RATU IBLIS

RATU IBLIS
29


__ADS_3

Dimas bangun dari tidurnya, dia meraba-raba tempat yang Hermione tidurkan malam tadi. Dia langsung membuka matanya karena tak merasakan Hermione berada disampingnya.


"Hera mana?" Dimas melihat sekeliling, matanya tertuju pada kertas dimeja. Dia langsung mengambil kertasnya dan membaca.


"Untuk Dimas Aldiansyah aku dipanggil oleh tuanku karena ada masalah dineraka, maaf aku harus pergi tanpa memberitahumu secara langsung, dari istri gaibmu Hera" Dimas membaca suratnya.


"Dia sudah pergi ternyata" ucap Dimas menyimpan suratnya.


.......


Bram terbangun saat cahaya matahari masuk kedalam kamar dari sela-sela jendela. Dia melihat sekeliling ternyata orang yang dia cari sudah tak ada.


"Kenapa malam tadi aku seperti dikendalikan orang, aneh" ucap Bram.


"Tubuhnya sangat nikmat aku harus bisa memilikinya" ucap Bram tersenyum miring.


.......


Reno sudah bersiap-siap pergi kesekolah.


"Sepi dan bosan kalau gak ada bang Dimas dirumah" ucap Reno mengedarkan pandangannya sekeliling rumah.


"Udah lama aku gak liat kak Dara dia kemana ya" ucap Reno.


"Mungkin lagi sibuk kuliah" ucap Reno lalu berjalan keluar rumah.


Dimas membereskan pakaiannya karena hari ini dia akan pulang. Restoran sudah mulai kembali banyak pelanggan jadi dia memutuskan untuk pulang karena dia juga harus kuliah.


Dimas pergi kebandara, dia sudah memesan tiket lewat online.


.......


Hermione berada dineraka, dia sedang melawan Drew. Ntah apa yang mereka permasalahkan sampai selalu berantem seperti itu.


"Drew kenapa kau sangat benci padaku?" tanya Hermione disela-sela pertarungannya.


"Karena kau orang yang aku cinta mati" jawab Drew.


"Dia wanita munafik selalu memainkan hati pria tak pantas kau cintai dia berpura-pura sok polos padahal aslinya licik" ucap Hermione masih memberikan serangan kepada Drew.


"Aku tak peduli" ucap Drew.


"Dia sudah mati dan masuk kedalam neraka jadi kau bisa menemuinya, kenapa kau masih saja memusuhiku" ucap Hermione.


"Dia tak berada dilapisanku, dan dia masuk neraka juga selalu disiksa tak seperti kita" ucap Drew masih menyerang Hermione.


"Karena dia pantas disiksa" ucap Hermione.


"Akhhh dasar ratu iblis" ucap Drew langsung menyerang Hermione bertubi-tubi.


.......


Dimas sudah sampai, dia langsung memesan taxi supaya bisa sampai kerumahnya.


Saat Dimas sampai dirumah, keadaan sepi karena Reno masih berada disekolah. Dimas masuk kedalam rumah lalu masuk kedalam kamar dan langsung merebahkan dirinya diranjang karena tubuhnya sangat lelah.


Skip....


Reno pulang, dia masuk kedalam rumah. Saat ingin membuka pintu kamar dia mendengar suara benda jatuh didapur. Dia berjalan pelan kearah dapur.

__ADS_1


"Abang" ucap Reno melihat orang yang ada didapur.


"Eh No udah pulang?" ucap Dimas.


"Yaiyalah makanya aku ada disini, abang kok udah pulang gimana masalahnya udah selesai?" tanya Reno.


"Udah No" jawab Dimas.


"Bagus deh, kalau gitu Reno kekamar dulu" ucap Reno.


"Iya" jawab Dimas. Reno pergi dari dapur.


Didalam kamar Reno termenung memikirkan tentang Hermione.


"Kak Dara kemana ya? Dia gak pernah ngantar Andre lagi apa terjadi sesuatu dengan kak Dara" ucap Reno pelan.


"Padahal aku kangen banget sama kak Dara" ucap Reno.


"Lebih baik aku mandi dulu deh" ucap Reno lalu berjalan kearah kamar mandi.


.......


"Cari alamat rumah tunangan Dimas" ucap Bram kepada anak buahnya.


"Baik tuan" ucap anak buahnya lalu pergi.


"Hera kau akan jadi milikku" ucap Bram.


Malam harinya....


"Rumah nona Hera aja dijalan xxx tuan, tapi saat ini dia sedang keluar negeri" ucap anak buahnya.


"Kalian boleh pergi, jika Hera sudah pulang kerumahnya bilang padaku" ucap Bram.


"Baik tuan" ucap anak buahnya lalu pergi.


"Yaiyalah kan udah direncanain" ucap Andre yang memantau sedari tadi. Dia langsung pergi dari sana.


***


Besok harinya Dimas pergi kekampus.


"Yoga mana ya kok gak ada masa dia belum datang" ucap Dimas melihat kursi Yoga yang kosong.


"Kalian liat Yoga gak?" tanya Dimas kepada mahasiswa yang ada didalam kelas.


"Lo belum denger kabar kalau Yoga udah meninggal" ucap salah satu mahasiswa.


"Hah jangan bercanda" ucap Dimas.


"Gak bercanda Mas itu beneran" ucap mahasiswa tadi.


"Terus dua dimakamkan dimana?" tanya Dimas.


"Didesa tempat dia lahir" jawab mahasiswa itu.


"Ohh makasih" ucap Dimas langsung pergi.


"Ini beneran gak sih" ucap Dimas pelan.

__ADS_1


"Hera"


"Hera"


"Hera" batin Dimas memanggil nama Hermione terus tapi tak ada jawaban dari Hermione.


"Dia kemana lagi apa masalahnya belum selesai" ucap Dimas.


Tiba-tiba ponselnya berdering. Dimas langsung mengangkatnya.


"Halo No ada apa?" ucap Dimas saat teleponnya sudah terhubung.


"Maaf ini Andre adiknya kak Dara" ucap penelpon disebrang sana yang ternyata Andre.


"Kok kamu nelpon pakai hp Reno, ada apa?" tanya Dimas.


"Reno kecelakaan" ucap Andre.


"Apa sekarang kalian dimana?" tanya Dimas.


"Rumah sakit xxx" jawab Andre.


"Ok aku akan kesana" ucap Dimas langsung mematikan telponnya dan berjalan tergesa-gesa.


Dimas langsung masuk kedalam mobil, lalu meninggalkan kampusnya.


"Coba tadi Reno bareng pasti gak bakal kecelakaan" ucap Dimas didalam mobil.


Sebelumnya...


Reno memilih untuk kesekolah menggunakan taxi, selama diperjalanan menuju sekolah tak ada pembicaraan sama sekali dengan supir taksinya.


Lampu tiba-tiba berubah manjadi merah, taxi yang digunakan Reno menggunakan kecepatan sedang tapi ingin mengerem mobilnya sama sekali tak berhenti.


Dari arah samping ada mobil yang melaju ingin melewati jalan, karena mobil taxi yang digunakan Reno tak berhenti digaris untuk berhenti, mobil-mobil yang ingin melewati jalan itu langsung menabrak taxi yang digunakan Reno.


Kecelakaan pun tak bisa dihindari, mobil taxi yang digunakan Reno berguling-guling dan berhenti saat menabrak pohon.


Tubuh Reno keluar dari mobil dengan darah yang mengalir dia masih setengah sadar, sopir taxinya masih didalam mobil kepalanya membentur stir membuat dia pingsan.


Andre yang melihat kejadian itu langsung menolong dibantu juga oleh warga yang lain.


"Pak tolong bantu bawa tubuh temen saya kemobil saya" ucap Andre, warga membantu membawa tubuh Reno kedalam mobil Andre, setelah itu warga membantu supir taxinya.


Andre melakukan mobilnya meninggalkan tempat kejadian yang mulai ramai.


"Hp lo mana?" tanya Andre.


"A ada di tas" jawab Reno lemah.


"Ok nanti gue bakal telpon abang lo, lo bertahan jangan nutup mata dulu bentar lagi sampai" ucap Andre melajukan mobilnya.


"Kak Dara lagi berantem lagi aduh" ucap Andre pelan tapi masih bisa didengar Reno. Andre menyetir sambil mencoba menelpon Hermione.


"Sialan emang tu orang kalau lagi dibutuhin dianya pasti sibuk, mending sibuknya ngurusin kerjaan atau tugas kuliah ini sibuknya berantem" Andre kesal dengan kakaknya itu yang dari kemarin masih belum selesai bertarung dengan Drew. 1 jam didunia gaib berarti 1 hari didunia manusia.


Andre dan Reno sampai dirumah sakit, Andre langsung membawa Reno kedalam dibantu perawat disana, saat Reno sudah masuk kedalam ruangan Andre lalu menelpon Dimas.


Setelah selesai menelpon Dimas dia memanggil nama Hermione dan memberitahu tentang Reno lewat batin.

__ADS_1


"Semoga kakak denger" ucap Andre.


Bersambung...


__ADS_2