
Wi Xume dan Kaisar Yan menatap dengan heran ke arah Raja Artur, sepertinya mereka berdua baru menyadari keberadaan kakek tua itu. Wi Xume melihat Raja Artur dari atas hingga bawah, jika dilihat dari penampilannya pria yang ada di samping Xiao Ziya tampak sangat berwibawa dan mengeluarkan aura seperti seorang raja yang hebat. Entah mengapa tiba tiba Wi Xume tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya, Raja Artur yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya bisa menahan rasa jijik.
"Siapa pria yang ada di sebelahmu itu?." tanya Wi Xume yang penasaran dengan status Raja Artur.
"Mengapa kau tak bertanya langsung padanya? bukankah ia ada di hadapanmu." jawab Xiao Ziya dengan wajah juteknya. Mungkin otak Wi Xume sangat dangkal hingga harus bertanya memalui dirinya.
"Jika saya boleh tau siapa nama anda dan darimana anda berasal?." tanya Wi Xume dengan suara lembut agar meninggalkan kesan menawan di hadapan Raja Artur.
"Kau tak pantas untuk berkenalan dengan saya." jawab Raja Artur dengan singkat, padat, dan juga jelas.
"Mengapa kalian berdua memperlakukan kekasih saya seperti ini? dia hanya ingin berkenalan saja, Wi Xume adalah gadis malang, polos, dan juga baik." ucap Kaisar Yan, ia kembali membela kekasihnya itu dan Xiao Ziya sudah terbiasa dengan pemandangan menyebalkan seperti itu.
"Mohon maaf Yang Mulia Kaisar Yan, mata kami masih normal tidak buta seperti anda." ucap Xiao Ziya yang langsung pada intinya. Dihina terus terusan oleh Xiao Ziya membuat mental Kaisar Yan terguncang sehingga ia memilih diam dan tak membalas.
"Sihir pembatas dua ruang muncullah." ucap Xiao Ziya yang merapalkan sebuah mantra sihirnya, gadis itu membatasi antara area taman dengan halaman belakang. Dengan begini Wi Xume tak akan bisa memetik ataupun mengambil tanaman tanaman milik Xiao Ziya.
"Bukankah saya juga berhak atas taman dan tanaman yang ada di sini?." ucap Kaisar Yan, ia merasa bingung dengan perlakuan Ziya yang memberi pembatas seperti sedang menandai wilayah kekuasaan miliknya.
"Mengapa? anda tak suka? silahkan pergi dari sini, saya bisa mencari kaisar baru." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata tajamnya, Kaisar Yan hanya diam dan tak berani membantah ia tau saat ini kedudukannya sebagai kaisar sedang terancam.
Xiao Ziya berjalan pergi dari halaman belakang, Raja Artur mengikuti penerusnya itu dari belakang. Xiao Ziya masuk kedalam ruang kerja milik Kaisar Yan tanpa meminta izin pada kaisar terlebih dahulu. Setelah berhasil masuk kedalam, Xiao Ziya langsung mengambil beberapa berkas yang ada di atas meja, ia juga membaca dengan teliti berkas berkas itu.
"Apa pemuda gila itu ingin menjadikan istana ini dan seluruh isinya sebagai mahar pernikahan? ahahaha dia pikir dia itu siapa." ucap Xiao Ziya diiringi tawa iblisnya, Xiao Ziya mengambil sebuah pena dan mengganti semua isi berkas tersebut.
"Sepertinya kakak laki lakimu sudah kehilangan akal, lebih baik kau memberinya hukuman yang pantas." ucap Raja Artur yang cukup terkejut dengan sikap Xiao Yan barusan.
Seingat Raja Artur Xiao Yan adalah sosok kakak pertama yang sangat menyayangi adik adiknya terlebih lagi pada Xiao Ziya, saat Xiao Ziya ada di dunia atas Xiao Yan sangat merindukan adik perempuannya itu. Walau sudah beberapa kali tergoda oleh kecantikan para gadis yang mendekatinya, kali ini kasus yang paling parah hingga Xiao Yan mengabaikan adik dan keluarganya sediri. Tadinya Raja Artur sempat curiga ada iblis parasit yang melekat di tubuh ataupun jiwa Xiao Yan, namun saat melihat pemuda itu tak ada hal semacam itu padanya.
"Mungkin saya akan membiarkannya hidup dengan penuh kesulitan agar pemuda bodoh itu tau bahwa keluargalah yang akan selalu ada saat ia kesusahan." ucap Xiao Ziya yang sudah memiliki rencana tersendiri untuk menghukum kakak laki laki pertamanya itu.
Setelah selesai mengganti semua isi dari berkas itu Xiao Ziya bergegas untuk pergi agar tak ada orang yang mengetahuinya. Xiao Ziya berjalan di sebuah lorong bersama dengan Raja Artur kemudian ia bertemu dengan Jenderal Zue yang berjalan dengan lawan yang bersbrangan.
"Salam hormat sama pada nona muda dan Raja Artur." ucap Jenderal Zue dengan menundukkan kepalanya, Raja Artur membalas salam yang diberikan oleh Jenderal Zue sedangkan Xiao Ziya hanya menatap sang jenderal dengan tatapan dingin.
Merasa tatapan milik Xiao Ziya sangat tak bersahabat membuat Jenderal Zue merasa kebingungan karna ia tak merasa telah melakukan kesalahan pada gadis itu. Jenderal Zue ingin bertanya namun mulutnya tak bisa mengeluarkan kata kata saat bertatapan langsung dengan mata Xiao Ziya.
"Kau tau apa kesalahanmu?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan mata tajamnya, dengan cepat Jenderal Zue menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Bukankah saya telah memberitaukan pada anda untuk mengawasi gerak gerik gadis itu, lalu dimana ginseng seratus tahun yang saya tanam di halaman depan? memgapa tiba tiba mereka semua menghilang." ucap Xiao Ziya yang mempertanyakan mengapa Jenderal Zue tak melindungi tanaman tanaman langka miliknya itu. Jenderal Zue menghela nafas lega, ia pikit kesalahan apa yang telah ia buat.
"Beberapa hari yang lalu Kaisar Yan menggambil beberapa tanaman langka milik anda dan menyimpannya secara pribadi di kamar, namun anda tenang saja karna saya sudah mengambil kembali semua tanaman milik anda itu tanpa diketahui siapapun." ucap Jenderal Zue yang mengambil beberqpa ginseng seratus tahun yang ia sembunyikan di balik jubahnya. Tatapan Xiao Ziya yang semula tajam menjadi meredup, untunglah Jenderal Zue sangat cepat dalam bertindak jika tidak ia akan terkena amukan dari Xiao Ziya.
Xiao Ziya menerima semua tanaman langka miliknya itu dengan senang hati, ia tak akan pernah rela jika tanaman tanaman itu diberikan pada Wi Xume. Karna percuma saja sebanyak apapun gadis itu memakan ginseng seratus tahun ia tak akan bisa berkultivasi dengan baik.
"Maaf atas sikap keterlaluan saya barusan." ucap Xiao Ziya yang sadar bahwa sikapnya sudah keterlaluan, gadis itu masih terbawa emosi karna melihat wajah Wi Xume. Namun Xiao Ziya tau ia tak bisa melampiaskan amarahkan ke orang yang tak bersalah untuk itu ia meminta maaf pada Jenderal Zue.
"Tidak apa apa, saya memakluminya." ucap Jenderal Zue yang terseyum ke arah adik perempuannya itu.
Bagi Jenderal Zue, Xiao Ziya tetaplah seorang gadis berusia dua belas tahun yang masih sangat labil walau pemikirannya lebih dewasa daripasa usianya, untuk itu Jenderal Zue memaklumi jika Xiao Ziya sering terbawa emosi.
"Saya pamit terlebih dahulu karna harus melatih beberapa prajurit baru." ucap Jenderal Zue yang membungkukkan badannya di hadapan Xiao Ziya dan Raja Artur kemudian ia pergi.
"Dia terlihat lebih baik daripada Kaisar Yan yang masih memiliki hubungan darah denganmu." ucap Raja Artur yang sedang menilai sikap dari Jenderal Zue atau lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Kegelapan.
"Saya tau tentang hal itu." jawab Xiao Ziya dengan senyuman tipis di bibirnya.
Raja Artur harus kembali ke Istana Kerajaan Neraka karna banyak tugas penting yang ia tinggalkan hanya untuk menjenguk penerusnya itu, karna terlalu asyik menikmati drama yang sedang terjadi Raja Artur sampai lupa menjenguk Yuan Zie.
"Kau ingin pergi sekarang kakek tua?." tanya Xiao Ziya yang senang memanggil Raja Artur dengan sebutan kakek tua.
"Segeralah kembali sebelum para mentrimu datang kedunia bawah dan membawamu pulang dengan paksa." ucap Xiao Ziya dengan tawa yang tertahan.
"Baiklah sampai jumpa lagi gadis nakal." ucap Raja Artur yang tiba tiba saja menghilang dari hadapan Xiao Ziya.
Setelahnya Xiao Ziya berjalan keluar dari Istana Kekaisaran Qiyu, ia akan pergi ke pasar dan membeli beberapa lembar kain. Sepertinya Xiao Ziya ingin membuat sebuah gaun yang sangat mewah, jika bisa ia ingin gaunnya lebih luar biasa daripada milik Wi Xume.
Xiao Ziya masuk kedalam sebuah toko tekstil yang cukup ternama, banyak kain kain dengan kualitas unggulan yang mereka jual. Xiao Ziya tertarik dengan sebuah gulungan kain berwarna putih, teksturnya yang sangat halus serta kilauan yang indah.
"Paman berapa harga dari satu gulungan penuh kain putih ini?." tanya Xiao Ziya pada pemilik toko tekstil itu.
Sang pemilik toko melihat ke arah Xiao Ziya, ia tau gadis yang ada di hadapannya memiliki aura seorang bangsawan, akan tetapi membeli satu gulungan penuh kain putih yang ia dapatkan saat berada di wilayah utara sangatlah berlebihan. Pemilik toko itu tak ingin meremehkan gadis yang ada di hadapannya, lebih baik ia memberitaukan berapa harganya.
"Jika anda ingin membeli satu gulungan penuh maka anda harus membayar sebanyak seratus ribu koin emas karna kain putih ini sangatlah langka, untuk membuat satu potong kain diperlukan waktu dua tahun. Orang yang membuat kain ini sudah tiada, dan ia berhasil menyelesaikannya." ucap pemilik toko yang menjelaskan pada Xiao Ziya mengapa harga satu gulung kain putih itu sangat mahal.
Xiao Ziya tak merasa keberatan dengan harga dari kain putih cantik itu, ia mengeluarkan sebuah peti besar yang berisikan seratus dua puluh ribu koin emas. Pemilik toko itu sangat terkejut dan ia mulai menghitung koin emas yang diberikan oleh Xiao Ziya.
__ADS_1
"Ini terlalu banyak nona." ucap pemilik toko itu dengan jujur.
"Anggap saja sebagai rasa terimakasih saya pada nenek anda karna telah membuat kain yang sangat cantik." ucap Xiao Ziya, ia memasukkan gulungan kain putih itu kedalam cincin semestanya kemudian pergi meninggalkan toko tekstil.
"Bagaimana bisa nona itu tau bahwa nenek saya yang telah membuat gulungan kain itu?." ucap sang pemilik toko kain yang merasa kebingungan. Ada seorang pekerjanya yang datang menghampiri pria itu.
"Gadis yang baru saja membeli adalah nona Ziya, dia adalah kultivator terkuat yang ada di dunia bawah, selain itu ia memiliki kekuasaan yang tinggi." ucap pekerjanya itu. Sang pemilik tokopun memaklumi jika gadis itu bisa menebaknya dengan sangat akurat.
Setelah mendapatkan bahan kain yang ia inginkan gadis itu pergi untuk berbelanja daging, buah, dan sayuran. Ia memiliki rencana berdiam diri di dalam paviliunnya hingga acara pernikahan antara Kaisar Yan dan Wi Xume dilangsungkan. Selama menunggu pesta pernikahan itu Xiao Ziya akan membuat sendiri gaun yang akan ia kenakan, sebuah gaun panjang dengan sulaman bunga bunga kecil, ia akan membuat gaun miliknya itu seperti dress pernikahan di kehidupannya yang lalu.
Setelah selesai membeli semua yang ia butuhkan Xiao Ziya bergegas kembali ke Klan Xiao, namun dalam perjalananya ia dihadang oleh beberapa kultivator aliran hitam. Xiao Ziya dapat merasakan aura membunuh yang terpancar di tubuh mereka.
"Kalian mencari saya?." tanya Xiao Ziya dengan tenang.
"Kami akan menghabisimu, kau tak boleh hidup lebih lama lagi di dunia ini." ucap salah seorang kultivator aliran hitam, ia mengeluarkan sebuah pedang dengan aura jahat yang sangat kental.
"Lakukan saja jika kalian mampu." ucap Xiao Ziya dengan senyuman menyeramkan.
Keenam orang yang merupakan anggota kultivator aliran hitam itu menyerang Xiao Ziya secara bersamaan, mereka mengeluarkan jurus pedang terbaik yang mereka miliki. Dengan cepat Xiao Ziya mengambil pedang hitam miliknya dan menyerang balik para kultivator aliran hitam.
"Ular hitam kematian bangkitlah." ucap salah satu dari mereka yang membangkitkan seekor ular hitam legendaris. Meskipun begitu Xiao Ziya tak merasa takut sama sekali.
Muncullah seekor ular hitam dengan badan besar dan panjang, ular hitam itu memiliki sisik yang sangat tebal serta mata merah menyala yang sangat menyeramkan. Ular hitam itu melakukan telepati kepada orang yang telah memanggilnya, ia menanyakan siapa yang harus ia habisi. Pria itu melihat ke arah Xiao Ziya sebagai pertanda bahwa gadis itu yang harus sang ular habisi.
Sang ular hitam kematian menatap ke arah Xiao Ziya, tubuh besarnya tiba tiba saja bergetar dengan sangat hebat. Ternyata ular itu merasakan aura sabit kematian yang sangat kental dari Xiao Ziya, sang ular hitam kematian hanya diam dan tak berani menyerang gadis itu.
"Mengapa kau hanya diam saja, cepat habisi gadis itu." ucap para kultivator aliran hitam yang mendesak ular hitam kematian.
"Gadis itu dilindungi oleh Tuan Besar, saya tak akan membunuh atau menyentuhnya. Maaf karna telah mengganggu waktu anda nona." ucap ular hitam kematian yang meminta maaf pada Xiao Ziya dan menghilang dengan sangat cepat.
Xiao Ziya merasa kebingungan begitupun dengan para kultivator aliran hitam yang tak mengerti dengan apa yang baru saja terjadi. Biasanya ular hitam kematian selalu menuruti semua yang mereka perintahkan asalkan mereka bersedia memberikan beberapa tumbal berupa gadis muda.
"Siapa kau sebenarnya? mengapa tuan ular kematiqn tak berani menyerangmu?." ucap salah satu dari keenam kultivator aliran hitam itu.
"Jika kalian bertanya pada saya, saya harus bertanya pada siapa?." tanya Xiao Ziya yang merasa kebingungan, ia tak mengenal ular hitam yang tiba tiba muncul.
Keenam kultivator aliran hitam itu melarikan diri, mereka ingin bertanya pada ketua mengapa hal semacam ini bisa terjadi sedangkan Xiao Ziya membiarkan mereka pergi karna ia yakin mereka akan kembali dengan jumlah yang lebih banyak setelah mengetahui beberapa fakta dari ketua mereka.
__ADS_1
"Namun siapa ular hitam itu." ucap Xiao Ziya sekali lagi karna ia benar benar merasa penasaran, Xiao Ziya terus berjalan menuju Klan Xiao sambil memikirkan hal itu.
Hai hai semua, author balik lagi nih gimana kabar kalian? semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys karna wajib buat kalian vote, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, share ya guys.