RATU IBLIS

RATU IBLIS
Arwah anak perempuan


__ADS_3

Xiao Ziya pergi ke gedung tempatnya menyewa rumah, mungkin mereka masih memiliki beberapa tempat strategis yang dapat dijadikan sebagai arena untuk berlatih seni bela diri. Saat sampai di gedung itu suasana cukup ramai daripada sebelumnya, Xiao Ziya masuk kedalam dan menyita perhatian banyak pihak.


"Selamat malam nona muda, ada yang bisa saya bantu?." ucap seorang seller perempuan dengan ramah.


"Saya mencari seorang seller bernama Yiana Jung." ucap Xiao Ziya, gadis itu sudah sangat cocok dengan pelayanan yang diberikan oleh Yiana Jung.


"Baik silahkan tunggu sebentar saya akan panggilkan senior Yiana Jung." ucap perempuan itu, ia masuk kesebuah ruangan yang ada di bagian paling ujung. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya wanita yang dicari oleh Xiao Ziya datang.


Yiana Jung menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan bingung, apakah pelanggannya itu mendapati masalah ketika menempati rumah yang baru saja ia sewa? atau ada hal lain yang membuat pelanggannya datang untuk menemuinya.


"Selamat malam nona Ziya senang bisa bertemu dengan anda, ada yang bisa saya bantu?." tanya Yiana Jung dengan sangat ramah, senyum wanita itu tak pernah luntur dari bibirnya.


"Saya ingin menyewa sebuah tempat yang cocok untuk membuka sekolah seni bela diri." ucap Xiao Ziya secara terang terangan, ia tak perlu menutupi niatnya pada pelanggan lain yang ada di sekitarnya.


"Anda menginginkan sebuah bangunan yang cukup luas dan memiliki halaman luas?." tanya Yiana Jung, karna sepengetahuan wanita itu mempelajari seni bela diri membutuhkan tempat yang luas dan nyaman.


"Kira kira seperti itu, apakah kalian juga menyewakan tempat seperti itu?." tanya Xiao Ziya yang berharap bahwa perusahaan jasa sewa ini memiliki tempat yang ia inginkan.


"Beri kami waktu satu hari untuk menyiapkannya." ucap Yiana Jung, ada beberapa tempat yang sesuai dengan keinginan pelanggannya itu namun perlu waktu untuk membersihkan karna sudah lama tak disewa.


"Baiklah saya akan menunggu, anda bisa mengirim pesan tentang biyaya yang harus saya bayar." ucap Xiao Ziya, ia memberikan sebuah kertas berisi nomer ponselnya. Yiana Jung menerima kertas itu dengan senang hati, memiliki pelanggan yang royal seperti Xiao Ziya adalah berkah bagi Yiana Jung.


"Ada hal lain yang bisa saya bantu?." tanya Yiana Jung yang ingin mematikan tak ada hal yang ingin Xiao Ziya keluhkan mengenai rumah yang disewanya.


Xiao Ziya melihat kesekeliling gedung tersebut tak ada hal aneh di sana, gadis itu ingin menanyakan apakah di rumah yang ia sewa pernah terjadi pembunuhan atau hal hal semacamnya, bagi Xiao Ziya arwah jahat, arwah penasaran, dan roh roh lain bukanlah masalah yang besar karna ia sudah pernah melihat mereka semua di dalam alam neraka, namun bagaimana dengan teman temannya yang lain? mungkin mereka akan lari karna ketakutan.


"Saya ingin tau tentang sejarah rumah yang saya tempati itu." ucap Xiao Ziya dengan nada datar. Mendengar permintaan dari Xiao Ziya membuat ekspresi Yiana Jung berubah, sepertinya ia sedang khawatir.


"Enam tahun yang lalu sebuah keluarga menyewa rumah tersebut, suatu malam keluarga itu pergi untuk menghadiri pesta pernikahan mereka meninggalkan seorang anak perempuan mereka di rumah karna sang anak enggan berbaur dengan keramaian. Malam itu juga ada beberapa perampok yang masuk kesana, mereka mengambil beberapa barang berharga. Karna suara bising dari luar kamar akhirnya sang anak perempuan itu keluar dari kamar, ia terkejut melihat beberapa orang yang tengah mengambil barang barang milik orang tuanya. Anak itupun berteriak untuk minta tolong, sayangnya para perampok itu sangat kejam mereka membunuh anak perempuan itu dan menguburkannya di sebuah tempat. Setelah kejadian itu para penyewa baru mendapat gangguan yang cukup mengerikan, maaf karna tak menceritakan kejadian ini sebelumnya." ucap Yiana Jung yang merasa bersalah pada Xiao Ziya, jika gadis itu menarik kembali semua biyaya yang telah dibayarkan kemungkinan besar karir Yiana Jung akan berada di ujung tanduk.


"Baiklah, terimakasih untuk informasinya saya harus pergi menangkap hantu itu." ucap Xiao Ziya penuh dengan semangat, ia bergegas keluar dari gedung dan melesat ke pinggiran kota.


Yiana Jung melihat kepergian gadis itu dengan ekspresi melongo, apa yang ia pikirkan dan apa yang terjadi sangatlah berbeda. Siapa sangka gadis itu malah bersemangat menangkap sang hantu penasaran yang ada di dalam rumah, sungguh gadis muda yang sulit untuk ditebak.


"Semoga nona itu baik baik saya." ucap Yiana Jung yang cemas dengan keselamatan pelanggannya.


Di sisi lain saat ini Xiao Bin, Ruo Yogi, dan Kenzo sedang berada di ruang tengah. Ketiga pemuda itu sedang menonton sebuah drama yang ditayangkan di televisi, saat ketiga pemuda itu sedang serius melihat ke layar televisi tiba tiba lampu di ruang tengah mati.


"Mengapa cahayanya tiba tiba menghilang." ucap Xiao Bin yang merasa penasaran, di dunia bawah tak ada penerangan seperti lampu mereka hanya menggunakan obor ataupun lilin gantung jadi tak heran jika Xiao Bin menyebut lampu sebagai cahaya.


"Mungkin ada bagian yang putus." ucap Hanz dengan fikiran positifnya.


Saat ketiga pemuda itu sedang mencari cari penyebab matinya lampu di ruang tengah, lampu itu hidup dengan sendirinya. Setelah hidup lampu itu mati lagi kemudian hidup lagi, hal itu berlangsung hingga sepuluh menit hingga lampu itu menyala sepenuhnya.


"Ada yang aneh." ucap Hanz yang mulai melihat lihat kesekeliling, suasana di ruang tengah tiba tiba berubah menjadi mencekam tercium bau anyir yang sangat kuat di sana. Hanz sudah menebak ada yang tak beres dengan rumah yang disewa oleh nona mudanya.


"Senior apa kau punya sebuah kertas emas?." tanya Xiao Bin pada Ruo Yogi, di dunia bawah hal hal aneh seperti ini akan ditangani oleh para ahli mantra suci. Mereka akan menulis beberapa mantra sihir di atas kertas emas, mantra sihir itu akan menunjukkan letak arwah penasaran dan menghitung mereka.


"Saya tak memiliki hal seperti itu." ucap Ruo Yogi dengan jujur karna ia tak mempelajari seni mantra kertas.


"Mengapa kalian malah berdebat mengenai kertas emas?." ucap Hanz yang kebingungan, ia harus mencari mencari sekelompok pengusir hantu untuk menangani masalah ini.


Saat mereka bertiga sedang larut dalam fikiran masing masing, tanpa mereka sadari dari arah dapur terdapat beberapa pisau yang melayang dengan sendirinya. Pisau pisau itu melesat ke arah mereka bertiga, untunglah Xiao Bin segera menyadari hal itu dan menarik Ruo Yogi dan Hanz untuk menjauh.


"Ini serangan dari arwah jahat." ucap Hanz dengan spontan, ia sering mendengar jika seseorang mati dengan cara yang tak wajar mereka akan menuntut balas dendam pada sang pembunuh. Jika arwah itu tak kunjung membalaskan dendamnya maka ia akan berubah menjadi arwah jahat yang mengganggu orang tak bersalah.

__ADS_1


"Apa hanya kita saja yang diganggu?." tanya Ruo Yogi yang merasa aneh, saat di dalam kamar hal semacam ini tak pernah terjadi namun saat mereka pergi ke ruangan lain akan ada gangguan gangguan seperti ini.


"Sepertinya masing masing kamar memiliki mantra pelindung." ucap Xiao Bin yang langsung memahami situasi saat ini. Yang perlu mereka bertiga lakukan adalah memberi tau rekan yang lain agar tak keluar dari kamar mereka apapun yang terjadi.


Xiao Bin dan Ruo Yogi saling bertatap tatapan satu sama lain sepertinya mereka memiliki sebuah pemikiran yang sama, Ruo Yogi menganggukkan kepalanya seperti sedang memberi pertanda bahwa ia setuju dengan rencana milik Xiao Bin. Xiao Bin menarik nafas dalam dalam, mengumpulkan energi qi yang ia miliki lalu memusatkan energi itu pada pita suaranya.


"Semuanya jangan ada yang keluar dari kamar kalian, di rumah ini ada arwah jahat yang ingin mencelakai kalian semua. Namun arwah jahat itu tak bisa masuk ke dalam kamar karna ada pelindung di sana apapun yang terjadi pada kami, kalian harus tetap berada di dalam kamar." teriak Xiao Bin dengan sangat kencang hingga terdengar sampai ke lantai tiga, semua orang yang ada di lantai dua langsung masuk ke dalam kamar mereka masing masing, beberapa orang yang sedang menikmati pemandangan di lantai tiga langsung turun menuju lantai satu untuk menyelamatkan diri mereka.


Setelah semua teman temannya berada di tempat yang aman, tinggal ketiga pemuda itu yang harus memikirkan sebuah cara untuk lari ke kamar mereka. Tanpa mereka ketahui sang arwah merasa kesal karna rencananya gagal, ia melayangkan beberapa kursi yang ada di ruang makan dan dilempar ke arah Xiao Bin, Ruo Yogi, serta Hanz.


Bugh...


Sebuah kursi mengenai perut Hanz karna pemuda itu tak dapat menghindar dengan cepat, Xiao Bin yang ada di dekat Hanz langsung membantu.


"Kau baik baik saja kawan?." tanya Xiao Bin yang ingin memastikan kondisi Hanz.


"Aku baik baik saja." jawab Hanz dengan suara pelan, ia sedang menahan rasa sakit akibat hantaman itu.


"Mungkin arwah itu sedang marah pada kita, sebaiknya kita segera pergi dari ruangan ini." ucap Ruo Yogi yang memberikan saran, tak baik jika mereka bertiga terlalu lama berada di sana. Bagaimana jika arwah jahat itu semakin marah dan membuat keonaran yang lebih parah lagi.


Xiao Bin dan Ruo Yogi membopong tubuh Hanz, mereka melesat dengan kecepatan yang sama menuju kamar yang ditempati oleh Hanz. Setelah sampai di depan kamar milik Hanz yang ada di lantai dua, pintu kamar itu tak bisa dibuka sepeti ada yang menahannya.


"Apa yang harus kita lakukan?." tanya Ruo Yogi yang merasa bingung, semua tak sesuai dengan rencana mereka di awal, kini satu satunya cara adalah mengulur waktu hingga Xiao Ziya datang karna hanya gadis itu yang bisa melawan makhluk tak kasat mata seperti ini.


"Kita harus mengukur waktu." ucap Xiao Bin.


Mereka bertiga pergi ke lantai tiga, di sana tak terlalu banyak barang berbahaya. Di lantai tiga terdapat sebuah kolam ikan, mini garden, tempat karaoke, mini bar, dan fasilitas lainnya. Saat sampai di lantai tiga Xiao Bin mengajak kedua temannya yang lain untuk masuk kedalam sebuah ruangan yang memiliki aura lebih jernih dari ruangan yang lain.


"Apa hantu itu tak akan mengikuti kita lagi?." ucap Hanz yang cukup lelah dengan rencana mengulur waktu ini. Selama menjadi mafia ia hanya menghadapi orang orang kuat dan orang berbahaya saja, sekarang ia harus dihadapkan oleh hantu jahat yang mengincar nyawanya.


Mereka berada di ruangan kosong itu hampir tiga puluh menit, samar samar dari luar terdengar tawa seorang gadis yang sangat nyaring. Suara tawa itu semakin mendekat dan kini ada di depan pintu ruangan tempat mereka bertiga bersembunyi.


"Sialan, tak ada jalan lain jika ia bisa masuk kesini." ucap Xiao Bin yang tak bisa memikirkan apapun lagi.


Di sisi lain saat ini Xiao Ziya baru sampai di rumah, gadis itu harus pergi untuk membeli beberapa perlengkapan di sebuah toko yang cukup jauh dari rumahnya. Saat masuk kedalam rumah gadis itu sangat terkejut melihat dapur dan ruang tengah yang sangat berantakan, beberapa benda tajam seperti pisau menancap di dinding, beberapa kursi berpindah tempat.


"Apakah arwah gila itu sudah beraksi dan mengganggu rekan serta teman saya?." ucap Xiao Ziya sambil melihat lihat kesekeliling.


Entah mengapa suasana sangat sunyi, jika arwah itu membuat kekacauan pada teman temannya seharusnya mereka sedang berteriak ketakutan sekarang. Karna merasa penasaran dengan apa yang terjadi akhirnya Xiao Ziya pergi menuju kamar Lu Yang.


Tok tok tok.


Suara pintu kamar Lu Yang, pintu kamar itu diketuk oleh Xiao Ziya namun sang pemilik kamar mengira bahwa sang arwah jahat sedang menganggunya.


"Pergilah arwah jahat jangan ganggu saya." teriak Lu Yang dari dalam kamarnya, Xiao Ziya menatap datar ke arah pintu kamar salah satu anggota pasukan khususnya itu.


"Apa kau ingin saya pukul?." ucap Xiao Ziya dengan nada datar. Mendengar suara yang sangat familiar baginya membuat Lu Yang semakin yakin bahwa arwah jahat itu sangatlah kuat hingga mampu menirukan suara dari nona mudanya.


"Jangan pernah menirukan suara nona muda saya." ucap Lu Yamg dari dalam kamar, pemuda itu tak memiliki niatan untuk mengintip dari fentilasi kamar.


"Saya ini nona muda mu!!!." triak Xiao Ziya yang sudah kehilangan kesabarannya.


Lu Yang sedikit ragu dengan apa yang ia dengan barusan, untuk memastikan apakah orang itu benar nona mudanya atau arwah jahat yang sedang meniru suara nona mudanya Lu Yang membuka sedikit pintu kamarnya. Yang ia lihat adalah Xiao Ziya sedang menatap tajam ke arahnya seperti ingin menelan pemuda itu hidup hidup.


"Maafkan saya nona muda, arwah jahat itu sangat menakutkan." ucap Lu Yang sembari membungkukkan badan sebagai tanda maaf tulus darinya.

__ADS_1


"Dimana yang lain?." tanya Xiao Ziya yang harus memastikan keselamatan yang lain.


"Mereka semua ada di dalam kamar. Awalnya beberapa dari kami ada di lantai tiga untuk menikmati pemandangan, ada juga yang sedang berkeliling di lantai dua untuk mengamati ruangan. Namun kami semua langsung berlari masuk ke dalam kamar setelah mendengar suara dari tuan muda Xiao Bin yang meminta kami untuk bersembunyi di kamar." ucap Lu Yang dengan perasaan was was, ia masih takut jika arwah jahat itu tiba tiba datang.


"Mengapa Xiao Bin Gege meminta kalian bersembunyi di dalam kamar?." tanya Xiao Ziya yang ingin mendengar penjelasan secara mendetail.


"Mungkin saya tuan muda Bin dan dua temannya yang lain adalah kelompok pertama yang diganggu oleh arwah jahat itu, dan tuan muda Bin menyadari sesuatu tentang kamar yang ada di rumah ini." ucap Lu Yang, ia memberitahukan semua hal yang ia ketahui pada Xiao Ziya.


"Lalu dimana mereka sekarang?." tanya Xiao Ziya lagi, saat ini Xiao Bin dan dua orang yang lain pasti sedang mengalami kesulitan.


"Saya sempat mendengar beberapa langkah kaki naik ke lantai paling atas." ucap Lu Yang.


Setelah mendapat informasi itu, Xiao Ziya meminta pada Lu Yang untuk masuk lagi ke dalam kamar karna untuk saat ini kondisi rumah mereka belum aman. Setelah pemuda itu masuk ke kamarnya, Xiao Ziya dengan cepat melesat ke lantai tiga untuk menyelamatkan teman temannya yang ada di sana.


Setelah sampai di lantai tiga Xiao Ziya langsung mencari di berbagai tempat, gadis itu berdiri beberapa meter dari gudang kosong yang ada di lantai tiga. Dari dalam gudang kosong itu Xiao Ziya samar samar mendengar suara Xiao Bin, Ruo Yogi, dan Hanz yang sedang merencanakan sesuatu untuk bisa keluar dengan selamat.


"Kamu sangat mengganggu." ucap Xiao Ziya yang menunjuk ke arah sesosok arwah yang tengah berdiri di depan pintu gudang kosong.


Arwah anak perempuan itu menengok ke belakang, sepertinya ia ingin melihat manusia mana yang dengan berani mengatai dirinya sebagai pengganggu.


"Mangsa baru." ucap arwah anak perempuan itu, ia ingin menjadikan Xiao Ziya sebagai mangsanya? sungguh tindakan yang sangat bodoh.


Saat arwah itu melayang mendekat ke arah Xiao Ziya dengan cepat Xiao Ziya mengeluarkan beberapa kertas emas yang berisi mantra suci, ia melempar sebuah kertas emas hingga melekat di jidat sang arwah anak perempuan.


"Argh sakit, lepaskan sakit." ucap arwah anak perempuan itu, ia merasa jika sisa sisa jiwanya yang ada di dunia sedang di bakar oleh bara api yang sangat panas.


"Kalianlah yang datang kesini untuk mengusik ketenangan ku, aku tak akan tinggal diam." ucap arwah anak perempuan itu yang merubah wujudnya menjadi sangat menyeramkan.


Xiao Ziya melihat sosok arwah itu dari ujung kaki hingga kepalanya, Ziya tak merasa takut sedikitpun. Arwah anak perempuan itu sangat terkejut melihat respon dari gadis muda yang ada di hadapannya.


"Kau fikir hal seperti ini membuat saya takut?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman jahat. Entah mengapa sosok arwah anak perempuan itu malah merinding melihat senyuman dari Xiao Ziya.


"Kalian para manusia tak akan bisa menangkap atau menyakiti arwah sepertiku." ucap arwah anak perempuan itu.


"Berhentilah Yianjung." ucap Xiao Ziya, ia menyebutkan nama dari arwah anak perempuan itu.


Entah mengapa saat namanya di sebut sang arwah menjadi sangat marah, ia melayangkan puluhan pot bunga yang ada di luar lalu ia lemparkan ke arah Xiao Ziya. Untunglah Xiao Ziya sudah memasang sihir pelindung disekitarnya, arwah anak perempuan itu semakin murka karna tak berhasil melukai Xiao Ziya.


"Terkutuk lah gadis sepertimu, kau tak perlu ikut campur dengan urusanku." ucap sang arwah dengan sangat marah.


Bukan hanya arwah anak perempuan itu saja yang bisa marah, kini emosi Xiao Ziya sudah tersulut akibat perkataan kasar dari sang arwah anak perempuan tadi. Aura hitam yang sangat pekat keluar dari tubuh Xiao Ziya, itu adalah aura kematian yang membuat siapa saja merasa tertekan. Arwah anak perempuan itu tak bisa bergerak kemanapun, ia rasa warna warna hitam yang keluar dari tubuh Xiao Ziya sangatlah berbahaya untuknya.


"Kau hanyalah sisa sisa jiwa yang tak bisa pergi ke alam lain, beraninya kau mengutukku!!!!." teriak Xiao Ziya dengan sangat marah. Xiao Bin, Ruo Yogi, dan Hanz yang masih bersembunyi di dalam gudang kosong pun terkejut dengan bentakan Xiao Ziya itu.


"Manusia manusia seperti kalian tak layak untuk menempati dunia ini." ucap sang arwah anak perempuan itu yang bersikeras mengatakan bahwa Xiao Ziya dan teman temannya tak pantas hidup.


"Kau yang lemah, kau yang tak bisa menjaga dirimu sendiri. Kau tak layak membandingkan dirimu yang menyedihkan itu dengan kami!!!." triak Xiao Ziya lagi, gadis itu menggunakan beberapa kalimat yang sangat menyakitkan.


Arwah anak perempuan itu terdiam mendengar kata kata yang dilontarkan oleh gadi muda yang ada di depannya, sungguh kata kata yang menusuk hati. Arwah anak perempuan itu memang telah gagal melindungi dirinya sendiri, bahkan setelah ia mati ia juga tak mampu membalaskan dendamnya.


"Untuk apa kau tetap ada di sini?." tanya Xiao iya dengan tatapan mata tajam, kini bola mata milik Xiao Ziya berubah warna menjadi merah darah artinya gadis itu sudah menjadi seorang iblis.


"Dendam ku akan terus ada, aku akan terus tinggal di rumah ini dan menyingkirkan setiap orang yang ingin mengambil rumah ini dari ku." ucap arwah anak perempuan bernama Yianjung itu. Xiao Ziya berdecak kesal mendengar kalimat sampah seperti itu, sampai kapanpun sang arwah anak itu tak akan bisa membalaskan dendamnya.


"Mayat mu masih ada di sini jadi kau tak bisa pergi kemanapun. Kau fikir orang orang itu akan datang lagi ke rumah ini setelah kejahatan yang mereka lakukan?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman miring andalannya, wajah arwah anak perempuan itu kembali normal seperti sebelumnya terdapat guratan kesedihan di sana.

__ADS_1


Hai hai semua author balik lagi gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys. Oh iya guys jangan lupa mampir di cerpen ku ya, klik aja profilku di sana ada cerpen2 ku juga.


__ADS_2