
Xiao Ziya saat ini sudah hampir sampai di istana kekaisaran, namun gadis itu menghentikan langkahnya sejenak karna merasakan aura membunuh yang sangat kuat ada di dekatnya. Gadis itu melihat kesekeliling untuk mencari tau dari mana aura membunuh itu berasal. Xiao Ziya mendapati seorang wanita bercadar yang ada di sebuah kedai sedang menatap ke arah istana penuh dengan kemarahan.
"Siapa gadis itu dan apa yang ingin ia lakukan." gumang Xiao Ziya yang tak mengerti, gadis yang ada di kedai itu memiliki dendam pada siapa.
Apakah gadis itu adalah anggota keluarga Yin yang tersisa? atau sesorang yang ada hubungannya dengan mereka. Yang pasti Xiao Ziya harus sangat berhati hati agar suatu hal yang buruk tak terjadi pada keluarganya.
"Sebaiknya aku pergi ke istana sekarang, entah apa yang sedang dilakukan kaisar baru itu." ucap Xiao Ziya yang lebih khawatir dengan apa yang sedang dilakukan kakak laki lakinya.
Saat ini Xiao Yan, Xiao Xun dan anggota istana kekaisaran lainnya sedang menyambut tamu mereka, yaitu orang orang dari Kerajaan Xingmen. Xiao Yan menjamu mereka dengan sangat baik namun entah mengapa hatinya sedikit merasa gelisah.
"Kaisar Yan, sebagai kaisar baru di wilayah Qiyu apa yang akan anda lakukan kedepannya." ucap Zinyi yang merupakan perdana mentri dari Kerajaan Xingmen.
"Untuk kedepannya saya akan fokus tentang bagaimana menjaga keamanan wilayah Qiyu, karna akhir akhir ini banyak laporan tentang penyerangan bintang buas." ucap Xiao Yan yang mengutarakan pendapatnya sebagai seorang kaisar.
"Apakah tak ada ahli bela diri yang dapat mengatasinya." tanya Pangeran Xi Zexu, ia adalah pangeran pertama dan juga putra mahkota dari Kerajaan Xingmen.
Sebenarnya kunjungan orang orang dari Kerajaan Xingmen ini cukup mendadak dan tak terduga. Mereka datang dengan rombongan besar dan banyak orang orang penting yang ikut serta. Sampai saat ini Xiao Yan belum bisa menebak apa tujuan kedatangan mereka sebenarnya. Xiao Yan sedikit merasa bersalah karna tak menjemput Xiao Ziya, bagaimanapun gadis itu jauh lebih peka dan lebih pintar dari dirinya.
"Kami bisa membantumu mengatasi masalah ini." ucap Xi Minho yang merupakan pangeran kedua dari kerajaan Xingmen.
"Saya sudah meminta bantuan pada akademi, mereka akan melakukan yang terbaik." ucap Xiao Yan yang percaya bahwa murid murid Akademi Kekaisaran mampu menangani masalah itu.
Bagaimanapun murid murid Akademi Kekaisaran yang sudah ada di tingkat murid dalam mempunyai kemampuan yang mumpuni dan mereka sudah menjalankan berbagai macam misi yang tentu saja tak mudah untuk dilakukan.
"Jika Kekaisaran Qiyu memerlukan bantuan kami, kami siap membantu." ucap Jenderal Ningxu yang berasal dari kerajaan Xingmen
__ADS_1
Setelah jamuan makan siang selesai, Xiao Yan dan Xiao Xun mengantar tamu tamu kehormatan mereka ke kamarnya masing masing.
Sedangkan saat ini Xiao Ziya sedang dihadang oleh gadis bercadar yang ia lihat di kedai tadi. Namun kali ini tatapan gadis itu sungguh menyedihkan, terlihat pancarsn kesedihan di balik tatapannya.
"Mengapa kau menghadangku." ucap Xiao Ziya dengan raut wajahnya yang serius, gadis itu tak pernah menurunkan kewaspadaannya karna siapapun beresiko menjadi musuhnya.
"Maaf atas kelancangan saya, saya Yume dari wilayah Kerajaan Xingmen." ucap gadis itu yang memperkenalkan dirinya pada Xiao Ziya.
"Apakah aku membuat masalah denganmu?." tanya Xiao Ziya yang ingin tahu maksud dari gadis itu.
"Saya tau saat ini pangeran bejad dari kerajaan Xingmen sedang ada di istana kekaisaran, orang orang Xingmen itu bukan orang baik." ucap gadis itu penuh dengan kemarahan.
Xiao Ziya mengerti sekarang, bahwa gadis yang ada di hadapannya ini hanya ingin mengingatkannya agar lebih berhati hati dengan orang orang Xingmen yang sedang berada di istana kekaisaran.
"Apa yang mereka lakukan padamu ?." tanya Xiao Ziya, yang tau bahwa gadis itu sedang memendam kemarahan yang begitu besar pada orang yang ia sebut dengan pangeran brengsek itu.
Namun sekejam apapun Xiao Ziya, ia tak akan melakukan hal itu pada orang yang tak mengusik kehidupannya.
"Apa kau ingin membalas dendam?." tanya Xiao Ziya dengan sebuah senyum penuh arti, sepertinya gadis itu sudah memiliki sebuah rencana untuk membuka kedok orang orang dari kerajaan Xingmen itu.
"Iya aku ingin membalas mereka namun kekuatanku tak cukup untuk melakukannya." ucap Yume dengan wajah pasrahnya, sebenarnya gadis itu memiliki tekad yang kuat, jika tidak tubuhnya tak akan penuh luka hanya untuk melewati perbatasan Kekaisaran Qiyu yang sedang mendapat serangan dari binatang buas.
"Jika begitu ikutlah denganku dan balaskan dendammu." ucap Xiao Ziya yang menarik tangan Yume untuk ikut bersama dirinya.
Saat ini Xiao Ziya sedang berada di depan gerbang istana kekaisaran. Para penjaga gerbang membungkuk dengan hormat dan membukakan gerbang agar Xiao Ziya dan gadis yang ada di sampingnya bisa masuk.
__ADS_1
"Hormat pada nona besar, selamat datang kembali ke istana." ucap semua penjaga gerbang dengan serentak.
Xiao Ziya menghampiri seorang penjaga gerbang yang sudah ia kenal lama, ia membisikkan sesuatu pada penjaga gerbang itu kemudian Xiao Ziya memberikan sekantung kecil yang berisi koin emas.
"Lakukan dengan baik, ini bukan hanya untukku saja namun untuk kita semua." ucap Xiao Ziya yang sepertinya memberitaukan sebuah hal yang penting pada penjaga gerbang itu.
"Baik saya akan melaksanakan tugas dari nona." ucap penjaga itu dengan sungguh sungguh.
Setelah itu Xiao Ziya mengajak Yume untuk melangkah masuk ke halaman istana kekaisaran. Namun ada sesuatu yang membuatnya menjadi kesal. Terlihat seorang gadis dengan seenaknya menginjak injak bunga mawar yang ia tanam di halaman, selain itu gadis tersebut juga merusak beberapa tanaman kesayangan Xiao Ziya.
"Kau lurus saja masuk ke jendela nomer 7 itu kamarku." ucap Xiao Ziya yang meminta Yume untuk pergi terlebih dahulu.
Tanpa banyak bertanya mengapa ia harus masuk lewat jendela, gadis itu melakukan apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya. Sedangkan Xiao Ziya menghampiri gadis yang sudah merusak taman kecilnya yang indah.
"Pergi kau dari sini." triak Xiao Ziya dengan nada yang penuh dengan amarah.
Tanaman yang gadis itu rusak adalah tanaman tanaman langka yang ia miliki, walau sebagian ada di dalam cincin semesranya dan tumbuh subur di sana tetap saja Xiao Ziya tak suka bila ada orang yang mengacau baranh barang miliknya.
Dengan segera gadis itu melihat ke arah Xiao Ziya dan menatap dengan remeh. Gadis itu tetap merusak tanaman milik Ziya dan menghiraukan kata kata Ziya tadi.
Dengan kesal Xiao Ziya melempar sebuah belati, belati itu berhasil menggores lengan gadis itu.
"Penjaga mengapa kalian diam saja melihat putri ini dilukai seperti itu." ucap Putri Xi Minju, putri termuda dari Kerajaan Xingmen. Saat ini Putri Xi Minju berusia empat belas tahun namun ia sangat manja.
**Hai hai semua aku update lagi nih, gimana gimana seneng ga kalian. Maaf ya kalau typoku masih banyak maklum ya hehehe.
__ADS_1
Jangan lupa vote yang banyak, like like, komen, rate bintang lima**.