RATU IBLIS

RATU IBLIS
Akhir Untuk Keluarga Mouzi


__ADS_3

Mata Nyonya Ribel Mouzi berubah warna menjadi merah darah, ia memancarkan aura kematian yang cukup kuat. Wanita itu menatap ke arah Xiao Ziya kemudian tanpa sebab yang jelas tubuhnya gemetaran, iblis hati yang berada di dalam tubuh Nyonya Ribel Mouzi menyadari keberadaan yang statusnya lebih tinggi. Xiao Ziya meletakkan telapak tangan kanannya di kening Nyonya Ribel Mouzi kemudian keluar asap berwarna hitam dari tubuh wanita itu.


"Mengapa kau berada di sini." ucap Xiao Ziya sembari menatap tajam ke arah sosok iblis dengan warna hitam legam yang ada di hadapannya itu.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Xiao Ziya sang iblis hati berwarna hitam itu langsung bersujud dan meminta ampun pada junjungan mudanya, iblis itu tak pernah menyangka penerus dari Raja Artur berada di Desa Elnz yang letaknya sangat jauh dari pusat lapisan dunia manusia abadi.


"Berapa banyak manusia yang telah kau rugikan? apakah penduduk Desa Elnz memiliki kesalahan padamu?." tanya Xiao Ziya, gadis itu terlihat sangat marah apa yang tejadi di Desa Elnz ini adalah ulah dari sang iblis hati.


"Saya masuk ke dalam tubuh wanita itu sesuai dengan permintaannya, ia ingin menjadi orang paling kaya di Desa Elnz. Wanita itu melakukan upacara penyatuan dengan beberapa iblis namun hanya saya yang masih bertahan hingga sekarang." jawab iblis hati itu dengan ketakutan, siapa yang tak tau kabar mengenai betapa menyeramkan nya saat junjungan muda dari alam neraka marah.


"Pergi sekarang sebelum saya membakar mu, kembali ke alam neraka dan jalankan hukuman sesuai aturan yang ada di sana." ucap Xiao Ziya dengan tegas, iblis hati itu masih mendapat pengampunan dari Xiao Ziya karna ia masuk ke dalam tubuh Nyonya Ribel Mouzi bukan hal yang disengaja.


"Terimakasih karna junjungan muda masih memberikan kesempatan pada saya." ucap iblis hati itu yang langsung berubah menjadi asap hitam kemudian pergi meninggalkan tempat itu menuju alam neraka.


Nyonya Ribel Mouzi diam menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan bingung, ia tak tau berapa banyak identitas yang gadis itu milik. Hal yang membuat Nyonya Ribel Mouzi semakin bingung adalah mengapa sang iblis hati yang selama ini berada di dalam tubuhnya dapat dikeluarkan dengan mudah? iblis hati itu sampai gemetaran saat bertatapan langsung dengan Xiao Ziya. Nyonya Ribel Mouzi ingin lari dari teras rumah menuju bagian dalam rumahnya, wanita itu perlu bantuan dari sang suami untuk me menyingkirkan Xiao Ziya.


"Kemana Anda akan pergi Nyonya Ribel Mouzi." ucap Xiao Ziya yang langsung menarik tubuh wanita itu menggunakan sulur hitam yang keluar dari telapak tangan sebelah kirinya.


Tubuh Nyonya Ribel Mouzi terlilit dengan sangat kencang ia tak bisa menggerakkan tubuhnya sedikitpun. Xiao Ziya melihat ke arah para prajurit iblis yang saat ini telah mengalahkan ribuan bawahan Keluarga Mouzi, terlihat ribuan mayat tergeletak begitu saja. Xiao Ziya tersenyum puas karna saat ini Keluarga Mouzi telah kehilangan banyak bawahan yang setia pada mereka.


"Kami telah menyelesaikan tugas dari Anda Nona Xiao Ziya." ucap salah seorang Jenderal Iblis sembari membungkukkan badan di hadapan Xiao Ziya.


"Saya akan masuk ke dalam untuk melihat apakah masih ada anggota Keluarga Mouzi yang tersisa. Kalian bakar saja mayat mayat ini, jika dibiarkan membusuk begitu saja akan menimbulkan penyakit." ucap Xiao Ziya pada lima ratus lima pasukan iblis miliknya.


"Baik kami akan menjalankan tugas dari Anda dengan baik." ucap para pasukan iblis itu secara serempak, mereka mulai mengumpulkan mayat mayat itu dan membakarnya sedikit demi sedikit.


Xiao Ziya masuk ke dalam Kediaman Mouzi bersama dengan Nyonya Ribel Mouzi yang sedang diseret oleh sulur hitam milik Xiao Ziya, wanita itu ingin berteriak namun mulutnya tersumpal dengan rapat. Xiao Ziya masuk ke dalam rumah itu dan ia melihat banyak perabotan mewah yang ada di dalamnya, dinding rumah itu dicat dengan bahan mahal seperti dinding yang ada di Istana Kerajaan Bintang Timur. Xiao Ziya menggelengkan kepalanya, Keluarga Mouzi sangatlah kaya berbanding terbalik dengan para penduduk Desa Elnz yang hidup penuh dengan kekurangan.


"Mereka memang tak pantas disebut dengan manusia, bagaimana bisa anggota Keluarga Mouzi lebih kejam dari para iblis." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi kesal.

__ADS_1


Gadis itu membuka satu persatu ruangan yang ada di rumah itu hingga Xiao Ziya sampai di ruang kesehatan tempat Tuan Zunhi Mouzi dirawat. Pria paruh baya itu melebarkan matanya saat ia melihat Xiao Ziya masuk ke ruang kesehatan, jika gadis itu berhasil masuk ke dalam artinya semua anak laki lakinya dan para bawahan telah kalah di tangan gadis itu. Tuan Zunhi Mouzi semakin terkejut saat ia melihat sang istri sedang diseret masuk oleh sesuatu yang keluar dari tangan kiri Xiao Ziya.


"Dimana putra putraku!." ucap Tuan Zunhi Mouzi yang langsung memposisikan dirinya duduk bersandar di tempat tidur.


"Istri tercinta Anda ini telah mengorbankan keempat putra Anda." jawab Xiao Ziya dengan santai. Kematian keempat tuan muda dari Keluarga Mouzi memang kesalahan Nyonya Ribel Mouzi.


Mendengar ucapan Xiao Ziya yang sedang menyalahkannya atas kematian keempat putranya membuat Nyonya Ribel Mouzi tak terima, ia tak melakukan apapun pada keempat putranya itu lalu mengapa ia yang harus disalahkan. Nyonya Ribel Mouzi berusaha untuk menggelengkan kepalanya namun ia gagal.


"Istri Anda memang tak melakukan apapun pada mereka berempat, ia hanya diam menyaksikan putra putranya saya bunuh tanpa meneteskan air mata sedikitpun." ucap Xiao Ziya dengan senyuman miring kemudian ia menarik sulur hitamnya hingga tubuh Nyonya Ribel Mouzi terhempas dan menabrak dinding.


"Selama saya melakukan pembantaian pada musuh musuh saya, baru kali ini saya melihat seorang ibu membiarkan anaknya mati begitu saja. Nyonya Ribel Mouzi sempat mengatakan bahwa tugas keempat putranya memang untuk melindungi nama baik Keluarga Mouzi, jadi wajar jika mereka mati dalam pertarungan kali ini." ucap Xiao Ziya lagi, gadis itu menggeretak kan giginya karna begitu kesal dengan sikap Nyonya Ribel Mouzi.


Tuan Zunhi Mouzi menatap ke arah sang istri yang masih tersungkur lemas tak berdaya, ia tak menyangka wanita yang ia cintai adalah seorang wanita yang tak memiliki hati nurani. Tuan Zunhi Mouzi sangat sedih karna ia kehilangan keempat putra yang ia besarkan dengan susah payah, keempat putranya itu adalah anak anak yang baik dan penurut mereka tak pernah membantah perkataan orang tua mereka.


"Putra putraku yang berharga." ucap Tuan Zunhi Mouzi dengan nada pelan, ia tak memiliki kekuatan untuk bangun dari tempat tidur dan memukul istrinya yang tak tau diri itu.


"Lakukanlah karna saya tak ingin hidup lagi, kekayaan yang saya timbun selama ini tak akan ada harganya tanpa kehadiran putra putra saya itu." ucap Tuan Zunhi Mouzi dengan pasrah. Ia mungkin seorang pria licik yang senang memanfaatkan penduduk Desa Elnz untuk kepentingannya sendiri, ia juga melakukan banyak cara untuk mengumpulkan uang dalam jumlah yang banyak. Setidaknya Tuan Zunhi Mouzi adalah seorang ayah yang mencintai keempat putranya.


Xiao Ziya memberikan sebuah botol kaca kecil berisikan cairan berwarna hitam pekat, cairan itu adalah sebuah racun mematikan yang dapat membunuh orang dalam waktu dua jam setelah meminumnya. Saat seseorang terkontaminasi dengan racun itu maka tubuhnya akan terasa sangat panas, satu persatu pembuluh darah yang ada di tubuhnya meledak, selain itu jantung akan berhenti berfungsi dalam satu jam awal namun ia akan tetap hidup hingga satu jam berikutnya. Ini adalah kematian yang kejam untuk Tuan Zunhi Mouzi dan merupakan hukuman yang sudah di ringankan oleh Xiao Ziya.


"Minumlah ini dan teruslah kesalahan Anda pada anggota Keluarga Mouzi. Bagaimanapun Anda adalah seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab atas semua hal yang terjadi di dalam rumah ini." ucap Xiao Ziya.


Tanpa berfikir panjang Tuan Zunhi Mouzi meminum cairan berwarna hitam yang ada di dalam botol kaca itu, setelahnya Xiao Ziya membuat dinding pembatas di sekitar Tuan Zunhi Mouzi agar ia tak bisa kabur. Xiao Ziya beejalan keluar dari ruang kesehatan dan gadis itu kembali menyusuri bagian lain dari rumah Keluarga Mouzi, Nyonya Ribel Mouzi akan terus diseret oleh sulur hitam milik Xiao Ziya kemanapun gadis itu pergi.


"Berapa banyak iblis yang telah Anda panggil Nyonya Ribel Mouzi?." tanya Xiao Ziya pada wanita itu, sumpalan yang ada di mulut Nyonya Ribel Mouzi telah hilang dan wanita itu bisa menjawab pertanyaan dari Xiao Ziya.


"Mengapa saya harus memberitahukan hal itu pada Anda?." ucap Nyonya Ribel Mouzi dengan senyuman puas.


"Yah saya bisa menanyakan hal itu pada Raja Artur nanti." ucap Xiao Ziya dengan tatapan datar, ia tak perlu menghabiskan energi hanya untuk menanyakan hal sepele pada wanita itu.

__ADS_1


Setelah cukup lama berkeliling di sekitar area Kediaman Keluarga Mouzi gadis itu menemukan sebuah gudang penyimpanan yang ada di halaman belakang rumah tersebut. Saat Xiao Ziya membuka gudang penyimpanan itu ia menemukan ribuan karung beras dan gandum yang ditata dengan rapi.


"Semua ini adalah harta Anda Nyonya Ribel Mouzi? saya akan membagikannya secara gratis pada penduduk Desa Elnz." ucap Xiao Ziya yang tersenyum lebar.


"Jangan sentuh gudang penyimpanan milikku. Semua harta Keluarga Mouzi saat ini sudah jatuh ke tangan ku." triak Nyonya Ribel Mouzi dengan histeris.


Cara untuk menyiksa orang seperti Nyonya Ribel Mouzi adalah membagikan semua harta dan barang berharga yang ia miliki secara gratis pada orang lain. Nyonya Ribel Mouzi tak akan rela jika semua harta dan bahan makanan yang telah ia simpan selama ini jatuh ke tangan orang lain.


Xiao Ziya melesat dengan cepat menuju halaman depan rumah Keluarga Mouzi, saat Xiao Ziya sedang melesat tubuh Nyonya Ribel Mouzi terpelanting ke kanan dan ke kiri hingga menyebabkan luka lebam di tubuh wanita itu. Setelah sampai di halaman depan Xiao Ziya melihat kepala desa dan beberapa anggota keluarganya telah datang.


"Tolong saya kepala desa, gadis ini seorang iblis yang telah membunuh semua anggota keluarga saya." ucap Nyonya Ribel Mouzi dengan sorot mata sedih dan ekspresi wajah teraniaya. Muak mendengar perkataan wanita itu Xiao Ziya langsung membantingnya ke dinding hingga dinding itu sedikit hancur.


"Diamlah wanita sialan, semua orang sudah tau kejahatan apa yang telah kau lakukan." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam.


Kepala Desa berjalan menghampiri Xiao Ziya bersama dengan kedua anak dan ketiga cucunya. Genzo, Yingli, dan Zunlin merinding saat melihat tumpukan mayat manusia sedang dibakar oleh para prajurit dengan armor perang lengkap.


"Saya mendengar bahwa Keluarga Mouzi telah menipu penduduk Desa Elnz, sebagai kepala desa di sini saya mengucapkan terimakasih pada Nona Muda Xiao Ziya karna membantu kami semua menyelesaikan masalah ini. Tanpa bantuan dari Anda maka kami semua akan tetap hidup dalam keterpurukan." ucap Tuan Elzi sembari membungkukkan badannya dihadapan Xiao Ziya diikuti kedua anak dan ketiga cucunya.


"Tak perlu sungkan pada saya, saja juga sangat berterimakasih karna kalian sudah menerima dan merawat nenek saya ketika ia datang ke desa ini." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tulus pada keluarga kepala desa.


"Anda cucu Nyonya Yie Linyia?." tanya kedua anak laki laki kepala desa secara bersamaan, saat Yie Linyia datang ke Desa Elnz kedua anak kepala desa masih kecil.


"Ya saya adalah cucunya, dengan ini saya telah membalas hutang budi saya pada penduduk Desa Elnz. Di halaman belakang rumah ini ada sebuah gudang yang menyimpan ribuan karung beras dan gandum, saya harap kalian bisa membagikannya pada penduduk desa secara merata. Selain itu ada lahan pertanian di perbatasan antara Desa Elnz dengan wilayah padang gandum milik para elf, kalian bisa memanfaatkan lahan itu untuk bercocok tanam." ucap Xiao Ziya, gadis itu berharap es yang melapisi tanah di desa ini dapat mencair namun Xiao Ziya tak tau cara melakukannya.


"Saya tak bisa mengatakan apapun lagi atas semua yang telah nona Ziya lakukan untuk kami semua, sebaiknya nona kembali ke penginapan untuk beristirahat. Saat ini Tuan Muda Ying Junha sedang menunggu Anda kembali." ucap Yunha yang memberitahu bahwa adik sepupu dari gadis itu sedang menunggunya di penginapan.


"Baiklah saya akan pergi sekarang, sisanya saya serahkan pada kepala desa dan yang lain." ucap Xiao Ziya yang mengajak Lunx, lima ratus lima pasukan iblis, serta Nyonya Ribel Mouzi yang masih terikat sulur hitamnya untuk pergi dari sana.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.

__ADS_1


__ADS_2