RATU IBLIS

RATU IBLIS
Menuju Kerajaan Hitam


__ADS_3

Lin Binzi benar benar marah karna merasa terhina dengan ucapan Xiao Ziya. Badannya yang berubah menjadi besar dan hitam karna perjanjiannya dengan roh jahat. Pria itu merasa dirinya sangat kuat namun dimata seorang gadis kecil yang ada di hadapannya itu ia tak lebih dari sebuah lelucon.


"Aku akan menghancurkanmu hingga berkeping keping menggunakan kedua tanganku ini." Ucap Lin Binzi yang terus menghantamkan kepalan tangannya ke tanah.


Walau Xiao Ziya tetap baik baik saja karna bisa menghindar namun anggota Klan Shen banyak yang terluka. Xiao Ziya sedang memikirkan sebuah cara agar raksasa hijau yang ada di hadapannya itu berhenti berulah.


"Hey apa yang kau banggakan dari tubuh besar mu itu." ucap Xiao Ziya yang sengaja memancing amarah Lin Binzi, benar saja pria itu hendak menghantamkan kepalan tangannya ke tanah namun pedang biru milik Xiao Ziya berhasil menghentikannya.


"Membekulah." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan sebuah sihir pembekuan, seketika tubuh besar Lin Binzi membeku hingga detak jantungnya juga ikut terhenti.


Dengan cepat Xiao Ziya memukul patung es raksasa itu hingga hancur berkeping keping, para anggota elit Aliansi Hitam Wunzo hanya bisa terdiam di saat salah satu anggota elit unggulan yang ada di aliansi mereka mati begitu saja di tangan Xiao Ziya.


"Kurang ajar, beraninya kau membunuh kekasihku." ucap Ruo Ning, ia sangat marah karna Xiao Ziya telah membunuh kekasihnya. Gadis itu berniat untuk menyerang Xiao Ziya dari belakang menggunakan pedang yang ia genggam. Namun rencananya gagal karna Xiao Ziya menusukkan pedangnya tepat di jantung Ruo Ning.


"Jika kau begitu mencintai kekasih busukmu itu maka ikutlah dengannya keneraka." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin. Tiba tiba jazad Ruo Ning menghilang.


Para anggota elit Aliansi Hitam Wunzo yang tersisa mulai terdesak karna sudah banyak rekan mereka yang mati, jika mereka tetap menyerang Klan Shen maka kekalahan telak yang akan mereka dapatkan. Untuk itu para anggota elit Aliansi Hitam Wunzo yang tersisa memilih untuk melarikan diri dari pertarungan. Melihat kondisi Klan Shen yang mulai terkendali membuat Xiao Ziya merasa tenang.


"Sebaiknya saya pergi dari sini." ucap Xiao Ziya yang hendak meninggalkan Klan Shen. Mendengar ucapan Xiao Ziya membuat beberapa petinggi Klan Shen terkejut mereka mengira bahwa gadis itu sedang marah karna serangan mendadak yang ia dapatkan saat berada di Klan Shen.


"Maafkan kami karna membuat nona Ziya merasa tak nyaman selama berada di Klan Shen." ucap Shen Linhu, sebagai pemimpin klan ia menyampaikan permintaan maaf yang mewakili seluruh anggota Klan Shen.


"Kami harap nona tak merasa kesal karna penyerangan ini." ucap Shen Xunzo yang tak menginginkan permusuhan antara Klan Shen dengan Xiao Ziya.


Selama Shen Xunzo hidup ia tak pernah menjumpai seorang gadis muda yang sangat kuat seperti Xiao Ziya, biasanya ia hanya mendengar atau membaca dari buku saja. Baru kali ini Shen Xunzo bertemu dengan gadis muda yang membuatnya merinding walau hanya dengan tatapan mata saja.


"Kalian tak perlu cemas saya pergi karna saya tau yang mereka incar adalah saya, jika saya tetap berada di sini maka kalian akan dalam bahaya. Untuk itu saya pamit." ucap Xiao Ziya, tanpa menunggu ucapan perpisahan dari anggota Klan Shen Xiao Ziya langsung melesat pergi begitu saja.

__ADS_1


"Syukurlah semua baik baik saja." ucap pemimpin Klan yang merasa lega setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Xiao Ziya.


"Aku belum sempat mengucapkan trimakasih padanya." ucap Shen Yume yang terdengar sedikit murung. Ia sadar gadis kuat seperti Xiao Ziya memiliki perjalanan yang panjang untuk sampai di puncak.


"Dia akan berkunjung suatu hari nanti, saat itu tiba jiejie bisa mengucapkan trimakasih." ucap Shen Yuze yang sedang menghibur Shen Yume dan pemuda itu percaya bahwa suatu hari nanti Xiao Ziya akan datang untuk berkunjung.


Sedangkan orang yang sedang mereka bicarakan tengah berdiri di sebuah jalan yang sempit, entah kemana Xiao Ziya akan pergi ia hanya ingin berjalan mengikuti suara hatinya. Seperti biasa kemanapun Xiao Ziya pergi ia pasti merasa ada seseorang yang sedang mengikuti dan mengawasi gerak geriknya, gadis itu tak ambil pusing selama semuanya masih terasa aman.


Ling Zungze terus saja mengawasi Xiao Ziya dari jauh walau ia rasa percuma karna gadis yang ia jaga jauh lebih kuat darinya, entah apa yang difikirkan oleh junjungannya itu mengapa ia tak mengutus orang lain yang mungkin lebih kuat dari Xiao Ziya.


"Hah sungguh melelahkan mengikuti gadis itu pergi." ucap Ling Zungze yang mulai bosan karna ia tak melakukan apapun.


Karna merasa wilayah Kerajaan Zu Long sudah membaik Xiao Ziya memutuskan untuk pergi ke Kerajaan Hitam, ia ingin segera pergi kesana dan melihat bagaimana keadaan ayah angkat dan kedua saudara laki lakinya.


Karna jarak antara Kerajaan Zu Long dan Kerajaan Hitam cukup jauh, Xiao Ziya memilih menggunakan mantra teleportasi agar ia tak perlu menempuh jarak yang jauh dengan waktu yang sangat lama. Xiao Ziya membaca mantra teleportasi dan tiba tiba gadis itu menghilang.


Saat ini Xiao Ziya berada di wilayah perbatasan Kerajaan Hitam dengan kerajaan tetangga, gadis itu ingin masuk kedalam wilayah Kerajaan Hitam namun ada beberapa prajurit yang menghentikan langkahnya.


"Maaf apakah nona bukan berasal dari Kerajaan Hitam?." tanya seorang prajurit penjaga perbatasan pada Xiao Ziya, ia menanyakan hal itu karna wajah Xiao Ziya sangat asing baginya.


"Saya memang bukan penduduk Kerajaan Hitam, apakah saya dilarang masuk?." tanya Xiao Ziya secara baik baik karna ia tak ingin membuat masalah dengan prajurit yang bekerja di bawah kekuasaan ayah angkatnya.


"Bolehkah kami melihat token identitas nona? karna akhir akhir ini banyak orang asing yang memaksa masuk dan tak mau memperlihatkan token identitasnya." ucap prajurit penjaga perbatasan itu lagi, ia menanyai Xiao Ziya secara baik baik sehingga gadis itu faham bahwa prajurit yang ada di hadapannya itu sedang berusaha mengamankan Kerajaan Hitam dari orang orang yang mencurigakan dan berkemungkinan besar menciptakan masalah suatu hari nanti.


Xiao Ziya mengeluarkan sebuah token hitam khusus yang ia miliki, di sana tertera nama Xiao Ziya dan statusnya sebagai putri dari Raja Artur. Prajurit penjaga perbatasan itu sempat tak percaya dan mengechek keaslian token itu berulang ulang namun hasilnya tetap sama token itu asli.


"Bagaimana apakah saya boleh masuk kedalam ataukah tidak?." Tanya Xiao Ziya dengan sebuah senyuman manisnya, gadis itu sedang menahan tawanya karna wajah bingung dari prajurit perbatasan yang sedang memegang tokennya sangatlah lucu.

__ADS_1


"Aaa saya tak bisa memutuskannya, saya harap nona berkenan menunggu sebentar lagi. Saya akan tanyakan pada jenderal pertama." ucap prajurit itu yang langsung berlari masuk kedalam dan menemui seorang pria yang disebut dengan jenderal pertama.


"Salam jenderal pertama ada seorang gadis dari luar wilayah Kerajaan Hitam yang ingin masuk dan ia menunjukkan token ini pada saya." ucap prajurit penjaga gerbang itu yang memperlihatkan token hitam milik Xiao Ziya pada Jenderal Pertama.


Saat melihat token hitam yang bertuliskan nama Xiao Ziya membuat sang jenderal pertama merinding, ia masih bisa mengingat dengan baik bagaimana keganasan gadis itu saat membantu Kerajaan Hitam untuk mengalahkan Kerajaan Naga Hitam.


"Cepat antar saya pada nona Ziya, apa kau tau bukan Raja Zeus yang mengangkatnya sebagai putri namun gadis itulah yang mengangkat Raja Zeus menjadi ayahnya. Bagaimana kau bisa membiarkan nona besar menunggu begitu lama." ucap sang jenderal pertama yang langsung pergi untuk menyambut kedatangan Xiao Ziya.


Sang prajurit penjaga perbatasan mengikuti jenderal dari belakang, ia berharap nona besar tak marah padanya karna ia sudah membuat nona besar menunggu sangat lama.


"Salam hormat saya pada nona Xiao Ziya." ucap jenderal pertama yang langsung membungkukkan badan dan mengucap salam ketika melihat Xiao Ziya.


"Salam saya pada nona besar, maaf atas kelancangan saya pada nona." ucap sang prajurit penjaga gerbang dengan nada gemetaran.


"Saya trima salam kalian, sudahlah saya tak mempermasalahkannya. Bisakah saya masuk sekarang? saya sudah tak sabar untuk bertemu dengan ayah dan kakak." ucap Xiao Ziya dengan nada yang ceria.


Awalnya jenderal pertama menawarkan diri untuk mengantar Xiao Ziya hingga sampai ke Istana Kerajaan Hitam namun gadis itu menolak. Akhirnya Xiao Ziya diizinkan masuk ke wilayah Kerajaan Hitam dan ia langsung melesat pergi menuju istana.


"Untung saja nona besar memaafkan kesalahanmu." ucap jenderal pertama yang lega karna prajurit yang ada di bawah bimbingannya itu masih bisa hidup.


"Mengapa anda begitu takut dengan nona besar?." tanya sang prajurit penjaga gerbang yang tak mengetahui apapun tentang peperangan yang terjadi antara Kerajaan Hitam dengan Kerajaan Naga Hitam.


"Nona besarlah yang telah meluluh lantahkan Kerajaan Naga Hitam, jika ia ingin membunuhmu itu bukan hal yang sulit." ucap Jenderal Pertama yang kemudian pergi untuk melanjutkan tugasnya yang sempat tertunda.


Prajurit penjaga gerbang itu menarik nafasnya kemudian menghelanya dengan panjang, mungkin hari ini adalah hari keberuntungannya karna masih bisa hidup walau telah membuat nona besar menunggu lama.


Hai hai semua akhirnya bisa luangin waktu buat nulis karna author sibuk banget. Jangan lupa follow, vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share

__ADS_1


__ADS_2