
Mereka semua sangat cemas dengan apa yang terjadi pada Xiao Ziya, karna tak biasanya gadis itu bersikap demikian. Namun mereka berusaha berfikir positif mungkin saja saudari mereka itu sedang kelelahan akibat perang di hari lalu ditambah beberapa masalah kecil yang datang hingga gadis itu tak sempat beristirahat dengan baik
"Apa kau memikirkan hal yang sama denganku?." ucap Xiao Yan sambil menatap Xiao Xun seperti mengisyaratkan sesuatu.
"Mungkin saja iya, mari kita lakukan." ucap Xiao Xun sambil tersenyum. Dia tak menyangka bahwa akan memiliki pemikiran yang sama dengan kakak laki lakinya itu.
Kepergian Xiao Yan dan Xiao Xun secara tiba tiba sedikit membuat bingung beberapa orang. Apa yang akan mereka lakukan, dan mengapa mereka berjalan ke arah kamar Xiao Ziya. Apakak kakak dan adik itu ingin mengganggu waktu istirahat Xiao Ziya.
"Bukankah mereka yang melarangku mengganggu saudari Ziya saat beristirahat, lalu apa yang sedang mereka lakukan?." ucap Xiao Feng penuh dengan tanda tanya.
"Kali ini situasinya berbeda." ucap Muyen dan Pangeran Kegelapan secara bersamaan. Mereka berdua seperti mengerti apa yang sedang difikirkan oleh Xiao Yan dan juga Xiao Xun.
"Baiklah baiklah, aku tak ingin bertengkar lagi karna masalah ini." ucap Xiao Feng yang memilih untuk mengalah, kemudian ia kembali ke kamarnya untuk menyiapkan hadiah pada pesta ulang tahun Xiao Ziya.
Saat ini Xiao Ziya tengah duduk di ranjang kamarnya sambil melamun memikirkan semua yang terjadi, hal yang paling membuatnya gelisah adalah kemunculan anak laki laki dengan aura dewa tadi. Sangat jarang dewa mau berkunjung ke dunia bawah, apakah mereka sedang merencanakan sesuatu yang tak baik untuk dunia bawah.
"Mengapa anak itu ada di sini? Apakah orang tuanya juga ikut bersamanya." gumang Xiao Ziya yang kepalanya sekarang sedang pusing. Entah pada siapa ia harus meminta bantuan.
Meskipun ada banyak orang yang menyayanginya dan siap untuk membantu Xiao Ziya tanpa memikirkan resiko apa yang akan terjadi. Hal itu membuat Xiao Ziya merasa bahwa ini hanya akan merepotkan banyak pihak. Karna berurusan dengan para dewa bukanlah hal yang sepele. Untuk itu dia sekarang harus menerobos ke tingkat selanjutnya.
Xiao Ziyapun duduk bersila dan mulai menyerap energi Qi yang ada di sekitarnya, tubuhnya mulai terasa ringan dan beban fikirannya menghilang. Tiba tiba saja sebuah cahaya berwarna merah dan biru keluar dari kening Xiao Ziya.
Gadis itu merasa tubuh sebelah kirinya seperti terbakar oleh api yang sangat panas, sedangkan tubuh sebelah kanannya seperti terkurung dalam balok balok es yang sangat dingin.
__ADS_1
"Aarghhhh!!!!." jerit Xiao Ziya dengan sangat keras hingga membuat orang orang yang tak jauh dari kamar Xiao Ziya langsung lari karna merasa cemas.
Xiao Yan dan Xiao Xun yang saat itu hanya tinggal beberapa langkah menuju kamar Ziyapun merasa terkejut dan langsung berlari ke kamar adiknya.
"Apa yang sedang terjadi pada adik Ziya, mengapa ia berteriak kesakitan seperti itu." ucap Xiao Xun yang berusaha mendobrak kamar Xiao Ziya namun gagal begitu pula dengan Xiao Yan. Mereka berdua benar benar khawatir hingga keringat mulai bercucuran.
Tak lama kemudian Muyen, Xiao Yuna, Pangeran Kegelapan, Pangeran Zeeling, Pangeran Anz, dan Yienran datang menghampiri Xiao Yan dan Xiao Xun.
"Apa yang sedang terjadi?." tanya Pangeran Zeeling yang mencemaskan kondisi adik perempuannya.
"Mengapa kalian tak membuka pintunya, bagaimana jika sesuatu terjadi pada saudari Ziya." ucap Xiao Yuna yang panik. Karna sampai saat ini Xiao Ziya masih menjerit kesakitan. Dan saat yang lain berteriak untuk bertanya pada Xiao Ziya apa yang sedang terjadi, tak ada jawaban dari gadis itu.
"Pintu ini tidak bisa dibuka, mami juga sudah menggunakan kekuatan kami namun tetapsaja pintunya tertutup rapat." ucap Xiao Yan yang menjelaskan bahwa pintu kamar Xiao Ziya tak bisa dibuka dengan cara apapun.
Sedangkan Xiao Ziya saat ini sedang menahan rasa sakit yang teramat sangat pada tubuhnya. Kejadian ini belum pernah ia rasakan sebelumnya, bahkan rasanya lebih sakit daripada bertemu dengan kematian.
Di alam bawah sadar Xiao Ziya saat ini terjadi sebuah guncangan yang hebat. Sukma Xiao Ziyapun merasa keheranan saat di sekitar lautan energinya tumbuh sangat banyak mawar api dan juga mawar es, dua tumbuhan yang sangat langka bahkan di alam dewa dan neraka hanya ada dua tangkai saja.
"Apa ini? Mengapa aku ada di dalam alam bawah sadarku, dan mengapa banyak sekali bunga mawar yang tumbuh." ucap Xiao Ziya yang sangat kebingungan. Apa hubungannya semua ini dengan takdirnya? apalagi yang harus ia hadapi di masa depan.
"Cucuku kemarilah." ucap seorang pria tua dengan rambut putih panjangnya yang terurai, terlihat jelas kerutan di wajahnya. Namun pria tua itu menatap Xiao Ziya dengan penuh rasa bahagia.
Karna merasa pria tua yang ada di depannya bukanlah ancaman, akhirnya Xiao Ziya menghampiri pria tua itu.
__ADS_1
"Cepatlah menjadi kuat, lalu temui kakek dan juga ibumu." ucap pria tua itu sambil mengusap lembut rambut Xiao Ziya. Mendengar hal yang dikatakan sang kakek membuat Ziya kebingungan.
"Apakah ibuku masih hidup?." tanya Xiao Ziya dengan nada sedih. Ia belum pernah bertemu dengan ibunya. Walaupun jiwanya adalah hasil reingkarnasi namun tetap saja mereka adalah orang yang sama.
"Tentu saja, ibumu sangat merindukanmu cucuku. Sekarang bangunlah semua orang sedang mencemaskanmu." ucap sang kakek kemudian menghilang.
Setelah itu kesadaran Xiao Ziyapun kembali, saat ia membuka mata hal pertama yang ia lihat adalah banyak orang yang sedang menggelilinginya.
"Apa yang sedang terjadi?." ucap Xiao Ziya yang tampak kebingungan.
"Kau membuat kami semua cemas saudariku, apa yang terjadi padamu mengapa kau tiba tiba menjerit di dalam kamarmu lalu pingsan." ucap Xiao Yuna yang langsung memeluk erat Xiao Ziya.
"Ceritanya sangat panjang, maaf membuat kalian semua cemas." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum yang mengisyaratkan bahwa ia baik baik saja.
Xiao Ziya berniat untuk merahasiakan hal ini pada kedua kakak laki lakinya yaitu Xiao Yan dan Juga Xiao Xun. Nantinya Xiao Ziya akan meminta penjelasan pada ayahnya, apa yang sebenarnya terjadi pada ibunya, dan dimana ibunya sekarang.
**Hai hai semua maaf baru bisa update, dan chap ini ga terlalu panjang hehe. Seandainya besok author ga update mungkin karna kuota abis ya guys wkwkwk jadi kalian harus bersabar oke.
Jangan lupa vote sebanyak banyaknya
like semua chap
komen untuk ninggalin jejak
__ADS_1
btw ada yg udah kenal aku blm sih?
rate bintang lima dan share ke teman teman kalian**.