RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kekalahan Penyihir Kerajaan Bulan


__ADS_3

"Siapkan perisai pelindung." ucap Xiao Ziya. Para penyihir hitam yang dipimpin oleh Tuan Muda Min Wungi mempersiapkan perisai pelindung yang diminta oleh Xiao Ziya. Sebuah perisai berbentuk setengah lingkaran yang mengelilingi seluruh pasukan sekutu Xiao Ziya dengan seratus lapisan, dengan begitu para penyihir Kerajaan Bulan akan sulit mengerang langsung para pasukan dengan kemampuan menggunakan pedang yang berada di barisan belakang.


Para penyihir dari Kerajaan Bulan menatap tajam ke arah Xiao Ziya, gadis itu sangat pintar dalam hal menyusun strategi. Tak ingin kalah dengan gadis yang baru berusia belasan tahun itu, akhirnya para penyihir dari Kerajaan Bulan membuat perisa sihir untuk melindungi diri mereka.


"Kami tak akan kalah dari bocah ingusan seperti mu." ucap salah seorang penyihir pria dari Kerajaan Bulan.


"Akan sangat memalukan jika tua bangka seperti kalian kalah dariku." balas Xiao Ziya dengan senyum meledek. Perkataan gadis itu membuat pihak musuh merasa geram, beberapa penyihir Kerajaan Bulan mulai menyerang dengan sihir api.


Tuan Muda Min Xome meminta lima puluh ribu penyihir yang ia pimpin untuk melakukan serangan balasan menggunakan sihir api, karna jumlah penyihir dari pihak Xiao Ziya lebih banyak penyihir dari Kerajaan Bulan semakin terdesak.


"Terus serang mereka hingga perisai pelindung itu rusak." ucap salah seorang penyihir dari Kerajaan Bulan. Xiao Ziya diam melihat apa yang bisa dilakukan oleh para penyihir pemula itu, mereka hanya membuang buang mana tanpa melakukan serangan yang berarti.


"Kalian berhenti melakukan serangan balik." ucap Xiao Ziya pada para penyihir yang dipimpin Tuan Muda Min Xome. Para penyihir itu mematuhi perintah dari Xiao Ziya, mereka tak ingin membuat Ratu Min Xunzi murka dan membunuh mereka ketika peperangan ini berakhir.


Setelah serangan balasan itu dihentikan, Xiao Ziya memasukkan pedang hitamnya kedalam cincin semestanya lagi. Kali ini Ziya akan memperlihatkan kemampuan sihirnya pada para penyihir dari Kerajaan Bulan, gadis itu memejamkan mata dan seketika penampilannya berubah. Mata sebelah kiri Xiao Ziya berwarna merah darah melambangkan sihir api, mata sebelah kanannya berwarna biru cerah melambangkan kekuatan es, serta rambut yang memutih dengan hawa dingin yang menyelimuti tubuh gadis itu.


Para penyihir dari Kerajaan Bulan belum pernah melihat Ziya perubahan sebesar itu pada tubuh seseorang, penyihir tingkat tinggi hanya bisa bertranformasi menyerupai elemen yang mereka kuasai saja. Namun kali ini gadis bernama Xiao Ziya itu dapat menggabungkan dua elemen sekaligus dalam waktu yang bersamaan, kedua elemen itu menyatu dengan tubuh Xiao Ziya dan membuat transformasi secara menyeluruh.


"Mengapa gadis itu memiliki hal hal luar biasa seperti ini." ucap salah seorang penyihir wanita dari Kerajaan Bulan.


"Akan sulit menghadapinya secara langsung, kita harus menyerang tanpa henti." ucap penyihir lain dari pihak musuh.


"Raja Anling Zee tak mengatakan apapun tentang kemampuan sihir gadis itu." ucap penyihir pria dari Kerajaan Bulan, ia merasa ditipu oleh sang raja. Jika mengetahui hal ini lebih awal, pria itu tak akan turun ke medan perang. Sekarang semuanya terlihat seperti mereka sedang menyerahkan nyawa secara cuma cuma.


"Memadatlah." ucap Xiao Ziya. Tiba tiba muncul ribuan bola api dan es di hadapan Xiao Ziya, jumlah itu sudah cukup untuk menghancurkan sihir pelindung dari pihak musuh.


Melihat serangan yang akan dilakukan oleh Xiao Ziya, para penyihir dari Kerajaan Bulan berusaha semaksimal mungkin untuk memperkuat perisai pelindung yang mereka miliki. Karna hal itu kekuatan penyihir dari pihak musuh menurun drastis, ini kesempatan bagus mereka akan mati di tangan Xiao Ziya tanpa ampun.


"Serang." ucap Xiao Ziya sembari menunjuk ke arah perisai pelindung milik musuhnya. Ribuan bola api dan es itu melesat dengan kecepatan tinggi, karna hantaman secara berturut-turut tanpa henti perisai pelindung milik penyihir Kerajaan Bulan akhirnya hancur. Usaha mereka akan sia sia ketika berhadapan dengan Xiao Ziya, gadis itu selalu menghancurkan apapun yang menghalangi jalannya.


"Sialan gadis itu memiliki kemampuan sihir yang sangat baik." ucap salah seorang penyihir dari Kerajaan Bulan.


"Sebaiknya kita segera meninggalkan medan perang." ucap penyihir lain, keyakinan mereka sudah runtuh. Menghadapai Xiao Ziya saja mereka semua sudah kewalahan, bagaimana dengan ratusan ribu penyihir yang ada di pihak gadis itu.


"Semuanya mundur!!!." triak seorang pria memberikan perintah pada rekan rekannya yang lain. Mereka di sini hanya untuk membantu pasukan utama Kerajaan Bulan agar kembali ke markas mereka, para penyihir itu tak ingin mati sia sia di sana dan membuat keluarga meraka berduka.


"Mongi, Yoongi keluarlah." ucap Xiao Ziya, gadis itu mengeluarkan serigala api dan serigala es dari dalam cincin semesta. Kedua serigala itu tampak menyeramkan bagi orang orang yang belum pernah melihatnya.


"Kami siap membantu nona muda." ucap kedua serigala itu secara bersamaan. Setelah cukup lama berada di dalam cincin semesta tanpa melakukan apapun, mereka mendapatkan tugas yang cukup menarik.


"Hadang dan sedang para penyihir bodoh yang ingin melarikan diri itu." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin dan tatapan tajam. Gadis itu melihat ke arah para penyihir Kerajaan Bulan dengan api membara di matanya.


Setelah mendengar perkataan dari nona mudanya, kedua serigala itu berlari dengan sangat kencang dan mengejar para penyihir itu. Serigala api menyemburkan apinya yang sangat panas ke arah para penyihir Kerajaan Bulan yang ada dibarisan belakang, sedangkan serigala es membekukan para penyihir yang ada di barisan depan.


"Mengapa gadis itu memiliki binatang sihir langka!!." triak salah seorang penyihir dari Kerajaan Bulan, situasinya semakin rumit mereka tak yakin bisa keluar dari medan perang dengan selamat.


"Bukankah kalian ingin saya melangkahkan mayat kalian terlebih dahulu?? maka saya akan lakukan dengan senang hati." ucap Xiao Ziya dengan senyuman menyeramkan miliknya.


Xiao Ziya membentuk sebuah pedang dari api hitam miliknya, kemampuan gadis itu tak bisa di logika oleh pihak sekutunya sendirian ataupun pihak musuh. Setelah pedang itu terbentuk dengan sempurna, Xiao Ziya melesat ke arah para penyihir Kerajaan Bulan dan mulai memenggal kepala mereka satu persatu. Awalnya para penyihir itu tak yakin pedang milik Xiao Ziya dapat melepaskan kepala mereka dari tubuhnya, namun setelah beberapa penyihir benar benar mati secara mengenaskan di tangan gadis itu merekapun berusaha melarikan diri dengan segala cara.


"Selamatkan nyawa kalian, gadis itu iblis bukan manusia." triak seorang penyihir dari Kerajaan Bulan.

__ADS_1


Bukannya marah, Xiao Ziya tambah bersemangat menghabisi nyawa para penyihir dari Kerajaan Bulan itu dengan tangannya sendiri. Raja Artur, Raja Zeus, Ratu Min Xunzi, Ratu Rexuca, dan yang lainnya hanya menonton apa yang sedang dilakukan oleh Xiao Ziya. Entah mengapa saat menyaksikan kekuatan gadis itu, mereka semua percaya Xiao Ziya mampu memenangkan peperangan ini tanpa bantuan sekutunya.


"Apakah kita di sini hanya untuk melihatnya saja?." ucap Raja Artur dengan senyuman miring.


"Sepuluh ribu penyihir amatiran itu mangsa empuk bagi nona Ziya." ucap Ratu Rexuca yang semakin menyukai Xiao Ziya, besar harapannya untuk menjodohkan Xiao Ziya dengan salah satu putranya.


"Hilangkan fikiran aneh anda itu, jika anda sudah berusia lebih dari seratus tahun bagaimana dengan putra putra anda." ucap Ratu Min Xunzi yang dapat melihat sekilas apa yang ada di otak Ratu Rexuca.


"Ya kau benar, haruskah saya mengangkat gadis itu menjadi putri dari Dunia Peri. Saya sangat kagum dengan semua yang ia miliki." ucap Ratu Rexuca yang hanya bisa pasrah dengan sebuah fakta bahwa putra putranya sudah berusia lebih dari puluhan tahun.


Kurang dari satu jam Xiao Ziya berhasil membunuh seluruh penyihir dari Kerajaan Bulan, mayat mayat penyihir itu ia bakar agar tak menimbulkan wabah penyakit akibat bangkai manusia yang dibiarkan terlalu lama dan membusuk. Setelah urusannya dengan para penyihir itu selesai, Xiao Ziya meminta seluruh pasukan sekutu untuk kembali ke markas, mereka semua perlu beristirahat sebelum melakukan penyerangan nanti saat waktunya telah tiba. Akhirnya ratusan ribu pasukan sekutu dari Xiao Ziya berjalan ke markas utama mereka, dilihat dari peperangan hari ini mereka jauh lebih unggul daripada pasukan Kerajaan Bulan.


Di sisi lain Pangeran Yozan Zee sedang diobati oleh beberapa tabib karna luka yang dialaminya cukup dalam, para prajurit yang tergabung dalam pasukan perang Kerajaan Bulan berkumpul merundingkan bagaimana kelanjutan dari peperangan ini. Mereka semua yakin pangeran tak akan menyerah semudah itu, Raja Anling Zee pasti telah menyiapkan rencana lain untuk mengatasi masalah mereka kali ini. Hal tersulit yang harus mereka lakukan adalah mendekati Xiao Ziya dan membunuhnya, jika Xiao Ziya berhasil dikalahkan maka sekutunya akan mundur dengan sendirinya.


"Peperangan kali ini sangat tak seimbang, jumlah pasukan yang kita bawa lebih sedikit dari pasukan musuh." ucap salah seorang jenderal yang berhasil selamat dari peperangan mengerikan itu.


"Sebelumnya kita perlu melakukan penyelidikan, sekuat apapun gadis itu pasti memiliki kelemahan." ucap salah seorang prajurit, ia yakin ada sebuah cara untuk membunuh Xiao Ziya. Mungkin mereka perlu menyusup ke markas utama gadis itu yang berada di perbatasan Klan Yuang Yie kemudian membunuhnya secara diam diam.


"Dia sangat sensitif terhadap lingkungan sekitar, serangan secara diam diam tak akan menghasilkan apapun." jawab sang jenderal, seorang kultivator dengan kekuatan seperti Xiao Ziya memiliki kemampuan untuk mendeteksi keadaan di sekitarnya. Jika mereka mengirim beberapa pembunuh bayaran hanya akan membuang buang uang saja.


"Haruskah kita mundur dalam peperangan ini? biarkan pasukan lain yang menggantikan posisi kita." ucap beberapa prajurit yang tak ingin mati di medan pertempuran. Saat mereka masih hidup saja, keluarga mereka mengalami krisis ekonomi bagaimana jika mereka mati.


"Itu bukan tindakan yang bijak, kita akan menunggu keputusan dari raja." ucap sang jenderal yang tak bisa memberikan saran apapun, pria itu masih terngiang ngiang dengan ucapan Xiao Ziya pada rekan rekannya yang lain.


Pasukan Kerajaan Bulan membubarkan diri mereka dan masuk kedalam tenda masing masing untuk beristirahat, entahlah apa yang akan terjadi setelah ini karna nasib mereka ada di tangan Pangeran Yozan Zee dan Raja Anling Zee.


Saat semua orang tengah sibuk mengenai peperangan itu, Putri Jifana berhasil menyusup masuk kedalam wilayah kekuasaan Klan Yuang Yie. Sang putri ingin menyamarkan identitasnya dan masuk ke dalam markas utama Xiao Ziya sebagai penduduk Klan Yuang Yie, Putri Jifana yakin gadis itu tak akan mengusir penduduk Klan Yuang Yie karna sangat menghargai kakeknya.


Putri Jifana berjalan menuju perbatasan Klan Yuang Yie, ia melihat dinding lain yang menutupi perbatasan itu. Sepertinya markas yang didirikan oleh Xiao Ziya memiliki keamanan yang sangat ketat, hal itu terlihat dari puluhan prajurit yang menggunakan amor berwarna merah serta tatapan tajam dari para prajurit itu.


"Permisi saya ingin bertemu dengan nona Xiao Ziya." ucap Putri Jifana dengan senyum manis dan kata kata lembut.


"Ada keperluan apa hingga anda ingin bertemu dengan nona besar kami?." tanya salah seorang prajurit iblis dengan tatapan curiga.


"Saya dengan nona Ziya membutuhkan juru masak, saya bisa memasak berbagai hidangan lezat." ucap Putri Jifana dengan menundukkan kepalanya, akting sang putri terlihat sangat meyakinkan.


Prajurit iblis itu berusaha untuk menjelaskan bahwa saat ini Xiao Ziya dan pasukan sekutunya yang lain baru saja kembali dari medan perang, Xiao Ziya tak memiliki wakti untuk bertemu dengan orang luar. Lagipula di markas ini sudah memiliki lima puluh koki dengan kemampuan memasak yang baik, mereka tak membutuhkan tenaga kerja tambahan.


"Tolonglah, saya memerlukan pekerjaan untuk membiayai ibu saya yang sakit." ucap Putri Jifana dengan air mata yang mengalir.


Prajurit iblis itu hanya menatap dingin ke arah gadis muda yang ada di hadapannya itu, hati para prajurit iblis tak tergerak sama sekali melihat air mata palsu yang telah jatuh itu. Prajurit Iblis milik Xiao Ziya hanya mendengar perintah dari nona mereka saja, mereka tak memikirkan bagaimana perasaan orang lain.


"Maaf kami tak memiliki wewenang untuk membiarkan anda masuk kedalam." ucap prajurit iblis itu dengan tenang.


"Kasihanilah saya." ucap Putri Jifana dengan tangis yang semakin menjadi jadi.


Tiba tiba saja pintu keluar masuk yang terhubung langsung dengan gerbang masuk Klan Yuang Yie terbuka, terlihat Xiao Ziya yang sedang berjalan santai sembari meminum air yang ia bawa. Perhatian Xiao Ziya teralihkan ke arah prajurit iblis ya yang sedang menahan seorang gadis yang ingin masuk kedalam markas utama.


"Tangkap gadis itu." perintah Xiao Ziya pada prajurit iblisnya. Beberapa prajurit iblis dengan sigap menangkap Putri Jifana yang sedang menyamar, sang putri berusaha untuk tetap tenang agar penyamarannya tak terbongkar.


"Mengapa anda melakukan ini pada saya nona?." tanya Putri Jifana dengan tatapan sedih, ia berakting seperti sedang ditindas oleh Xiao Ziya.

__ADS_1


Xiao Ziya berjalan mendekat ke arah gadis asing yang sedang ditangkap oleh pasukan iblisnya itu, Ziya tersenyum miring saat mengetahui wajah asli dari sang gadis.


"Ibumu sedang sakit? dan kau memerlukan biyaya untuk mengobatinya?." tanya Xiao Ziya dengan polos seolah olah tak mengetahui apapun.


"Benar nona, tolong beri saya pekerjaan apapun. Saya sangat membutuhkan uang itu untuk pengobatan ibu saya." ucap Putri Jifana yang kembali mengeluarkan air mata palsunya itu.


"Apakah Raja Anling Zee sudah kehilangan semua hartanya? hingga sang putri datang ke markas musuh untuk meminta pekerjaan." ucap Xiao Ziya yang membuat Putri Jifana terkejut, sang putri tak percaya penyamarannya terbongkar begitu cepat.


"Apa yang anda katakan, saya penduduk Klan Yuang Yie." ucap Putri Jifana, ia terus berusaha untuk mengelabuhi Xiao Ziya.


"Siapa yang ingin kau tipu di sini?." tanya Xiao Ziya, gadis itu langsung melepaskan topeng penyamaran yang dipakai oleh Putri Jifana.


Sang putri hanya bisa terdiam karna rencananya gagal untuk yang kesekian kalinya,betapa jelihnya mata gadis bernama Xiao Ziya itu hingga bisa mengenali sang putri dengan sekali lihat saja. Putri Jifana melihat ke kanan dan ke kiri, ia masih dipegang erat oleh beberapa prajurit iblis sehingga tak bisa melarikan diri.


"Mengapa sangat sulit untuk menang darimu." ucap Putri Jifana dengan tatapan kesal.


"Kau perlu bertemu dengan jutaan orang dari lapisan dunia yang berbeda untuk mengerti cara mengenali seseorang dengan baik." ucap Xiao Ziya dengan senyum tipis, di dunia ini ada puluhan orang seperti Putri Jifana.


"Ikat gadis itu dan masukkan ke dalam gudang." perintah Xiao Ziya pada beberapa prajurit iblis miliknya. Sang prajurit iblis langsung menarik paksa Putri Jifana masuk kedalam markas, setelah itu Putri Jifana diikat dengan sangat kencang lalu dilempar kedalam gudang.


"Argh sialan mengapa semuanya berakhir seperti ini." ucap Putri Jifana dengan ekspresi kesal, ia diperlakukan seperti seorang budak oleh gadis rendahan seperti Xiao Ziya.


Kekacauan yang ditimbulkan oleh Putri Jifana sudah berhasil diatasi, kini Xiao Ziya sedang berjalan jalan di pasar terdekat dengan markasnya. Xiao Ziya membeli beberapa manisan buah dan minuman segar, gadis itu kembali melanjutkan perjalananya di sekitar wilayah Klan Yuang Yie.


"Senang bertemu dengan mu di sini." ucap Yie Junghwa anak pertama dari Yie Laingfu, pemuda itu sedang berbelanja di salah satu toko pakaian yang ada di pasar itu.


"Senang bisa berjumpa dengan anda." jawab Xiao Ziya dengan senyuman tipis.


"Apa yang kau lakukan di sini?." tanya Yie Junghwa padahal pemuda itu sudah melihat adik sepupunya sedang menikmati manisan.


"Saya sedang mencari udara segar saja, saya pamit terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang pergi meninggalkan Yie Junghwa. Melihat sikap adik sepupunya yang berubah drastis menjadi dingin seperti itu membuat Yie Junghwa merasa bingung.


"Apa aku membuat kesalahan?." tanya Yie Junghwa pada dirinya sendiri.


Saat ini Xiao Ziya berada di luar kastil Klan Yuang Yie, gadis itu tak berencana masuk ke dalam sana ia hanya sedang membeli roti kering yang dijual di dekat kastil itu. Setelah selesai membeli sesuatu yang ia inginkan, Xiao Ziya beranjak pergi dari tempat itu namun ada seseorang yang memanggilnya.


"Mengapa kau tak mampir terlebih dahulu cucuku?." tanya Yie Gu yang baru saja keluar dari gerbang masuk Klan Yuang Yie. Xiao Ziya hanya melihat ke arah sang kakek sambil menggelengkan kepala sebagai pertanda ia tak ingin masuk ke dalam kastil itu.


"Masih banyak hal yang harus saya urus, maaf karna tak bisa datang mengunjungi kakek." ucap Xiao Ziya dengan sopan, gadis itu hanya malas berurusan dengan Yie Munha, dan Yie Weinje yang menjengkelkan itu.


"Kakek ingin berbicara sebentar denganmu." ucap Yie Gu, ia ingin meminta pil darah pada Xiao Ziya untuk kesembuhan istrinya.


"Jika kakek ingin meminta pil darah milik saya, saya tak bisa memberikannya." ucap Xiao Ziya dengan jujur. Barang barang miliknya hanya akan ia berikan pada orang orang terpilih saja.


"Kali ini bantulah kakek, lakukanlah demi kakek mu ini." ucap Yie Gu dengan binar mata sedih, ia tak bisa melihat sang istri terus terbaring di atas tempat tidur tanpa bisa melakukan apapun.


"Istri anda pernah mengincar nyawa saya, maaf saya bukan gadis baik yang akan luluh dengan kata kata seperti itu." ucap Xiao Ziya, gadis itu langsung membungkukkan badan kemudian pergi begitu saja meninggalkan kakeknya.


"Semua menjadi sulit karna ulah mu sendiri, istriku." ucap Yie Gu, ia tak bisa memaksakan kehendaknya pada Xiao Ziya. Akan tetapi Paviliun Obat Langit tak memiliki pil dengan khasiat yang sama seperti pil darah.


Sebelum bertemu dengan orang orang menyebalkan yang selalu membuat masalah dengannya, Xiao Ziya memutuskan untuk kembali ke markas dan menyusun rencana untuk menyerang markas Kerajaan Bulan agar peperangan di antara mereka segera berakhir.

__ADS_1


Hai hai semuanya author up lagi nih guys, maaf upnya ga teratur karna ga ada pulsa buat dijadiin kuota. Author harus ke rumah saudara buat nebeng WiFi hehe, jadi di mt sekarang penghasilan author tuh lama keluarnya bisa tiga atau empat bulan sekali, kalau author kerja di luar nanti ga bisa up novel ini lagi gimana ya?. Author tuh bingung guys hehehe. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2