RATU IBLIS

RATU IBLIS
Bertemu Piter


__ADS_3

Di dapur kastil tersebut Xiao Ziya telah memasak beberapa menu makanan seperti daging sapi asam manis, ikan goreng, dan beberapa menu lainnya. Merasa sudah cukup dengan makanan yang akan dia makan Xiao Ziya memutuskan untuk keluar dari dapur dan mencari tempat yang cocok untuk menikmati semua hidangan itu.


"Apakah dapur ini terhubung dengan taman belakang?." tanya Xiao Ziya pada dirinya sendiri sembari menatap ke arah hamparan bunga mawar hitam yang sangat luas disertai beberapa kursi taman di empat titik berbeda.


Xiao Ziya berjalan ke arah taman itu dengan membawa sebuah nampan besar berisikan makanan yang telah ia masak, ia ingin menikmati makan malamnya itu sembari melihat keindahan langit di malam hari.


Ziya meletakkan nampannya di atas meja kemudian ia duduk di kursi taman, setelah itu Ziya mulai makan dengan lahap. Namun tanpa gadis itu sadari ada sepasang mata berwarna merah menyala yang sedang menatapnya dari arah belakang.


"rawr....." raungan seekor macan hitam yang mengejutkan Xiao Ziya. Tiba tiba saja macan itu muncul dan menatap Ziya dengan ekspresi kelaparan.


"Tak bisakah kau datang secara baik-baik, apakah kau ingin dipukuli hingga babak belur." ucap Xiao Ziya tanpa rasa takut sedikitpun pada macan hitam yeng sedang menatap kearahnya itu.


Xiao Ziya menatap ke arah macan hitam itu dengan tatapan marah, ia bahkan memancarkan aura membunuh yang sangat mendominasi hingga membuat macan hitam itu merasa ketakutan.


"Kau lapar?." tanya Xiao Ziya yang merasa tak tega setelah melihat ekspresi ketakutan dari macan hitam itu. Mungkin sang paman lupa memberi makan binatang peliharaannya hingga sang macan hitam ingin menerkam Ziya.


Dengan rasa takut macan itu menganggukkan kepalanya, ia memang belum diberi makan dari kemarin sore hingga sekarang. Melihat anggukan kepala dari sang macan hitam Xiao Ziya segera mengeluarkan beberapa daging binatang buas yang sempat ia buru beberapa tahun lalu dsn diawetkan di dalam cincin semesta. Macan hitam menatap ke arah daging segar yang dikeluarkan oleh Xiao Ziya dengan binar mata cerah.


"Makanlah agar tidak kelaparan dan menyerang orang lain, saya juga ingin melanjutkan makan malam. Jika masih kurang katakan saya, karna mustahil binatang iblis sekuat kau tak bisa berbahasa manusia." ucap Xiao Ziya sembari menyendok ikan goreng kemudian memasukkannya ke dalam mulut.


Macan hitam itu cukup terkejut saat mendengar perkataan dari manusia fana yang ada dihadapannya itu, sangat jarang seorang manusia mengetahui kemampuan yang ia miliki. Macan hitam itu menepis pikirannya kemudiannya memakan daging yang diberikan oleh gadis asing itu.


Xiao Ziya dan macan hitam sedang makan makanan mereka dengan lahap. Setelah dua puluh menit berlalu akhirnya keduanya telah selesai makan.


"Ekem... siapa nama Nona Muda?." tanya macan hitam itu. Ia berusaha berkomunikasi gadis asing yang ada di hadapannya, sang macan hitam berharap kemampuan gadis itu mampu mrnangkap perkataannya itu.


"Saya Xiao Ziya. Apakah kau peliharaan paman Lee Brian?." tanya Ziya pada macan hitam itu.

__ADS_1


"Nona Ziya benar, saya hewan peliharaan Tuan Lee Brian. Nama saya Piter." jawab macan hitam yang memperkenalkan diri pada Xiao Ziya.


"Ah ternyata nama mu Piter, namun bagaimana bisa seekor binatang iblis menjadi binatang peliharaan dari pemimpin kelompok Malaikat Kematian?." tanya Xiao Ziya dengan rasa penasaran.


"Panjang ceritanya Nona Ziya. Saya diselamatkan oleh Tuan Lee Brian saat sedang diserang oleh beberapa orang kultivator ranah Kaisar Langit, saat itu kemampuannya saya masih sangat rendah hingga dikalahkan oleh kultivator itu." ucap Piter yang menceritakan sedikit kisahnya.


"Ah ternyata begitu, saya senang melihat mu sudah berada di tempat yang lebih baik. Ah iya saya memiliki beberapa binatang pengikut dan salah satu diantara mereka ada yang saya rawat dari kecil." ucap Xiao Ziya yang sedang menceritakan tentang Zier pada Piter.


"Apakah binatang pengikut Anda tertinggal di dunia tempat Anda tinggal?." tanya Piter yang merasa penasaran dengan binatang pengikut setia dari gadis itu.


"Dia selalu ikut kemanapun saya pergi, apakah kau ingin bertemu dengannya?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman tipis.


"Apakah saya boleh bertemu dengannya?." ucap Piter dengan antusias tinggi.


"Keluarlah Zier ada yang ingin bertemu dengan mu." ucap Xiao Ziya. Beberapa detik setelahnya muncul cahaya putih dari cincin semesta miliknya kemudian muncul seekor harimau bertubuh besar dengan beberapa helai surai berwarna emas.


Piter menatap ke arah Zier dengan tatapan lebar, ia terpanah dengan penampilan harimau itu. Entah mengapa Piter merasa familiar dengan wajah sang harimau.


"Mungkin tebakan Anda benar, ibu dari Zier adalah anak dari seekor harimau surgawi yang saya temukan delapan tahun yang lalu. Saya sendiri yang membantu persalinan harimau itu hingga ia mati setelah melahirkan anaknya." jelas Xiao Ziya mengenai cerita singkat dengan pertemuannya dengan ibu Zier.


Mata Piter membelalak dengan lebar dan tiba tiba ia menitipkan air mata. Piter kenal dengan ayah dari binatang setia yang diurus oleh nona muda bernama Xiao Ziya itu. Sangat disayangkan ayah dari Zier telah mati lima tahun yang lalu setelah mendapat hukuman dari bangsa iblis.


"Saya sangat lega karna putra dari sahabat baik saya dirawat oleh seorang manusia yang sangat baik. Sahabat saya pasti merasa tenang di atas sana." ucap Piter yang masih menangis.


"Anda mengenal kedua orang tua saya?." tanya Zier dengan rasa penasaran, entah mengapa Zier tidak merasa sedih setelah mendengar bahwa ayahnya telah tiada.


"Saya mengenal mereka dengan baik." jawab Piter dengan senyuman lebar.

__ADS_1


Setelah perkenalan antara Piter dengan Zier, keduanya bermain di sekitar taman belakang berlarian kesana kemari diawasi oleh Xiao Ziya.


Di tempat lain saat ini Lee Brian dan Su Mingji sedang membicarakan pertemuan besok dengan kelompok malaikat sayap putih. Su Mingji mengatakan kemungkinan besar Kaisar Langit akan menghadiri pertemuan itu, karna itulah Lee Brian harus menyiapkan segala hal dengan sempurna termasuk untuk jamuan sarapan dan makan malam.


"Apakah Anda sudah selesai Nona Su Mingji, saya masih memiliki urusan lain. Semua persiapan untuk bertemu besok sudah diurus oleh malaikat kematian yang lain." ucap Lee Brian, ia ingin pergi mencari keberadaan keponakan kesayangannya.


"Anda ingin mencari gadis bernama Xiao Ziya itu? bukankah hubungan kalian berdua hanya sebatas paman dan keponakan?. Namun saya dapat merasakan bahwa hubungan kalian lebih dari itu." ucap Su Mingji dengan tatapan penuh selidik.


"Tidak ada urusannya dengan Anda, kembalilah karna hari sudah sangat larut. Tidak baik seorang wanita berlama lama di tempat tinggal pria lajang." tegur Lee Brian yang mulai merasa tidak nyaman dengan kehadiran wanita itu.


"Saya ingin ikut kemana Anda pergi, mari kita bersama-sama mencari nona Xiao Ziya." ucap Su Mingji sembari keluar dari ruang kerja Lee Brian untuk mencari keberadaan Xiao Ziya.


"Argh bagaimana cara saya mengusir wanita itu, saya sangat tidak nyaman dengan kehadirannya." batin Lee Brian dengan sorot mata tajam.


Lee Brian berjalan keluar dari ruang kerjanya, ia harus pergi untuk mencari keberadaan Xiao Ziya sebelum terjadi sesuatu pada gadis itu. Satu hal yang Lee Brian khawatirkan adalah Ziya bertemu dengan Piter sang harimau hitam yang ia rawat. Piter sangat tidak menyukai kehadiran orang lain di sekitar taman belakang ataupun orang baru.


Lee Brian mengelilingi kastil miliknya bersama dengan Su Mingji. Setelah cukup lama mencari kesana kemari akhirnya Lee Brian melihat keponakannya sedang duduk di bangku taman belakang sembari melihat ke sebuah arah dengan senyum lebar.


"Itu Nona Ziya!." triak Su Mingji dengan ekspresi wajah senang seolah olah ia memiliki kesan baik dengan Xiao Ziya.


Lee Brian berlari ke arah Xiao Ziya untuk melihat bagaimana kondisi gadis itu sekarang. Lee Brian khawatir Piter menyerang gadis itu saat pertemuan pertama mereka.


"Apa kau baik-baiknya saja, apakah ada yang terluka?. Harimau hitam itu menyerang mu ataukah tidak?." tanya Lee Brian secara bertubi-tubi. Ia tak bisa diam sebelum mendapatkan jawaban dari keponakannya itu.


"Saya baik baik saja paman meski Piter hampir menyerang saya tadi. Akan tetapi itu bukan kesalahannya, bagaimana bisa paman membiarkan Piter tidak makan seharian." jawab Xiao Ziya sembari menunjukkan ekspresi kesal.


"Apakah Piter menceritakan hal itu padamu? saya sangat sibuk akhir akhir ini sehingga tidak sempat untuk memberinya makan. Biasanya ada pelayan yang memberikan Piter makan ketika saya sedang sibuk, mungkin beberapa hari terakhir ini mereka lupa." ucap Lee Brian.

__ADS_1


"Apapun alasannya itu bukan tindakan yang benar paman." jawab Xiao Ziya dengan nada ketus.


Hai hai semua author balik lagi nih, maaf di bab ini cuma sedikit karena author lagi ga enak badan dan masih ada beberapa novel yang harus di update. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.


__ADS_2