
Xiao Yuza dan Xiao Xiling baru saja sampai di Istana Kekaisaran Qiyu, mereka bergegas masuk ke dalam untuk melaporkan kembalinya Xiao Ziya ke Dunia Bawah. Di saat yang bersamaan beberapa prajurit yang bertugas di gerbang perbatasan juga sampai di istana untuk memberi laporan pada Kaisar Zue.
Tok tok tok....
Suara ruang kerja Kaisar Zue yang diketuk oleh Xiao Yuza dan Xiao Xiling, keduanya menunggu beberapa saat hingga diizinkan untuk masuk ke dalam.
"Salam hormat kami pada Kaisar Zue." ucap Xiao Yuza dan Xiao Xiling yang memberikan salam pada sang kaisar secara bersamaan.
"Salam saya pada kedua ketua Klan Xiao, ada kepentingan apa hingga kalian berdua datang menemui saya?." tanya Kaisar Zue, pemuda itu meletakkan beberapa berkas yang sedang ia pegang kemudian fokus pada ketua Ketua Klan Xiao.
"Kami ingin menyampaikan bahwa saat ini Nona Muda Xiao Ziya telah kembali ke Dunia Bawah, menutut keterangan dari Tuan Xiao Cunyu saat ini nona muda sedang berada di perbatasan Kekaisaran Qiyu untuk membantu para prajurit yang terjangkit wabah. Meskipun begitu kami harap Kaisar Zue tak perlu merasa khawatir karna Nona Muda memiliki kemampuan untuk menjaga diri." jelas Xiao Yuza pada sang Kaisar dengan tatapan serius. Sebelum pergi meninggalkan Dunia Bawah Xiao Ziya sudah memiliki kekuatan yang sangat besar, entah semengerikan apa kekuatan gadis itu saat ini.
Kaisar Zue terdiam beberapa saat dan berusaha mencerna penjelasan dari Xiao Yuza. Jadi saat ini adik perempuannya telah kembali ke Dunia Bawah namun ia lebih memilih untuk membantu para prajurit yang terjangkit wabah daripada masuk ke dalam wilayah Kekaisaran Qiyu untuk menemui semua orang terlebih dahulu?. Apa yang sedang difikirkan oleh Nona Xiao Ziya? mengapa ia mengambil tindakan yang sangat gegabah. Kaisar Zue tidak dapat berfikir dengan jernih, ia ingin memberi perintah pada beberapa jenderal untuk menyusul Xiao Ziya dan membawanya kembali, bagaimanapun juga keselamatan adik perempuannya adalah prioritas utama.
Belum sempat Kaisar Zue pergi dari ruang kerjanya tiba tiba ia mendengar orang lain yang sedang mengetuk pintu ruang kerjanya itu. Kaisar Zue mempersilahkan sang tamu masuk ke dalam, mata Kaisar Zue membelalak dengan lebar saat mendapati beberapa prajurit yang ia tugaskan untuk menjaga wilayah perbatasan dan terjangkit wabah mengerikan itu datang menemuinya dalam kondisi sehat.
"Salam hormat kami pada Kaisar Zue dan kedua ketua dari Klan Xiao. Maaf jika kedatangan kami menganggu pembicaraan kalian." ucap para prajurit penjaga perbatasan itu sembari membungkukkan badan mereka.
Meskipun kondisi para prajurit penjaga wilayah perbatasan itu terlihat baik baik saja, Kaisar Zue tetap khawatir jika masih ada sisa sisa wabah yang melekat pada tubuh mereka. Sang Kaisar berdiri dari kursi kerjanya kemudian mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak dengan para prajurit itu.
"Mengapa kalian ada di sini? siapa yang memberikan izin untuk masuk ke dalam Istana Kekaisaran!." ucap Kaisar Zue dengan suara yang cukup tinggi. Ia telah memberi perintah pada para prajurit penjaga gerbang masuk istana untuk melarang para prajurit penjaga berbatasan masuk ke dalam apapun alasannya.
"Kami mendapatkan izin langsung dari Nona Muda Xiao Ziya, ia memberikan kami sebuah token identitas jika kami dihentikan oleh para prajurit. Yang Mulia Kaisar tidak perlu khawatir karna seluruh prajurit yang terjangkit wabah mengerikan itu telah disembuhkan oleh Nona Xiao Ziya, Nona membuat sebuah obat penawar untuk kami semua." jelas salah seorang prajurit penjaga wilayah perbatasan.
Kaisar Zue tak bisa memberikan respon apapun lagi karna para prajurit itu mendapatkan izin langsung dari Xiao Ziya yang memiliki kedudukan lebih tinggi darinya di wilayah Kekaisaran Qiyu ini, beberapa kerajaan dan kekaisaran yang ada di Dunia Bawah adalah milik gadis itu. Kaisar Zue menarik nafas kemudian menghembuskannya perlahan ia berusaha untuk menenangkan diri, saat sang kaisar sangat khawatir terlihat kedua ketua dari Klan Xiao sangat santai meski mereka berada cukup dekat dengan para prajurit yang pernah terjangkit wabah.
"Bukankah saya sudah mengatakan pada Anda untuk percaya pada kemampuan Nona Xiao Ziya, ia selalu mempertimbangkan rencananya dengan matang." ucap Xiao Yuza dengan tatapan tajam.
"Ah maaf, bukannya saya tak percaya pada kemampuan Nona Muda Xiao Ziya namun saya tak ingin hal buruk terjadi padanya." ucap Kaisar Zue dengan tatapan sedih.
__ADS_1
"Kami mengerti kecemasan Anda." ucap beberapa prajurit penjaga wilayah perbatasan.
"Lalu dimana Nona Xiao Ziya sekarang?!." tanya Xiao Yuza yang tak menemukannya keberadaan Xiao Ziya.
"Nona Muda Xiao Ziya menitipkan pesan pada kami bahwa saat ini ia akan berkeliling di sekitar wilayah Dunia Bawah untuk melihat kondisi kerajaan dan kekaisaran lain terutama yang berada dibawah kepemimpinannya. Nona Xiao Ziya memberikan perintah untuk menutup seluruh akses keluar masuk wilayah Kekaisaran Qiyu, menurut penelitian yang Nona Xiao Ziya lakukan wabah itu disebabkan oleh cacing parasit berwarna hitam yang masuk ke dalam pembuluh darah korbannya." jelas salah seorang prajurit penjaga gerbang, ia hanya menyampaikan pesan dari Xiao Ziya.
"Cacing parasit?? saya belum pernah mendengar hal semacam itu sebelumnya." gumang Kaisar Zue dengan tatapan heran, selama hidup menjadi Pangeran Kegelapan ia juga belum pernah mendengar hal semacam itu. Apakah wabah yang menyebar di seluruh wilayah Dunia Bawah disebabkan oleh ulah sekelompok manusia dengan niatan tertentu?.
"Hanya itu yang Nona Xiao Ziya sampaikan pada kami, karna tugas kami telah selesai kami pamit untuk kembali bertugas." ucap para prajurit penjaga perbatasan itu, mereka membungkukkan badan secara serempak kemudian keluar dari ruang kerja Kaisar Zue.
Setelah kepergian para prajurit penjaga perbatasan itu suasana di dalam ruang kerja sang kaisar kembali menjadi hening, Kaisar Zue ingin tau ke wilayah mana adik perempuannya itu pergi sedangkan kedua ketua Klan Xiao sedang mengagumi kemampuan Xiao Ziya dalam membuat ramuan penawar. Setelah dirasa urusan mereka selesai, Xiao Yuza dan Xiao Xiling pamit untuk kembali ke Klan Xiao dan memberitahukan kabar baik itu pada ketua klan yang lain.
Di sisi lain saat ini Xiao Ziya masih melesat menghilangkan kecepatan penuh menuju Kerajaan Daun Perak, ia ingin tau bagaimana kondisi kerajaan yang dipimpin oleh cucu dari penguasa Alam Neraka. Baru saja Sampaikan di luar wilayah perbatasan Xiao Ziya dibuat tercengang dengan tidak adanya prajurit yang berjaga jaga di sana selain itu gerbang perbatasan terbuka dengan lebar. Karna firasatnya mengatakan ada hal buruk di dalam wilayah Kerajaan Daun Perak akhirnya Xiao Ziya menyelimuti seluruh tubuhnya menggunkan api berwarna putih sebagai bentuk perlindungan terhadap wabah yang disebabkan oleh cacing parasit.
"Sepertinya ini tidak berjalan dengan baik." ucap Xiao Ziya dengan suara pelan kemudian gadis itu melangkahkan kakinya masuk ke dalam wilayah Kerajaan Daun Perak.
"Kemungkinan besar penduduk yang tinggal di wilayah perbatasan mengambil langkah pertama dengan bersembunyi di dalam rumah mereka, bahkan beberapa diantara mereka sampai menempelkan kertas mantra untuk mengusir aura aura jahat." gumam Xiao Ziya yang masih sibuk mengamati kondisi di sekitar desa itu.
Saat Xiao Ziya ingin beranjak pergi tiba tiba ia mendengar suara jeritan dari halaman belakang rumah seorang penduduk desa, dengan segera gadis itu melesat untuk melihat apa yang sedang terjadi di sana. Seorang anak perempuan berusia empat tahun sedang dihadang oleh beberapa pria dengan penampilan yang sangat aneh, ketiga pria itu sangat mirip dengan zombi yang pernah Xiao Ziya tonton dalam serial drama di kehidupan yang sebelumnya.
Xiao Ziya mengeluarkan sebuah pedang dari cincin semesta miliknya kemudian melesat ke arah tiga pria aneh yang ingin menyentuh anak perempuan itu. Xiao Ziya memotong tangan salah satu diantara mereka kemudian keluar beberapa cacing parasit berwarna hitam dari potongan tangan itu. Dengan segera Xiao Ziya membakar cacing cacing itu menggunakan api hitam miliknya.
"Dimana rumah mu? mari kakak antar." ucap Xiao Ziya yang langsung menggendong anak perempuan itu untuk menjauhkannya dari ketiga pria aneh yang masih keras kepala untuk menyentuh tubuh anak perempuan itu.
Kini Xiao Ziya meloncat di salah satu atap rumah penduduk untuk menghindari ketiga pria yang telah berubah menjadi zombie, gadis itu baru mengetahui fakta bahwa si cacing parasit dapat membuat kerusakan yang sangat parah pada tubuh korbannya hingga kehilangan akal seperti itu.
"Dimana kau tinggal gadis kecil? bagaimana jika ayah dan ibumu sedang mencemaskan kondis mu saat berada di luar rumah." ucap Xiao Ziya sembari menatap ke arah wajah anak perempuan itu, mata anak perempuan tersebut berkaca kaca kemudian ia menangis dengan cukup kencang.
"Berhenti menangis jika masih ingin hidup, ketiga pria yang sedang mengejar mu sangat sensitif terhadap suara." ucap Xiao Ziya yang sedang memperingatkan anak perempuan itu agar tidak membuat suara yang bising dengan tangisannya.
__ADS_1
"Maaf Nona Muda, saya tidak mengetahui hal itu. Bisakah Anda mengantar saya pulang ke rumah?." tanya anak perempuan itu dengan suara dan logat bicara yang sangat lucu.
"Tunjukkan dimana rumah mu?." tanya Xiao Ziya, gadis itu sedang mencoba untuk bersabar karena yang ia hadapi saat ini seorang anak perempuan yang masih polos.
Sang anak perempuan menunjuk ke arah sebuah rumah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada saat ini. Xiao Ziya meloncati satu persatu atap rumah penduduk untuk sampai di rumah yang ia tuju, setelah sampai gadis itu langsung loncat turun ke bawah dan mengetuk jendela bagian belakang secara perlahan. Beberapa saat setelahnya jendela itu terbuka dan menunjukkan wajah orang tua anak perempuan itu dengan ekspresi cemas.
"Mengapa kau tak mendengar perkataan ayah dan ibu, bermain di luar rumah bukanlah pilihan yang tepat saat kondisi sedang seperti ini." ucap ibu dari anak perempuan itu dengan air mata yang membasahi seluruh wajahnya.
Anak perempuan itu hanya bisa menundukkan kepalanya saat dalam gendongan Xiao Ziya, apa yang dikatakan oleh sang ibu benar saat ini banyak teror yang menghampiri desa itu.
"Bawa anak Anda masuk kedalam, ketiga pria aneh itu semakin dekat." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam dan sorot mata berwarna merah darah.
Ibu dari anak perempuan itu membuka lebar lebar jendela bagian belakang rumahnya kemudian Xiao Ziya memasukkan anak perempuan itu melalui jendela.
"Jangan membuka pintu untuk orang dengan kondisi fisik yang sama dengan ketiga pria itu, saya rasa mereka sudah kehilangan kendali akibat wabah itu." pesan Xiao Ziya pada orang tua si anak perempuan.
"Terimakasih telah menyelamatkan anak kami, kondisi di wilayah ini memang sangat parah. Raja Yuan Zie saja sampai terkena wabah ini karna mencoba untuk menyelamatkan penduduk nya." ucap sang ayah dari anak perempuan itu.
"Raja Yuan Zie juga terjangkit wabah?. Terimakasih informasinya saya permisi terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi khawatir, gadis itu tak menuangka cucu dari Raja Artur dapat terjangkit sebuah wabah dengan sangat mudah.
Xiao Ziya melesat menuju bagian perbatasan dari desa itu, baru saja menginjakkan kakinya di luar desa ia sudah melihat sesuatu yang tampak mengerikan. Ada ratusan orang dengan kondisi yang sama seperti ketiga pria yang ia temui sebelumnya.
"Hah ini akan menjadi tugas yang melelahkan." ucap Xiao Ziya dengan nada pasrah.
Xiao Ziya mengeluarkan ratusan jarum perak dari cincin semesta miliknya, Xiao Ziya melumuri jarum perak itu dengan ramuan penawar yang ia buat beberapa waktu yang lalu. Dengan kecepatan tinggi Xiao Ziya melemparkan ratusan jarum perak itu secara bersamaan hingga menancap tepat di kening orang orang yang sudah berubah menjadi zombie. Setelah tertancap jarum perak milik Xiao Ziya ratusan orang itu jatuh ke tanah dalam kondisi tidak sadarkan diri.
"Paling tidak mereka akan tatap seperti itu hingga tiga hari kedepan, saya harus menemukan cara untuk mengembalikan kesadaran mereka." ucap Xiao Ziya yang melesat pergi menuju Istana Kerajaan Daun Perak.
Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.
__ADS_1