
Serena Lee benar benar kesal karna rencananya untuk membalas dendam gagal ditambah gadis itu mengancam bahwa ia akan menghancurkan keluarga Lee. Setelah sampai di rumah Serena pergi ke kamar untuk menenangkan pikirannya sejenak sebelum melapor pada sang ayah.
"Bagaimana caraku membalas gadis sialan itu?." tanya Serena Lee pada dirinya sendiri.
Colek, suara pintu kamar Serena yang dibuka oleh seseorang ternyata kakak pertamanya yang datang untuk melihat kondisi adiknya itu.
"Kau baik baik saja? bagaimana dengan balas dendam mu?." tanya Winz Lee pada adiknya itu. Serena tak menjawab ia diam dengan wajah lesuhnya.
"Ya pasti kau gagal, apa yang terjadi?." tanya Winz Lee lagi karna ia ingin tau hal apa yang terjadi di sana.
"Gadis itu sangatlah kuat dan hebat sehingga bisa membunuh tiga ratus gengster dengan senjata dobel pistol." ucap Serena.
"Baiklah kita akan menemuinya besok jadi istirahatlah." ucap Winz Lee yang meminta pada Serena untuk beristirahat dan tak terlalu memikirkan tentang hal ini.
Winz Lee keluar dari kamar adiknya dengan ekspresi marah, ia tak suka jika ada seseorang yang melukai sang adik. Bisa dibilang Serena adalah anak kesayangan yang ada di keluarga Lee. Winz Lee masuk kedalam ruang makan untuk menemui ayah dan juga adik laki lakinya yang sedang makan.
"Bagaimana kondisi adikmu?." tanya Yonzu Lee dengan ekspresi khawatir.
"Serena sedang beristirahat sekarang, ia sempat mengatakan bahwa semua gengster yang ayah kirim untuk memberi pelajaran pada gadis itu mati." ucap Winz Lee yang tak sepenuhnya bisa percaya dengan perkataan Serena.
"Kita perlu menyewa orang orang dengan kemampuan khusus untuk menghabisi gadis itu." ucap Yonzu Lee yang sudah tak sabar untuk menghabisi gadis yang berani menyinggung putrinya.
"Sekuat apa gadis itu hingga bisa menghabisi tiga ratus gengster sendirian?." tanya Xiel Lee yang penasaran dengan sekuat apa Xiao Ziya itu.
Ditempat lain saat ini Xiao Ziya sudah menggunakan hoodie berwarna hitam dengan celana pendek diatas lutut.
"Waktunya bersenang senang." ucap Xiao Ziya dengan senyum menyeramkan.
Xiao Ziya loncat dari cendela kamarnya, jika ada orang lain yang melihat hal itu maka mereka akan mengira jika ada seorang gadis yang ingin bunuh diri. Setelah loncat dan mendapat ketinggian yang khas, Xiao Ziya langsung mengepakkan kedua sayap elang miliknya. Sepasang sayap yang besar serta warna hitam dan coklat yang cerah sangat cocok dengan suasana malam hari.
Beberapa orang yang masih ada di luar rumah mereka terkejut melihat siluet bayangan hitam yang terbang di atas langit, sebagian dari mereka ada yang mengira bahwa ada kelompok monster yang menyerang.
"Apakah itu monster?." apakah itu monster ucap seorang pria yang sedang berada di dalam gedung ruang kerjanya.
"Sepertinya bukan, aku melihat tubuhnya seperti manusia." ucap karyawan lain yang sempat melihat tubuh Xiao Ziya.
Xiao Ziya terus terbang menuju kediaman keluarga Lee yang ada di kota Cenzi, ia berniat untuk mengembalikan hadiah yang mereka berikan serta memberi sedikit hadiah tambahan yang akan membuat keluarga Lee merasa terkejut.
Setelah beberapa saat terbang, Xiao Ziya sampai di jalan dekat kediaman keluarga Lee dengan cepat gadis itu turun ke bawah dan menghilangkan sepasang sayap elangnya itu agar tak menimbulkan keributan. Xiao Ziya menekan bel rumah dan menunggu seseorang keluar.
Samar samar Xiao Ziya mendengar suara langkah kaki dari dalam rumah keluarga Lee, gerbang dibuka muncullah seorang pemuda yang menatap Xiao Ziya dengan kebingungan. Yang datang menghampiri Xiao Ziya adalah Xiel Lee, pemuda itu tengah menatap keheranan ke arah Ziya.
"Apakah benar ini rumah keluarga Lee?." tanya Xiao Ziya dengan nada sopan namun ekspresi wajahnya sangat menyeramkan.
"Benar ini rumah keluarga Lee, ada keperluan apa anda datang kesini saat malam hari?." tanya Xiel Lee yang penasaran dengan maksut kedatangan gadis cantik itu ke keluarga Lee saat malam hari.
"Saya ingin mengembalikan hadiah yang kalian berikan." ucap Xiao Ziya dengan senyuman yang cantik.
Xiao Ziya menghempaskan tangannya kemudian muncul tiga ratus jasad gengster yang telah Xiao Ziya bunuh. Tubuh Xiel Lee gemetaran melihat jasad jasad itu, dengan cepat ia berlari kedalam rumah untuk menyelamatkan dirinya. Setelah berada di dalam rumah Xiel Lee menutup semua pintu dengan rapat, tak ada satu jendela pun yang terbuka karna ia takut jika gadis itu masuk kedalam rumah ia akan membunuh semua anggota keluarganya. Xiel Lee menjerit dengan keras hingga mengejutkan ayah dan kakak laki lakinya.
__ADS_1
"Ada apa putraku mengapa kau menjerit dengan histeris?." tanya Yonzu Lee yang segera datang karna panik jika ada hal buruk yang terjadi pada putranya.
"Gadis itu datang, gadis itu datang untuk membalas dendam." ucap Xiel dengan tubuh yang gemetaran.
"Tenanglah adikku coba jelaskan siapa yang datang?." tanya Winz Lee yang berusaha untuk menenangkan sang adik.
"Gadis itu datang dia membawa ratusan jasad manusia." ucap Xiel Lee dengan, tiba tiba ia merasa pusing dan jatuh pingsan ditempat.
"Xiel!!." teriak Winz Lee yang terkejut, dengan segera ia menggendong adiknya dan membawanya ke kamar.
Duaaar.
Suara pintu rumah kediaman keluarga Lee yang ditendang oleh Xiao Ziya hingga hancur berkeping keping, Xiao Ziya melangkah masuk dan melihat kesekeliling ia cukup tertarik dengan desain interior yang cukup mewah itu. Tak sengaja mata Xiao Ziya bertemu dengan mata Yonzu Lee, tiba tiba mata Ziya yang tadinya berwarna biru cerah berubah menjadi merah darah artinya gadis itu sudah siap untuk membantai keluarga Lee hingga habis.
"Siapa kau?." tanya Yonzu Lee dengan ekspresi sedikit ketakutan karna aura yang dipancarkan oleh Xiao Ziya sangatlah kuat.
"Saya datang untuk mengembalikan apa yang kalian berikan pada saya serta ada sedikit hadiah." ucap Xiao Ziya dengan senyuman iblisnya.
Xiao Ziya mengambil dua pisau dapur yang ia simpan di dalam cincin semesta, kedua pisau itu melesat ke arah Yunzo Lee. Di sisi lain Winz Lee baru saja kembali dari kamar adiknya, ia melihat sang ayah akan dibunuh oleh gadis gila itu. Dengan cepat Winz Lee berlari ke arah sang ayah dan melindunginya, alhasil kedua pisau milik Xiao Ziya menembus jantung dan tertancap di kepala Winz Lee. Setelah tubuhnya tertancap pisau Winz Lee langsung jatuh kelantai dan mati, Yonzu Zee menyaksikan putra pertamanya terbunuh begitu saja.
"Argh apa yang kau lakukan pada putra pertamaku." triak Yonzu Zee yang sangat marah pada Xiao Ziya.
"Mengapa kalian tak siap dengan hal ini? bukankah kalian yang pertama kali mengibarkan bendera perang padaku?." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi datarnya. Semua orang yang berani menyinggung Xiao Ziya harus menyiapkan mental mereka entah untuk menerima kehancuran ataupun sudah siap untuk mati hari itu juga.
"Sialan kau bedebah akan ku hancurkan seluruh keluargamu." ucap Yonzu Lee yang sangat marah, ia mengangkat sebuah kursi yang ada di dekatnya dan melemparkannya ke arah Xiao Ziya.
Xiao Ziya mengambil sebuah pedang dari dalam cincin semestanya dan membelah kursi yang terlempar ke arah Xiao Ziya. Yonzu Lee menatap ke arah pedang berwarna merah yang sedang di genggam oleh Ziya akhirnya ia tau alasan mengapa para gengster itu tak bisa membunuh seorang gadis karna ia seorang kultivator.
"Jangan terlalu banyak bicara karna saya tak akan menjawab semua pertanyaan anda." ucap Xiao Ziya yang langsung membelah tubuh Yonzu Lee dari atas kepala hingga ujung kaki. Darah bercucuran di mana mana, Xiel dan Serena sedang bersembunyi di sebuah ruang rahasia yang ada di dalam rumah mereka.
Sebelumnya Serena terbangun dari tidurnya untuk mengambil minum, namun ia melihat Xiao Ziya sedang bertatapan dengan sang ayah selain itu Serena melihat jasad dari kakak laki laki pertamanya.
"Kapan gadis itu datang." ucap Serena dengan tubuh yang lemah, ia berlari kedalam kamar Xiel Lee dan membangunkan pemuda itu.
"Kita harus sembunyi sekarang, ayah dan kak Winz sudah mati ditangan gadis gila itu." ucap Serena yang menarik tangan Winz Lee kemudian mereka berdua berlari menuju ruang kerja sang ayah. Serena menggeser kursi yang ada di pojok ruangan, tiba tiba rak buku yang ada di sana bergeser dan menunjukkan sebuah ruang rahasia.
"Cepat waktu kita tak banyak." ucap Serena yang membawa Winz masuk kedalam kemudian secara otomatis rak buku itu kembali pada posisi semula.
Setelah selesai membunuh dua orang itu Xiao Ziya langsung berkeliling rumah keluarga Lee untuk menemukan Serena dan juga pemuda yang ia temui di gerbang depan.
"Ah sepertinya mereka berdua sedang mengajak saya untuk bermain petak umpet." ucap Xiao Ziya dengan suara pelan, Xiao Ziya memejamkan matanya kemudian mulai memfokuskan fikirannya pada rumah keluarga Lee. Seketika bayangan denah rumah keluarga Lee muncul di kepala Xiao Ziya, ia juga bisa melihat dua titik merah yang artinya ada dua orang yang masih tersisa di sini.
"Baiklah saya datang." ucap Xiao Ziya yang berjalan menuju ruang kerja.
Serena dan Xiel benar benar panik saat mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah ruang kerja ayah mereka. Serena belum siap jika harus mati karna ia masih memiliki banyak mimpi, satu hal lagi yang belum Serena lakukan yaitu menikah dengan orang yang ia cintai.
"Apa yang harus kita lakukan kakak." ucap Serena dengan badan yang gemetaran serta suara tangis pelan.
"Berhentilah menangis jika tidak gadis itu akan mendengar suara tangisanmu." ucap Xiel Lee yang meminta pada adiknya untuk berhenti menangis, akan sangat gawat jika gadis psikopat itu menemukan keberadaan mereka berdua.
__ADS_1
Xiao Ziya membuka pintu ruang kerja itu dan melihat kesekeliling tak ada siapapun di sana namun ia bisa merasakan nafas dua orang yang ada dibalik rak buku. Akhirnya Xiao Ziya masuk kedalam ruang kerja, ia berakting seolah olah tak berhasil menemukan kakak beradik itu.
"Kemana mereka berdua pergi? sepertinya saya harus mencari di tempat lain." ucap Xiao Ziya dengan suara pasrah, ia berpura pura membuat langkah kaki yang semakin pelan seperti sedang meninggalkan ruang kerja milik keluarga Lee.
Serena dan Xiel menghela nafas lega akhirnya mereka bisa sedikit lebih tenang. Serena berencana untuk keluar dari sana namun Xiel menahannya.
"Kita harus tetap di sini hingga esok pagi, setelah itu kita akan menemui pemimpin." ucap Xiel yang sudah memiliki rencana kemana mereka berdua harus meminta bantuan. Jika gadis itu benar benar seorang kultivator maka pemimpin akan melindungi mereka berdua dan menangkap Xiao Ziya.
Tiba tiba saja rak buku sebagai pintu keluar masuk keruang itu runtuh dan hampir menimpa Serena dan Xiel untunglah mereka berdua bisa mundur kebelakang dengan cepat. Xiel melotot ke arah Xiao Ziya, ia sangat terkejut melihat gadis itu bisa menemukan mereka berdua.
"Wah ternyata kalian di sini ahahaha, jadi kalian ingin mati dengan cara apa?." tanya Xiao Ziya dengan ekspresi bahagianya karna dapat menemukan kedua orang yang ia cari cari.
"Pergilah, jangan mendekat ke sini." ucap Serena yang meminta pada Xiao Ziya untuk pergi manjauh dari dirinya.
"Ah kemana rasa angkuh mu tadi nona Serena Lee?." tanya Xiao Ziya yang masih ingat wajah sombong dan angkuh Serena saat datang dengan membawa tiga ratus anggota gengster untuk memberi pelajaran padanya.
"Saya minta maaf atas semua yang telah saya lakukan pada anda." ucap Serena dengan berjusud dihadapan Xiao Ziya berharap jika gadis itu mau memaafkannya.
"Banyak orang yang mengatakan bahwa memaafkan adalah hal yang penting dan tak ada permintaan maaf yang terlambat. Namun saya bukanlah mereka, bagi saya jika anda sudah berani menyinggung saya artinya anda sudah siap untuk berhadapan dengan konsekuensinya." ucap Xiao Ziya dengan nada datar dan ekspresi dingin.
Serena dan Xiel benar benar ketakutan sekarang tak ada yang bisa melindungi mereka berdua karna ayah dan kakak tertua mereka sudah mati ditangan gadis itu. Xiel melihat kesekeliling ia mencoba mencari celah agar bisa kabur dari sana, Xiel menemukan sebuah kotak berisi bedak putih yang masih penuh. Dengan cepat Xiel melempar kotak berisi bedak itu ke arah Xiao Ziya, akhirnya asap berwarna putih menutupi satu ruangan.
Xiel menarik tangan Serena, mereka segera berlari menuju pintu keluar ruang kerja arah mereka. Sebelum keluar dari ruang kerja ayah mereka tiba tiba kepala Xiel lepas dari badannya.
"Aaaaaa." triak Serena yang terkejut melihat kakak keduanya mati.
"Mengapa kau sangat kejam pada keluargaku? bukankah sampai sekarang kau masih baik baik saja." ucap Serena yang sudah terduduk di lantai karna sudah tak kuat untuk berjalan lagi.
"Saya sangat yakin jika saya lemah maka sayalah yang akan terbunuh di sini dan saya tau seandainya saya yang ada di posisi kalian, permintaan maaf saya tak akan kalian terima. Bukankah begitu nona Serena?." ucap Xiao Ziya yang membuat Serena Lee sempat terdiam sejenak, mungkin apa yang dikatakan oleh gadis itu adalah kebenaran.
"Tapi hal itu tak terjadi padamu jadi tolong ampuni nyawaku." ucap Serena Lee yang masih mencoba untuk meminta maaf pada Xiao Ziya.
Xiao Ziya tersenyum miring, seharusnya orang yang pertama mati adalah Serena karna semua masalah ini terjadi karna keegoisan gadis itu. Xiao Ziya menarik tangan kiri Serena dan memotong menggunakan pedang yang ia genggam.
"Jangan, jangan lakukan itu." ucap Serena yang tak bisa terima bahwa sebelah tangannya hilang.
"Bukannya kau tak ingin mati? jadi ini hukuman yang bagus untuk gadis sepertimu." ucap Xiao Ziya yang ingin menghukum Serena dengan berat.
"Kau akan mengampuni nyawaku?." ucap Serena dengan senang, ia bisa menggunakan teknologi yang ada di pusat kota untuk menumbuhkan tangannya lagi.
"Saya sedang mempertimbangkan hal itu." ucap Xiao Ziya seperti sedang mempertimbangkan keputusannya.
"Tolong maafkan kesalahan saya, saya tak tau jika anda adalah seorang nona muda yang hebat." ucap Serena yang memuji kehebatan Xiao Ziya.
"Saya sudah memutuskan tak ada pengampunan untuk anda." ucap Xiao Ziya yang menacapkan lima pisau di kepala Serena hingga gadis itu mati dengan kondusi bola mata yang pecah, lidah yang menjulur keluar, serta darah yang mengalir dari kepala dan juga telinganya.
"Misi kali ini selesai." ucap Xiao Ziya yang tiba tiba saja menghilang dari sana.
Jika sistem dunia semesta tingkat rendah ini sama seperti dunia moderen yang Xiao Ziya tinggali sebelumnya maka mereka pasti memiliki badan penyelidikan untuk kasus kasus besar seperti yang ia lakukan sekarang, dan sebagai mantan mafia Xiao Ziya tak akan meninggalkan jejak atas perbuatannya itu.
__ADS_1
Hai hai guys aku update lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya, jangan begadang terus ya kalian tuh ga baik. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna ia wajib, gift hadiah apapun ya guys, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share juga ya.