
Setelah merasa dirinya cukup tenang Xiao Ziya masuk kembali kedalam Istana Kerajaan Hitam, gadis itu langsung berjalan menuju ruang makan untuk mengikuti jamuan makan malam yang diadakan oleh Raja Zeus sebagai pesta penyambutan kedatangannya. Dalan acara jamuan makan malam ada dua keluarga bangsawan yang hadir yaitu Keluarga Bangsawan Yue Funzi dan Keluarga Bangsawan Algiz, selain itu ada beberapa orang penting yang datang ke jamuan makan malam tersebut.
Saat membuka pintu masuk ruang makan utama, hal pertama yang menarik perhatian Xiao Ziya adalah deretan makanan yang sudah tersusun rapi di meja makan. Saat gadis itu sedang sibuk melihat apa saja yang dihidangkan dalam jamuan makan malam itu tiba tiba seorang pemuda datang menghampirinya.
"Apa yang sedang nona perhatikan?." ucap pemuda itu yang terlihat begitu antusias berbincang bincang dengan Xiao Ziya.
"Saya sedang melihat makanan yang disajikan." jawab Xiao Ziya dengan singkat namun sanggup membuat lawan bicaranya tertawa. Bagi pemuda yang ada di hadapan Xiao Ziya baru kali ini ia melihat seorang gadis yang lebih tertarik pada makanan daripada pemuda pemuda yang menghadiri acara tersebut.
"Jika saya boleh tau siapa nama nona dan darimana nona berasal?." ucap pemuda itu yang ingin berbincang lebih jauh dengan Xiao Ziya. Karna pemuda yang ada di hadapannya bertanya dengan baik dan nada yang halus Xiao Ziya merasa tak masalah jika harus menjawab pertanyaannya.
"Saya Xiao Ziya dari dunia bawah." jawab Xiao Ziya lagi yang membuat pemuda itu semakin terkejut. Seorang gadis yang begitu muda datang dari dunia bawah? bagaimana cara ia bisa tinggal di dunia atas tanpa ada kesulitan sama sekali ditambah ia bisa datang di jamuan makan malam yang diadakan oleh Raja Zeus.
Tiba tiba Kepala Keluarga Bangsawan Algiz datang menghampiri mereka berdua dengan raut wajah yang sedikit khawatir.
"Salam hormat saya pada nona Xiao Ziya." ucap Al Wongu yang memberikan salam pada Xiao Ziya dengan membungkukan badannya.
"Salam saya pada paman Wongu." ucap Xiao Xiya yang menjawab salam dari pria itu.
Pemuda yang tadinya sedang berbincang bincang dengan Xiao Ziya merasa bingung mengapa ayahnya begitu menghormati gadis itu? siapa gadis itu sebenarnya. Pemuda yang sedari tadi berbincang dengan Xiao Ziya adalah Al Denzi putra pertama dari Kepala Keluarga Bangsawan Algiz.
"Maaf jika putra saya membuat masalah, saya harap nona bisa memaafkannya." ucap Al Wongu yang meminta maaf pada Xiao Ziya, ia sangat takut jika putra tertuanya itu mengucapkan hal yang tidak pantas pada Xiao Ziya yang terkenal kejam dan tak akan mengampuni siapapun yang mengganggunya.
"Putra anda tak melakukan kesalahan apapun, ia hanya berbincang dengan saya." jawab Xiao Ziya dengan sebuah senyuman manis yang sangat tulus, gadis itu juga merasa senang jika ada orang yang mengajaknya berbicara dengan baik dan sopan.
"Syukurlah jika putra saya tak melakukan kesalahan." ucap Al Wongu yang bisa bernafas dengan lega.
"Tentu saja anda telah mendidiknya dengan baik." ucap Xiao Ziya lagi yang membuat Al Wongu merasa tersentuh karna disanjung oleh Xiao Ziya.
"Baiklah saya permisi, maaf telah mengganggu." ucap pria itu yang kemudian pergi meninggalkan Xiao Ziya dan putranya di sana.
Al Denzi menatap Xiao Ziya dengan ekspresi kebingungan, ia masih ingin tau siapa gadis itu dan mengapa ayahnya yang jauh lebih tua dari Xiao Ziya memberikan salam terlebih dahulu.
"Kau tak perlu menatapku seperti itu." Ucap Xiao Ziya yang sedang menahan tawanya karna wajah kebingungan dari Al Denzi sangat mirip dengan Xun gege.
"Ah maaf nona, trimakasih sudah bersedia berbincang dengan saya. Saya permisi terlebih dahulu." ucap Al Denzi yang memilih untuk bergabung dengan adik adiknya yang lain.
Xiao Ziyapun menyusuri ruang makan utama sembari menunggu acara jamuan makan malam dimulai, Xiao Ziya melihat seorang pelayan yang meletakkan sesuatu di gelas Raja Zeus entah apa yang pelayan itu masukkan namun Xiao Ziya yakin itu bukanlah hal yang baik.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya acara jamuan makan malam akan dimulai, Raja Zeus dan kedua putranya masuk kedalam ruang makan utama, terlihat Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz sedang mencari seseorang tentu saja yang mereka cari adalah Xiao Ziya.
__ADS_1
"Ternyata adik Ziya sudah ada di sini." ucap Pangeran Anz pada Pangeran Zeeling ketika ia melihat Xiao Ziya sedang duduk dengan wajahnya yang menunjukkan rasa bosan yang sangat luar biasa.
"Ayah kami akan menghampiri adik." ucap Pangeran Zeeling yang meminta izin pada Raja Zeus untuk menghampiri Xiao Ziya yang sedang sendirian itu.
"Baiklah bawa adik kalian kesini." ucap Raja Zeus yang tersenyum pada kedua putranya itu.
Pangeran Zeeling dan Pangeran Anzpun berjalan untuk menghampiri Xiao Ziya, namun tiba tiba ada dua orang gadis yang menghadang mereka berdua. Kedua gadis itu adalah bagian dari Keluarga Bangsawan Yue Funzi entah apa yang mereka lakukan. Dengan santainya kedua gadis itu bergelayutan manja di tangan Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz, kedua pangeran itu tak menghiraukan keberadaan mereka.
Saat tiba di hadapan Xiao Ziya, Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz sudah sangat risih dengan apa yang dilakukan Yue Mozi dan Yue Cinling, sikap mereka sangat mirip dengan wanita wanita yang ada di rumah bordil. Xiao Ziya yang tadinya sedang duduk sambil menunduk langsung mendongakkan kepalanya dan melihat kearah kedua kakaknya yang sedang ditempeli oleh setan setan menggelikan.
"Sepertinya ada arwah yang menempeli Zeeling gege dan Anz gege." ucap Xiao Ziya secara spontan dan membuat kedua gadis gila itu menatap tajam kearah Xiao Ziya.
"Jangan menatap adik kami seperti itu." bentak Pangeran Zeeling yang sangat geram dan menghempaskan tangannya begitupun dengan Pangeran Anz sehingga kedua gadis itu hampir jatuh tersungkur.
"Mengapa kalian berdua membela gadis ini daripada kami berdua, sudah jelas kami lebih cantik." ucap Yue Mozi yang merasa dirinya adalah gadis paling cantik yang ada di dunia atas.
"Bahkan dia tak layak dibandingkan dengan kami." ucap Yue Cinling yang ikut mengata ngatai Xiao Ziya.
"Tentu saja seorang ratu sepertiku tak layak dibandingkan dengan wanita bordil seperti kalian." ucap Xiao Ziya yang membalas ucapan Yue Mozi dan Yue Cinling dengan sangat tajam. Kedua gadis itu langsung berekspresi seperti mereka berdualah yang terzolimi.
"Bukankah kalian dengar gadis itu begitu kasar pada kami berdua." ucap Yue Mozi yang sedang mencari pembelaan dari para tamu yang datang pada acara jamuan makan malam itu.
Xiao Ziya berdiri dari tempat duduknya, kali ini ia akan membuat sebuah drama yang sangat bagus untuk melatih kedua wanita itu agar tak menampilkan drama murahan padanya. Xiao Ziya berjalan mendekat pada Raja Zeus kemudian gadis itu membuat mimik wajah seperti ingin menangis.
Mendengar putri kesayangannya memanggil tentu saja Raja Zeus langsung melihat kearah Xiao Ziya, betapa terkejutnya ia disaat melihat gadis itu sedang berlinangan air mata.
"Apa yang terjadi padamu putriku?." tanya Raja Zeus yang ingin tau hal apa yang membuat putri angkatnya menjadi sangat sedih.
Belum sempat Xiao Ziya menjawab tiba tiba saja Yue Mozi dan Yue Cinling datang dan menghentikan Xiao Ziya agar tak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Ah dia tadi terpeleset dan jatuh Yang Mulia Raja Zeus." ucap Yue Mozi yang membuat sebuah alasan tak logis, jika Xiao Ziya terjatuh pasti ada luka di tubuhnya namun tak ada satu gores lukapun ditubuh gadis itu.
"Apakah benar yang dikatakan mereka?." tanya Raja Zeus dengan nada bicara khawatirnya.
"Iya nona ini terjatuh karna tak sengaja tersandung kaki saya." ucap Yue Cinling yang menambahkan sebuah alasan lagi agar Raja Zeus percaya dengan alasan tak masuk akal yang mereka buat.
"Saya bertanya pada putri saya bukan pada kalian." ucap Raja Zeus yang geram karna dari tadi kedua gadis itu tak memberikan jeda agar putrinya bisa menjawab apa yang sedang terjadi.
"Ayah bukankah Ziya adalah seorang ratu?." tanya Xiao Ziya dengan binar mata sedih dan pipinya yang menggembung menbuat siapa saja menjadi gemas dan ingin memasukkan gadis itu kedalam karung dan membawanya pulang.
__ADS_1
"Tentu saja putriku adalah seorang ratu." ucap Raja Zeus karna kenyataanya Xiao Ziya memang seorang ratu walau ia tak memakai mahkotanya namun aura mulia yang terpancar dari Xiao Ziya menunjukkan dia bukanlah gadis biasa.
"Lalu mengapa ratu tak sederajat dengan bangsawan biasa?." ucap Xiao Ziya lagi yang sudah menjalankan dramanya, gadis itu menangis sejadi jadinya dan membuat semua orang yang ada di sana terkejut. Bagi Raja Zeus ini pertama kalinya ia melihat Xiao Ziya begitu manja sampai sampai menangis seperti itu.
Para anggota keluarga bangsawan langsung menghampiri Raja Zeus dan Xiao Ziya. Ekting Xiao Ziya kali ini benar benar membuat semua orang lupa bahwa gadis itu adalah gadis yang kejam dan dapat membunuh siapapun yang mengusik hidupnya.
"Siapa yang berani mengatakan hal itu pada putri ayah yang cantik ini?." tanya Raja Zeus yang terlihat sangat marah.
Xiao Ziya langsung memeluk Raja Zeus dengan tangisannya yang belum terhenti kemudian tangan kanan gadis itu menunjuk pasa Yue Mozi dan juga Yue Cinling. Raja Zeus menatap dengan tajam kearah kedua gadis itu, berani beraninya mereka membuat putri kesayangannya menangis seperti itu.
"Apa yang kalian lakukan pada putri saya!!." bentak Raja Zeus pada kedua gadis yang berasal dari Keluarga Bangsawan Yue Funzi.
Melihat kedua kakak perempuannya sedang dimarahi oleh Raja Zeus membuat Yue Agze tak bisa tinggal diam begitu saja, ia harus membela kedua kakak perempuannya itu jika tidak mungkin saja hal buruk akan terjadi pada mereka berdua.
"Maaf atas kecerobohan kakak perempuan saya." ucap Yue Agze yang tiba tiba datang dan meminta maaf atas nama kedua kakak perempuannya.
Dibalik wajahnya yang tertutupi oleh tubuh Raja Zeus karna Xiao Ziya masih memeluk Raja Zeus, gadis itu sedang tersenyum dan akan membuat drama yang lebih fantastis lagi. Dengan cepat Xiao Ziya menggelengkan kepalanya pertanda ia tak ingin memaafkan kedua gadis itu, Raja Zeus yang faham apa maksut dari putrinya langsung menuruti.
"Putri saya tak ingin memaafkan kedua saudara perempuanmu itu." jawab Raja Zeus dengan nada yang sedikit tinggi.
Yue Agze mengepalkan tangannya ia merasa bahwa gadis bernama Xiao Ziya itu memang ingin mempersulit kedua kakak perempuannya, apakah belum cukup gadis itu menghancurkan hati sang ibu karna telah menghukum Kepala Keluarga Bangsawan Yue Funzi dengan kemungkinan bahwa sang ayah tak akan pernah kembali lagi, sekarang gadis bernama Xiao Ziya itu ingin membuat kedua kakak perempuannya dalam masalah.
"Bisakah kau tak membuat keluarga saya dalam masalah?." ucap Yue Agze yang menatap Xiao Ziya dengan penuh amarah, ia langsung menarik tangan Xiao Ziya dan melepaskan pelukan gadis itu secara paksa. Hal pertama yang Yue Agze lihat adalah wajah imut yang menggemaskan serta air mata yang terus terusan menetes membuat amarah pemuda itu sedikit demi sedikit luntur.
"Gege hiks hiks." ucap Xiao Ziya yang sengaja memanggil Yue Agze dengan sebutan gege karna ia memang tak ingin siapapun membela kedua gadis yang membuatnya kesal.
"Hah? anda menyebut saya dengan sebutan apa?." tanya Yue Agze yang yakin bahwa ia sedang salah mendengar saja tak mungkin gadis itu menyebutnya gege.
"Agze gege mengapa kau jahat pada Ziya." ucap Xiao Ziya dengan wajah melasnya, ia benar benar membuat semua orang luluh begitupun dengan Yue Agze yang sudah tak bisa berkata apa apa pemuda itu memilih untuk mundur dan menetralkan detak jantungnya yang sudah tak menentu.
Yue Mozi dan Yue Cinling menggertakkan gigi mereka karna merasa kesal, mereka berdua tak pernah mengira bahwa gadis itu dapat memainkan peran dengan sangat baik, apalagi wajah cantiknya itu sungguh mengesalkan.
"Awas saja kami akan membuat hidupmu tak tenang." ucap Yue Mozi yang kemudian menarik tangan Yue Cinling agar segera pergi dari sana karna tak akan ada lagi yang percaya dengan apa yang mereka ucapkan.
Raja Zeus dan kedua putranya menghampiri Xiao Ziya untuk melihat keadaan gadis itu.
"Kau baik baik saja putriku?." tanya Raja Zeus yang memastikan tak ada yang terluka.
"Saya baik baik saja ayah, saya ingin makan terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang tak bisa menahan rasa laparnya, ternyata setelah membuat sebuah drama yang fantastis membuat rasa laparnya datang dengan begitu cepat.
__ADS_1
**Hai hai semua author update lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat terus ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum follow, vote yang masih ada tiket vote, gift hadiah apapun author seneng banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian.
Makasih udah suport saya sampe sejauh ini tanpa kalian saya bukan apa apa, Love you all, maaf kalau author banyak salah dan sempet ga update dalam jangka waktu lama. Karna saya sayang kalian jadi saya bakal lanjutin terus sampe tamat**.