RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pengganggu


__ADS_3

Tugas para ketua sudah selesai, mereka juga mulai melaporkan hasil pada Xiao Ziya. Xiao Ziya merasa senang akhirnya dia memiliki sedikit waktu untuk bernafas lega.


"Huft, akhirnya aku bisa beristirahat sejenak badanku benar benar lelah." ucap Xiao Ziya kemudian ia masuk kedalam kamarnya lalu Xiao Ziya mulai memasuki alam mimpi.


Ditempat lain saat ini tepatnya di Kerajaan Kegelapan, Raja Zeus baru saja mendapatkan kabar bahwa Klan Xiao akan segera menyerang pihak Kekaisaran Qiyu. Raja Zeus benar benar merasa heran mengapa tiba tiba gadis itu mau menyerang tempat kelahirannya? pasti ada sesuatu yang salah.


"Putra putraku kemarilah." ucap Raja Zeus pada kedua putranya. Mereka yang merasa dipanggil akhirnya datang menemui ayah mereka.


"Ada apa ayah memanggil kami? apakah ada hal penting yang ingin disampaikam?." tanya Pangeran Zeeling sambil menatap wajah ayahnya dengan serius.


"Aku mendapat kabar bahwa klan tempat tinggal adik perempuan kalian akan melakukan penyerangan ke Kekaisaran Qiyu. Dan yang memimpin penyerangan ini adalah Xiao Ziya. Ayah berniat untuk datang kedunia bawah dan membawa beberapa pasukan untuk membantu adik perempuan kalian, apakah kalian berdua ingin ikut?" jelas Raja Zeus dengan panjang dan lebar, namun untunglah kedua putranya mengerti.


"Kami akan ikut ayah, bagaimapun aku sangat merindukan adik kecilku yang lucu itu." ucap Pangeran Anz sambil tersenyum.


Sepertinya peperangan kali ini Pihak dari Klan Xiao mendapatkan banyak dukungan yang tak terduga.


Sedangkan saat ini Xiao Ziya yang sedang tertidur kedatangan seorang tamu tak di undang. Ada seseorang yang naik ke atas atap paviliun Xiao Ziya, orang itu mengenakan pakaian serba hitam dan saat ini sedang mengintip Xiao Ziya dari balik celah atap.


"Gadis ini benar benar sangat mengganggu, jika tak ku bunuh sekarang maka nantinya akan sangat menyusahkan." ucap orang tersebut dengan nada pelan.


Orang itu menerobos masuk kedalam paviliun Xiao Ziya tepatnya di kamar gadis itu dengan cara merusak atap paviliun. Ziya yang tadinya sedang tertidur lelap kini merasa sedikit terusik dengan pergerakan yang ada di sekitarnya.


"Gadis manis kau akan segera hilang dari dunia ini, semoga neraka menerimamu dengan baik." ucap orang itu yang hendak menghunuskan belati ke jantung Xiao Ziya.


Namun ada tangan yang menahan tindakan pria itu, Xiao Ziya terbangun dari tidurnya sambil menatap orang itu dengan tajam, matanya dipenuhi dengan amarah. Bagaimana bisa ada orang bodoh yang berani menggangu waktu tidur seorang Xiao Ziya.


"Kau ingin membuatku diterima baik oleh neraka? tanpa harus matipun neraka sudah menyambutku dengan baik." ucap Xiao Ziya dengan nada yang ketus dan dingin.


Gadis itu mengambil alih belati yang ada di tangan orang tersebut.

__ADS_1


"Apa.... apa yang ingin kau lakukan padaku?." tanya orang itu dengan sedikit berteriak.


"Mengirimmu keneraka, jika sudah sampai di sana tanya pada mereka apakah benar seoranf gadis bernama Xiao Ziya disambut oleh penghuni neraka." ucap Xiao Ziya yang langsung menebas leher orang itu, karna penasaran akhirnya Xiao Ziya membuka topeng yang menutupi wajah orang itu.


"Cih ternyata pihak kekaisaran sangatlah memuakkan, mengapa mereka mengirim salah satu pangeran mereka untuk membunuhku." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum penuh arti. Dengan segera Xiao Ziya memasukkan jasad yang terpisah dari kepalanya itu kedalam cincin semesta.


Ternyata orang yang ingin menyingkirkan Xiao Ziya adalah Pangeran Yin Feng. Mungkin menurut Pangeran Yin Feng, Xiao Ziya adalah sebuah hambatannya yang harus ia singkirkan dengan segera.


Setelah mengurus salah satu semut yang mengganggunya akhirnya Xiao Ziya bisa tidur dengan tenang, mungkin lain kali dia harus lebih berhati hati.


Pagipun telah tiba semua sedang sibuk dengan rencana penyerangan kekaisaran dan sebagian sedang sibuk berlatih untuk meningkatkan kekuatan. Namun Xiao Ziya tetaplah Xiao Ziya, gadis itu masih tertidur lelap sepertinya kejadian semalam menyita sebagian waktu tidurnya.


"Apakah kau melihat adik Ziya?" tanya Xiao Yuna yang sedang mencari cari Xiao Ziya.


"Entahlah mungkin adikku itu masih menikmati waktu tidurnya." ucap Xiao Xun dengan nada yang santai.


"Aku baru mengingat sesuatu bukankah beberapa hari lagi Xiao Ziya akan berulang tahun ?." ucap Xiao Yuna yang mengejutkan semua orang yang sedang berada dalam ruangan tersebut. Bagaimana bisa mereka hampir lupa dengan hari ulang tahun adik tercinta mereka.


"Kau kan memang sering lupa." ucap Pangeran Kegelapan sambil membaca sebuah buku. Ucapan Pangeran Kegelapan berhasil menyulut emosi dari Xiao Yan di pagi hari.


"Hey jelas jelas kau jauh lebih tua dariku, bukankah seharusnya aku memanggilmu kakek." ucap Xiao Yan yang tak ingin kalah dengan Pangeran Kegelapan.


Entah mengapa kedua pemuda tampan itu sekarang memiliki hobi baru yaitu saling membuli satu sama lain.


Tak lama kemudian akhirnya yang sedang dibicarakan datang juga, siapa lagi jika bukan Xiao Ziya. Gadis itu pergi ke perpustakaan Klan Xiao dengan mata yang masih setengah terpejam dan wajah khas orang ngantuk yang sangat lucu.


"Apakah kalian sedang membicarakanku?." tanya Xiao Ziya sambil meregangkan kedua tangannya, sebenarnya dia masih ingin berbaring di kamarnya namun dia memang merasa bahwa ada yang sedang membicarakannya.


"Hei hei apakah pembicaraan kami sampai di paviliunmu?" tanya Xiao Bin yang merasa heran bagaimana bisa gadis itu tau jika sedang dibicarakan padahal jarak antara paviliun milik Xiao Ziya dengan perpustakaan sangatlah jauh.

__ADS_1


"Telinga dan mataku ada di mana mana, sudahlah aku masih sangat mengantuk, semalam ada seekor semut yang menggangu waktu tidurku." ucap Xiao Ziya yang kemudian duduk di salah satu kursi dan mulai memejamkan matanya lagi.


Sedangkan yang lain tengah berfikir keras untuk mencerna apa yang dikatakan Xiao Ziya barusan. Seekor semut yang di maksut apakah seorang manusia atau benar benar semut. Setelah sekian lama memikirkan itu semua salah satu dari mereka akhirnya mengerti.


"Apakah semalam ada yang menyusup di kamarmu?." tanya Pangeran Kegelapan penuh dengan selidik, dan Xiao Ziya hanya menjawab dengan sebuah anggukan singkat.


"Bagaimana bisa ada seseorang yang berhasil menerobos keamanan Klan Xiao? bukankah semalam penjagaan diperketat?" ucap Xiao Feng yang masih belum mengerti.


"Siapakah orang itu? dan dimana dia sekarang?" ucap Muyen yang sangat penasaran dengan apa yang terjadi semalam.


"Adikku bisakah kau menjelaskan pada kami terlebih dahulu, setelah itu lanjutkan tidurmu." ucap Xiao Yan sambil memandang Ziya yang sedang tidur dengan posisi duduk. Akhirnya Xiao Ziya membuka matanya dan menatap gegenya itu dengan tajam. Mungkin Xiao Yan lupa bahwa adiknya itu sangat tak suka di ganggu apalagi saat ia sedang tidur.


"Yan gege sepertinya kau melakukan sebuah kesalahan fatal." ucap Xiao Xun yang sedang mengerjai kakak laki lakinya itu.


"Apakah aku membuat kesalahan ?." tanya Xiao Yan yang belum menyadari apa yang telah ia perbuat tadi.


"Pertama kau menggangu tidur saudari Ziya, kedua kau menggangu waktu tidur saudaru Ziya, ketiga kau meminta penjelasan saat saudari Ziya sedang tidur. Dan ketiganya adalah kesalahan yang fatal." ucap Xiao Yuna yang menjelaskan. Akhirnya Xiao Yan mengerti namun semua sudah terlambat.


"Keempat aku tak suka orang lain mengatur kapan aku harus tidur." ucap Ziya dengan nada yang dingin.


Xiao Yan hanya bisa merutuki kesalahannya, walaupun bagi orang lain itu terdengar sepele namun mengusik seorang gadis bernama Xiao Ziya bukanlah hal yang baik.


"Jika kalian ingin tau bagaimana keadaan orang itu saat ini badan dan kepalanya sudah terpisah. Dan jika kalian ingin tau dia siapa dia adalah pangeran kedua." jelas Xiao Ziya dengan singkat kemudian gadis itu kembali memejamkan matanya.


"Kau membunuh pangeran kedua? bagaimana bisa." ucap Xiao Xun yang merasa terkejut.


"Bukankah itu wajar pangeran kedua ingin membunuh adikmu, jadi adikmu menyerang balik dan membunuhnya jika tidak mungkin saudari Ziya sudah tidak ada lagi." jawab Yienran.


^^^**Hai hai semua makasih atas dukungan kalian selama ini, maaf ya kalau author banyak salah ke kalian. Sehat terus buat kalian semua.^^^

__ADS_1


Jangan lupa dukung aku dengan cara vote, komen, like, rate, dan share.


Follow author ya guys**


__ADS_2