
Saat ini keadaan paviliun penegak hukum benar benar kacau, Xiao Ziya yang samgat marah mengeluarkan aura emas dan aura membunuhnya secara bersamaan sehingga banyak para murid yang pingsan akibat tidak kuat dengan tekanan yang dikeluarkan oleh Xiao Ziya. Sedangkan mereka yang masih bisa bertahan memilih untuk pergi dari tempat itu dan menyelamatkan hidup mereka yang berharga. Xiao Xun bersikeras untuk tetap ada di sana dan mengawasi adiknya itu namun Xiao Feng dan Xiao Xinzo menariknya dengan paksa jika tidak Xiao Xun juga akan terluka.
Xiao Ziya lalu menatap seorang pria yang merupakan dewan keamaman Akademi Kekaisaran.
"Dimana Xu Yuan berada." ucap Xiao Ziya yang membuat pria itu merasa sedang berada di ambang kematiannya.
"Dia sedang bersembunyi di ruang kerja kepala akademi." ucap Sin Bian yang masih ingin menyelamatkan hidupnya, jika ia berbohong mungkin saja hari ini adalah hari terakhir ia melihat dunia.
"Lainkali aku tak ingin melihat wajahmu." ucap Xiao Ziya sebelum pergi meninggalkam paviliun penegak hukum Akademi Kekaisaran, sekarang gadis itu berjalan menuju ruang kerja kepala akademi.
Ling An merasa sangat gelisah entah mengapa tiba tiba bulu kuduknya merinding, semoga saja Xiao Ziya tak membunuhnya hari ini karna ia benar benar tak tau apapun mengenai masalah yang dibuat oleh Xu Yuan.
Ling An memilih untuk keluar dari ruang kerjanya namun Xu Yuan menghalangi pintu agar Ling An tak bisa pergi kemana mana.
"Minggirlah aku ingin keluar, jika kau ingin menjemput kematiamu maka hadapilah sendiri." ucap Ling An dengan tegas ia tak ingin tetap di dalam ruang kerjanya.
"Saya mohon kepada anda untuk membantu saja." ucap Xu Yuan yang sudah frustasi.
"Aku tak bisa membantumu, gadis itu jauh lebih kuat dari apa yang kau bayangkan." ucap Ling An sambil menghembuskan nafasnya.
Tiba tiba aura gelap dan pekat mulai masuk kedalam ruang kerja kepala akademi karna Xiao Ziya sudah ada di depan pintu gadis itu hendak masuk namun ia ingin mendengarkan pembicaraan antara kepala akademi dan juga pemuda sialan yang membuagnya marah itu.
"Aku tak akan ikut campur dengan masalahmu ini karna aku memang tak terlibat. Lebih baik kau minta perlindungan dari ayahmu." ucap Ling An yang sedang memaksa Xu Yuan untuk menyingkir dari pintu agar ia bisa keluar.
Tiba tiba ia mendengarkan suara di dalam batinnya ya suara gadis yang tak asing baginya. Xiao Ziya tengah bertelepati dengan kepala akademi, ia meminta agar kepala akademi menjauh dari pintu Ling An menuruti permintaan Xiao Ziya.
Braaak
__ADS_1
Duaar
Suara pintu yang ditendang dengang sangat keras. Xu Yuan yang tadinya sedang berada di depan pintupun terpental dan badannya terbanting menabrak tembok.
"Hey disini rupanya kau bersembunyi." ucap Xiao Ziya dengan bola matanya yang masih berwarna merah menyala.
"Mohon maaf nona Ziya, silahkan anda lanjutkan saya permisi terlebih dahulu." ucap Ling An yang langsung mendapat persetujuan dari Xiao Ziya karna kepala akademi memang tak tau apa apa tentang kejadian ini.
"Bukankah pemuda yang ada di hadapanku ini adalah seorang pemberani, lantas mengapa sekarang kau bersembunyi seperti pecundang." triak Xiao Ziya pada Xu Yuan.
Sedangkan Xu Yuan hanya bisa terdiam dengan tubuh gemetaran, entah mengapa gadis yang ia anggap lemah itu sekarang seolah oleh menjadi master tertinggi yang pernah ia temui. Fikiran Xu Yuan kacau balau ia tak tau harus berbuat apa dan jika ia meminta maaf apakah gadis yang ada di depannya itu bersedia untuk memaafkannya.
"Jawab!!." bentak Xiao Ziya dengan nada tinggi. Xu Yuan terkejut dan matanya mulai berkaca kaca seumur hidup ia baru sekali ini dibentak oleh seseorang, ayahnya saja tak berani untuk membentaknya.
"Saya meminta maaf pada nona Ziya, saya tau saya salah. Saya kira nona benar benar menculik anak itu." ucap Xu Yuan yang berusaha untuk menekan rasa takutnya.
Xu Yuanpun pergi menuju paviliun Xiao Ziya untuk menemui gadis itu dan meminta keterangannya namun saat mengetuk pagar depan tak ada jawaban. Akhirnya Xu Yuan memilih untuk melompati dinding tinggi yang mengelilingi paviliun milik Xiao Ziya. Kemudian Xu Yuan masuk melalui jendela samping, saat ia masuk Xu Yuan melihat ada bayi laki laki yang sedang merangkak keluar dari kamar, tanpa basa basi Xu Yuan menggendong Zoe dan menyumpal mulut kecel Zoe dengan tangan agar bayi itu tak menangis.
Setelah itu Xu Yuan pergi meninggalkan paviliun dan bergegas menemui wanita itu diperpustakaan. Namun saat dilihat lihat bayi laki laki yang digendongnya tak mirip dengan wanita itu. Saat itu juga Xu Yuan sadar bahwa ia sedang ditipu dan ingin mengembalikan bayi itu pada Ziya, namun entah apa yang terjadi pandangannya menjadi gelap lalu ia pingsan. Saat ia terbangun bayi itu tak ada dipelukannya lagi. Xu Yuan yang ketakutanpun mencari kesana kesini dan ia melihat kerumunan di paviliun penegak hukum disana ia melihat Bi Linxi yang sedang menggendong bayi laki laki itu dan dari arah lain ia melihat Xiao Ziya yang sedang tampaj khawatir sekaligus marah. Dengan segera Xu Yuan berlari ke ruang kerja kepala akademi untuk meminta bantuannya. Namun siapa sangka jika kepala akademi juga tak bisa membantunya.
"Jadi seperti itulah ceritanya, saya benar benar mohon maaf saya siap dihukum apapun oleh nona asalkan nona mau mengampuni nyawa saja." ucap Xu Yuan yang masih ketakutan, namun yang ia ceritakan bukanlah suatu kebohongan dan Ziya dapat melihat semua itu dari sorot mata Xu Yuan.
Akhirnya gadis itu mulai meredakan amarahnya, matanya kembali seperti semula auranya juga sudah hilang. Xu Yuan juga merasa tak ada lagi tekanan hebat disekelilingnya. Pemuda itu langsung berlari dan bersujud dihadapan Xiao Ziya untuk meminta maaf.
"Maaf atas kecerobohan saya Nona Ziya, jika sesuatu terjadi pada adik nona saya memang pantas mati namun saya meminta pengampunan dari nona." ucap Xu Yuan yang masih bersujud di hadapan Xiao Ziya.
"Berdirilah, aku bukanlah Sang Maha Pencipta yang layak kau sembah. Ya benar jika adikku sampai hilang nyawamu saja tak akan cukup untuk menggantikannya, namun adikku yang manis itu baik baik saja. Kau harus melayaniku selama yang aku mau dan mengikuti semua perintahku apa kau mengerti." ucap Xiao Ziya dengan penegasan pada akhir kalimat.
__ADS_1
Xu Yuanpun mengangguk dengan cepat, melayani Xiao Ziya bukanlah hal yang buruk daripada ia harus kehilangan nyawanya dan seluruh keluarganya juga harus menanggung hal itu.
"Baik saya akan melayani nona dengan sepenuh hati." ucap Xu Yuan sambil membungkukkan kepalanya.
Sedangkan di tempat lain saudara dan juga teman teman Ziya sedang gelisah mereka takut jika Xiao Ziya akan membunuh Xu Yuan dengan cara yang tragis. Sungguh malang nasib Xu Yuan namun pemuda itu memang sangat susah untuk diberitahu agar tak mengganggu Xiao Ziya, inilah yang akan terjadi padanya.
"Hah akhirnya pemuda itu akan mati juga." ucap Xiao Xun dengan menghela nafas panjang, sebenarnya ia tak ingin adiknya menjadi kejam seperti ini. Tapi apaboleh buat tak ada yang bisa meredakan kemarahan gadis itu.
"Tata naan tata." ucap Xiao Zoe sambil merangkak kearah pintu masuk perpustakaan akademi.
Terlihat seorang gadis yang sedang berdiri diikuti pemuda dibelakangnya. Melihat Zoe yang merangkak kearahnya Xiao Ziyapun langsung menggendong bayi itu.
"Kau baik baik saja adikku yang manis." ucap Ziya sambil tersenyum dan langsung menciumi pipi kenyal milik Zoe.
Xiao Xun, Xiao Yuna, Xiao Xinzo, Xiao Feng, Muyen dan juga yang lainnya menatap dengan tak percaya kearah pemuda yang ada dibelakang Xiao Ziya bagaimana ia bisa kembali dengan selamat tanpa ada cacat sedikitpun.
Merasa banyak mata yang memandang dirinya akhirnya Xu Yuan memperkenalkan diri.
"Saya Xu Yuan pelayan dari nona Ziya." ucap Xu Yuan sambil membungkukkan badannya.
Akhirnya mereka semua bisa mengerti mengapa pemuda itu bisa kembali dengan selamat ternyata ia menjadi pelayan dari Xiao Ziya.
"Ini lebih baik daripada adikku membunuhnya." ucap Xiao Xun yang merasa lega akhirnya adiknya itu bisa menahan sedikit emosinya dan memberikan hukuman yang sedikit ringan daripada kematian.
**Hai hai semua gimana kabar kalian semoga kalian semua baik baik aja ya dan semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan. 2021 ini banyak bencana yang menimpa saudara saudara kita semoga mereka semua diberi kekuatan dan ketabahan Amiin.
Jangan lupa Follow author ya, vote sebanyak banyaknya, like, komen, rate, and share.
__ADS_1
Love You Guys**