
Andre mengangkat tubuh Hermione lalu menyimpannya dimeja dan menindihnya sebelum itu Andre menyingkirkan barang yang ada diatas meja.
Ponsel, gelas jatuh kelantai untungnya botol minuman yang masih ada isinya disimpan dibawah meja jadi aman.
Ponsel yang menyiarkan live menjadi gelap, yang menonton bingung mereka lalu mematikan livenya tapi tidak dengan Ariel dkk, Dimas, Reno, Fadil dan Sarah mereka masih menonton walaupun cuman warna hitam saja.
"Ihh rese lo main nyingkirin gelas gitu aja kan jadi pecah" ucap Mona. Andre tak menghiraukan dia melanjutkan mencium bibir Hermione.
"1 minggu ini mereka berdua jadi suka minum" ucap Julio sengaja supaya yang menonton live mendengarnya.
"Biasanya juga suka minum tapi gak berlebihan kayak gini" ucap Evan.
"Iya bener apalagi Dara, dia tiba-tiba pergi keluar kota 2 hari pas pulangnya kayak gembel baju kotor badan penuh luka" ucap Iliana.
"Gembel pala lo, jatuh kejurang dia karena nyetir dalam keadaan mabuk, untung sebelum mobilnya jatuh dia loncat dari dalam mobil" ucap Mona.
"Loncat juga tetep masuk jurang karena kebablasan untung gak sampai dasar jurang jatuhnya" ucap Julio.
"Ugh Drew ah" suara Dela terdengar membuat Evan, Julio, Iliana dan Mona melihat kearah Dela dan Drew yang sudah masuk kepermainan intinya.
"Livenya woi" ucap Mona pelan.
"Ehem untung udah nikah jadi aman mau ngapain aja tapi jangan disini juga kali" ucap Evan agak keras.
"Gue laki-laki normal ya, dan dalam keadaan mabuk bisa aja gue kehilangan kendali karena kalian" ucap Julio.
"Ah Andre shh" Hermione menekan kepala Andre. Pakaian Hermione masih berada ditubuhnya, kancing baju sudah dibuka dan br4 Hermione sudah dilepas.
"Harus mandi air dingin gue" ucap Julio. Evan mengambil ponsel Julio lalu mematikan livenya.
Didalam live Dimas, Reno, Fadil, dan Ariel dkk komentar mereka saling bertanya dan mereka sepakat ingin datang kerumah Hermione.
"Udah cukup basa-basinya" ucap Evan langsung menindih tubuh Iliana diikuti oleh Julio yang menindih Mona.
"Kita pindah kekamar tamu" ucap Andre menggendong tubuh Hermione berjalan kearah kamar tamu didekat sana.
Dirumah Dimas.
"Gimana kita jadi kesana?" tanya Fadil.
"Udah hampir jam 2" ucap Sani melihat jam tangan.
"Jadilah kita udah kumpul disini masa gak jadi" jawab Ariel.
"Santai dong Riel, tumben lo kayak gini gak biasanya apa lagi lo nyari kak Dara terus seminggu ini" ucap Dani.
"Ohhh ini yang namanya Ariel" batin Dimas.
"Jatuh cinta lo sama kak Dara" ucap Sani.
"Diem deh jangan ngelantur" ucap Ariel.
"Kak Dara sekarang gimana ya masa dia main sama Andre" batin Reno.
"Andre adiknya kak Dara terus mereka tadi mabuk dan bisa-bisanya mereka ciuman aduh gak kebayang kalau sampai lebih dari ciuman" batin Fadil.
"Ngapain bengong sih ayo kita kesana, kalian yang tau dimana rumah kak Dara" ucap Ariel.
"Hmm ayo rumah Dara sedikit jatuh dari sini" ucap Dimas.
"Yaudah ayo bang Mas" ucap Fadil.
"Bang Dimas woi mas doang, udah nyebut bang tambah lagi mas" ucap Reno.
"Kan biar singkat jadi bang Mas" ucap Fadil.
"Udah terserah mau panggil apa aja" ucap Dimas.
"Sekarang kita kesana" ucap Dimas.
***
Dimas dan yang lainnya sampai didepan rumah Hermione yang besar, megah dan mewah. Dimas membuka gerbang supaya bisa masuk kedalam halaman rumah.
Mereka berjalan masuk kedalam halaman rumah yang luas, Ariel dkk yang baru pertama kesana kagum.
__ADS_1
"Gak ada penjaga apa rumah sebesar ini" batin Sani.
"Gila lebih besar dari rumah gue" batin Dani.
"Sepi banget" batin Ariel.
Dimas menekan tombol bel rumahnya.
Ada setan yang mau bertamu, jangan buka pintunya karena gak guna...
"Manusia gini dibilang setan" batin Fadil.
Pintu tiba-tiba terbuka sendiri membuat mereka semua heran, mereka masuk kedalam perlahan.
Botol alkohol dan pakaian berserakan dilantai, mereka menghirup bau alkohol yang sangat menyengat didalam sana.
Terlihat Iliana menimpa Evan mereka berbaring dilantai. Julio menimpa Mona mereka berbaring dimeja yang tadi dipakai Hermione dan Andre. Sedangkan Drew dan Dela duduk disofa dengan posisi Dela berada diatas pangkuan Drew, tubuh mereka semua ditutup selimut, mereka menutup mata ntah tidur benaran atau pura-pura.
Dimas, Reno, Fadil dah Ariel dkk saling pandang.
"Kita telat ya" ucap Fadil.
"Dara sama Andre mana?" tanya Dimas.
"Ehh iya gak ada ya" ucap Reno. Evan membuka matanya perlahan.
"Bang Evan, kak Dara sama Andre dimana?" tanya Reno hati-hati.
"Dara Andre hahaha" Evan tertawa mendengar pertanyaan Reno.
"Pindah kekamar hahaha" ucap Evan lalu memeluk Iliana erat.
"Kamar mana?" tanya Sani.
"Kamar tamu" jawab Julio.
"Ahhh Dre a~ku mau uh ke~luarhh"
"Ber~samahh"
"Ahhhh hahahaha aku sangat menyukainya terima kasih kakakku sayang"
"A~ku le~lah"
Dimas, Reno, Fadil dan Ariel dkk saling pandang mendengar suara Hermione dan Andre. Dimas lalu berjalan mencari asal suara diikuti yang lain dibelakangnya.
Dimas melihat Hermione dan Andre dikamar karena pintunya tidak ditutup, tubuh mereka ditutup selimut. Hermione dan Andre menutup matanya ntah mereka tidur atau apa, Andre berada diatas tubuh Hermione dia memeluk Hermione erat.
Reno dan Fadil yang melihat itu saling pandang karena mereka tak hubungan Hermione dan Andre adalah kakak dan adik. Ariel yang melihat itu merasa sakit hati.
Andre melihat kearah pintu dengan mata yang setengah terbuka, dia tersenyum miring melihat mereka disana. Andre menarik selimut sampai menutupi kepala dirinya.
"Ini ceritanya gimana coba kakak adik lho" ucap Fadil.
"Maksud lo kakak adik apa?" tanya Ariel.
"Mereka kakak adik kandung bukan tunangan" ucap Fadil menekan kata kandung, Ariel dkk terkejut mendengar itu.
"Kayaknya mereka ada masalah sampai mabuk dan kehilangan kendali" ucap Dimas melirik sekilas Ariel.
"Besok kita tanya aja bang" ucap Sani.
"Kita pulang aja sekarang" ucap Dani.
"Iya udah mau pagi nih" ucap Fadil.
Dimas menutup pintunya perlahan yang lain sudah berjalan pergi. Hermione membuka matanya melihat Dimas dia mengulurkan lidahnya mengejek Dimas. Andre membuka selimut yang menutup kepalanya.
"Hmm empuk dan kenyal banget" ucap Andre melihat kearah Dimas sambil mengeser-geserkan kepalanya didada Hermione.
"Sialan lo" ucap Dimas.
"Kasian deh, pemuasnya ada dipelukan gue" ucap Andre. Dimas menutup pintunya kasar lalu berjalan menyusul yang lain.
"Lanjut gak nih?" Andre menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
"Apaan sih" ucap Hermione.
"Pintu udah ditutup jari suara gak akan kedengeran" ucap Andre.
"Gaslah hahaha" ucap Hermione.
"Siap bos" jawab Andre.
......
"Kamar disini banyak kalian tinggal pilih" ucap Julio menengadahkan kepalanya saat yang lain berjalan ingin pergi.
"Nginep aja udah mau pagi tanggung" ucap Evan menyambung.
Dimas dan yang lainnya saling pandang.
"Pakai kamar kita aja gak dikunci tuh ada dilantai 3, kalau kamar tamu dikunci semua" ucap Julio lagi lalu menyimpan kepala dibahu Mona dan memeluk erat.
"Yaudah ayo" ucap Dimas berjalan kearah tangga diikuti yang lain.
Saat sudah sampai lantai 3 mereka bingung mau kekamar yang mana.
"Pakai 2 kamar aja, 1 kamar isinya 3 orang" ucap Dimas.
"Aku sama abang" ucap Reno.
"Gue ikut siapa aja" ucap Ariel.
"Gue sama bang Dani dan Sani supaya makin akrab" ucap Fadil.
"Hmm ok" ucap Dani dan Sani.
"Yang ini aja gimana buat kita" usul Dimas menunjuk pintu kamarnya.
"Itukan kamar kak Dara" batin Reno.
"Kita sebelahnya" ucap Sani.
"Boleh aja sih" ucap Ariel.
Dani, Sani dan Fadil lalu masuk kedalam kamar yang ada disebelah kamar Hermione yang ternyata itu kamar Andre.
"Ini kamar kak Dara" ucap Reno.
"Kok tau?" tanya Ariel penuh selidik.
"Karena gue pernah jenguk kak Dara pas lagi sakit dan disuruh masuk kekamarnya" jelas Reno.
Dimas membuka pintu lalu masuk diikuti yang lain. Dimas dan Ariel kagum melihat kamar Hermione yang seperti cocok untuk laki-laki bukan perempuan.
Dimas mengambil 1 bingkai foto yang ada dimeja, dia tersenyum geli melihat foto Hermione saat kecil dipasang dibingkai itu.
"Istri aku lucu banget sih pas kecilnya" batin Dimas.
"Eh dia iblis atau manusia sih kok sampai ada foto masa kecilnya" batin Dimas.
"Woi bang liatin apaan sih senyum-senyum sendiri liat fotonya" ucap Reno.
"Gak" jawab Dimas menyimpan foto Hermione.
Ariel melihat foto Hermione dan Andre, difoto itu Hermione memeluk Andre dari samping sambil memanyunkan bibirnya melihat kearah kamera sedangkan Andre mengulurkan lidahnya sambil menjulingkan matanya. Dibawah fotonya ada tulisan 'adik nakal kesayanganku'.
Dimeja sisi ranjang ada sebotol minuman beralkohol, vape dan rokok yang disimpan disana. Keadaan kamar Hermione sangat rapi dan bersih.
"Kalian tidur aja dulu" ucap Dimas berjalan kearah balkon kamar.
"Ntar aja deh" ucap Ariel menyusul Dimas diikuti Reno. Saat membuka pintu balkon Dimas melihat minuman beralkohol lagi dimeja. Dimas mengambil botolnya dan ternyata masih baru belum dibuka.
"Ada masalah apa sebenarnya Dara sampai dimana-mana ada minuman kayak gini" ucap Dimas menyimpan kembali botol tersebut.
"Kalau waktu itu gue gak nidurin dia pasti gak kayak gini" batin Ariel.
"Kakak ada masalah apa sih, aku harap nanti kakak mau cerita" batin Reno.
Bersambung...
__ADS_1