
Xiao Ziya membuka matanya dan melihat nomer urut berapa yang ia lihat, dan itu sesuai dengan harapanya dengan mendapat nomer urut satu maka Xiao Ziya akan segera bertanding setelah selesai dia bisa melanjutkan tidurnya.
"Baguslah aku tak perlu menunggu lama." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum. Beberapa orang yang sedari tadi melihat ke arah Xiao Ziya merasa keheranan dengan fikiran gadis itu.
"Baiklah karna kalian semua sudah mendapatkan nomer urut masing masing pertandingan kali ini akan kita mulai silahkan nomer urut satu dan dua naik ke atas arena." ucap Yin Mierou.
Mendengar itu Xiao Ziya langsung membuka matanya lebar lebar dan menarik semua nyawa yang tadinya melayang layang akibat rasa kantuknya. Dengan segera Xiao Ziya naik ke atas arena dan kali ini lawannya adalah Lian salah satu murid yang mendaftar tanpa mewakili pihak manapun.
"Maaf Nona Xiao Ziya tak perlu ikut dalam pertandingan ini." ucap Yin Mierou yang membuat Xiao Ziya menaikkan satu alisnya, mengapa ia tak boleh ikut apakah wanita yang ada di hadapannya itu memiliki dendam pribadi padanya??.
"Mengapa aku tak boleh ikut? apakah aku di diskualifikasi karna tertidur?" tanya Xiao Ziya dengan wajah polosnya.
"Tidak bukan seperti itu Nona Xiao Ziya, di awal acara tadi saya menyampaikan ada salah seorang kandidat yang mendapat hak istimewa dan kandidat itu adalah nona." ucap Yin Mierou yang menjelaskan dengan hati hati dan tak ingin menyinggung Xiao Ziya.
"Mengapa? bukankah ini sangat tak adil untuk kandidat yang lain. Jika hanya karna aku menyelamatkan kalian semua waktu itu maka lupakanlah aku tak ingin hak istimewa semacam ini." ucap Xiao Ziya dengan nada yang serius. Semua yang mendengar perkataan Xiao Ziya apalagi para kandidat murid baru seperti ingin muntah darah.
"Apakah gadis itu bodoh menolak kesempatan emas seperti ini?" ucap Min Yongi salah satu kandidat yang mewakili Klan Min.
"Diamlah jika bukan karnanya kita sudah tewas." bentak Min Bexi pada rekannya.
"Nona kecil itu pantas mendapatkan hak istimewa namun mengapa ia menolaknya." ucap Zo Zora dengan wajahnya yang berkerut akibat memikirkan hal semacam ini.
" Xun, apakah adikmu itu tak mengerti apa yang di maksud peluang emas?" tanya Ling Fuen pada Xiao Xun.
"Entahlah aku tak pernah mengerti jalan fikiran adik kecilku itu." ucap Xiao Xun yang memang tak mengerti dengan apa yang ada di otak adiknya, bukankah bagus jika adiknya langsung menjadi murid luar Akademi Kekaisaran tanpa harus lelah lelah mengeluarkan tenaga dan bertarung dengan yang lain.
"Mungkin adikmu bodoh." ucap Yin Jinyi yang merupakan pangeran kelima sekaligus salah satu murid elit, entah mengapa akhir akhir ini hubungan antara kekaisaran dengan Klan Xiao sangatlah tidak baik.
__ADS_1
"Jangan menghina adikku." ucap Xiao Xun yang kesal, namun dia menahan agar tak memukul wajah pangeran tak tau diri yang ada di hadapannya itu.
Semua sibuk berfikir alasan apa yang membuat Xiao Ziya menolak mendapatkan hak istimewa, bukankah ini bagus dia hanya tinggal duduk diam dan melihat kandidat yang lain bertarung.
"Gadis kecil mengapa kau menolak hak istimewa itu? bukankah bagus kau bisa tidur lebih lama." ucap Su Kirin yang tau bahwa Xiao Ziya jarang memiliki waktu untuk tidur dengan benar.
"Ya ya ya aku memang sangat ingin tidur saat ini, namun akan terasa tak adil bagi kandidat lain. Lagipula aku ingin masuk dan menjadi murid Akademi Kekaisaran dengan usaha dan kekuatanku sendiri bukan karna hak istimewa semacam ini." jelas Xiao Ziya yang membuat sebagian dari mereka mengerti.
"Apakah kau tak menghargai hak istimewa yang kami berikan?" ucap Yin Bingli yang sedikit kesal pada Xiao Ziya.
"Apakah ini penghinaan untukku? aku punya kekuatan dan aku mampu." ucap Xiao Ziya dengan nada tegas dan sorot mata yang sangat jatam dan mengintimidasi.
"Tidak seperti itu nona Ziya, namun ini sudah menjadi keputusan dari pihak Akademi sebagai ucapan trimakasih atas bantuan yang telah anda berikan." ucap Yin Mierou dengan keringat yang sudah mengalir di dahinya, berbicara dengan gadis seperti Xiao Ziya benar benar membutuhkan tenaga yang ekstra.
"Haish aku hanya ingin pertandingan ini berjalan dengan adil apakah aku salah?" tanya Xiao Ziya sambil melihat semua orang yang ada di sana, hampir semua orang menggelengkan kepalanya. Memang benar tindakan Xiao Ziya tidaklah salah namun terlalu memikirkan orang lain tidaklah benar.
"Sudahlah jangan membuang buang waktu, segera mulailah pertandingan ini aku sangat mengantuk dan ingin tidur." ucap Xiao Ziya dengan wajah tanpa dosanya. Mau tidak mau Yin Mierou menuruti apa yang di inginkan Xiao Ziya, jangan sampai arena pertandingan hancur akibat kemarahan gadis yang ada di depannya itu.
"Baiklah aku akan memulai pertandingan babak pertama, ingat kalian dilarang untuk saling membunuh. Satu... dua...tiga.... mulai." triak Yin Mierou pada hitungan terakhir.
Xiao Ziya tak bergerak sama sekali dia hanya menatap lawannya, hal itu tentu membuat Lian merasa heran dia kira Xiao Ziya akan menyerangnya dengan berutal dan segera menyelesaikan pertandingan ini.
"Seranglah aku terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya.
"Baiklah." ucap Lian dengan penuh semangat. Pemuda itu dengan segera mengeluarkan salah satu jurus andalannya, beberapa akar pohon keluar dari tanah dan melilit tubuh Xiao Ziya, akar akar itu juga memiliki duri duri yang berisi racun.
"Saudari Ziya mengapa kau tak menghindar." ucap Xiao Bin yang merasa terkejut, dia fikir Ziya akan menghindari akar akar itu dengan cepat nyatanya gadis itu hanya diam saja.
__ADS_1
"Apakah kau ingin mati? akar akarku ini memiliki duri beracun mengapa kau tak menghindarinya?" ucap Lian yang merasa kesal dengan tindakan Xiao Ziya, Lian merasa gadis itu sangat tak peduli dengan pertandingan ini.
"Hancur." ucap Xiao Ziya dan seketika semua akar akar yang tadi melilitnya hancurt tak terisisa bahkan tak ada luka di tubuhnya.
Semua yang melihat kejadian itu hanya menunjukkan ekspresi terkejut dan tak percaya, racun yang dimiliki akar itu bukanlah main main.
"Apakah kau berfikir racunmu itu akan mempengaruhiku jangan bermimpi." ucap Xiao Ziya yang mengepalkan tangannya kemudian berlari ke arah Lian dengan cepat namun pasti. Xiao Ziyapun melayangkan sebuah tinju tepat di perut Lian dan pria itu terpental dari arena menabrak dinding pembatas antara peserta dan penonton.
"Pemenang dari pertandingan pertama ini adalah Xiao Ziya." ucap Yin Mierou yang mengumumkan hasil pertandingan.
Pertandingan kedua Ling Amia VS Zo Xila. Mereka adalah perwakilan dari Klan Ling dan juga Klan Zo.
"Tak kuduga lawanku adalah gadis cantik sepertimu, bagaimana bila ku rusak saja wajah cantikmu itu." ucap Zo Xila dengan senyumnya yang menyeramkan. Zo Xila mengeluarkan sebuah belati dari bajunya.
"Apakah kau iri dengan wajahku?" tanya Ling Amia sambil tersenyum remeh.
Kedua gadis itu saling beradu jurus satu sama lain. Zo Xila dari awal memusatkan titik serangannya pada wajah milik Ling Amia dengan belati yang ada di tangannya Zo Xila berhasil membuat satu goresan di wajah cantik Ling Amia.
"Kurang ajar, aku akan membuatmu menyesal karna melukai wajah cantikku." ucap Ling Amia yang sudah tersulut amarah.
Dengan cepat Ling Amia menyerang Zo Xila secara bertubi tubi tanpa memberi celah, sebuah serangan bola api sebesar kepalan tangan telak mengenai Zo Xila hingga gadis itu jatuh ketanah dan pingsan.
Ling Amia belum puas dan hendak menyerang lagi namun dihentikan oleh Yin Mierou.
"Dilarang saling membunuh di atas arena ini, apakah kau ingin di diskualifikasi?" ucap Yin Mierou dengan tegas. Ling Amiapun hanya bisa menurutinya. Pada pertandingan kedua Ling Amialah yang menjadi pemenang.
**Hai hai guys, akhirnya malam ini aku bisa up lagi, miss you guys, aku mau fokus sama novelku dulu mulai hari ini wkwkwk semoga ga ada halangan ya.
__ADS_1
Jangan lupa vote, komen, like, rate, share**.