RATU IBLIS

RATU IBLIS
Misi Yang Diambil


__ADS_3

Xiao Ziya telah sampai di Klan Xiao, ia segera menemui sang ayah disana ada beberapa pangeran dari Kerajaan Xingmen yang sepertinya ingin menjemput Pangeran Xi Sihu.


"Hormat kami pada Nona Xiao Ziya." ucap panjaga gerbang masuk paviliun sang ayah.


"Apakah di dalam ada tamu?." tanya Xiao Ziya pada penjaga itu.


"Di dalam ada beberapa pangeran dari Kerajaan Xingmen yang ingin menjemput Pangeran Xi Sihu." ucap sang penjaga dengan jujur.


Setelah mendengar siapa yang menjadi tamu sang ayah Xiao Ziyapun masuk kedalam karna ia tak ada urusan dengan para pangeran itu namun jika mereka memaksa Pangeran Xi Sihu untuk ikut dengan mereka maka itu yang akan menjadi masalah.


"Adikku sayang mari kita pulang ke istana kerajaan." ucap Pangeran Xi Binxo yang sedang membujuk Pangeran Xi Sihu untuk pulang.


"Sihu ingin disini bersama adik Zoe." ucap Pangeran Xi Sihu yang seperti ya sudah dekat dengan Xiao Zoe. Mereka baru kenal beberapa hari namun sudah seperti kakak beradik.


"Nanti jika adik ikut dengan kami, kami akan memberikan semua yang adik mau." ucap Pangeran Xi Juto yang sedikit memaksa Pangeran Xi Sihu untuk ikut pulang bersama dengannya.


Xiao Ziya yang mendengar itu menyeringitkan alisnya apa yang sedang mereka semua lakukan? bukankah Pangeran Xi Sihu sudah berkata bahwa ia ingin tetap tinggal agar bisa bermain dengan Zoe.


"Kalian tak bisa memaksa anak itu." ucap Xiao Cunyu yang sepertinya sudah menganggap Pangeran Xi Sihu sebagai putra barunya dengan adanya Xiao Zoe yang menggemaskan dan Pangeran Xi Sihu yang sangat usil adalah suatu perpaduan yang pas sehingga paviliun milik Xiao Cunyu terasa sangat ramai.


"Namun adik kami harus pulang ke istana, sekarang otoritas Kerajaan Xingmen yang baru sudah dibentuk." ucap Pangeran Xi Anzi yang tetap ingin membawa adiknya pulang.


Xiao Ziya yang mendengar otoritas baru Kerajaan Xingmen yang sudah terbentuk merasa begitu kesal bagaimana mereka bisa memutuskannya begitu saja. Seharusnya Xiao Ziyalah yang memilih siapa yang berhak menjadi raja mengapa mereka melakukan hal yang seenaknya.


"Kalian sudah membentuk otoritas baru? hah kalian tak tau bahwa Kerajaan Xingmen kini telah menjadi milikku." ucap Xiao Ziya yang tiba tiba muncul dan membuat para pangeran yang tadinya ingin menjemput Pangeran Xi Sihu merasa terkejut.


"Ah dari kapan nona Ziya datang." ucap Pangeran Xi Anzi yang berusaha untuk mengalihkan perhatian Xiao Ziya.


"Jawab mengapa kalian sudah membentuk otoritas baru." ucap Xiao Ziya yang sudah kesal dan tak bisa dialihkan perhatiannya.


Pangeran pangeran dari Kerajaan Xingmen yang datang untuk menjemput Pangeran Xi Sihu menjadi ketakutan mereka merasa bersalah atas apa yang sudah mereka lakukan. Namun semuanya sudah terjadi pembentukan otoritas yang baru sudah mereka lakukan dan itu tak bisa diganti begitu saja.


"Maaf kami memerlukan pemimpin yang bisa memimpin Kerajaan Xingemen dan kami memiliki hak atas itu." ucap Pangeran Xi Binzo yang berusaha membuat Xiao Ziya mengerti.


"Ah iya namun istana yang kalian tempati itu aku yang membuatnya sepertinya aku harus menghancurkannya lagi." ucap Xiao Ziya dengan santai namun membuat para pangeran berkeringat dingin.


Jika Xiao Ziya benar benar menghancurkan istana itu maka mereka akan memerlukan waktu berbulan bulan untuk membuat istana yang baru. Untuk menunggu istana itu selesai dibangun mereka harus tinggal dimana itulah yang membuat para pangeran menjadi gusar.

__ADS_1


"Siapa yang kalian pilih untuk menjadi raja?." tanya Xiao Ziya yang ingin tau pangeran keberapa yang mereka pilih untuk menjadi seorang raja.


Semua menunjuk kearah Pangeran Xi Yinjun, karna Pangeran Xi Yinjun sangat pintar dalam mengelola negara. Walau begitu pangeran pertama dan pangeran kedua tak merasa tersinggung karna mereka tau keterbatasan yang mereka miliki.


"Jika kalian ingin istana itu tetap utuh berdiri maka pergilah dan biarkan Pangeran Xi Sihu untuk tetap disini kami akan menjaganya dengan baik." ucap Xiao Ziya yang meminta pangeran pangeran itu untuk pergi dan mereka hanya bisa menuruti perkataan dari Xiao Ziya.


Akhirnya mereka semua pergi kini saatnya Xiao Ziya berbincang bincang dengan sang ayah.


"Ayah aku ingin membahas sesuatu dengab anda." ucap Xiao Ziya yang sudah tak sabar untuk membalas perbuatan orang orang yang membuat ayahnya kritis.


"Ada apa putriku yang cantik kelihatannya kau sangat kesal." ucap Xiao Cunyu yang memandangi putrinya dengan sayang.


"Saya ingin pergi ketempat dimana ayah diserang waktu itu, saya harap ayah mau menceritakan semuanya dengan rinci." ucap Xiao Ziya yang memohon agar sang ayah mau menceritakan semuanya.


Xiao Cunyu akhirnya menuruti apa yang yang diinginkan oleh putri kecilnya itu dan ia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Xiao Cunyu bercerita jika ia deserang ketika menjalankan misi di Kekaisaran Lungzo. Mendengar semua cerita dari sang ayah membuat Xiao Ziya sedih sekaligus marah.


"Ayah saya akan pergi kesana untuk membalas apa yang mereka lakukan pada ayah." ucap Xiao Ziya yang meminta restu pada ayahnya untuk pergi ke Kekaisaran Lungzo dan sang ayah menyetujui keinginan sang putri.


Setelah urusannya dengan sang ayah selesai Xiao Ziyapun kembali ke akademi untuk beristirahat dan menyiapkan semuanya dengan baik. Jika ia tak salah Akademi Kekaisaran Qiyu juga mendapatkan misi untuk melenyapkan aliansi hitam yang mulai meresahkan.


Xiao Ziya pergi ke kantin untuk menikmati semangkuk mie ayam dengan pangsit isi daging sapi, gadis itu belum makan dan saat ini sedang kelaparan. Untung saja kantin akademi tak terlalu ramai hanya ada beberapa murid inti dan juga murid misteri karna murid luar dan murid dalam sedang dalam pelatihan tambahan.


"Nona Ziya boleh saya bergabung dengan nona?." ucap Xu Yuan yang kebetulan baru saja sampai di kantin.


"Duduk saja tak ada yang melarang." ucap Xiao Ziya yang tak keberatan dengan kehadiran Xu Yuan didekatnya.


"Apa benar nona sekarang menjadi master?." tanya Xu Yuan yang ingin memastikan kabar yang ia dengar dari teman temannya saat latihan tadi.


"Iya kini saya menjadi seorang master." ucap Xiao Ziya yang menjawab apa adanya tanpa menutupi apapun.


"Sekarang saya akan memanggil anda dengan sebutan Master Ziya." ucap Xu Yuan yang terlihat sangat senang. Posisi sebagai master adalah posisi yang tinggi apalagi Xiao Ziya adalah satu satunya master dari Akademi Kekaisaran Qiyu.


"Baiklah terserah kau saja." ucap Xiao Ziya yang tak mempermasalahkan bagaimana orang orang akan memanggilnya nanti.


"Setelah ini Master Ziya akan pergi kemana?." tanya Xu Yuan yang ingin tau kemana master itu akan pergi siapa tau ia bisa ikut dengan Xiao Ziya.


"Saya akan menemui paman Xiao Sien untuk mengambil sebuah misi." ucap Xiao Ziya yang menjawab rasa penasaran dari Xu Yuan.

__ADS_1


Pemuda itu berfikir sebentar dan ia mengatakan pada Xiao Ziya bahwa ia ingin ikut pergi bersamanya, namun Xiao Ziya menolak permintaan dari Xu Yuan karna misi yang akan ia jalankan cukup berbahaya. Jika Xu Yuan ikut bisa saja pemuda itu akan terluka karna entah di sana nanti Xiao Ziya bisa melindunginya atau tidak.


"Ah baiklah jika begitu saya tak akan memaksa Master Ziya." ucap Xu Yuan dengan raut wajah yang terlihat kecewa.


"Di misi selanjutnya saya akan mengajak anda." ucap Xiao Ziya yang memang akan mengajak Xu Yuan nanti saat misi keduanya karna misinya memang berhubungan dengan Xu Yuan.


"Baiklah saya akan menunggu Master Ziya mengajak saya. Kalau begitu saya permisi." ucap Xu Yuan yang pergi dengan eskpresi gembira akhirnya ia bisa bersama dengan gadis yang menjadi panutannya. Mungkin nanti akan banyak pelajaran yang akan Xu Yuan dapatkan.


Setelah selesai makan Xiao Ziya pergi ke kantor misi untuk memesan sebuah misi yang akan Xiao Ziya jalankan. Jika ingin menjalankan sebuah misi, seseorang memang diharuskan untuk memesannya terlebih dahulu.


"Permisi paman Sien saya datang untuk berkunjung." ucap Xiao Ziya dengan senyum indah di bibirnya.


"Wah Master Ziya datang untuk berkunjung, apakah ada misi yang ingin master jalankan." ucap Xiao Sien yang tak segan segan untuk memanggil keponakannya itu dengan sebutan master. Di dunia ini yang kuatlah yang akan mendapatkan kekuasaan dan itu memang masih berlaku hingga sekarang.


"Saya ingin mengambil misi menghancurkan dan meluluh lantahlan organisasi aliansi hitam Wungu yang ada di Kekaisaran Lungzo." ucap Xiao Ziya yang mengambil sebuah misi dengan tingkat kesulitan S. Bisa dibilang misi yang Xiao Ziya ambil memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi.


"Apakah Master Ziya ingin menjalankan misi ini?." ucap Xiao Sien yang ingin mengingatkan Xiao Ziya bahwa misi yanh akan ia ambil adalah misi dengan kesulitan tingkat tinggi. Namun Xiao Ziya sangat yakin dengan apa yang akan ia lakukan.


Akhirnya Xiao Sien memberikan sebuah token misi berwarna emas dengan tulisan misi kelas S yang akan Xiao Ziya jalankan. Dalam misi ini tak ada jangka waktu yang ditentukan karna misinya cukup sulit dan mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikanya.


"Trimakasih paman saya permisi." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi.


Sedangkan saat ini di Kekaisaran Lungzo tengah terjadi kekacauan yang disebabkan oleh Aliansi Hitam Wungu yang menghancurkan beberapa kedai yang ada di pinggir jalan.


"Hancurkan kedai kedai yang tak ingin membayar pajak pada kita." ucap seorang pria bernama Ounze yang merupakan ketua dari Aliansi Hitam Wungu. Aliansi hitam itu selalu membuat kekacauan diamanapun mereka berada.


"Tolong jangan hancurkan kedai kami, kami akan membayar jika sudah memiliki uang." ucap sang pemilik kedai yang sedang memohon pada Ketua Aliansi Hitam Wungu agar mau memberi mereka waktu. Namun orang orang dari aliansi hitam tak ingin mendengarkan apa yang pemilik kedai itu katakan.


Kakacauan yang terjadi terdengar sampai ke telinga sang kaisar, kaisar merasa sangat pusing karna sangat sulit untuk mengusir Aliansi Hitam Wungu dari wilayah Kekaisaran Lungzo. Ia sudah meminta bantuan keberbagai akademi yang ada di seluruh dunia bawah namun mereka gagal dan kembali dengan tangan kosong bahkan ada yang sampai meregang nyawanya.


"Saya dengar akan ada satu orang perwakilan dari Akademi Kekaisaran Qiyu yang akan datang untuk menyelesaikan misi ini." ucap Jenderal Liu Anzo yang mendapat kabar dari Xiao Sien yang menyampaikannya melalui telepati jarak jauh.


"Baiklah kita lihat nanti apakah ia bisa mengatasi hal ini." ucap Kaisar Lu Yunha yang merasa tak yakin pada perwakilan Akademi Kekaisaran Qiyu.


**Hai hai semua akhirnya aku update lagi nih dengan chapter baru, maaf kalau aga berantakan alurnya karna aku agak bingung mau nulis apa dan gimana tapi harus tetep update, oh ya gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya. Jangan lupa pakek masker kalau mau keluar rumah ya guys inget kesehatan itu penting banget.


Jangan lupa follow aku yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun mawar boleh kopi boleh apapun itu makasih banget. Jangan lupa like like like, komen yang banyak buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian, tips.

__ADS_1


Satu lagi jangan lupa like game ganti ganti bajuku satu orang bisa 10 like**.


__ADS_2