyerang dan membabat habis pasukan Kekaisaran Lungzo dengan pedang ganda.


Xiao Yan, Xiao Xun, Pangeran Kegelapan menyerang dari sisi kanan. Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz menyerang dari sisi kiri sedangkan kakak laki laki Xiao Ziya yang lain berpencar. Kekaisaran Lungzo kalah jumlah dengan pasukan milik Xiao Ziya, perbandingan yang terlihat sangat jelas itu membuat Kaisar Lu Yunha ketar ketir apalagi ditambah dengan para pemuda berbakat yang menyebut diri mereka sebagai kakak laki laki Xiao Ziya.


Trang trang trang suara pedang yang saling bertemu serangan demi serangan dari pasukan Xiao Ziya membuat pihak lawan sedikit kewalahan dan mulai terpukul mundur.


Xiao Ziya maju dengan Zirah merah darah miliknya, mata dan rambut gadis itu sudah berganti menjadi warna merah. Keganasan serangan Xiao Ziya membuat prajurit prajurit musuh mati dengan kondisi kepala yang terpenggal.


"Kita harus melenyapkan gadis itu." ucap Pangeran Lu Xunzo yang kini menargetkan Xiao Ziya. Dengan perintah Pangeran Lu Xunzo seribu pasukan dari Kekaisaran Lungzo mengepung Xiao Ziya. Pangeran Lu Xunzo kira gadis itu akan kewalahan namun ribuan panah meluncur dari atas langit. Xiao Ziya mengeluarkan jurus hujan panah miliknya.


"Arghh bagaimana mungkin gadis kecil sepertimu bisa melawan mereka." triak Pangeran Lu Xunzo yang sangat marah dan langsung menyerang Xiao Ziya dengan berutal.


**Hai hai siang semuanya gimana kabar kalian semoga selalu sehat ya, jangan keseringan keluar rumah apalagi ke tempat yang jauh ya guys, alhamdulillah author masih tetep bisa update walau aga sibuk biar kalian para pembaca tercintaku ga kecewa ya.


Jangan lupa follow yang belum follow aku, vote yang masih punya tiket vote, like like like, gift hadiah apapun ya, komen buat tinggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian biar mereka bisa baca juga.


Jangan lupa like sepuluh kali game ganti ganti bajuku. Dan gc ku lagi tutup ya jadi ga open member**.

__ADS_1


__ADS_2