RATU IBLIS

RATU IBLIS
Saya Tak Peduli


__ADS_3

Yie Munha menangis sejadi jadinya saat ia di seret pergi oleh para prajurit Klan Yuang Yie, gadis itu tak menyangka bahwa ayah dan juga kakeknya lebih membela Xiao Ziya yang baru saja datang ke Klan Yuang Yie daripada dirinya yang sudah lama mengabdikan diri pada klan ini. Saat dalam perjalanan menuju penjara Yie Munha berpapasan dengan kedua kakak laki lakinya, tinggal mereka berdua harapan gadis itu.


"Gege tolonglah aku, katakan pada kakek untuk melepaskan ku dari hukuman ini." ucap Yie Munha dengan tatapan kesedihan, ia takut merasakan sakit saat menerima seratus cambukan gadis itu juga belum siap jika harus menanggung bekas luka yang tak akan pernah hilang itu.


Yie Junghwa dan Yie Cinling saling bertatapan satu sama lain sepertinya mereka berdua memiliki pemikiran yang sama, mereka menatap Yie Munha dengan tajam seolah oleh memberi isyarat bahwa hukuman itu pantas di dapatkan.


"Nyawa seseorang bukanlah sebuah lelucon." ucap Yie Cinling dengan keras, ia tak mengerti mengapa adik perempuannya itu ingin membunuh Xiao Ziya. Tak mungkin Xiao Ziya berulah terlebih dahulu karna gadis itu terlihat sangat polos dan baik mungkin ia akan melakukan sesuatu jika ada seseorang yang memulai terlebih dahulu.


"Sudah sangat baik kakek tak memberikan hukuman berat padamu." ucap Yie Junghwa, ia tak ingin memanjakan adik perempuannya itu lagi.


"Seratus cambukan adalah hukuman yang berat Gege." ucap Yie Munha yang terus berusaha membujuk kedua kakak laki lakinya, setidaknya mereka berdua bisa bersimpati dan meminta sang kakek mengurangi hukuman.


"Itu hukuman ringan, menurut aturan Klan Yuang Yie seharusnya kau di hukum untuk meminum racun yang sama seperti yang kau berikan pada adik Ziya." ucap Yie Cinling yang masih menatap adik perempuannya dengan tajam.


"Segera bawa gadis itu pergi dari hadapan kami karna wajahnya membuat kami berdua muak." ucap Yie Junghwa secara terang terangan.


Para prajurit Klan Yuang Yie segera membawa Yie Munha ke penjara, gadis itu tak tau lagi harus meminta bantuan pada siapa saat ini neneknya sedang berasa di luar wilayah Klan Yuang Yie karna ada hal yang harus neneknya urus.


"Seandainya nenek ada di sini pasti ia akan membantuku." ucap Yie Munha dengan perasaan sedih, semua anggota keluarganya mengabaikan gadis itu tak ada tempat lagi untuknya.


Di sisi lain Xiao Ziya sedang berada di ruang kesehatan gadis itu sedang di rawat oleh seorang tabib perempuan yang masih cukup muda, tabib itu sangat kasihan pada Xiao Ziya karna mengalami nasib malang seperti ini.


"Nona Yie Munha sudah sangat keterlaluan, memberikan racun sekuat ini sama dengan membunuh seseorang secara perlahan." ucap tabib itu, ia tak memiliki bahan bahan yang diperlukan untuk menetralisir racun dalam tubuh Xiao Ziya.


Saat sang tabib sedang kebingungan, masuklah Yie Gu dan Yie Laingfu dengan wajah panik mereka segera melihat kondisi Xiao Ziya. Yie Gu tak bisa berkata kata lagi saat melihat cucunya terbaring lemas dengan wajah yang sangat pucat, jika nyawa Xiao Ziya tak dapat tertolong maka ia akan membunuh Yie Munha dengan tangannya sendiri.


"Bagaimana ini bisa terjadi padamu, lihatlah tubuhmu yang pucat ini. Baru kemarin kau datang mengunjungi kakek sekarang kau sudah terbaring lemah tak berdaya." ucap Yie Gu dengan air mata yang berlinang, ia sangat ingin pergi ke penjara dan memukul cucu tak bergunanya itu sampai babak belur.


"Ini semua karna ulah putrimu!!!." triak Yie Gu pada Yie Laingfu, ia sangat marah, kesal, dan kecewa dengan sikap Yie Munha.


"Saya telah lalai dalam mendidiknya ayah." ucap Yie Laingfu yang tak bisa menyangkal apapun, ia hanya bisa menyesali semua tindakan putrinya itu.


"Tolong jangan membuat keributan di sini, pasien masih membutuhkan perawatan lebih lanjut. Para tabib yang saya kenal tak memiliki penawar racun untuk racun jenis ini, kita harus memikirkan sebuah cara untuk menyelamatkan nyawanya." ucap sang tabib dengan cemas, kesembuhan pasien adalah tanggung jawabnya namun kondisi Xiao Ziya sangat sulit untuk dimengerti dengan logika.


"Bagaimana kondisi cucu saya sekarang?. tanya Yie Gu.


"Karna cucu anda adalah kultivator dengan kekuatan yang sangat besar, ia mampu menekan racun yang ada di dalam tubuhnya agar tak menyebar. Namun kabar buruknya cucu anda akan tetap tertidur sampai kita memberinya obat penawar." ucap sang tabib dengan keringat dingin yang bercucuran di dahinya.


Saat semua orang sedang mencemaskan kondisi Xiao Ziya yang sedang kritis dan kemungkinan besar tak bisa membuka matanya lagi meski ia masih hidup, jiwa Xiao Ziya sendiri sedang bermeditasi di dalam alam spiritual miliknya gadis itu menutup jalur masuk alam spiritual agar sang kakek tak bisa menemuinya. Gadis itu perlu memperkuat diri dengan menyerap banyak aura dari mawar merah dan mawar biru yang tumbuh subur di sekitarnya itu, untuk menghadapi ayah tirinya itu ia perlu kekuatan yang sangat besar.


Kenzo masih berdiam diri di dalam dantian gadis itu, ia melihat semua yang terjadi dengan senyuman miring yang mengerikan. Entah apa yang akan di lakukan oleh nona mudanya, yang jelas Kenzo sangat terkesan dengan drama yang di buat oleh Xiao Ziya.


"Gadis ini sangat luar biasa, saya senang memiliki pemilik baru sehebat nona Ziya." ucap Kenzo, pria itu ingin keluar dari dantian milik Xiao Ziya dan memberikan piala penghargaan pada gadis itu.


"Kita harus pergi ke tempat itu." ucap Yie Gu yang memantapkan niatnya untuk memberikan obat penawar pada cucunya itu.


"Maksud ayah? kita akan pergi ke paviliun obat langit?." ucap Yie Laingfu dengan terkejut, bukankah tempat itu berada die wilayah Kerajaan Bintang Timur? akan sangat beresiko jika Raja Yongling Zu mengetahui keberadaan Xiao Ziya di Dunia Manusia Abadi.


"Tak ada cara lain untuk mendapat penawar dari racun ini." ucap Yie Gu.


Paviliun Obat Langit adalah sebuah tempat berkumpulnya para alikimia bintang tiga sampai bintang lima, hanya mereka yang bisa membantu Xiao Ziya mendapatkan obat penawar. Andai saja Yie Gu dan Yie Laingfu tau jika Xiao Ziya memiliki obat penawar dari racun yang sengaja gadis itu Minum, mungkin mereka berdua akan pingsan di tempat.

__ADS_1


"Baiklah ayah saya akan ikut dengan anda." ucap Yie Laingfu yang hanya bisa pasrah, semua ini demi kesembuhan Xiao Ziya.


"Bersiaplah kita akan berangkat siang nanti, dan tolong jaga cucu saya sampai kami kembali nanti." ucap Yie Laingfu yang menitipkan Xiao Ziya pada tabib kepercayaannya.


"Saya akan menjaga nona muda dengan baik." ucap sang tabib dengan sepenuh hati.


Tabib wanita itu sedang berfikir jika Yie Munha meminta perawatan padanya setelah masa hukuman penjara dan seratus cambukan itu selesai mungkin ia akan menolak permintaan gadis itu, tabib wanita itu sangat tak suka dengan seorang pengecut seperti Yie Munha. Jika ingin membunuh seseorang kau harus menusuknya dari depan saat pertarungan berlangsung atau menebas kepalanya menggunakan pedang, menyerangnya dengan sihir bukan menggunakan racun yang ditambah ke dalam makanan karna itu tindakan seorang pengecut yang sangat memalukan.


"Lagipula gadis ini sangat cantik, saya belum pernah bertemu dengan gadis secantik ini sebelumnya. Mungkinkan nona Yie Munha iri dengan kecantikan nona Ziya?." ucap sang tabib wanita.


Di luar Klan Yuang Yie ada Raja Artur yang sedang menunggu dengan perasaaan cemas, ia sangat ingin masuk ke dalam tempat itu dan menanyakan bagaimana kondisi gadis nakal itu saat ini, akan tetapi ia harus tetap menjalankan tugas dengan baik yaitu memantau semua kegiatan Xiao Ziya di luar Klan Yuang Yie secara diam diam.


"Sepertinya saya harus menyewa penginapan yang ada di dekat sini." ucap Raja Artur yang menebak drama ini akan berakhir cukup lama karna kesalahan yang di lakukan oleh gadis bernama Yie Munha sangatlah besar.


Jika sang malaikat kematian tau bahwa keponakan kesayangannya itu sedang meracuni dirinya sendiri untuk memberi pelajaran pada seorang gadis tak berguna seperti Yie Munha mungkin sang malaikat kematian akan langsung membunuh Yie Munha tanpa basa basi meski belum saatnya gadis itu mati.


"Saya tak bisa membayangkan seberapa besar kemarahan pria itu." ucap Raja Artur dengan buku kuduknya yang berdiri.


Karna kondisi Xiao Ziya yang sangat memprihatikan kini Zoe tengah di rawat oleh beberapa anggota Klan Yuang Yie, untunglah mereka menerima kehadiran anak laki laki manis itu dengan baik. Zoe sedang bertanya tanya dimana jiejienya mengapa jiejienya itu tak datang untuk menemuinya pagi ini.


"Kemana jiejie pergi?." tanya Zoe dengan wajah cemberut, ia sangat ingin bertemu dengan Xiao Ziya.


"Saat ini kakakmu sedang beristirahat, bukankah Zoe anak baik yang tak akan mengganggu kakaknya beristirahat?." ucap Yie Migha ketua ke tiga dari Klan Yuang Yie, saat ini wanita itulah yang merawat Xiao Zoe hingga Xiao Ziya sembuh.


"Baiklah Zoe akan menunggu jiejie selesai beristirahat." ucap Zoe yang tak akan mengganggu kakak perempuannya istirahat.


"Anak pintar." ucap Yie Mingha yang merasa lega karna anak laki laki itu tak rewel dan memaksanya untung membawa ke tempat Xiao Ziya berada.


Yie Mingha hanya tak tega bila harus memberitahukan pada anak laki laki itu bahwa saat ini Xiao Ziya sedang dalam kondisi kritis karna keracunan, ia tak bisa membayangkan seberapa sedih Zoe nanti, ia juga tak ingin melihat Zoe kehilangan nafsu makannya karna itu akan mengganggu pertumbuhan Zoe yang masih kecil.


"Tolong hentikan ini sangat menyakitkan." ucap Yie Munha sambil merintih kesakitan, para prajurit mengabaikan perkataan gadis itu karna mereka hanya mendengar perintah dari Yie Gu saja.


Yie Gu dan Yie Laingfu akan segera pergi menuju Paviliun Obat Langit mereka berdua tak bisa menunda lebih lama lagi, untuk mempersingkat perjalanan kedua pria itu menggunakan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi. Dalam perjalanan Yie Gu tak bisa tenang ia berharap Xiao Ziya dapat menahan racun itu hingga ia kembali ke Klan nanti.


"Kita harus cepat." ucap Yie Gu.


"Paling tidak kita akan sampai esok pagi." ucap Yie Laingfu, seberapa cepat pun mereka berusaha memangkas jarak tempuh waktu yang diperlukan untuk sampai di wilayah Kerajaan Bintang Timur memanglah lama.


Tubuh Xiao Ziya semakin mendingin karna gadis itu tak menyalakan api dalam dirinya, wajahnya semakin pucat hal itu membuat sang tabib cemas. Ia memanggil beberapa ketua Klan Yuang Yie untuk mencarikan bahan bahan obat karna Xiao Ziya membutuhkannya untuk menekan racun sementara.


"Kondisi gadis ini semakin parah, tolong Carikan daftar tanaman obat yang sudah saya tulis." ucap tabib wanita itu, ia memberikan selembar kertas pada ketua kedua dan ketiga.


"Bunga crisan sangat sulit ditemukan." ucap ketua kedua dengan wajah bingung.


"Pasar gelap pasti memilikinya, kita tak boleh menunda lagi mari berangkat sekarang." ucap ketua kedua, pasar gelap selalu menyediakan berbagai hal yang diperlukan meski tak beredar di masyarakat luas.


Akhirnya ketua kedua dan ketua ketiga berangkat mencari daftar tanaman obat yang diperlukan, sang tabib wanita memposisikan Xiao Ziya dalam posisi duduk ia akan menyalurkan energi qi nya pada gadis itu agar bisa bertahan lebih lama.


"Dia menyerap energi ku dengan sangat cepat." ucap sang tabib dengan keheranan.


Suasana di Klan Yuang Yie semakin tegang keselamatan Xiao Ziya menjadi kecemasan banyak orang, di saat bersamaan ketua kelima yaitu Yie Weinje baru saja pulang setelah ia menyelesaikan tugasnya selama satu bulan. Yie Weinje keheranan melihat para penjaga gerbang yang sedang murung, tak biasanya mereka bersikap seperti itu.

__ADS_1


"Mengapa kalian seperti ini?." tanya Yie Weinje, wanita tua itu hanya takut bila hal buruk telah terjadi selama ia pergi.


Tak ada jawaban dari para penjaga gerbang masuk Klan Yuang Yie mereka masih diam termenung seperti memikirkan sebuah hal yang sangat penting dan tak bisa di ganggu oleh siapapun. Akhirnya Yie Weinje menghela nafas dan masuk ke dalam klan, saat ingin masuk ke paviliun utama ia berpapasan dengan para prajurit yang baru saja kembali dari penjara.


"Apakah ada tahanan baru?." tanya Yie Weinje dengan penasaran, ia ingin tau orang mana yang telah membuat keributan di Klan Yuang Yie tercintanya itu.


"Nona Yie Munha." ucap para prajurit itu dengan wajah datar, meski sudah mencambuk Yie Munha sebanyak seratus kali mereka tak merasa kasihan sama sekali.


"Apa yang terjadi pada cucuku!!." teriak Yie Weinje dengan ekspresi marah, mengapa cucu kesayangannya di penjara? kesalahan apa yang telah di perbuat oleh gadis itu.


Tanpa menunggu jawaban dari para prajurit itu Yie Weinje berlari menuju penjara Klan Yuang Yie, ia ingin melihat bagaimana kondisi cucu kesayangannya itu sekarang. Para prajurit mengejar wanita tua itu, ia takut ketua kelima akan menimbulkan keributan, benar saja Yie Weinje histeris melihat cucunya tergeletak tak berdaya dengan luka cambukan yang sangat mengerikan itu.


"Siapa yang berani melakukan hal ini pada cucuku!!!!." teriak Yie Weinje penuh dengan kemarahan, ini sudah sangat keterlaluan.


"Katakan siapa yang melakukan hal ini!!." triak Yie Weinje lagi, ia begitu menyayangi Yie Munha karna gadis itu cucu perempuannya yang sangat ia sayangi.


"Ini perintah langsung dari pemimpin klan, mohon nyonya tak membantah." ucap para prajurit dengan jujur tanpa mengada ngada.


Yie Weinje menatap tajam ke arah para prajurit itu, mana mungkin suaminya tega menghukum berat Yie Munha sampai seperti ini? Ia sangat ingin mengetahui kesalahan apa yang telah di lakukan oleh cucunya itu.


"Memangnya apa yang telah gadis ini lakukan?." tanya Yie Weinje dengan kerutan di wajahnya yang semakin jelas akibat menahan amarah.


"Cucumu meracuni seorang gadis hingga gadis itu tak sadarkan diri." ucap beberapa prajurit dengan nada ketus, mereka tau seberapa sayangnya wanita tua itu pada Yie Munha dan hal itu membuat semua orang jengah.


"Apa jabatan gadis itu hingga membuat suamiku begitu membelanya! bagaimanapun Yie Munha adalah cucu kesayangan ku." teriak Yie Weinje seperti orang gila, para prajurit sudah sangat malas menanggapi wanita itu.


"Silahkan anda bertanya sendiri pada tuan pemimpin." ucap para prajurit yang tak ingin menanggapi lebih lama lagi.


Yie Weinje meminta para prajurit untuk melepaskan Yie Munha dan gadis itu harus segera di bawa ke ruang kesehatan, namun para prajurit menolak permintaan wanita tua itu dengan alasan mereka hanya mematuhi perintah dari pemimpin klan saja. Mendapat respon seperti itu membuat Yie Weinje sangat marah dan menyerang para prajurit hingga terluka cukup parah, tindakan wanita tua itu sudah sangat keterlaluan.


"Nenek akan menjagamu dengan baik cucuku." ucap wanita tua itu dengan raut wajah sedihnya. Ia membuka sel penjara dengan paksa hingga menimbulkan keributan beberapa ketua Klan Yuang Yie yang lain datang untuk menyadarkan ketua kelima.


"Letakkan gadis itu ia sedang dalam masa tahanan." ucap beberapa ketua dengan ekspresi tak suka.


"Dimana suamiku?." ucap wanita tua itu, ia menanyakan keberadaan pemimpin klan untuk meminta penjelasan mengenai hal ini.


"Saat ini pemimpin klan sedang pergi karna ada hal penting yang harus ia lakukan." ucap ketua pertama.


"Cepat letakkan gadis itu di tempatnya lagi." ucap Yie Fufu dengan geram, sebagai wakil pemimpin ia tak akan membiarkan penyelewengan seperti ini terjadi. Meski Yie Munha adalah bagian dari Klan Yuang Yie namun kesalahan yang di lakukan oleh gadis itu sangatlah berat hingga hampir merenggut nyawa seseorang.


"Apa hak mu melarang ku." ucap Yie Weinje, ia tak ingin mematuhi perintah dari wakil pemimpin.


"Saya adalah wakil pemimpin di sisi, meskipun anda istri dari pemimpin Klan Yuang Yie anda harus mematuhi aturan yang ada. Karna anda terlalu memanjakan gadis itu lihatlah betapa kejamnya ia sekarang." ucap Yie Fufu dengan kencang, ia tak bisa menahan emosi lagi jika berhadapan dengan Yie Weinje yang sangat menyebalkan.


"Jika sesuatu terjadi pada cucuku apakah kalian ingin bertanggung jawab!!!! gadis itu mungkin hanya gadis desa biasa." ucap Yie Weinje yang belum memahami tentang apa yang sebenarnya terjadi.


Yie Fufu memijat keningnya pelan, ia berusaha meredam amarah agar niatnya untuk menusuk jantung Yie Weight hilang. Wanita tua itu sudah sejak lama sering menimbulkan kekacauan, ia selalu membela Yie Munha saat gadis itu melakukan kesalahan entah kesalahan besar ataupun kesalahan kecil.


"Gadis yang ingin di bunuh eh cucumu adalah putri dari anak pertamamu!! apa yang akan kau jelaskan pada anak pertamamu nanti ha!!." teriak Yie Fufu dengan frustasi.


Yie Weinje terdiam sejenak ia belum bisa mencerna kata kata yang baru saja keluar dari mulut Yie Fufu itu, bagaimana bisa gadis yang berasal dari dunia bawah itu naik ke Dunia Manusia Abadi? lantas mengapa jika gadis itu adalah anak dari putri pertamanya ia tak ingin tau alasan apapun.

__ADS_1


"Saya tak peduli dengan hal itu." ucap Yie Weinje dengan kesal, mungkin gadis itu hanyalah gadis biasa seperti seorang sampah saja.


Hai hai semuanya gimana kabar kalian? semoga kalian sehat terus ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ke temen temen kalian.


__ADS_2