
Yie Laingfu mengawasi pria mencurigakan itu, tak beberapa lama setelahnya pria tersebut pergi dari kedai. Dengan cepat Yie Laingfu membayar semua pasanannya dan mengikuti pria itu secara diam diam, entah mengapa sang pria terus berjalan menuju sebuah lembah yang cukup jauh dari Kerajaan Bulan. Mungkinkah adik laki laki dari keponakannya sedang berada di lembah itu bersama Putri Jifana.
"Ternyata ada sebuah rumah tua di dalam lembah itu, mengapa saya tak pernah mendengar tentang hal ini?." ucap Yie Laingfu dengan rasa penasaran tinggi, pria yang ia ikuti masuk kedalam rumah tua itu dengan gelagat yang sangat mencurigakan.
Yie Laingfu memberanikan diri untuk mengetuk pintu rumah tua itu, ini adalah pilihan terbaik yang ia buat jika prediksinya benar maka tugasnya akan selesai dengan cepat namun jika salah Yie Laingfu harus menghabisi pria itu bagaimanapun caranya. Keberadaan Xiao Ziya di Dunia Manusia Abadi belum diketahui oleh pihak luar, hanya anggota Klan Yuang Yie saja yang mengetahuinya.
Tok tok tok
Suara pintu rumah tua yang sedang di ketuk oleh Yie Laingfu, beberapa saat setelahnya pria yang ia ikuti muncul dan menatap dengan tatapan tak bersahabat.
"Anda mengikuti saya sampai ke sini tuan?." ucap pria itu dengan tatapan sinis, ia sudah berusaha agar tak memancing ketertarikan orang lain namun masih saja ada orang yang mengikutinya tanpa ia sadari.
Yie Laingfu diam beberapa saat, ia tak langsung menjawab pertanyaan dari pria tersebut. Dari kejauhan Yie Laingfu bisa merasakan bahwa ada orang lain di dalam rumah tua itu, mungkin sekitar lima orang.
"Mengapa anda hanya diam saja? jika tak memiliki keperluan dengan saya silahkan anda pulang." ucap pria itu dengan tegas bagaimanapun ia akan menjalankan tugas dari sang putri dengan baik.
"Putri Jifana ada di sini, bisakah saya bertemu dengannya?." tanya Yie Laingfu dengan santai, ia perlu membawa adik laki laki dari keponakannya pulang dengan selamat.
"Siapa yang menyuruhmu? apakah Yang Mulia Raja Anling Zee?." tanya pria itu lagi, tentu perasaanya sangat cemas jika utusan raja sampai menemukan keberadaan mereka.
"Ah saya lupa memperkenalkan diri, saya Yie Laingfu dari Klan Yuang Yie datang untuk menjalankan tugas yang diberikan oleh keponakan saya Xiao Ziya." ucap Yie Laingfu dengan jujur tanpa menutupi apapun, semua ini dilakukan demi keselamatan putra pertamanya.
Di dalam rumah tua itu Putri Jifana dan Zoe sedang bermain dan di jaga oleh beberapa prajurit yang ikut bersama dengan mereka, sudah sejak lama terjadi perpecahan di dalam Istana Kerajaan Bulan, ada beberapa orang yang berpihak pada Putra Mahkota dan ada yang berpihak pada Putri Jifana. Putra Mahkota Yozan Zee memiliki kebiasaan buruk seperti sang ayah, ia bermain dengan banyak gadis dan menimbulkan masalah di mana mana meskipun begitu raja dan ratu selalu memanjakan putra mereka. Di sisi lain Putri Jifana dikenal sebagai putri baik yang dengan senang hati menolong para pelayan ataupun prajurit yang mengalami kesulitan.
"Ziya jiejie?." ucap Xiao Zoe yang langsung berhenti dan berlari ke pintu depan saat mendengar seseorang menyebut nama kakak perempuannya.
Putri Jifana panik, sang putri berlari mengejar anak laki laki itu ia takut jika yang datang adalah utusan dari ayahnya. Setelah sampai di pintu depan terlihat seorang pria yang asing bagi mereka berdua, di lihat dari wajah pria itu mungkin ia bukan orang jahat.
"Tuan mengatakan tentang Ziya jiejie?." ucap Xiao Zoe dengan antusias tinggi, ia tak sabar bertemu dengan kakak perempuannya itu.
"Saat ini kakak mu berada di Klan Yuang Yie dia aman di sana, saya datang atas perintahnya." ucap Yie Laingfu ia melihat ke arah Zoe dengan senang.
"Kami akan ikut dengan anda, bagaimanapun keselamatan anak laki laki ini tanggung jawab saya." ucap Putri Jifana yang tak bisa membiarkan Zoe pergi sendiri dengan orang asing.
"Baiklah kalian semua bisa ikut dengan saya ke Klan Yuang Yie, sebaiknya kita pergi sekarang karna saya merasakan kedatangan beberapa orang ke arah sini." ucap Yie Laingfu, ia khawatir jika orang orang dari Raja Anling Zee berhasil menyusul ke tempat itu.
Akhirnya Putri Jifana menyetujui saran yang diberikan oleh Yie Laingfu, mereka semua pergi dari rumah tua itu menuju Klan Yuang Yie. Jalan yang mereka tempuh mungkin jauh lebih sulit semua itu dilakukan untuk mempersingkat waktu, tak ada yang tau kapan orang orang itu datang dan sebelum hal buruk terjadi mereka semua harus sudah sampai di wilayah kekuasaan Klan Yuang Yie.
"Kapan Ziya jiejie datang?." tanya Zoe yang berada dalam gendongan Yie Laingfu.
"Kakak anda datang sore tadi, ia sangat khawatir dengan keselamatan anda." ucap Yie Laingfu.
"Mengapa bukan gadis itu yang datang sendiri untuk menyelamatkan adiknya?." tanya Putri Jifana, ia bingung mengapa gadis bernama Xiao Ziya lebih mempercayakan keselamatan adiknya pada pria itu.
"Tadinya gadis itu hanya meminta saya untuk mencari informasi tentang keberadaaan adiknya, namun saya mendapat titik lokasi dimana kalian berada karna pria itu." ucap Yie Laingfu sembari menunjuk salah seorang prajurit yang berjalan di belakang mereka.
"Maaf tuan putri karna saya kurang berhati hati." ucap prajurit itu dengan perasaan bersalah.
__ADS_1
Di lain sisi saat ini Xiao Ziya baru selesai membersihkan dirinya, gadis itu tak bisa tidur dengan nyenyak karna terus memikirkan keselamatan Zoe. Xiao Ziya keluar dari kamar dan pergi ke ruang pengobatan untuk melihat kondisi anak dari pamannya, di ruang kesehatan tak ada siapapun mengapa kedua adik pemuda ini sangat tak berbakti.
"Selamat malam." ucap Xiao Ziya, gadis itu mengapa Yie Junghwa yang sedang berpura pura tertidur.
Yie Junghwa masih takut jika harus bertemu dengan Xiao Ziya lagi, baru kali ini ia melihat seorang gadis yang sangat kuat dan memiliki aura intimidasi yang kuat. Pemuda itu cemas jika kedatangan Xiao Ziya ke ruang kesehatan hanya untuk menghabisi nyawanya di tambah tak ada siapapun di sana. Yie Junghwa sangat berharap sang ayah datang untuk menyelamatkan nyawanya, ia tak akan melakukan kebodohan yang sama seperti tadi.
"Mengapa kau masih berpura pura tertidur? saya datang hanya untuk menjenguk mu." ucap Xiao Ziya dengan suara tawa lirihnya, ia tak menyangka pemuda itu masih takut padanya.
Yie Junghwa memberanikan diri untuk membuka mata dan melihat ke arah adik sepupunya itu, gadis itu tampak berbeda dari sebelumnya tak ada aura kematian yang memancar dari tubuh Xiao Ziya.
"Senang bertemu denganmu lagi Junghwa Gege." ucap Xiao Ziya, gadis itu mengambil sebuah kursi kayu yang ada di pojok ruangan lalu meletakkannya tepat di samping tempat tidur Yie Junghwa. Xiao Ziya duduk di kursi itu dan menatap ke arah Yie Junghwa dengan tatapan yang membingungkan.
"Mengapa kau melihatku seperti itu?." tanya Yie Junghwa dengan perasaan was was.
"Bukankah sebelum pertandingan dilangsungkan kau sangat membanggakan dirimu? mengapa kau kalah hanya dalam satu pukulan ringan saja." ucap Xiao Ziya dengan senyum meledek, ia rasa Yie Junghwa tak seburuk itu. Mungkin saja sikapnya yang kasar dan sombong hanya ia tunjukkan pada orang yang belum dikenal dengan baik.
"Aku tak tau jika kau memiliki kekuatan sebesar itu, jika aku tau dari awal mungkin aku akan berdiam diri di kamar dan menikmati hidup dengan baik." ucap Yie Junghwa dengan tatapan kesal, ia ingin duduk namun tubuhnya tak bisa digerakkan. Pemuda itu tak menyangka efek dari pukulan gadis yang ada di sampingnya semengerikan ini.
"Dantian mu hampir hancur, karna kekuatan fisik yang kau miliki sangat lemah." ucap Xiao Ziya yang terus menyindir pria itu hingga Yie Junghwa tak bisa berkata apa apa lagi.
Yie Junghwa terlahir sebagai wadah kekuatan sihir yang baik sehingga kekuatannya berkembang lebih cepat dari anak anak lain, karna hal itulah Yie Junghwa malas melatih kekuatan fisik.
"Dantian yang hancur sama seperti kematian." ucap Yie Junghwa dengan tatapan pasrah, untuk memulihkan dantian miliknya tentu membutuhkan bahan bahan bermutu tinggi yang sulit didapatkan.
"Ayahmu sedang membuat kesepakatan dengan saya, semua ia lakukan hanya untuk menyelamatkan pemuda bodoh sepertimu." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam, gadis itu ingin memberitahukan agar Yie Junghwa tak membuat ayahnya kecewa di masa depan.
"Ayah? dia melakukan banyak hal untuk anak tak berguna sepertiku." ucap Yie Junghwa dengan air mata yang membasahi wajahnya, ia tau sang ayah sangat menyayanginya dan kedua adiknya. Yie Junghwa sangat berharap sang ayah akan kembali dengan selamat karna ia tau kesepakatan yang di buat oleh adik sepupunya tak akan mudah.
Yie Junghwa menatap pil berwarna coklat tua dengan dua garis emas yang menghiasi pil itu, pemuda itu sedang kebingungan haruskan ia percaya pada gadis yang hampir saja merenggut nyawanya itu?. Dilain sisi Yie Junghwa tak ingin melewatkan kesempatan emas, dantiannya akan pulih total jika gadis itu tak membohonginya. Akhirnya Yie Junghwa meminum pil yang di berikan oleh Xiao Ziya, seluruh tubuhnya terasa sakit ia memuntahkan banyak darah berwarna hitam. Setelah itu Yie Junghwa merasakan aura panas yang sangat besar membakar seluruh jiwanya, ia tak bisa memikirkan apapun.
"Semoga ini bukan pilihan yang salah." ucap Yie Junghwa sebelum pingsan di tempat tidur karna tak bisa menahan aura panas yang meledek dalam tubuhnya.
Di lain sisi Yie Laingfu, Putri Jifana, Xiao Zoe, dan beberapa prajurit sedang mati matian kabur dari kejaran orang suruhan Raja Anling Zee. Siapa sangka raja gila itu mengutus banyak sekali pembunuh bayaran untuk memburu putrinya dan anak laki laki yang ia jadikan tawanan.
"Kondisi ini sangat tak menguntungkan bagi kita." ucap beberapa prajurit dengan wajah cemas.
"Tuan Putri tolong anda segera pergi dan bawa anak itu bersama anda." ucap prajurit lain, mereka akan melindungi Putri Jifana meskipun nyawa yang jadi taruhannya.
"Saya tak bisa pergi ke manapun, tak ada tempat aman bagi saya dan anak ini." ucap Putri Jifana yang tak bisa pergi meninggalkan prajuritnya, banyak kemungkinan yang akan terjadi jika ia pergi sendiri bersama Zoe.
"Baiklah tolong anda dan Zoe tetap berada di belakang saya." ucap Yie Laingfu, ia akan melindungi adik laki laki dari keponakannya.
Tak berapa lama setelah itu muncul sekitar dua puluh pembunuh bayaran, mereka sangat puas saat berhasil mengejar rombongan Putri Jifana yang melarikan diri dari Istana Kerajaan Bulan dengan membawa tawanan sang raja.
"Kalian tak bisa pergi sekarang, banyak pembunuh bayaran yang berjaga di beberapa titik hutan ini." ucap seorang wanita berambut ungu dengan pakaian minim yang sangat memalukan untuk dilihat.
"Bisakah kalian melepaskan kami?." tanya Putri Jifana, ia tak ingin terjadi pertumpahan darah di sini.
__ADS_1
"Seharusnya Tuan Putri Jifana memikirkan hal ini sebelum kabur dari Istana. Ah ada hal yang ingin saya sampaikan, Yang Mulia Raja Anling Zee meminta kami untuk membawa anda dalam kondisi tak bernyawa." ucap wanita berambut ungu itu dengan tatapan jahat penuh keinginan untuk membunuh.
Pertarungan tak bisa di hindari lagi, Yie Laingfu melawan sepuluh pembunuh bayaran yang terus berusaha melukai Putri Jifana dan Zoe. Meskipun Yie Laingfu lebih kuat dari pembunuh bayaran itu, mereka menggunakan racun untuk melemahkannya.
"Pergilah dari sini putri, tolong antar anak itu sampai ke kakak perempuannya." ucap Yie Laingfu, ia sudah tak bisa menahan rasa sakit akibat racun yang menjalar di tubuhnya. Sebagai bagian dari penduduk Dunia Manusia Abadi ia tak akan mati hanya dengan trik murahan seperti itu namun Yie Laingfu bisa tak sadarkan diri untuk beberapa hari setelah terkena racun yang sangat kuat.
Situasi semakin kacau, para prajurit yang menjaga kemananan Putri Jifana dan Zoe terluka parah mereka tak bisa lagi bertarung. Beberapa pembunuh bayaran mendekat ke arah sang putri dan juga Zoe, dengan memberanikan dirinya Putri Jifana mengambil sebuah pedang yang tergeletak tak jauh dari tempatnya berdiri ia memasang kuda kuda dan siap untuk menyerang.
"Ahahaha anak perempuan sepertimu tak akan mampu melawan kami semua, menyerahlah Putri Jifana." ucap beberapa pembunuh bayaran dengan tawa mereka yang terdengar karna sangat keras.
"Saya sudah berjanji mengantar anak ini pulang, saya tak akan pernah mengingkari janji yang saya buat." ucap Putri Jifana dengan keras kepala, di sisi lain Zoe sedang berusaha melawan seorang pembunuh bayaran yang ingin menikam Putri Jifana dari belakang.
Untunglah saat berada di dunia bawah Zoe selalu berlatih dengan ayahnya, anak itu memiliki impian untuk menjadi kuat dan melindungi orang orang yang telah memperlakukannya dengan baik hingga saat ini. Zoe masih ingat betapa mengagumkannya Xiao Ziya saat bertarung melawan banyak musuh, meskipun tak bisa sekuat kakak perempuannya itu namun Zoe ingin memiliki kekuatan yang cukup untuk melindungi dirinya sendiri dan orang lain.
Karna perbedaan kekuatan yang terlalu besar antara Zoe dan pembunuh bayaran itu, akhirnya Zoe terluka karna tak bisa terus menghindar.
"Maafkan Zoe karna tak bisa sekuat Ziya jiejie." ucap Xiao Zoe dengan raut wajah sedih yang terlihat dengan jelas.
Tiba tiba dari kejauhan terlihat kilatan cahaya berwarna putih yang sedang menembus rimbunnya hutan, banyak pohon yang tumbang akibat kilatan cahaya itu para monster yang tinggal di dalam hutan memilih untuk bersembunyi karna mereka merasakan aura pemimpin yang sangat kuat.
"Terimakasih sudah bertahan sejauh ini adikku." ucap Xiao Ziya yang kini berada di hadapan Zoe.
"Ziya jiejie!!!." teriak Zoe dengan wajah bahagia, akhirnya ia bisa bertemu dengan kakak perempuannya lagi.
"Tetaplah di sini, kakak akan membereskan mereka semua dengan cepat." ucap Xiao Ziya.
Xiao Ziya mengambil pedang hitam dari dalam cincin semesta miliknya, ia menyelimuti pedang itu dengan kekuatan mawar merah dan mawar biru. Gadis itu akan bertaruh kali ini, meskipun para pembunuh bayaran yang mengejar adiknya adalah manusia manusia yang memiliki ke abadaian, namun satu yang gadis itu fahami. Tak ada yang abadi selain kematian, mereka yang hidup akan mati entah karna usia, terluka, takdir, ataupun rasa putus asa karna itulah Xiao Ziya percaya bahwa orang orang dari Dunia Manusia Abadi bisa di bunuh dengan cara yang sedikit rumit.
Xiao Ziya melesat dan menusuk jantung para pembunuh bayaran itu, gadis itu tak hanya menusuk berkali namun berkali kali agar mereka tak sempat bernafas dan merasakan kehidupan. Karna pergerakan Xiao Ziya yang sangat cepat tak ada yang bisa menghindari serangan itu.
"Sialan siapa yang berani mengganggu pekerjaan kami!!!." teriak wanita berambut ungu, tugasnya hampir selesai dan dia akan mendapat bonus besar dari Raja Anling Zee namun ada seseorang yang menggagalkannya.
"Sejak kalian menargetkan nyawa adik saya, maka kalian harus siap mati ataupun terluka di tangan saya." ucap Xiao Ziya dengan amarah yang memuncak, gadis itu meminta Putri Jifana untuk mundur ke belakang masalah ini akan ia selesaikan dengan tangannya sendiri.
Beberapa pembunuh bayaran menyerang Xiao Ziya secara bersama sama, namun serangan yang mereka lakukan sia-sia.
"Argh entahlah gadis busuk." teriak wanita berambut ungu yang ingin menjangkau tubuh Xiao Ziya agar bisa melakukan serangan balik dan melukai gadis itu.
"Jika saya tak bisa membunuhmu, biarkan saya membuatmu putus asa." ucap Xiao Ziya, gadis itu mengumpulkan banyak energi qi dan ia salurkan ke tangan, setelah itu Xiao Ziya memukul perut wanita berambut ungu itu dengan kencang.
Wanita berambut ungu itu menjerit kesakitan, dantiannya hancur dan ia tak bisa bergerak. Semua latihan yang wanita itu lakukan selama puluhan tahun hancur begitu saja, bagaimana ia bisa hidup dengan kondisi seperti ini.
"Rekan rekan anda sudah mati mungkin mereka belum mencapai keabadian yang sempurna seperti anda, hanya ini yang bisa saya lakukan agar anda merasa putus asa dalam menjalani sisa hidup." ucap Xiao Ziya dengan seringai menakutkan, gadis itu berjalan ke arah Yie Junghwa dan memberikan sebuah pil penawar racun.
"Formasi sihir pelindung kegelapan terbukalah." ucap Xiao Ziya, gadis itu sedang membuat sebuah sihir pelindung untuk menjamin keselamatan adik laki lakinya dan beberapa orang yang ada di pihak Zoe.
"Anda kakak perempuan dari Zoe?." tanya Putri Jifana dengan binar mata cerah, ia sangat kagum dengan kekuatan yang di miliki oleh Xiao Ziya.
__ADS_1
"Perkenalkan saya Xiao Ziya kakak perempuan dari anak laki laki yang telah anda selamatkan, saya ucapkan terimakasih atas bantuan Tuan Putri. Jika anda mengalami kesulitan, dengan senang hati saya akan membantu." ucap Xiao Ziya yang tak akan melupakan kebaikan dari Putri Jifana. Ia sangat bersyukur karna di dalam Istana Kerajaan Bulan masih ada orang baik yang rela mempertaruhkan nyawanya sendiri demi menolong orang yang tak ia kenali.
Hai hai semuanya gimana kabar kalian? semoga kalian selalu di beri kesehatan. Maaf ya sekarang aku up nya malem malem hehe. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ke temen temen kalian, love you guys.