RATU IBLIS

RATU IBLIS
Ingin Beradu Kepintaran Denganku?


__ADS_3

Xiao Ziya yang sudah memastikan bahwa tempat itu sudah aman pun langsung menjelaskan semua yang ia ketahui.


"Saya rasa orang yang mengincar nyawa ratu adalah salah satu anggota istana kekaisaran ini." ucap Xiao Ziya yang memang sudah curiga pada seseorang namun ia tak bisa mengatakannya langsung.


"Maksut nona orang orang terdekat kami yang ingin mengincar nyawa ibunda?." tanya Pangeran Zo Binje yang merasa pendapat yang diutarakan oleh Xiao Ziya adalah omong kosong belaka. Selama ini anggota istana kekaisaran sangat baik pada mereka.


"Tidak ada yang tau arti kebaikan seseorang, terlalu banyak topeng yang ia pakai hingga kalian tak akan menyangka bahwa ialah pelakunya." ucap Xiao Ziya yang tau bahwa ia akan mendapatkan respon seperti itu.


"Bisakah nona mengatakannya secara langsung?." ucap Raja Zo Linzu yang sudah sangat penasaran dengan siapa pelaku sebenarnya.


Xiao Ziya hanya bisa menggelengkan kepalanya, karna jika ia mengatakan siapa orang itu mereka tak mungkin percaya. Yang ia rencanakan adalah biarlah semua berjalan dengan semestinya namun ia juga akan melindungi ratu agar tak terluka hingga ia memiliki bukti yang kuat.


"Kalian akan mengetahuinya nanti, jangan lengah dan tetap waspada." ucap Xiao Ziya yang membuat semua orang yang ada di sana ingin memaksa Xiao Ziya untuk mengatakannya namun itu tak mungkin.


"Trimakasih atas peringatan nona, mulai sekarang saya akan lebih berhati hati." ucap Ratu Zo Binji yang sedikit faham tentang pemikiran gadis yang ada di depannya.


"Baiklah saya pamit undur diri terlebih dahulu, untuk menjaga keamanan ratu saya akan meminta orang kepercayaan saya untuk ada dan menjadi bayangan anda." ucap Xiao Ziya yang langsung berpamitan untuk pergi.


Orang yang dimaksut oleh Xiao Ziya adalah Aron. Gadis itu menyadari keberadaan mata matanya itu yang selalu ada di dekatnya walau tak pernah menampakkan diri di depan Xiao Ziya. Saat Xiao Ziya pergi raja, ratu, pangeran, dan putri sedang berdiskusi tentang apa yang harus mereka lakukan kedepannya.


Tanpa ada yang menyadari Aron langsung menjadi bayang bayang dari ratu karna ia sudah mendengar tugas yang diberikan oleh nonanya, dan dengan senang hati Aron melakukan tugas yang Xiao Ziya berikan.


Sedangkan saat ini Xiao Ziya baru saja keluar dari gerbang istana dan hendak kembali ke penginapannya. Saat di perjalanan pulang ia merasa jika ada beberapa orang yang mengikutinya dari belakang. Xiao Ziya tersenyum sinis dan terus melanjutkan langkahnya berpura pura tak tau jika ada yang mengikutinya.


Hingga ia melalui jalanan yang sepi dan gelap orang orang itu langsung muncul dihadapan Xiao Ziya.


"Hey gadis kecil, apa yang kau bicarakan dengan ratu tadi." ucap salah satu dari mereka.


"Saya tadi hanya menghadiri undangan jamuan makan malam." ucap Xiao Ziya yang menjawab dengan jujur, memang niat awalnya datang memang untuk menghadiri jamuan makan malam.


Para penjahat yang menghalangi jalan pulang Xiao Ziya itu nampaknya tak puas dengan jawaban yang gadis itu berikan. Karna sedari tadi mereka memang memata matai gerak gerik Xiao Ziya dan anehnya saat ada di halaman belakang mereka tak bisa mendengar perbincangan antara Xiao Ziya dengan keluarga ratu.


"Saya ingin pulang ke penginapan jika tak ada urusan yang penting saya permisi." ucap Xiao Ziya yang berjalan memalui orang orang itu, hingga salah satu dari mereka ingin menusuk Xiao Ziya dari belakang. Namun sebelum belatinya menyentuh Xiao Ziya sebuah pedang panjang berwarna merah menancap di jantung orang itu.


"Kau membunuh teman kami." ucap mereka secara serentak, karna merasa tak terima dengan kematian teman mereka di tangan Xiao Ziya, merekapun menyerang secara bersamaan.

__ADS_1


Bisa dipresiksi yang mereka dapatkan hanyalah kematian yang mengenaskan, Xiao Ziya menyisakan satu orang saja dan ia masukkan kedalam cincin semesta bersama mayat mayat yang lainnya. Ini bisa menjadi barang bukti bahwa ia diserang.


"Hah ingin beradu kelicikan denganku? mungkin ia perlu belajar lagi." ucap Xiao Ziya ketika melihat beberapa prajurit Kekaisaran Binzo yang sedang berpatroli ia sengaja melukai dirinya sendiri.


"Tolong, siapapun tolong saya." ucap Xiao Ziya yang berpura pura kesakitan.


Para prajurit yang berpatroli tadi langsung menghampiri Xiao Ziya. Mereka begitu terkejut saat melihat seorang gadis terduduk di tanah dengan belati yang tertusuk di perutnya. Yang membuat mereka lebih terkejut lagi mereka mengenal siapa gadis itu.


"Astaga apa yang terjadi dengan nona, mari ikut kami ke camp prajurit yang tak jauh dari sini." ucap salah seorang prajurit yang langsung membopong Xiao Ziya.


Sedangkan beberapa prajurit yang lain berlari menuju istana Kekaisaran Binzo. Prajurit prajurit itu tau bahwa gadis yang terluka tadi adalah tamu kehormatan Yang Mulia Ratu Binji yang baru saja hendak kembali kepenginapannya.


Untung saja ratu, raja, permaisuri dan anak anak mereka sedang berkumpul di aula untuk membahas sesuatu, alangkah terkejutnya mereka semua ketika ada beberapa prajurit yang masuk tanpa meminta izin terlebih dahulu.


"Beraninya kalian bersikap tidak sopan di depan anggota kekaisaran." ucap Pangeran Zo Runjin yang merasa kesal pada para prajurit yang tak memiliki sopan santun itu.


"Maaf atas kelancangan kami, namun ini adalah kondisi darurat." ucap salah seorang prajurit dengan nafas yang terengah engah.


"Apa yang sebenarnya terjadi cepat katakan." ucap Raja Zo Linzu yang juga terlihat cemas, karna para prajurit yang ia miliki tak mungkin selancang ini jika bukan karna kondisi yang benar benar darurat.


"Hah apa yang terjadi, bagaimana bisa ia diserang. Cepat antar saya kesana." ucap raja dan ratu secara bersamaan. Merekapun pergi menuju camp yang tak jauh dari istana.


Ditempat lain tepatnya di camp prajurit Xiao Ziya sedang diobati oleh seorang tabib istana kekaisaran. Namun tabib itu merasa heran karna tak ada darah yang keluar dari luka itu.


Sedangkan Xiao Ziya mengamati sang tabib dari atas hingga bawah dan ia membaca aura dari sang tabib. Setelah merasa tabis istana itu tak memiliki niat jahat ia meminta sang tabib untuk mendekat dan Xiao Ziya membisikkan sesuatu.


Saat mendengar apa yang Xiao Ziya bisikkan tabib itu merasa terkejut dan langsung menganggukkan kepalanya pertanda bahwa ia mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya.


Akhirnya sang tabib mengoleskan obat dan memperban bekas luka Xiao Ziya.


Tak berselang lama para anggota istana Kekaisaran Binzo datang raja ratu dan benerapa pangeran langsung berlari kedalam camp untuk melihat kondisi Xiao Ziya.


"Bagaimana ini bisa terjadi padamu nona Ziya, siapa yang melakukan ini padamu." ucap Ratu Zo Linzu yang merasa sangat bersalah atas kondisi Xiao Ziya saat ini.


"Ini bukan masalah besar namun saat pelaku penusukan saya tertangkap pasti kakak saya tak akan tinggal diam." ucap Xiao Ziya dengan nada penuh dengan amarahnya sehingga membuat permaisuri yang juga ada di dalam camp merasa terkejut dan badannya sedikit bergetar.

__ADS_1


Tentu saja yang merencanakan penusukan Xiao Ziya adalah Permaisuri Zo Nixu karna ia curiga bahwa Xiao Ziya mengetahui rencananya, sehingga ia merasa bahwa Xiao Ziya harus dimusnahkan.


"Saya sangat bersalah pada Nona Ziya, apa yang harus saya sampaikan pada kakak anda nanti." ucap Kaisar Zo Linzu yang juga tak bisa berkata apa apa. Jika Kaisar dari Kekaisaran Qiyu sampai marah karna tau adiknya tertusuk di wilayah kekuasaan Kaisar Binzo ini akan menjadi masalah yang besar.


"Memangnya siapa kakak dari gadis ini hingga anda begitu takut?." tanya Permaisuri Zo Nixu yang memang belum mengetahui siapa Xiao Ziya sebenarnya.


"Nona Ziya ini adalah adik dari kaisar dari Kekaisaran Qiyu." ucap Ratu Zo Binji yang membuat permaisuri Zo Nixu terkejut bukan main.


Ternyata gadis yang baru saja permaisuri Zo Nixu bukanlah gadis biasa. Ini akan menjadi masalah yang besar untuknya.


"Ah ternyata seperti itu. Lalu apa yang terjadi pada beberapa orang yang berusaha membunuh anda?." ucap Permaisuri Zo Nixu tanpa ia sadari Xiao Ziya tersenyum penuh dengan kemenangan.


"Bagaimana permaisuri bisa tau jika yang berusaha menusukku itu bukan hanya satu orang, saya belum menceritakannya pada kalian." ucap Xiao Ziya yang membuat permaisuri Zo Nixu gelagapan karna ia sudah salah bicara.


Raja dan Ratupun menatap permaisuri dengan curiga, jangan jangan yang dimaksut oleh Xiao Ziya adalah permaisuri, jika benar begitu raja tak akan pernah mengampuninya.


Hubungan antara permaisuri dengan anggota Kekaisaran Binzo yang lain memang bisa dibilang tidak baik, bahkan ia dimusuhi oleh anak anaknya sendiri. Selama ini pangeran pertama tak pernah mempermasalahkan statusnya yang hanya sebagai pangeran biasa bukan seorang putra mahkota namun sang ibu yaitu permaisuri Zo Nixu selalu memaksa pangeran pertama untuk mendapatkan posisi putra mahkota.


"Saya tadi bertanya pada beberapa prajurit yang menjaga camp ini pasti mereka tau bagaimana kejadian yang menimpa nona Ziya." ucap Permaisuri Zo Nixu yang berusaha mencari sebuah alasan agar ia tak dicurigai lagi.


"Saya bahkan belum menceritakannya pada siapapun, bagaimana bisa para prajurit itu tau?." ucap Xiao Ziya lagi yang membuat sang permaisuri semakin terpojokkan dan tak memiliki pembelaan lagi.


Permaisuri hanya bisa terdiam dan tak mengatakan apapun, karna ia takut akan mengatakan sesuatu yang membuatnya semakin terkejut.


"Namun kemarahan Kaisar Yan belum seberapa bagaimana jika kakak kakak angkatku yang lain marah bagaimana." ucap Xiao Ziya yang sedang memainkan dramanya dengan baik. Permaisuri Zo Nixu begitu ketakutan ia tak menyangka jika gadis itu memiliki banyak kakak laki laki.


"Kami akan membantu nona menemukan pelakunya." ucap Raja Zo Linzu yang merasa bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa Xiao Ziya.


"Maaf sepertinya saya harus kembali ke penginapan." ucap Xiao Ziya yang memang ingin kembali ke paviliunnya.


Raja mengutus Putri Zo Jeni untuk menemani Xiao Ziya kembali ke penginapannya, sedangkan yang lain membubarkan diri dan kembali ke istana Kekaisaran Binzo.


**Hai hai semuanya author kembali lagi maaf kemaren ga update karna lagi sakit dan ga bisa mikir apa apa karna kepalaku sakit banget. Tapi sekarang udah mendingan jadi aku bisa update lagi buat kalian para pembaca tercintaku.


Hari ini tiket vote udah ada lagi loh jangan lupa vote in ke novel ini. Jangan lupa follow aku juga, kasih hadiah apapun aku seneng banget, like, komen sebanyak banyaknya, rate bintang lima, dan share ke temen temen kalian**.

__ADS_1


__ADS_2