RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pelaku Lain


__ADS_3

Xiao Ziya membuka pintu penjara itu ia masuk kedalam dan mendekat ke arah Wi Xume, sorot mata tajam dari Xiao Ziya membuat tubuh Wi Xume gemetaran. Dengan kasar Ziya menjambak rambut Wi Xume kemudian menyeretnya keluar dari penjara seperti menyeret sebuah karung, Xiao Ziya juga meminta pada Xiao Yan untuk mengikutinya dari belakang.


Ternyata gadis itu membawa Wi Xume menuju lapangan khusus untuk latihan para prajurit Kekaisaran Qiyu, ia melempar tubuh Wi Xume tepat di tengah tengah lapangan. Beberapa saat setelah kejadian itu semua penghuni Istana Kekaisaran Qiyu berkumpul di lapangan khusus untuk berlatih tersebut.


"Kalian semua bisa melihat wanita itu." ucap Xiao Ziya yang menunjuk ke arah Wi Xume dan menatapnya dengan tatapan hina.


"Kami bisa melihatnya nona besar." ucap semua orang termasuk Kaisar Zue, ia tak melupakan bahwa Xiao Ziyalah pemilik asli dari Kekaisaran Qiyu.


"Lihatlah betapa kotornya wanita ini." ucap Xiao Ziya dengan senyuman penuh arti, Wi Xume tak bisa melakukan apapun ia menatap ke arah Xiao Yan seperti meminta belas kasih pada suaminya itu.


"Tolong selamatkan aku sayang." ucap Wi Xume tanpa rasa malu sedikitpun. Xiao Yan hanya diam tak menanggapi perkataan Wi Xume karna ia sudah menyadari semua kesalahannya selama ini.


Plak.


Satu tamparan keras mengenai pipi Wi Xume, pelaku penamparan itu adalah Xiao Ziya. Ia sudah muak mendengar kata kata menjijikkan yang keluar dari mulut Wi Xume, setelah mempertaruhkan nyawa Xiao Yan untuk keselamatannya sendiri bagaimana bisa gadis itu meminta bantuan tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Saya tak memintamu untuk membuka mulut, diamlah atau ku robek mulutmu." ucap Xiao Ziya dengan sangat serius.


"Apa yang ingin adik Ziya lakukan?." tanya Kaisar Zue, ia ingin tau akhir seperti apa yang akan di dapatkan oleh Xiao Yan maupun Wi Xume.


"Pertama saya tak akan pernah melupakan bahwa Xiao Yan adalah kakak laki laki yang pernah menyayangi saya, kakak laki laki yang pernah melindungi saya, untuk itu saya ucapkan terimakasih. Walaupun kami masih memiliki hubungan keluarga namun saya tetap memberikan hukuman padanya agar tak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan." ucap Xiao Ziya yang sedang memikirkan hukuman apa yang pantas di terima oleh Xiao Yan, mungkin kali ini ia akan memberi sedikit keringanan.


"Saya akan menerima hukuman apapun yang anda berikan nona besar." ucap Xiao Yan yang tak menyangkal bahwa ia telah melakukan kesalahan.


"Saya tidak akan mengembalikan gelar bangsawan yang pernah anda miliki, saya hanya akan mengembalikan status anda sebagai bagian dari Klan Xiao. Anda harus membersihkan kediaman para ketua Klan Xiao selama dua tahun, setelah tugas itu selesai anda harus bekerja di Istana Kekaisaran Qiyu sebagai prajurit biasa jika anda beruntung maka bisa menjadi seorang jenderal seperti dulu. Apakah saudara Xiao Yan sanggup menjalankan hukuman yang saya berikan?." tanya Xiao Ziya dengan tegas di hadapan semua orang, meskipun ini bukan hukuman yang berat namun sudah cukup untuk memberi efek jera pada Xiao Yan.


"Saya akan menjalankan hukuman itu dengan sebaik mungkin, terimakasih karna mengembalikan status saya sebagai anggota Klan Xiao. Saya tau hukuman ini terlalu ringan untuk kesalahan yang telah saya lakukan, terimakasih nona besar." ucap Xiao Yan, ia bersujud di hadapan Xiao Ziya. Awalnya Xiao Yan berfikir mungkin dantiannya akan di hancurkan lalu ia akan di buang dari wilayah Kekaisaran Qiyu.


"Berdirilah." ucap Xiao Ziya yang tak suka jika ada orang lain yang bersujud di hadapannya, sekuat apapun dia di masa depan nanti ia tetap tak pantas menerima perlakuan seperti itu.


"Dan untuk nyonya Wi Xume, mulai hari ini anda bukan istri dari Tuan Xiao Yan lagi dengan begitu anda tak memiliki ikatan dengan Klan Xiao. Selain itu untuk semua kesalahan yang telah anda lakukan hukuman mati adalah yang terbaik." ucap Xiao Ziya dengan senyuman kepuasan. Akhirnya Wanita yang telah menghancurkan hubungan keluarganya bisa musnah dari muka bumi.


Wi Xume menatap tajam ke arah Xiao Ziya, ia merasa tak adil atas hukuman yang diberikan. Jika Xiao Yan lebih memilihnya daripada adiknya sendiri itu kesalahan Xiao Yan yang tak bisa menahan godaan. Lalu mengapa hanya dirinya yang mendapat hukuman mati sedangkan Xiao Yan mendapat hukuman yang ringan.


"Ini semua tak adil." triak Wi Xume yang tak mau mati sendirian.


"Ah Nyonya Wi Xume merasa tak adil, keadilan macam apa yang anda inginkan?." tanya Xiao Ziya dengan santai, ia ingin mendengar keadilan seperti apa yang diinginkan oleh Wi Xume.


"Seharusnya Xiao Yan juga mendapat hukuman mati sama seperti saya. Kami melakukan kesalahan yang sama jadi hukuman juga harus sama." ucap Wi Xume, ia ingin menjatuhkan nama Xiao Ziya di hadapan seluruh penghuni Istana Kekaisaran Qiyu karna gadis itu bersikap tak adil padanya.


"Ini adalah hukuman yang adil nyonya Wi Xume. Meskipun kalian melakukan hal yang sama, ah tidak kesalahan yang kalian lakukan itu berbeda. Selain itu Xiao Yan juga pernah berjasa untuk Wilayah Kekaisaran Qiyu, sebagai pemimpin yang baik saya tak bisa melupakan kebaikannya di masa lalu sedangkan anda hanya datang untuk mengacau saja." ucap Xiao Ziya, alasan gadis itu memang benar. Xiao Yan pernah sangat berjasa bagi Wilayah Kekaisaran Qiyu saat ia masih menjadi seorang Jenderal, banyak nyawa penduduk kekaisaran yang telah diselamatkan. Saat menjadi seorang kaisar Xiao Yan juga melakukan semua pekerjaan dengan baik, semuanya menjadi kacau ketika Wi Xume datang.


"Tetap saja ini tak adil bagi saya." ucap Wi Xume dengan air mata yang berlinang, ia berharap ada seseorang yang merasa simpati padanya.

__ADS_1


"Jika anda menginginkan keadilan, maka anda harus menjadi orang yang kuat. Bukankah selama ini anda senang menjadi parasit bagi orang lain? karna itulah parasit seperti anda harus dimusnahkan agar tak merugikan orang lain." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi senang, gadis itu sangat mirip dengan seorang pesikopat yang ingin membunuh buruannya dengan kejam.


Xiao Ziya mendekat ke arah Wi Xume, ia menarik tangan wanita itu dengan sangat kasar hingga beberapa jari Wi Xume patah. Belum sempat meredakan rasa sakit yang ada di jari jari tangannya, Xiao Ziya melempar tubuh Wi Xume hingga membentur dinding dengan sangat kuat hingga tulang rusuk wanita itu patah.


"Argh tolong bunuh saya saja, bunuh saya saja." ucap Wi Xume yang tak tahan dengan siksaan itu.


"Saya sedang membunuhmu secara perlahan." ucap Xiao Ziya dengan senyuman jahat yang menghiasi wajah cantiknya.


Semua penghuni Istana Kekaisaran Qiyu menyaksikan betapa kejamnya Xiao Ziya ketika membalas perbuatan seseorang yang berani mengusik kehidupannya, beberapa pelayan wanita sampai pingsan karna tak kuat menyaksikan adegan yang sangat mengerikan itu, Kaisar Zue juga merinding melihat sisi gelap dari adik kesayangannya, sedangkan Xiao Yan tak henti hentinya berterimakasih pada takdir yang sudah berpihak padanya.


"Kau iblis sialan." ucap Wi Xume dengan suara pelan sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya.


"Ya, saya memang seorang iblis." ucap Xiao Ziya yang tak menyangkal perkataan Wi Xume.


"Kau manusia paling kejam yang pernah ku temui." ucap Wi Xume lagi, kini tubuhnya sudah mengalami luka yang sangat parah.


"Saya seorang iblis bukan manusia, lebih baik menjadi iblis yang jahat daripada menjadi manusia yang tak manusiawi." ucap Xiao Ziya dengan tatapan dingin. Ia melempar Wi Xume ke tanah lalu menginjak kedua kaki wanita itu dengan tenaga dalam hingga menimbulkan suara patahan yang kuat.


"Argh hentikan, kau bisa langsung membunuhku gadis sialan." ucap Wi Xume yang terus memaki Xiao Ziya, ia ingin segera dicabut nyawanya agar tak merasakan sakit yang begitu hebat.


"Kalian semua kembalilah ke tempat masing masing, saya masih bersenang senang di sini. Yuna jiejie sampaikan pada ayah aku akan pulang sedikit larut." ucap Xiao Ziya yang meminta semua orang untuk kembali ke tempat mereka.


"Baiklah adik Ziya, sampai jumpa." ucap Xiao Yuna yang mengajak saudaranya yang lain untuk pergi ke Klan Xiao.


"Bagaimana denganku?." tanya Xiao Yan yang masih ada di sana, ia tak tau harus memulai semuanya dari mana.


"Baiklah saya pamit adik." ucap Xiao Yan yang juga pergi dari tempat itu.


Kini tinggal Xiao Ziya dan Wi Xume yang berada di lapangan tempat latihan para prajurit Kekaisaran Qiyu.


"Bunuh aku sekarang." ucap Wi Xume yang tak bisa bergerak lagi.


"Kematian tak akan mudah datang untukmu, bukankah kau merasa sudah berhasil menghancurkan kehidupan saya?." ucap Xiao Ziya yang terus menyiksa Wi Xume, ia mencambuk wanita itu dengan sebuah cambuk yang dilapisi api hitam.


"Aku tak mengerti maksudmu." ucap Wi Xume dengan suara yang terbata bata.


"Tak mungkin seorang gadis yang berasal dari Kerajaan Barat mengenal Yan Gege dengan baik, kau juga bisa menyusun rencana dengan sangat sempurna. Pasti kau berjalan ke hutan perbatasan, lalu melukai dirimu sendiri agar diselamatkan oleh Yan Gege. Pasti ada seseorang yang meminta mu melakukan semua itu." ucap Xiao Ziya yang sudah mencium siasat busuk dari gadis itu.


Beberapa hari terakhir Xiao Ziya selalu memikirkan bagaimana bisa seorang gadis yang tak pernah bertemu dengan Xiao Yan sebelumnya bisa mengenal Xiao Yan dengan sangat baik. Ia bahkan tau jika Xiao Yan tak memiliki kekasih dan mengambil kesempatan ini untuk menjadi seorang ratu.


"Setelah membunuhmu saya akan membunuh kekasihmu itu." ucap Xiao Ziya dengan mata merah yang sangat menyeramkan. Ia memenggal kepala Wi Xume kemudian memasukkan kedalam cincin semesta miliknya.


"Siapa yang ingin kalian kelabuhi ahaha." ucap Xiao Ziya kemudian melesat pergi dari tempat itu, ia akan kembali ke paviliun yang ada di dalam Klan Xiao.

__ADS_1


Di paviliun milik Xiao Ziya sudah ada Wi Algi yang sedang menyiapkan makanan untuk Xiao Ziya.


"Senang bisa melihat adik Ziya kembali ke rumah." ucap Wi Algi dengan senyuman ramahnya. Xiao Ziya hanya tersenyum tipis pada pemuda itu kemudian masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian.


Wi Algi menatap kepergian Xiao Ziya dengan tatapan yang aneh, ia duduk dan menunggu Ziya keluar dari kamar untuk makan malam bersama. Setelah menunggu cukup lama akhirnya Xiao Ziya keluar dengan penampilan sederhana namun masih memancarkan aura cantik.


"Saya akan pergi ke paviliun ayah untuk makan malam di sana." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi begitu saja. Wi Algi tampak kecewa karna tak bisa ikut kesana.


"Apa yang sudah terjadi, mengapa gadis itu sedikit berubah." ucap Wi Algi yang merasa penasaran dengan perubahan Xiao Ziya kali ini. Biasanya gadis itu akan duduk dan makan bersama dengannya walau hanya untuk satu suap saja, kali ini ia mengabaikan keberadaan Wi Algi.


Sebelum sampai di paviliun milik Xiao Cunyu, Ziya bertemu dengan Aron di tempat latihan para murid Klan Xiao. Seperti biasa Aron muncul secara tiba tiba dan membuat Xiao Ziya terkejut.


"Hah, kapan kebiasaan Gege akan berubah." ucap Xiao Ziya yang menghela nafas panjang.


"Maaf karna telah membuat nona Ziya terkejut, saya senang mendengar kabar bahwa nona sudah kembali." ucap Aron dengan ekspresi bahagia, ia ingin memeluk Xiao Ziya namun itu bukanlah hal yang bisa ia lakukan dengan sembarangan.


"Gege sudah mendapat informasi yang saya inginkan?." tanya Xiao Ziya.


Aron menyerahkan beberapa lembar kertas pada Xiao Ziya, kertas kertas itu berisi penyelidikan Aron selama ini mengenai Wi Xume dan juga orang yang ada di balik semua kejadian itu. Xiao Ziya membaca semuanya dengan teliti, gadis itu tersenyum dengan miris kemudian membakar kertas itu.


"Semua sesuai dengan prediksi nona." ucap Aron dengan wajah gelisah, ia tau jika nonanya itu memperlakukan sang pemuda dengan sangat baik seperti kakak laki lakinya sendiri.


"Ini bukanlah masalah yang besar, terimakasih karna sudah setia pada saya." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manisnya, ia tau tak semua orang bisa diberi kepercayaan penuh karna mereka bisa berhianat suatu hari nanti.


"Saya banyak berhutang budi pada nona, ibu juga mengatakan agar saya selalu menjaga kepercayaan nona." ucap Aron yang akan selalu ada di samping Xiao Ziya sebagai mata mata maupun pelayan setia.


"Kau bisa beristirahat untuk tiga hari kedepan, terimakasih atas kerja kerasnya sampai jumpa Gege." ucap Xiao Ziya yang pergi meninggalkan Aron karna ia harus segera bertemu dengan sang ayah.


Xiao Ziya sampai di paviliun milik Xiao Cunyu, ia masuk kedalam paviliun untuk bertemu sang ayah dan Xiao Zoe. Semua pelayan sedang sibuk menata makanan di ruang makan, berbagai macam makanan sudah di sajikan.


"Selamat malam ayah." ucap Xiao Ziya dengan senang hati.


"Malam putri ayah yang cantik." ucap Xiao Cunyu yang menyambut kedatangan putrinya.


"Jiejie." ucap Xiao Zoe yang menatap Ziya dengan binar mata bahagia. Xiao Ziya langsung menggendong adik laki lakinya itu dan mencium pipi Zoe beberapa kali hingga Zoe merasa geli.


Xiao Cunyu mengajak kedua anaknya pergi ke ruang makan, mereka makan malam bersama dengan suasana sunyi hanya terdengar suara dentingan sendok saja. Setelah selesai makan Xiao Ziya ingin berbicara empat mata dengan ayahnya mengenai dalang dibalik kejadian Wi Xume yang mendekati Xiao Yan agar bisa naik tahta menjadi seorang ratu.


"Hal penting apa yang ingin kau sampaikan pada ayah?." ucap Xiao Cunyu ia melihat raut wajah sedih dari putri cantiknya itu.


"Wi Algi juga terlibat dalam permasalahan ini. Saya sudah mencari informasi mengenai pemuda itu, dia adalah anak dari kaisar terdahulu dengan seorang wanita yang berasal dari Kerajaan Barat." ucap Xiao Ziya yang tak menyangka bahwa Wi Algi juga dalang dibalik hancurnya hubungan Ziya dengan Xiao Yan.


"Pemuda itu? ayah akan memukulnya hingga ia mengakui semua kesalahannya." ucap Xiao Cunyu yang merasa sangat kesal, mengapa banyak sekali penipu yang mendekati putrinya.

__ADS_1


"Masalah ini biar Ziya yang mengatasinya sendiri." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manisnya, ia tak ingin sang ayah mendapat masalah karna ikut campur dalam kekacauan ini.


Hai hai semua gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2