
"Udah jam segini tapi mereka belum ketemu juga" ucap Ariel melihat jam tangannya.
"Kita harus pulang untuk sholat berdoa meminta petunjuk yang Maha Kuasa dan juga istirahat" ucap petugas 2.
"Ayo" ucap Dimas.
"Nanti kita akan lanjut mencari mereka" ucap petugas 1.
Mereka semua kembali ketempat dimana tadi mulai berpencar, tak jauh dari tempat itu kelompok Drew sedang berjalan kearah mereka.
"Kalian belum ketemu juga sama Sarah dkk?" tanya Dani.
"Belum" jawab Ariel.
"Ayo kita pulang dulu, nanti lanjut carinya, tenang aja teman kalian pasti akan ketemu" ucap petugas.
Mereka semua berjalan pulang kembali, wajah mereka sudah terlihat sangat lelah, apalagi para iblis yang biasanya menghilang atau terbang jika ingin kesuatu tempat tapi sekarang malah berjalan kaki untuk mencari manusia yang jelas-jelas mereka tau dimana keberadaannya.
Mereka semua sampai divilla, mereka langsung masuk kedalam kamar untuk merebahkan tubuh mereka yang sudah sangat lelah. Hermione duduk disofa yang ada diruang tengah, dia menghidupkan sebatang rokok.
"Kagak ada kerjaan banget" batin Hermione.
"Eh gue harus ganti aura Dimas, Reno sama Ariel gimana ya, nanti deh pas mereka tidur" batin Hermione.
"Kamu gak istirahat?" tanya Dimas duduk disamping Hermione.
"Ini lagi istirahat" jawab Hermione.
"Maksudnya tidur dikamar" ucap Dimas.
"Nggak, males maunya disini aja" ucap Hermione.
"Jadi manusia capek ya" ucap Hermione pelan.
"Ya gitulah, tapi semenjak kamu ada didekat aku rasa capek aku sirna seketika" ucap Dimas lalu berbaring dengan kepala yang disimpan dipaha Hermione. Hermione mengusap rambut Dimas lembut.
"Bisa aja gombalnya" ucap Hermione melihat Dimas.
"Nggak gombal" ucap Dimas tersenyum matanya menatap mata Hermione.
"Bisa nih aku ganti auranya" batin Hermione.
Mereka berdua saling tatap, Hermione mengambil kesempatan untuk mengganti aura Dimas. Setelah selesai dia masih terus menatap mata Dimas begitupun dengan Dimas.
"Perasaan apa ini kenapa rasanya seperti ini" batin Hermione.
"Apaan sih natap kayak gitu" Hermione mengusap wajah Dimas lembut dari mata sampai kebibir lalu Hermione mengusap pipi Dimas.
"Cantik, cantik banget bisa-bisa aku lupa dunia kalau liat mata kamu, seperti terhipnotis kalau udah sama kamu" ucap Dimas memegang tangan Hermione yang ada dipipinya.
"Lebay ih hehe" ucap Hermione terkekeh mendengar perkataan Dimas.
"Nggak apa-apa lebaynya juga sama kamu" Dimas memeluk perut Hermione.
"Kayak bocah dah" ucap Hermione mengusap rambut Dimas.
"Biarin" ucap Dimas.
"Kalau orang yang dikampus tau kamu kayak gini gimana ya, yang mereka taukan kamu itu gak pernah deket sama cewek" ucap Hermione.
"Semenjak kamu kuliah dikampus yang aku tempatin juga, kan mereka udah tau kalau aku deket sama kamu, mau apa-apa bareng terus" ucap Dimas.
"Tapikan gak kayak gini biasanya" ucap Hermione.
"Biar romantis sekali-sekali" ucap Dimas. Dimas terus memeluk perut Hermione dengan kepala yang menghadap perut Hermione. Hermione mengusap rambut Dimas lembut, tiba-tiba dia merasakan ada yang melihat mereka berdua.
"Auranya Reno" batin Hermione.
"Ini dari arah pintu kamarnya, mana kamar dia dekat sini lagi" batin Hermione.
"Astaga ini ada aura Ariel lagi dari arah pintu masuk" batin Hermione.
__ADS_1
"Bodo amat pura-pura gak tau aja" batin Hermione.
"Mas" panggil Hermione, tak ada jawaban dari Dimas.
"Dimas Aldiansyah" panggil Hermione lagi masih tak ada jawaban dari Dimas. Hermione memegang dagu Dimas lalu sedikit menggerakkannya untuk melihat wajah Dimas.
"Yaampun tidur pasti capek banget" ucap Hermione tersenyum.
Ariel berjalan masuk dia tak sengaja melihat Hermione dan Dimas, dia langsung pergi kearah kamarnya lalu masuk kedalam kamar.
Reno yang tadinya ingin mengambil air kedapur tidak jadi karena melihat Hermione dan Dimas, dia langsung masuk kedalam kamar setelah melihat kemesraan mereka berdua.
"Sama aku gak boleh diruang tengah sama bang Dimas boleh, terserah kakak deh pusing aku" ucap Reno membanting tubuhnya keranjang.
"Bilang aja kali kak kalau kakak sama bang Dimas udah pacaran kenapa pakai ditutup tutupin dengan bilang kata teman segala sih" ucap Reno tersenyum kecut.
"Teman hehe lucu ya, berlindung dari kata teman padahal hati berkata lain" ucap Reno.
Diposisi Ariel dia langsung berbaring diranjang dan menatap langit-langit kamarnya.
"Mereka pacaran atau apa sih kok mesra banget" ucap Ariel.
"Waktu itu Reno dikasih napas buatan sama kak Dara didepan banyak orang, sekarang kak Dara lagi mesra sama bang Dimas, terus orang yang namanya Sakti, ditambah lagi Andre" ucap Ariel.
"Banyak banget orang yang deket sama kak Dara, terus sebenernya kak Dara itu punya hubungan apa sama mereka" ucap Ariel.
"Siapa pacar kak Dara" ucap Ariel.
"Gue kalah sama mereka semua, mereka deket banget sama kak Dara sedangkan gue gak" ucap Ariel.
Lama kelamaan Reno dan Ariel terlelap tidur dengan pikiran yang terus mengarah kepada Hermione. Hermione mengubah aura Reno dan Ariel dari sofa, dia memejamkan matanya memfokuskan diri kepada Reno dan Ariel untuk mengubah aura mereka. Setelah mengubah aura Reno dan Ariel Hermione memilih tidur disofa dengan posisi duduk karena dia tak mau mengganggu Dimas yang sudah terlelap.
Tak terasa jam menunjuk pukul 4 sore mereka sudah terbangun kecuali Dimas, dia masih sibuk menjelajahi alam mimpinya tanpa mengubah posisinya memeluk perut Hermione.
"Kita lanjut nyari Sarah dkk nggak?" tanya Julio, mereka semua berkumpul diruang tengah bersama Hermione dan Dimas.
"Gue mau aja lanjut tapi bentar lagi magrib mungkin baru kita nyari udah disuruh pulang lagi" ucap Ariel.
"Malam ini juru kunci bakal pulang, udah capek gue nyari mereka yang jelas-jelas kita tau keberadaannya" batin Hermione.
"Alhamdulillah" batin Evan.
"Eh buset lo iblis" batin Drew.
"Aduh lupa gue" batin Evan.
"Kita cari abis magrib" ucap Hermione.
"Gue sih ikut-ikut aja" ucap Andre.
"Apalagi gue" ucap Mona
"Gimana kalian mau ikut gak?" tanya Iliana.
"Ikut" jawab Reno, Fadil dan Ariel dkk. Hermione termenung dia sedang melihat pak Komar yang lagi diperjalanan ketempatnya lewat mana batinnya.
"Situa itu kayaknya sampai kesini tengah malam karena bakal macet" batin Hermione tak didengar siapa-siapa.
"Yaudah kalau kayak gitu gue mau bilang sama petugasnya kalau kita bakal lanjut nyarinya abis magrib" ucap Ariel.
"Lo berdua ikut gue" ucap Ariel lagi kepada Dani dan Sani.
"Ok" jawab Dani dan Sani.
"Semoga aja malam ini kita ketemu mereka" ucap Evan.
"Amin" jawab mereka semua, Ariel dkk lalu pergi dari sana.
"Kaki gue masih sakit, tapi gak masalah semoga usaha kita hari ini berhasil untuk menemukan Sarah dkk" ucap Iliana.
"Pasti ketemu" ucap Dela.
__ADS_1
"Kalau sampai gak ketemu gak tau lagi gue kita harus berbuat apa" ucap Mona.
"Gue masih mikirin perkataan petugas tadi sih tentang arwah pendaki" ucap Evan.
"Ohh iya tadi juga kita diceritain masalah itu" ucap Julio.
"Serem juga kalau kejadian sama kak Sarah dkk" ucap Fadil.
"Jangan sampe kejadian deh" ucap Reno.
"Woi ngapain lo termenung?" Evan melempar kulit kacang kepada Hermione, Hermione seketika sadar dan langsung melihat kearah Evan.
"Ganggu aja lo, untung gak kena Dimas kulit kacangnya " ucap Hermione.
"Cie perhatian uhuy uhuy" ucap Drew menggoda.
"Ehem ehem keselek nyamuk gue" ucap Julio menyindir.
"Busyeeet nona Dara buchinnn" ucap Evan lebay.
"Apaan sih, gue colok mata kalian satu-satu" ucap Hermione.
"Ampun kanjeng mami" ucap Evan, Julio, dan Drew kompak sambil memegang dada mereka masing-masing.
"Pada lebay ya gue mending balik kekamar lagi" ucap Iliana langsung pergi.
"Ikut" Evan langsung menyusul Iliana.
Mona dan Dela saling pandang lalu ikut pergi, Julio dan Drew langsung menyusul.
"Jomblo bisa apa sih" ucap Andre pergi keluar.
"Gak mau jadi obat nyamuk mending ikut pergi juga" ucap Fadil langsung berdiri.
"Ikut" ucap Reno, mereka berdua lalu pergi dari ruang tengah, tersisa Hermione dan Dimas disana.
"Perhatian banget sih" ucap Dimas masih menutup matanya.
"Ohh jadi udah bangun nih" ucap Hermione. Dimas melepaskan pelukannya lalu pindah menjadi posisi duduk.
"Udah cuman masih mau peluk kamu aja tadi sambil denger percakapan kalian" ucap Dimas memeluk Hermione dari samping.
"Nyaman" batin Hermione.
"Ihh kirain masih tidur" ucap Hermione.
"Hehehe" Dimas hanya cengengesan.
"Ra" panggil Dimas.
"Hmm"
"Ra"
"Hmm"
"Dara"
"Iya Dimas" jawab Hermione, Dimas melepaskan pelukannya lalu melihat Hermione.
"I love you" ucap Dimas, Hermione terdiam menatap mata Dimas, dia merasakan seperti ada aura manusia yang memperhatikan mereka dari jauh.
"I love you too" balas Hermione tersenyum manis, Dimas ikut tersenyum lalu dia memeluk Hermione lagi dan pelukannya dibalas oleh Hermione.
Deg... Seketika jantung Reno yang mendengar itu berhenti berdetak, sepersekian detik kemudian jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. Ariel yang baru selesai memberitahu petugas bersama Dani dan Sani tak sengaja mendengar saat Dimas mengucapkan kalimat tersebut dan dibalas juga oleh Hermione.
Ariel dkk saling pandang, mereka lalu berjalan kearah kamar, Dani dan Sani cuek tentang itu tapi beda dengan Ariel, dia seperti tak punya semangat hidup lagi sama seperti Reno.
"Kenapa setelah gue bilang itu perasaan gue jadi lega, apa memang gue cinta sama Dimas" batin Hermione.
"Hermione Darahera Andromeda Phoenix jangan sampe lo cinta sama manusia bisa bahaya buat manusia yang lo cintai, jangan aneh deh lo udah punya suami dineraka" batin Hermione.
__ADS_1
Bersambung...