
Mokuzo tersenyum puas saat mendengar jawaban dari Nona Besar Xiao Ziya, naga itu langsung menatap tajam ke arah naga es kemudian menyemburkan lava panas dari mulutnya. Naga es itu berusaha menghindar dari serangan sang naga hitam namun karna pergerakannya sangat minim akhirnya naga es itu terkena semburan lava panas milik Mokuzo. Di sisi lain Tuan Muda Yarland Mouzi dan Ezad Mouzi tak mengerti darimana Xiao Ziya mendapatkan naga sekuat itu, jika seperti ini maka sudah dapat dipastikan naga es yang mereka panggil akan kalah di tangan naga milik gadis itu.
"Ahahaha apa kau sudah merasakan seberapa jauh perbedaan kekuatan antara naga asli dengan naga palsu?." ucap Mokuzo dengan senyuman lebar, ia sangat puas melihat ekspresi kesal dari sang naga es yang sebagian tubuhnya mulai meleleh.
"Lihat saja aku akan membalas mu nanti." ucap naga es itu yang hendak terbang meninggalkan Kediaman Keluarga Mouzi.
Dengan sigap Mokuzo menyemburkan api yang sangat panas ke arah naga es itu hingga seluruh bagian tubuh yang terkena api langsung meleleh dan menyisakan seekor ular dengan ukuran sedang berwarna putih pucat. Ular putih itu mendarat jatuh ke bawah dalam kondisi sekarat, Xiao Ziya berjalan mendekat ke arah ular putih itu kemudian tersenyum miring.
"Selamat tinggal naga palsu." ucap Xiao Ziya kemudian menyentuh tubuh ular putih itu hingga melebur menjadi abu.
Xiao Ziya mengucapkan terimakasih pada Mokuzo karna telah membantunya, gadis itu memasukkan kembali sang naga hitam kedalam cincin semesta miliknya. Yarland Mouzi dan Ezad Mouzi merasa ragu saat ingin menyerang Xiao Ziya lagi, gadis itu sangat unggul dalam berbagai hal dan jika mereka berduaan keras kepala untuk mengalahkan Xiao Ziya yang ada nyawa merekalah yang akan melayang.
"Mengapa kalian hanya diam saja! serang gadis itu." ucap Nyonya Ribel Mouzi yang merasa kesal setelah melihat anak ketiga dan keempatnya hanya diam tak segera menyerang Xiao Ziya.
"Jika ibu ingin mati mengapa ibu tak menyerangnya sendiri." jawab Yarland Mouzi dengan tatapan tajam, ibunya itu hanya tau menyuruh orang lain saja. Apakah sang ibu tak memikirkan keselamatan anak anaknya yang sedang bertarung saat ini.
"Dasar anak tak tau diri, aku susah melahirkan dan membesarkan mu dengan susah payah inikah balasan mu untuk ibumu sendiri?." tanya Nyonya Ribel Mouzi dengan mata berkaca-kaca, ia tak menyangka salah satu putranya akan berkata demikian.
"Terlalu berisik mari bertarung sekarang." ucap Xiao Ziya yang tak peduli dengan drama di dalam keluarga itu, yang harus ia lakukan sekarang hanyalah mengalahkan kedua tuan muda yang ada di hadapannya.
Yarland Mouzi dan Ezad Mouzi mencoba untuk menyerang Xiao Ziya secara bersamaan, mereka menggunakan sebuah pedang dengan ukuran yang cukup bear. Pedang itu terbuat dari api yang cukup panas, selain penyihir dengan elemen es kedua pemuda itu menguasai elemen api juga. Keduanya berfikir jika es melawan api lalu es kalah, mungkin jika api melawan api mereka memiliki kesempatan untuk menang. Di sisi lain saat ini Denxi Mouzi dan Esland Mouzi masih bertarung sengit melawan Lunx, leluhur bangsa elf itu adalah lawan yang sangat tangguh hingga mereka berdua merasa lelah.
"Elf tua ini sangat sulit untuk diatasi, bagaimana bisa gadis itu menjadikan bangsa elf yang kuat menjadi pelayan setianya." ucap Denxi Mouzi dengan tatapan kesal, semuanya menjadi kacau hanya karna ulah seorang gadis saja.
"Mari kita menyerang dari sisi yang berbeda." ucap Esland Mouzi yang langsung melesat menuju sisi belakang Lunx. Kedua pemuda itu menyerang sang elf menggunakan sihir terkuat yang mereka miliki, dua bola energi elemen es membentur tubuh Lunx dan membuat suara ledakan yang cukup keras. Denxi Mouzi dan Esland Mouzi sangat yakin elf tua itu telah mati setelah mendapatkan serangan sekuat itu.
Xiao Ziya yang tadinya sedang fokus bertarung dengan Yarland Mouzi dan Ezad Mouzi sedikit terkejut dengan suara ledakan dari arah yang berlawanan, ia menengok ke samping untuk memastikan apakah Lunx baik baik saja atau terluka karna serangan kedua tuan muda itu.
"Sebaiknya Anda fokus ketika sedang bertarung dan tak melihat ke arah lain Nona Ziya." ucap Yarland yang ingin menusuk Xiao Ziya menggunakan pedangnya namun yang terjadi ialah yang tertusuk pedang hitam milik Xiao Ziya tepat di bagian jantungnya.
Ezad membelalakkan matanya ketika melihat kakak laki lakinya mati dengan kondisi tertusuk pedang seperti itu, Ezad berlari ke arah Xiao Ziya kemudian berusaha menebas kepala gadis yang telah membunuh kakak laki laki ketiganya namun ia gagal. Xiao Ziya membalikkan badan dan menatap ke arah Ezad dengan tatapan tajam, jika mereka berani memprovokasi Xiao Ziya artinya mereka sudah siap menerima kematian yang datang secara tiba-tiba.
"Anda ingin membalas dendam? lakukanlah jika Anda mampu Tuan Muda Ezad Mouzi." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin disertai sorot mata berwarna merah. Kemarahan gadis itu terpancing karna ia tak bisa melihat bagaimana kondisi Lunx sekarang ini.
__ADS_1
"Aku akan membunuhmu, aku pasti akan mencabik cabik tubuhmu." triak Ezad Mouzi dengan histeris, pemuda itu menyerang Xiao Ziya terus menerus dan berusaha untuk menyudutkan gadis itu.
Xiao Ziya tersenyum miring saat merasakan kemarahan dari Ezad dengan, gadis itu melesat melewati Ezad Mouzi dan beberapa saat setelahnya kepala Ezad Mouzi menggelinding jatuh dari badannya. Nyonya Ribel Mouzi dan para penduduk Desa Elnz yang menyaksikan kejadian itu langsung memejamkan mata mereka, cara Xiao Ziya membunuh musuhnya sangatlah sadis pantas saja jika gadis itu mampu menghancurkan sebuah klan sendirian.
"Sekarang dua sampah sudah disingkirkan. Jadi apakah Anda ingin memberitahukan pada seluruh penduduk desa darimana Anda mendapatkan pasokan bahan pokok itu Nyonya Ribel Mouzi?." tanya Xiao Ziya dengan wajah dan nada bicara datar. Jika wanita tua itu bersikeras tak mengakui perbuatannya maka Xiao Ziya akan membuatnya bernasib sama dengan Yarland ataupun Ezad.
"Saya mendapatkan semua pasokan bahan pokok itu dari sebuah kerajaan yang letaknya tak terlalu jauh dari Desa Elnz, berhentilah menuduhkan hal yang tak pernah Keluarga Mouzi lakukan." ucap Nyonya Ribel Mouzi yang masih berusaha untuk menjaga nama baik Keluarga Mouzi dan kepercayaan penduduk Desa Elnz pada mereka meski telah kehilangan kedua putranya dan ribuan bawahan.
Duaaar.
Suara ledakan yang sangat kencang membuat semua orang terkejut termasuk Xiao Ziya, gadis itu mengarahkan pandangannya ke sumber suara dan menemukan Lunx sedang menatap tajam ke arah Denxi Mouzi dan Esland Mouzi. Lunx sang leluhur bangsa elf kini sedang mengalami ledakan energi di dalam tubuhnya, elf tua itu merasa sangat marah setelah mendapat serangan terakhir dari kedua tuan muda dari Keluarga Mouzi.
"Cepat kesini!." triak Denxi Mouzi saat menyadari tekanan yang sangat kuat dari elf tua itu mengarah pada Esland Mouzi. Esland Mouzi ingin pergi menghampiri kakak namun tubuhnya tak dapat digerakkan, kaki pemuda itu gemetaran saat Lunx sudah berada di depan matanya.
Lunx mencekik leher Esland Mouzi kemudian mengangkat tubuh pemuda itu dengan cukup tinggi hingga kedua kakinya tak menyentuh tanah berlapis es itu. Esland Mouzi kesulitan bernafas dan wajahnya mulai membiru karna ada oksigen yang masuk ke dalam jantungnya, di sisi lain Denxi Mouzi sedang memikirkan sebuah cara untuk melepaskan cengkraman elf tua itu pada sang adik.
"Lepaskan Esland dasar elf tua sialan." ucap Denxi Mouzi, pemuda itu mengumpulkan seluruh mana dan energi qi yang masih tersisa di dalam tubuhnya, ia membuat sebuah tombak yang sangat panjang dan juga dingin dari kedua energi itu. Dengan cepat Denxi Mouzi melemparkan tombak tersebut ke arah Lunx agar melukai tubuh elf tua itu.
"Ingatlah pihak lawan mu tak sendirian." ucap Xiao Ziya yang langsung melemparkan tombak es itu ke arah Denxi dengan kecepatan lima kali lipat. Dalam hitungan detik tombak es tersebut menancap tepat di jantung Denxi Mouzi dan membuat pemuda itu langsung mati di tempat. Esland Mouzi hanya bisa menangis ketika melihat kakak tertuanya mati begitu saja karna berusaha untuk menyelamatkannya.
"Lebih baik kau menyusul kakak dan adikmu, lihatlah bagaimana ibumu tetap berdiri tenang di teras rumah Kediaman Keluarga Mouzi tanpa merasa sedih setelah kehilangan keempat putranya." bisik Xiao Ziya di telinga Esland Mouzi yang saat ini masih di cekik oleh Lunx.
Mendengar perkataan Xiao Ziya, Esland Mouzi langsung menatap ke arah ibunya. Ternyata benar sang ibu hanya diam tanpa memperlihatkan ekspresi sedih sedikitpun, seharusnya ia tak perlu mendengar perkataan ibunya itu dan memilih kabur bersama saudara yang lain ketika pertarungan sedang berlangsung. Esland Mouzi menatap Nyonya Ribel Mouzi dengan tatapan penuh kebencian, jika pemuda itu dilahirkan kembali ia tak ingin bertemu dengan orang seperti ibunya yang sekarang ini.
"Lepaskan dia Lunx, biarkan Tuan Muda Esland Mouzi mengatakan permintaan terakhinya." ucap Xiao Ziya yang meminta Lunx untuk melepaskan cengkraman nya dari leher Esland Mouzi.
Lunx langsung melepas pemuda itu dan berusaha menetralisir amarahnya, sang leluhur elf takut jika energinya meledak saat Xiao Ziya masih berada di sampingnya. Sebelum mendengar permintaan terakhir dari Esland, Xiao Ziya memberikan pemuda itu sebuah pedang berwarna perak agar Esland dapat membunuh dirinya sendiri.
"Tuan Muda Esland Mouzi pasti tau apa yang harus Anda lakukan dengan pedang itu." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tipis yang terlihat sangat jahat.
"Saya mengerti Nona Ziya, selama Anda menjamin bisa memberikan kematian yang pedih pada wanita itu maka saya dan saudara saya yang lain akan pergi dengan tenang." ucap Esland Mouzi dengan sorot mata kecewa. Banyak hal yang telah ia lakukan dengan ketiga saudara itu namun semuanya tak bernilai bagi sang ibu.
"Katakanlah apa keinginan terakhir mu." ucap Xiao Ziya sembari menyilangkan tangannya di depan dada.
__ADS_1
"Nona harus mengambil semua persediaan bahan pokok yang ada di gudang bagian belakang Kediaman Keluarga Mouzi, bagikan semua bahan makanan pokok itu untuk para penduduk Desa Elnz secara gratis. Anda juga harus menyiksa Tuan Zunhi Mouzi dan Nyonya Ribel Mouzi sebelum membunuh mereka berdua, selama ini kami hanya mengikuti apa yang mereka perintahkan karna itu mereka harus mati dengan cara yang lebih kejam." ucap Esland Mouzi yang telah mengatakan semua keinginan terakhirnya dengan kemarahan yang meluap luap.
Esland Mouzi memejamkan matanya kemudian menusuk jantungnya sendiri menggunakan pedang perak pemberian Xiao Ziya, akhirnya seluruh tuan muda dari Keluarga Mouzi telah menjemput ajalnya masing masing. Xiao Ziya melihat ke arah para prajurit iblisnya yang masih bertarung dengan ribuan bawahan Keluarga Mouzi, entah berapa banyak orang yang mereka pekerjakan.
"Keempat putra Anda telah mati Nyonya Ribel Mouzi dan saya tak melihat kesedihan dari raut wajah Anda. Apakah mereka tak penting bagi Anda?." tanya Xiao Ziya dengan rasa penasaran tinggi, selama ini jika ia membunuh seorang anak yang telah menjadi musuhnya maka ibu dari anak itu akan sangat marah dan berusaha membalas Xiao Ziya.
"Mereka dibesarkan untuk melindungi Keluarga Mouzi dan sekarang tugas mereka telah selesai. Untuk apa saya menangis kepergian mereka berempat." jawab Nyonya Ribel Mouzi dengan tatapan tenang, wanita itu masih bisa tersenyum dengan lebar setelah semua kejadian itu.
"Anda memang tak pantas untuk menjadi seorang ibu, saya berharap jika Anda berreingkarnasi kembali semoga Anda menjadi batu." ucap Xiao Ziya dengan tatapan kesal.
"Selera humor Anda memang sangat buruk Nona Ziya." jawab Nyonya Ribel Mouzi yang menganggap perkataan Xiao Ziya sebagai lelucon saja.
"Biarkan seluruh penduduk Desa Elnz tau bahwa Keluarga Mouzi memiliki lahan pertanian yang ada di dekat hutan perbatasan antara wilayah Desa Elnz dengan wilayah pasang gandum milik para elf." ucap Xiao Ziya dengan senyuman miring. Saat berada di puncak gunung es Xiao Ziya sempat melihat hamparan padi yang mulai menguning serta beberapa petak tanah yang ditanami sayuran.
"Omong kosong apa lagi yang Anda ucapkan Nona Ziya, seluruh wilayah Desa Elnz tertutupi oleh lapisan es yang sangat tebal. Bagaimana kami bisa bercocok tanam di atas bongkahan es?." ucap Nyonya Ribel Mouzi seolah olah ia tak melakukan hal itu.
Xiao Ziya meremas kedua telapak tangannya dengan kesal, mengapa wanita bau tanah itu tak ingin mengakui kejahatan yang telah ia lakukan. Xiao Ziya melesat dengan cepat dan saat ini ia sudah berada di hadapan Nyonya Ribel Mouzi yang sedang menunjukkan ekspresi terkejut. Mungkin wanita itu berfikir bahwa Xiao Ziya tak akan bisa melewati ribuan bawahannya yang sedang bertarung dengan prajurit milik gadis itu.
Plak plak plak plak..
Suara tamparan yang sangat keras, Xiao Ziya menampar pipi Nyonya Ribel Mouzi beberapa kali hingga gadis itu merasa sedikit puas. Semua kata kata yang keluar dari mulut Nyonya Ribel Mouzi hanyalah sampah busuk yang tak bisa si daur ulang.
"Berapa lama lagi Anda ingin membuat penduduk Desa Elnz menderita! apakah wajar satu kantung kecil beras dengan harga seribu koin emas. Lebih baik Anda di bakar saja di alam neraka." ucap Xiao Ziya dengan penekanan di setiap kalimat yang ia ucapkan.
Bukannya merasa takut karena saat ini Xiao Ziya berasa di depannya, tiba tiba Nyonya Ribel Mouzi tertawa dengan kencang seperti orang gila. Xiao Ziya menatap sinis ke arah wanita itu dan sudah tak sabar untuk membunuhnya agar tak perlu mendengar omongan busuk dari Nyonya Ribel Mouzi.
"Siapa suruh penduduk Desa Elnz terlalu percaya dengan kami? mereka juga tak bisa mendapatkan bahan makanan lain selain membeli pada kami." ucap Nyonya Ribel Mouzi dengan sangat ringan, ia bahkan tak merasa bersalah sedikitpun. Penduduk Desa Elnz yang mendengar hal itu merasa sangat marah, ternyata selama ini mereka susah dibodohi oleh seluruh Keluarga Mouzi.
Xiao Ziya menendang perut wanita itu hingga ia jatuh tersungkur di lantai teras rumahnya sendiri, tak berhenti sampai di sana Xiao Ziya kembali menginjak perut Nyonya Ribel Mouzi hingga wanita itu memuntahkan darah berwarna ungu tua. Xiao Ziya menatap datar ke arah darah yang dimuntahkan oleh wanita itu, pantas saja Nyonya Ribel Mouzi bertingkah seperti orang gila ternyata jiwanya sangat kotor dan sudah menyatu dengan iblis hati.
"Berapa banyak iblis hati yang ada di dunia ini? saya sudah sangat muak saat bertemu dengan mereka." ucap Xiao Ziya yang langsung memancar aura kematian dan aura junjungan muda dari alam neraka agar iblis itu tau dengan siapa ia berhadapan saat ini.
Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.
__ADS_1