RATU IBLIS

RATU IBLIS
Balasan Untuk Jenderal


__ADS_3

Xiao Ziya merasa bahwa jimat kuno yang ada di kediaman Jenderal Naga Binling bukanlah hanya satu buah, setidaknya masih ada lima jimat kuno lagi yang masih mereka sembunyikan.


"Katakan pada saya dimana jimat kuno yang lain." ucap Xiao Ziya yang menatap tajam kearah Jenderal Binling Xi dan juga keluarganya yang lain.


"Hei bocah kecil apa yang sedang kau tuduhkan pada kami, jika kau tak tau apa apa jangan asa menuduh saja." ucap Jenderal Binling Xi yang tetap mengelak dari tuduhan Xiao Ziya.


"Oh jadi kalian merasa tak bersalah atas apa yang kalian lakukan? baiklah saya akan mencarinya sendiri." ucap Xiao Ziya yang tak ingin membuang buang waktu dengan bertanya pada orang orang tak tau diri itu.


Akhirnya Xiao Ziya menyusuri setiap sudut dari kediaman Jenderal Naga Binling untuk mencari keberadaan jimat kuno yang mereka pasang. Benar saja saat melewati sebuah kamar, Xiao Ziya merasakan sebuah aura jahat yang sangat familiar baginya, aura itu sama dengan aura jimat kuno yang sedang ia pegang.


Xiao Ziya masuk kedalam kamar itu dan menemukan sebuah jimat kuno yang berisi penggalan tulisan. Setelah menyusuri seluruh kediaman Jenderal Naga Binling, Xiao Ziya menemukan empat jimat kuno.


"Dimana mereka menyembunyikan jimat kuno yang terakhir." ucap Xiao Ziya yang mencoba mencari ke gerbang masuk kediaman Jenderal Naga Binling karna ia juga merasakan aura aneh di sana. Saat sampai di gerbang masuk ada dua prajurit yang menatap Xiao Ziya dengan tajam mata mereka mulai memerah sepertinya kedua prajurit itu dipengaruhi oleh sesuatu yang jahat.


"Pergilah jika tak ingin kami habisi." ucap kedua prajurit penjaga gerbang yang mencoba untuk mengusir Xiao Ziya.


"Kalian saja yang pergi." ucap Xiao Ziya yang tak ingin pergi meninggalkan tempat itu. Kedua prajurit itu saling menagap satu sama lain kemudian mereka menyerang Xiao Ziya dengan berutal. Xiao Ziya menghindari setiap serangan yang dilayangkan kedua prajurit itu.


"Penjara es terbentuklah." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan salah satu jurus baru yang ia pelajari beberapa waktu lalu. Sebuah penjara es terbentuk dan mengurung kedua prajurit itu.


"Aaaa lepaskan kami." triak kedua prajurit yang sepertinya sudah kehilangan akal sehat mereka.


Tak ingin membuang buang waktu Xiao Ziya langsung menghancurkan gerbang besi yang menjadi gerbang utama saat akan masuk ke Kediaman Keluarga Jenderal Naga Biling. Benar saja di dalam pagar besi itu tertanam salah satu jimat kuno. Setelah semua jimat terkumpul Xiao Ziya menghampiri Raja Yuelin yang masih menunggunya di halaman depan.


"Saya menemukan semua jimat kuno ini di kediaman anda, apa penjelasan anda mengenai jimat kuno ini." ucap Xiao Ziya yang menanyai Jenderal Binling Xi, mendapati pertanyaan dari Xiao Ziya membuat sang jenderal merasa sangat gugup namun ia berusaha sebisa mungkin untuk tetap tenang.


"Saya memasang jimat jimat kuno itu tentu saja untuk melindungi kediaman saya." ucap Jenderal Binling Xi yang masih saja berkelit dan tak ingin mengakui bahwa ialah yang bersalah atas jatuh sakitnya Permaisuri Yiyue.


"Mari kita buktikan siapa yang harus bertanggung jawab atas jatuh sakitnya permaisuri." ucap Xiao Ziya yang tak ingin menanyai mereka lagi karna percuma saja tak akan ada penjahat yang akan menyerahkan diri mereka sendiri untuk masuk kepenjara.

__ADS_1


Xiao Ziya membentuk sebuah pola sihir kuno dan ia menuliskan mantra mantra yang ada di dalam jimat kuno itu. Setelah selesai menyiapkan semuanya akhirnya Xiao Ziya berdiri di atas pola sihir itu dan membaca sebuah mantra.


"Siapapun yang bersalah dialah yang akan menuai akibatnya." itulah kata kata terakhir yang Xiao Ziya ucapkan. Tiba tiba saja keenam jimat kuno yang Xiao Ziya temukan itu melayang ke udara kemudian masuk kedalam tubuh Jenderal Binling Xi, Nyonya Mungi, Nazi, dan Ruqi. Keempat anggota keluarga jenderal itu berteriak kesakitan artinya merekalah yang bertanggung jawab atas jatuh sakitnya permaisuri Yiyue.


"Jadi benar kalian yang membuat istriku seperti ini." ucap Raja Yuelin yang sangat tak percaya bahwa jenderal kepercayaanya tega melakukan hal seperti itu pada sang istri yang sangat ia cintai.


"Gadis sialan cepat hentikan semua ini." triak Jenderal Binling Xi yang merasa sangat kesakitan, ia sudah tak tahan dengan rasa sakit yang dirasakan.


"Papa ini sangat sakit pa." triak Nazi putri tertua dari Jenderal Binling Xi yang sudah tak tahan dengan rasa sakit yang dirasakan sehingga ia jatuh pingsan.


Xiao Ziya tersenyum puas ketika melihat anggota keluarga Jenderal Binling Xi kesakitan, mereka memang harus membayar apa yang telah mereka lakukan.


"Nikmati saja penderitaan kalian." ucap Xiao Ziya yang mengajak Raja Yuelin untuk kembali ke istana Kerajaan Naga Emas untuk memastikan kondisi sang permaisuri.


Saat sampai di istana Kerajaan Naga Emas Xiao Ziya dan Raja Yuelin segera berlari ke arah kamar permaisuri. Dapat mereka berdua lihat bahwa kondisi permaisuri sudah jauh lebih baik, disamping ranjang permaisuri Yiyue terdapat dua orang jasad pria yang menggunakan pakaian serba hitam dengan sebuah belati di tangan masing masing pria.


"Mereka telah menyiapkannya dengan matang, namun sayang mereka harus berurusan denganku." ucap Xiao Ziya yang sudah dapat menebak apa yang akan terjadi seandainya ia tak memasang kubah pelindung pada tempat tidur permaisuri Yiyue.


"Baiklah trimakasih atas bantuan junjungan." ucap Raja Yuelin yang merasa sangat beruntung memiliki junjungan muda yang baik hati seperti Xiao Ziya.


Namun sebelum kembali ke alam sadarnya Xiao Ziya kembali pergi menuju Kediaman Jenderal Naga Binling. Ia menagap kediaman jenderal itu dengan tatapan tajam.


"Terbakarlah." ucap Xiao Ziya, seketika kediaman Jenderal Naga Binling terbakar dengan api yang sangar besar. Orang orang yang tinggal di sekitar sana hanya bisa terdiam dan menyaksikan kediaman jenderal itu dilahap habis oleh api aneh berwarna hitam.


Saat ini Xiao Ziya sudah kembali ke alam sadarnya, gadis itu membuka mata dan mulai meregangkan tubuhnya yang terasa sedikit kaku.


"Sebaiknya aku pergi ke kota kecilku untuk melihat perkembangan mereka." ucap Xiao Ziya yang sudah tak sabar saat pasukan khususnya terbentuk dengan sempurna dan ia bisa segera pergi ke dunia atas.


Saat Xiao Ziya keluar dari kamar terlihat Xiao Yan dan Pangeran Kegelapan yang sedang menunggunya di luar kamar, Xiao Ziya menatap kedua pemuda itu secara bergantian. Apa yang mereka berdua inginkan.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan di depan kamarku?." tanya Xiao Ziya yang ingin tau.


"Kami berdua ingin ikut denganmu pergi ke benteng itu." ucap Xiao Yan yang ingin memastikan apa yang ada di balik benteng yang sangat tinggi dan dilapisi sihir pelindung tingkat tinggi itu.


"Bolehkah kami berdua ikut denganmu." ucap Pangeran Kegelapan yang juga merasa penasaran.


Xiao Ziya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, ia mengizinkan kedua kakak laki lakinya itu untuk ikut bersamanya daripada mereka berdua mati penasaran dengan kota kecil yang ia mikiki di balik benteng tinggi itu.


Ketiganya pergi menuju hutan di dekat perbatasan Wilayah Kekaisaran Qiyu. Setelah sampai di depan benteng gerbang masuk terbuka secara otomatis karna merasakan aura familiar dari Xiao Ziya. Berbedq dari yang dibayangkan oleh Xiao Yan dan Pangeran Kegelapan, ternyata di balik benteng yang menjulang tinggi itu ada sebuah kota kecil yang sangat rapi dan indah. Selain itu ada puluhan ribu pria dan pemuda yang sedang berlatih beladiri.


"Apa semua ini?." tanya Xiao Yan yang masih bingung dengan apa yang sedang dibuat oleh adik perempuannya itu.


"Ini kota kecil milikku gege, dan mereka semua adalah pria dan pemuda yang akan menjadi pasukan khususku. Sebelum aku pergi ke dunia atas tentunya aku harua menyiapkan semuanya dengan matang." ucap Xiao Ziya yang tak ingin merahasiakan apapun mengenai rencananya sebelum pergi ke dunia atas.


Xiao Yan dan Pangeran Kegelapan menatap Xiao Ziya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Sebelum meninggalkan dunia bawah gadis itu sudah menyiapkan semuanya ia tak ingin orang orang yang ia sayang terluka sehingga ia menyiapkan pasukan khusus yang akan menjaga mereka. Bukankah gadis itu sangat peduli dengan orang orang disekitarnya.


"Ya adik perempuan gege tak pernah berubah." ucap Xiao Yan yang sangat senang karna adiknya itu begitu peduli padanya dan juga yang lain.


Setelah itu Xiao Ziya mengajak kedua kakak laki lakinya itu untuk berjalan jalan di kota kecil yang ia miliki. Sebenarnya kota kecil milik Xiao Ziya sangatlah luas, namun ia menyebutnya dengan kota kecil.


"Darimana kau mendapatkan pengikut sebanyak ini?." tanya Xiao Yan yang merasa sangat asing dengan wajah wajah para pria dan pemuda yang sedang berlatih itu.


"Saya membeli mereka semua dari pasar gelap, tadinya mereka hanyalah seorang budak yang nyawanya dianggap tak penting dan diperlakukan dengan tak adil. Namun saya ingin membuat sebuah perubahan dimana nyawa mereka adalah milik mereka sendiri dan saya akan memenuhi kebutuhan mereka semua jika mereka bersedia menjadi pengikut saya." ucap Xiao Ziya yang lebih nyaman menggunakan bahasa yang formal ketika membahas sesuatu yang penting.


"Ternyata adikku ini sangat baik." ucap Pangeran Kegelapan yang mencubit hidung Xiao Ziya dengan gemas.


Xiao Ziya hanya memanyunkan bibirnya saat ia merasa hidungnya sudah memerah saat ini. Xiao Yan dan Pangeran Kegelapan tertawa saat melihat ekspersi dari Xiao Ziya yang sangat lucu itu.


"Baiklah kami akan kembali ke istana terlebih dahulu, tenang saja kami berdua akan merahasiakan ini semua." ucap Xiao Yan yang tau bahwa adiknya itu tak ingin diusik untuk saat ini. Jika banyak orang yang tau mengenai pasukan khusus yang sedang dibentuk oleh Xiao Ziya maka mereka akan menanyakan banyak hal yang membuat gadis itu akan merasa kesal. Dan hal yang paling di hindari oleh Xiao Ziya adalah jika tiba tiba banyak rakyat biasa yang ingin mendaftar menjadi pasukan khususnya.

__ADS_1


Hai hai semua aku update lagi, jangan lupa ow aku yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun ya guys, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share, tips.


__ADS_2