
Hari, minggu dan bulan terus berlalu, Hermione sekarang tidak terlalu dekat dengan Dimas dia seperti menghindar dari Dimas. Dimas biasanya memanggil nama Hermione saat malam hari tapi Hermione tidak muncul hanya suara saja yang terdengar oleh Dimas. Dimas heran dengan tingkah Hermione yang menurutnya sangat aneh.
Disisi lain Desi senang karena Hermione tidak dekat dengan Dimas jadi dia lebih bisa leluasa berdekatan dengan Dimas, seperti saat ini mereka sedang bersama direstoran milik Dimas lebih tepatnya diruangan pribadi Dimas karena Dimas sedang sibuk mengurus masalah restorannya yang ada diluar kota.
"Dimas kamu sibuk banget ya?" tanya Desi.
"Iya nih" jawab Dimas masih fokus kelaptop.
"Kamu kuliah jurusan kedokteran tapi buka bisnis restoran terus setelah lulus kau mau kerja apa mengurus restoran atau jadi dokter?" tanya Desi.
"Ntahlah mungkin akan mengurus restoran saja karena restoranku sudah ada cabang dibeberapa kota" jawab Dimas.
"Wih keren, berarti udah kaya banget nih" ucap Desi.
"Nggak biasa aja masih kayak dulu cuman sekarang bedanya biaya kuliah aku yang bayar sendiri dan kehidupan aku disini aku yang tanggung tidak dengan uang orangtua lagi" ucap Dimas.
"Hebat ya kamu" ucap Desi.
"Oh iya kapan kamu lulus kuliah?" tanya Desi.
"Hmmm ntahlah aku rasa 1 tahun lagi" jawab Dimas cuek, karena dia memang tidak memikirkan masalah kapan dia lulus.
"Wah masih lama" ucap Desi.
"Ya begitulah" ucap Dimas.
Disisi lain Hermione sedang mencari mangsa untuk dibawa keneraka, setiap pulang kuliah dia akan mencari mangsa dan setiap malam dia akan mengambil tumbal dari 2 pemuda pengikutnya, dia tidak pernah menunjukkan wujud Dara saat mencari mangsa dia selalu menggunakan wujud manusia lain.
Hermione tidak pernah menyuruh Dimas memberikan dia tumbal karena dia tidak mau membuat Dimas kepikiran tentang hal semacam itu jadi dia menunggu waktu yang tepat saja, tapi dia selalu memberikan uang dilemari khusus Dimas 1 minggu sekali walaupun Dimas tidak memberikannya tumbal.
Sudah banyak sekali manusia yang dia masukkan keneraka dari berbagai daerah, kota ataupun negara. Hermione saat ini sedang berada di Jepang untuk menjalankan aksinya, dia menjadi manusia yang berwajah seperti keturunan Jepang asli.
Dia berjalan kegang sepi karena dia tau digang tersebut ada beberapa preman, dia akan membawa para preman tersebut keneraka.
"Hai nona cantik" ucap preman yang diketahui ketuanya menghalang langkah Hermione, (Pakai bahasa Indonesia aja ya biar gak ribet)
"Minggir" ucap Hermione.
"Jangan terburu-buru nona sebaiknya kita bermain sebentar" ucap salah satu preman.
"Kau cantik sekali nona" ucap ketua premannya memegang dagu Hermione, Hermione menepis tangan ketua preman tersebut.
"Awas" ucap Hermione mendorong tubuh ketua preman tapi ketua preman itu tidak bergerak sama sekali.
__ADS_1
"Berani sekali kau melawanku!" ketua preman itu memang tangan Hermione, dia mendorong tubuh Hermione kedinding pagar rumah kosong yang ada disana.
"Lepaskan aku" ucap Hermione memberontak, itu cuman akting semata untuk menutupi tujuan dirinya. Jumlah preman itu ada 5 beserta ketuanya juga.
"Tidak semudah itu lepas dari kami nona" ucap preman 1.
"Kau sudah masuk kedalam wilayah kami jadi kau tidak akan bisa lepas sebelum memuaskan kami" ucap preman 2.
"Gadis cantik sepertimu pasti sangat nikmat" ucap preman 3.
"Percuma cantik dan sexy kalau belum tidur dengan kami" ucap preman 4.
"Karena kau yang ada didepanku jadi aku yang memulainya" ucap ketua preman lalu mencium bibir Hermione, Hermione pura-pura memberontak, ketua preman itu tetap memaksa Hermione supaya mengikuti permainannya.
***
Dimas memegang dadanya karena ntah kenapa tiba-tiba dadanya terasa sesak. Pikiran Dimas lalu tertuju pada Hermione.
"Dara kenapa sekarang kau jarang bertemu denganku, apa salahku padamu Dara?" batin Dimas.
"Tolong jangan seperti ini, maafkan aku jika aku memiliki salah denganmu, kembalilah seperti biasa jangan siksa aku Dara kumohon kembali seperti kita dulu" batin Dimas.
"Dimas kamu kenapa?" tanya Desi khawatir karena Dimas tiba-tiba memegang dadanya.
Disisi lain Hermione yang mendengar batin Dimas, ikut merasakan sakit didadanya dia meneteskan air mata.
"Hei kenapa kau menangis nona?" ucap ketua preman itu, Hermione diam saja.
"Kau tidak ada salah Dimas, aku yang salah ini semua salahku, aku yang menjadikanmu pengikutku untuk dibawa keneraka dan sekarang aku juga yang harus menghalang semua itu terjadi" batin Hermione.
"Maafkan aku Dimas, maaf ini semua salahku" batin Hermione.
***
Malam harinya Hermione kembali kekotanya dia menyuruh Andre mengambil tumbalnya kepada 2 pemuda yang sudah menjadi pengikutnya beberapa bulan ini. Hermione muncul dikamar Dimas, saat ini Dimas sedang berdiri melamun dibalkon kamarnya menatap langit malam yang dipenuhi bintang.
Hermione tersenyum melihat punggung Dimas, matanya berkaca-kaca mengingat janji dirinya dan Dimas kalau dia tidak akan membiarkan laki-laki menyentuhnya. Dimas yang merasakan ada yang memperhatikannya lalu berbalik melihat pintu kamar menuju balkonnya yang terbuka dan melihat didalam kamarnya ada Hermione yang berdiri dengan wujud Dara dan mata berkaca-kaca sambil tersenyum.
"Dara" ucap Dimas dia berjalan perlahan masuk kedalam kamar menghampiri Hermione. Hermione membalas dengan senyuman saja air matanya tiba-tiba menetes.
"Hei kenapa menangis?" Dimas langsung mengusap air mata Hermione yang membasahi dipipinya.
"Maaf" ucap Hermione memeluk Dimas dan menumpahkan tangisannya, Dimas heran dengan Hermione yang tiba-tiba minta maaf tapi dua membalas pelukannya setelah berbulan-bulan tidak pernah berpelukan.
__ADS_1
"Maaf kenapa? Dan kenapa kamu menangis?" tanya Dimas sambil mengusap punggung Hermione.
"Hiks maaf Dimas hiks maaf" ucap Hermione semakin mempererat pelukannya.
"Iya iya aku sudah memaafkan kamu sebelum kamu membuat salah kepadaku, tapi kenapa kamu meminta maaf?" tanya Dimas.
"Karena semua kesalahanku, aku sangat banyak salah denganmu maafkan aku" ucap Hermione.
"Kamu tidak pernah ada salah denganku" ucap Dimas melepaskan pelukannya lalu mengusap air mata Hermione yang masih sesekali mengalir.
"Aku banyak salah denganmu, maafkan aku yang tiba-tiba menjauhimu, maafkan aku yang tidak pernah menemuimu, maafkan aku yang tidak pernah meluangkan waktuku untukmu, maafkan aku karena aku nyawamu menjadi terancam, maafkan aku karena aku membuatmu susah, maafkan ak~" ucapan Hermione terhenti karena Dimas langsung mencium bibir Hermione lembut.
"Ciuman ini yang selalu membuat aku semakin tambah mencintaimu Dimas, ciuman ini yang membuat aku susah untuk melupakanmu karena aku sudah candu dengan ciuman ini" batin Hermione membalas ciumannya.
"Aku sangat merindukan bibir manis ini" batin Dimas menekan tengkuk Hermione memperdalam ciumannya.
"Kamu selalu saja menggombal" batin Hermione yang sekarang didengar Dimas.
"Ini kenyataan aku sangat merindukan ciuman dan pelukanmu Dara" batin Dimas.
"Ya maafkan aku" batin Hermione.
"Jangan minta maaf terus kepadaku, aku sudah memaafkanmu walaupun kamu tidak punya salah dan aku tidak tau salahmu yang harus aku maafkan, tapi aku akan selalu memaafkanmu karena aku mencintaimu" batin Dimas.
"Aku juga mencintaimu, tapi tolong lepaskan ciumannya aku sudah kehabisan nafas" batin Hermione.
"Oh iya aku lupa, aku juga sudah kehabisan nafas" batin Dimas lalu melepaskan ciumannya.
Mereka berdua mengambil nafas sebanyak-banyaknya, setelah itu mereka saling pandang mengobati rindu yang selama ini dipendam.
Dimas memegang pinggang Hermione, sedangkan Hermione melingkarkan lengannya dileher Dimas. Mata mereka beradu pandang bibir mereka tertarik keatas membuat senyuman manis sangat manis.
"Sepertinya aku akan mimpi indah malam ini" ucap Dimas memecahkan keheningan setelah beberapa menit hening hanya suara nafas mereka saja dan suara jam dinding.
"Kenapa?" tanya Hermione.
"Karena ada kamu disini bersamaku" jawab Dimas mencium bibir Hermione sambil mengangkat tubuh Hermione dia berjalan keranjang lalu duduk dengan Hermione yang ada diatas pangkuannya.
"Gombal" ucap Hermione.
"Gak gombal serius eh nggak dua rius" ucap Dimas dengan wajah polosnya, Hermione terkekeh mendengarnya Dimas tersenyum karena bisa melihat Hermione dari jarak dekat lagi.
Hermione dan Dimas menghabiskan waktu berdua didalam kamar Dimas, dengan candaan mereka berdua. Setelah merasa lelah dan mengantuk mereka berdua tidur dengan posisi saling peluk.
__ADS_1
Bersambung...