RATU IBLIS

RATU IBLIS
Dunia Semesta Tingkat Rendah 08


__ADS_3

Xiao Yan mengendap endap masuk kedalam Istana Kekaisaran Qiyu melewati gerbang belakang, Xiao Yan membekap mulut beberapa penjaga gerbang dengan kain yang diberikan cairan khusus. Cairan yang digunakan oleh Xiao Yan akan membuat seseorang kehilangan kesadaran. Setelah berhasil Xiao Yan mengganti bajunya dengan seragam milik penjaga gerbang.


"Waktunya untuk menjalankan rencana selanjutnya." ucap Xiao Yan yang dengan santai masuk kedalam Istana Kekaisaran Qiyu. Banyak penjaga berlalu lalang kesana kemari namun tak mengenali Xiao Yan karna wajah nya tertutup oleh topeng besi.


Xiao Yan berjalan menuju penjara bawah tanah, para penjaga hanya membiarkan pria itu lewat. Setelah berhasil menembus penjagaan Xiao Yan mencari dimana sel tahanan istrinya. Setelah mencari beberapa saat akhirnya ia menemukan istrinya sedang tidur beralaskan jerami yang sangat kasar dan kotor.


"Sayang bangunlah." ucap Xiao Yan dengan suara pelan.


Wi Xume hanya menggeliat ia tak terlalu mendengar suara dari suaminya, Xiao Yan berusaha memanggil istrinya beberapa kali. Wi Xume sangat terganggu mendengar suara pria yang terus saja memanggil namanya. Akhirnya Wi Xume bangun dan melihat kearah luar sel penjara, ada seorang penjaga yang sedang menatap kearahnya.


"Mengapa kau mencari saya?." tanya Wi Xume dengan wajah kesalnya.


"Bangunlah, kita akan segera pergi dari tempat ini." ucap Xiao Yan, ia meminta pada Wi Xume agar tetap diam agar tak mengganggu tahanan yang lain.


Wi Xume merasa senang mengetahui Xiao Yan sudah datang untuk menyelamatkannya, Xiao Yan membuka sel tahanan Wi Xume menggunakan pedang yang ia bawa. Dengan sedikit usaha gembok yang mengunci sel tahanan itu terbuka, Wi Xume keluar dan mengikuti Xiao Yan dari belakang.


"Mengapa kau mengeluarkan gadis itu?." tanya salah seorang penjaga penjara bawah tanah yang curiga pada Xiao Yan.


"Saya diminta oleh Kaisar Zue untuk membawa gadis ini kehadapannya." ucap Xiao Yan dengan sangat berhati hati agar tak menimbulkan kecurigaan.


Para penjaga penjara bawah tanah percaya begitu saja dengan perkataan Xiao Yan dan membiarkan pria itu pergi bersama dengan Wi Xume. Setelah berhasil lolos Xiao Yan menggendong istrinya dan mulai melesat keluar dari Istana Kekaisaran Qiyu melalui gerbang belakang. Mereka berdua terus melesat hingga sampai di atap rumah yang ada di dekat jendela penginapannya, Xiao Yan loncat masuk kedalam kamar penginapan.


"Ah akhirnya aku bisa bebas dari penjara yang sangat bau itu." ucap Wi Xume dengan ekspresi senang, ia langsung mengambil baju yang ada di dalam lemari kemudian masuk kedalam kamar mandi.


"Saya akan meminta hadiah untuk kerja keras ini." ucap Xiao Yan dengan senyuman penuh arti. Mungkin mereka ingin melakukan sesuatu yang tak perlu diketahui oleh kalian semua.


Saat ini Kaisar Zue dan Xiao Yan sedang berbincang bincang di ruang kerja sang kaisar, mereka sedang membicarakan beberapa hal penting yang sedang terjadi. Tiba tiba ada seorang prajurit yang mengetuk pintu dengan sangat keras, Kaisar Zue mengizinkan prajurit itu untuk masuk kedalam ruang kerjanya.


"Salam hormat saya pada Kaisar Zue dan Tuan Muda Xun." ucap prajurit penjaga gerbang belakang dengan ekspresi wajah cemas.


"Katakanlah." ucap Kaisar Zue yang bisa menebak bahwa telah terjadi sesuatu di istananya.


"Beberapa saat yang lalu saya dan teman teman yang lain pingsan karna diserang oleh seseorang, salah satu dari prajurit penjaga gerbang belakang kehilangan seragamnya. Saya khawatir jika ada penyusup yang masuk dan menyamar menjadi seorang prajurit." ucap prajurit itu yang memberi sedikit penjelasan pada Kaisar Zue.


"Cobalah pergi ke penjara bawah tanah, mungkin tahanan bernama Wi Xume sudah melarikan diri bersama dengan suaminya." ucap Kaisar Zue, ia menebak kekacauan ini disebabkan oleh Xiao Yan yang ingin membebaskan istri tercintanya itu.


"Baiklah saya permisi." ucap prajurit itu yang langsung pergi dari ruang kerja Kaisar.


"Entah apa yang membuat kakak pertama sangat mencintai wanita seperti Wi Xume." ucap Xiao Xun yang belum mengetahui dimana letak kualitas gadis bernama Wi Xume itu.


Sedangkan di tempat lain Ratu Min Xunzi baru saja keluar dari kamar hotelnya, ia ingin pergi ke gedung pemerintahan pusat untuk bertemu dengan pria bernama Fenzu Zee. Saat turun kelantai satu Ratu Min Xunzi melihat beberapa orang dengan penampilan berantakan layaknya kelompok preman pasar.


"Apa yang sedang mereka lakukan di sini?." tanya Ratu Min Xunzi pada seorang gadis muda yang berdiri di sampingnya dengan tubuh gemetaran.


"Mereka adalah kelompok gengster yang jahat. Mereka datang untuk memalak para pengunjung di hotel ini." ucap gadis itu yang langsung menaiki lift agar sampai di kamar hotelnya. Belum sempat ia memencet tombol masuk lift seorang anggota gengster menjambak rambutnya hingga terjungkal kebelakang.


Ratu Min Xunzi terkejut dengan apa yang ia lihat, ia mengeluarkan sebuah tongkat sihir dari cincin ruang miliknya.


"Meledak." satu patah kata telah keluar dari mulut seorang Ratu Sihir hitam yang legendaris. Tiba tiba saja tubuh para gengster itu terasa sangat panas, beberapa saat kemudian mereka meledak dan membuat semua orang semakin panik.


"Itu balasan yang tepat untuk kejahatan yang kalian lakukan." ucap Ratu Min Xunzi, ia memasukkan kembali tongkatnya dan berjalan keluar dari hotel dengan santai tanpa perasaan bersalah sedikitpun.


Beberapa orang yang saat itu melihat ke arah Ratu Min Xunzi tau bahwa wanita yang baru saja melintas bukanlah wanita sembarangan kemungkinan besar ia berasal dari dunia lain. Ratu Min Xunzi melihat kesana kemari untuk mencari gedung pemerintahan, namun karna bentuk bangunan yang hampir sama ia merasa sedikit kesulitan.


"Ada yang bisa saya bantu nyonya?." tanya seorang pemuda yang baru saja keluar dari mobil, ia sengaja keluar karna melihat seorang wanita sedang kebingungan di pinggir jalan.


"Bisakah anda memberitaukan pada saya dimana letak gedung pemerintahan?." tanya Ratu Min Xunzi tanpa berbasa basi lagi karna ada hal lain yang harus ia lakukan misalnya mencari keberadaan Xiao Ziya.


"Mari naik ke mobil, saya akan mengantar anda menuju gedung pemerintahan." ucap pemuda itu yang menawarkan tumpangan. Dengan senang hati sang ratu naik ke mobil dan mengikuti kemana pemuda itu membawanya.


"Jika saya boleh tau nyonya berasal dari mana? dari wajah nyonya saya sudah bisa menebak bahwa anda bukan bagian dari penduduk dunia semesta tingkat rendah." ucap pemuda itu yang penasaran, mungkin saja wanita yang ada di sebelahnya ini memiliki hubungan dengan gadis bernama Xiao Ziya.


"Saya berasal dari dunia atas." jawab Ratu Min Xunzi dengan tenang karna ia tak takut jika pemuda itu melaporkannya pada pihak pemerintahan.

__ADS_1


"Ah ternyata begitu, perkenalkan nama saya Anzo Yu. Beberapa waktu yang lalu saya juga bertemu dengan seorang gadis yang berasal dari dunia luar." ucap Anzo Yu yang sedang membahas tentang Xiao Ziya.


"Siapa nama gadis itu?." tanya Ratu Min Xunzi yang merasa senang karna ia tak perlu mengelilingi semua bagian dari dunia semesta tingkat rendah untuk menemukan Xiao Ziya.


"Nama gadis itu Xiao Ziya." ucap Anzo Yu.


"Ternyata gadis itu benar benar ada di sini, apa anda tau dimana dia tinggal?." ucap Ratu Min Xunzi yang sudah menaruh harapan lebih.


"Saya tidak tau dimana gadis itu tinggal, namun dari karakternya mungkin ia menyewa sebuah apartemen. Informasi yang saya ketahui ia tinggal di kota Cenzi." ucap Anzo Yu yang memberikan semua informasi tentang Xiao Ziya.


Akhirnya mereka sampai di gedung pemerintahan, Ratu Min Xunzi keluar dari mobil dan mengucapkan terimakasih atas kebaikan Anzo Yu. Pemuda itu langsung pergi karna ia tak ingin terlibat hal apapun jika wanita itu melakukan sesuatu pada gedung pemerintahan.


Ratu Min Xunzi ingin masuk kedalam, seperti biasa ia ditahan oleh beberapa orang karna penampilan sang ratu yang sedikit mencurigakan. Tanpa berfikir panjang sang ratu memukul semua orang yang menghalangi jalannya, alhasil banyak karyawan pemerintahan yang pingsan akibat pukulan telak itu.


"Berhenti, anda harus memiliki undangan jika ingin menemui pemimpin." ucap salah seorang wanita dengan wajah yang lumayan cantik namun ada beberapa luka goresan pisau di tangan dan kakinya.


"Saya tak memiliki waktu untuk menunggu pria itu memberi undangan." ucap Ratu Min Xunzi, ia tak ingin menunggu lebih lama lagi karna waktunya akan terbuang sia sia di sana.


Wanita itu menyerang Ratu Min Xunzi dengan bela diri yang ia pelajari selama ini, sang ratu menghilang beberapa kali saat hendak terkena pukulan. Tentu hal aneh itu membuat sang wanita keheranan, apakah orang yang sedang ia lawan memiliki kemampuan untuk melakukan trik sulap atau semacamnya?.


"Berhentilah menghindar." ucap wanita itu yang merasa geram pada Ratu Min Xunzi.


"Jadi saya harus memukulmu juga? baiklah jika begitu." ucap Ratu Min Xunzi yang melayangkan sebuah tinju pada wanita itu hingga terpental kebelakang dan menabrak dinding kaca hingga pecah.


Sepertinya wanita yang terkena pukulan telak dari Ratu Min Xunzi mati ditempat, para karyawan pemerintahan semakin panik sebagian dari mereka langsung menelfon Fenzu Zee yang masih berada di rumahnya. Cidera yang disebabkan oleh Xiao Ziya beberapa hari yang lalu belum sembuh sehingga Fenzu Zee harus bekerja dari rumah.


Mendengar bahwa ada orang asing yang membuat keributan di kantor pemerintahan tentu membuat Fenzu Zee semakin pusing karna akhir akhir ini banyak masalah yang tak bisa ditangani oleh pemerintahan. Fenzu Zee meminta pada beberapa karyawannya untuk melayani tamu tak diundang itu dengan baik agar tak menimbulkan keributan yang lebih besar.


"Siapkan mobil saya akan pergi ke kantor pemerintahan." ucap Fenzu Zee pada salah seorang pengawalnya.


"Bukankah tuan masih harus beristirahat untuk beberapa hari kedepan?." ucap pengawal itu yang khawatir luka tuannya akan semakin memburuk jika memaksakan diri.


"Jangan terlalu banyak bicara, ini situasi yang sulit untuk diatasi." ucap Fenzu Zee yang langsung berganti pakaian menjadi lebih formal.


Tak butuh waktu yang lama Fenzu Zee dan pengawalnya sampai di kantor pemerintahan, sang pengawal membukakan pintu. Layaknya seorang pemimpin yang dihormati semua karyawan kantor menundukkan kepala mereka saat Fenzu Zee melintas.


"Dimana tamu kita?." tanya Fenzu Zee pada salah satu karyawannya.


"Dia sedang menunggu di ruangan anda, saya harap anda berhati hati." ucap karyawan itu, ia khawatir jika pemimpin mereka mengatakan sesuatu yang menyinggung sang tamu.


Fenzu Zee naik lift untuk sampai di ruang kerjanya, ia membuka pintu tanpa mengetuk atau mengatakan permisi karna itu ruang kerjanya sendiri. Saat masuk di dalam ia melihat seorang wanita cantik yang sangat anggun, mungkin wanita itu seumuran dengan istrinya. Fenzu Zee tersenyum karna kagum pada kecantikan Ratu Min Xunzi.


"Ada keperluan apa hingga anda mencari saya?." tanya Fenzu Zee dengan aura bahagia. Andai saja ia tau bahwa Ratu Min Xunzi datang untuk memberinya pelajaran.


"Anda tuan Fenzu Zee?." tanya Ratu Min Xunzi yang ingin memastikan. Beberapa hari yang lalu ia mendapat kabar bahwa pemimpin generasi sekarang dari dunia semesta tingkat rendah sangatlah tampan, namun kenyataanya Fenzu Zee tak bisa dibandingkan dengan suaminya.


"Iya saya Fenzu Zee orang yang nyonya cari. Silahkan duduk agar pembicaraan ini lebih nyaman." ucap Fenzu Zee yang langsung duduk di kursi tempatnya bekerja. Ratu Min Xunzi menuruti kemauan pria itu.


"Saya ingin menanyakan beberapa hal pada anda." ucap Ratu Min Xunzi yang ingin segera menyelesaikan masalahnya dengan pria gila ini.


"Saya akan menjawab semua pertanyaan nyonya dengan jujur." ucap Fenzu Zee yang masih menatap ke arah sang ratu dengan penuh minat.


"Mengapa anda menculik beberapa gadis dari wilayah saya? apakah anda ingin mengibarkan bendera perang?." tanya Ratu Min Xunzi tanpa basa basi, tentu pertanyaan itu membuat Fenzu Zee terkejut ternyata wanita yang ada di hadapannya ini berasal dari lapisan dunia lain.


"Ah saya tak mengerti dengan apa yang nyonya maksud, bagaimana kami bisa menculik gadis dari dunia anda." ucap Fenzu Zee, ia berusaha mengelak agar situasi tak semakin keruh. Satu hal yang pria itu lupakan, jika seorang wanita menanyakan sesuatu lebih baik ia jujur saja karna kemungkinan besar wanita itu sudah mengetahui kebenarannya.


"Anda ingin mengelak? kami menemukan barang barang yang hanya dijual di lapisan dunia semesta tingkat rendah ini." ucap Ratu Min Xunzi, ia mengeluarkan berbagai pistol dan senjata senapan laras panjang.


"Mungkin saja ada beberapa penduduk kami yang sedang berkunjung ke wilayah anda." ucap Fenzu Zee dengan wajah pucat, ia tak tau mengapa semuanya menjadi seperti ini. Seharusnya semua yang ia rencanakan berjalan lancar tanpa ketahuan oleh pihak luar.


"Apa anda ingin menipu seorang penyihir? lebih baik anda lebih berhati hati." ucap Ratu Min Xunzi yang semakin kesal karna pria itu sangat pandai membual.


Fenzu Zee semakin terpojok karna semua barang bukti mengarah pada orang orang yang ia minta untuk menculik gadis beberapa bulan yang lalu di lapisan dunia atas. Pria itu mencoba untuk tetap tenang agar tak semakin dicurigai, tiba tiba saja sebuah pedang berwarna emas terjun dan menancap di meja kerjanya. Ratu Min Xunzi belum melakukan apapun lalu siapa yang melakukan hal ini?.

__ADS_1


Mereka berdua menoleh ke arah jendela kaca, di sana ada Xiao Ziya yang sedang terbang menggunakan sayap elang miliknya. Gadis itu tersenyum dengan sangat mengerikan dan tatapan tajam yang ia arahkan pada Fenzu Zee.


Xiao Ziya memecahkan jendela kaca itu dan masuk kedalam, ia melihat ke arah bibinya yang sedang terkejut. Jadi beberapa saat yang lalu Xiao Ziya merasakan aura yang sangat familiar sedang berada di dalam gedung pemerintahan sehingga ia memutuskan untuk melihatnya. Mendengar semua omong kosong yang diucapkan oleh Fenzu Zee membuat gadis itu naik darah dan melempar sebuah pedang.


"Salam saya pada bibi Min Xunzi." ucap Xiao Ziya sambil menundukkan kepalanya.


"Ah akhirnya kau datang untuk menemui bibi mu ini." ucap Ratu Min Xunzi yang langsung memeluk Xiao Ziya dengan erat, ia sangat lega melihat keponakannya baik baik saja.


"Bibi datang karna khawatir padaku?." ucap Xiao Ziya dengan senyum menggemaskan.


"Katakan pada bibi apa yang ingin pria bodoh ini lakukan padamu?." tanya Ratu Min Xunzi yang ingin mendengar cerita langsung dari Xiao Ziya.


Xiao Ziya melihat ke arah Fenzu Zee, sebuah senyum licik terarah pada pria itu. Sepertinya Xiao Ziya ingin memainkan sebuah drama yang luar biasa.


"Dia ingin menyatukan tubuhku dengan robot rongsokan yang mengerikan, saya sangat ketakutan bibi." ucap Xiao Ziya dengan air mata yang jatuh kepipinya.


Ratu Min Xunzi mengepalkan tangannya dengan erat, ia marah mendengar apa yang dikatakan oleh keponakan kesayangannya itu. Ratu Min Xunzi memukul Fenzu Zee berkali kali hingga pria itu babak belur.


"Ampuni saya nyonya, saya tak menyakiti keponakan anda sedikitpun, keponakan anda sangat kuat hingga kami tak bisa mengatasinya." ucap Fenzu Zee, ia ingat rasa sakit yang dirasakan saat dihajar oleh Xiao Ziya.


"Dia membuat saya ketakutan bibi, sungguh mengerikan jika tubuh saya bersatu dengan robot itu. Saya juga mendengar suara tangisan saat berada di dalam robot itu, sepertinya banyak nyawa yang sudah dikorbankan." ucap Xiao Ziya yang membuat Ratu Min Xunzi faham untuk apa pria itu menculik beberapa gadis dari wilayahnya.


"Jadi kau menculik gadis gadis dari wilayahku dan menjadikan mereka sebagai bahan percobaan." ucap Ratu Min Xunzi yang tak bisa menahan kemarahannya lagi.


Sang ratu mengambil sebuah pisau dari dalam cincin ruangnya, ia menusuk beberapa anggota tubuh Fenzu Zee seperti tangan, kaki, pundak, hingga perut. Darah mengalir dari tubuh pria malang itu, sepertinya ia menyinggung orang orang yang salah hingga kondisinya sangat mengenaskan.


"Saya mengutukku, seberapa parah kamu terluka walau kau ingin segera kematian menjemputmu namun kau akan terus hidup." ucap Ratu Min Xunzi yang mengangkat tongkat sihirnya keatas, tiba tiba langit yang tadinya cerah menjadi gelap, suara petir yang menyambar di mana mana membuat semua orang yang ada di luar rumah merasa ketakutan.


"Argh, apa yang kau lakukan padaku." ucap Fenzu Zee dengan suara yang kencang hingga beberapa pengawal yang sedang berjaga langsung masuk kedalam.


Beberapa dari mereka membawa sang pemimpin menuju rumah sakit terdekat dan sisanya ingin menangkap Ratu Min Xunzi serta Xiao Ziya karna melakukan tindak kejahatan yang tak bisa diampuni lagi. Xiao Ziya hanya tertawa melihat pria pria itu ingin menyerangnya, Ziya menjentikkan jarinya kemudian semua pengawal terbakar.


"Panas, sangat panas." teriak seorang pengawal yang tak bisa menahan rasa panas ini lebih lama.


"Tolong maafkan kami." ucap pengawal lain, ia merasa bahwa jiwanya juga ikut terbakar.


"Nikmati saja, kami pulang dulu." ucap Xiao Ziya yang menggenggam tangan Ratu Min Xunzi kemudian mereka menghilang begitu saja.


Sedangkan di tempat lain tepatnya wilayah Kekaisaran Qiyu beberapa prajurit kekaisaran sedang mencari keberadaan Xiao Yan dan Wi Xume, kini pasangan suami istri itu menjadi buronan istana dan siapapun yang menemukan dan menangkap mereka akan mendapatkan hadiah. Banyak orang yang berlomba lomba untuk mencari keberadaan Xiao Yan dan Wi Xume namun sangat sulit menemukan mereka berdua.


Saat ini Xiao Yan dan Wi Xume sedang bersembunyi di bukit yang ada di belakang paviliun milik Xiao Ziya, Xiao Yan merasa bahwa tak ada orang yang akan mencari mereka disana.


"Sampai kapan kita akan bersembunyi di sini?." tanya Wi Xume yang sudah tak tahan tinggal di sebuah rumah kecil yang ada di atas bukit.


"Sabarlah sayang, saat ini banyak orang yang ingin menangkap kita berdua." ucap Xiao Yan dengan suara lembut, ia membelai rambut istrinya itu namun dengan segera tangannya ditepis oleh Wi Xume.


"Ini semua salahmu, jika saja kau tak lengser dari tahta kekaisaran maka hidup kita tak akan sulit seperti ini." ucap Wi Xume yang mulai menyalahkan Xiao Yan atas kemalangan yang ia rasakan saat ini.


"Aku juga tak menginginkan hal ini terjadi, kita akan pindah ke wilayah lain jika kondisi sudah memungkinkan." ucap Xiao Yan, ia sangat sabar menghadapi sikap istrinya itu.


Wi Algi sedang menyapu halaman belakang paviliun milik Xiao Ziya, samar samar pemuda itu melihat siluet dari dua orang yang sedang berada di rumah kecil di atas bukit. Wi Algi segera keluar dari paviliun milik Xiao Ziya ia pergi menuju aula utama untuk bertemu dengan para ketua yang sedang melakukan rapat.


"Tok tok tok permisi." ucap Wi Algi dengan sopan.


"Silahkan masuk." ucap salah seorang ketua yang mengizinkan pemuda itu untuk masuk kedalam.


"Hormat saya pada pemimpin klan dan ketua Klan yang lain." ucap Wi Algi dengan membungkukkan badannya.


"Ada keperluan apa hingga kau masuk kedalam ruang rapat?." tanya Xiao Cunyu.


"Maaf atas kelancangan saya, saya ingin melapor bahwa buronan istana kekaisaran sedang berada di bukit yang ada di belakang paviliun milik nona Ziya." ucap Wi Algi yang sangat yakin bahwa siluet itu adalah milik Xiao Yan dan Wi Xume.


"Baik trimakasih atas informasi yang kau berikan. Bersikaplah biasa saat kembali ke paviliun agar mereka tak merasa waspada." ucap Xiao Ciyun yang memberikan sedikit nasehat pada Wi Algi.

__ADS_1


Hai hai guys akhirnya aku update lagi gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib ya guys, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2