
Xiao Cunyu, Xiao Xun, Xiao Yan, dan Pangeran Jongsu Zu hendak masuk ke dalam ruang makan utama Istana Kerajaan Bulan. Mereka berempat menatap heran ke arah puluhan prajurit yang sedang berjaga di depan pintu ruang makan, apakah memang seperti ini kebiasaan anggota Kerajaan Bulan saat ingin makan malam?. Beberapa prajurit dengan sigap membukakan pintu masuk ruang makan, setelah mereka berempat masuk ke dalam ruang makanan mereka disambut oleh tatapan datar dari Xiao Ziya.
"Mengapa yang lain belum datang, saya hampir mati kelaparan karna harus menunggu kalian semua." gerutu Xiao Ziya dengan tatapan kesal.
Sorot mata Xiao Cunyu melebar saat melihat putri kesayangannya berada di ruang makan dalam keadaan yang lebih baik daripada saat putrinya itu sedang terbaring lemah di sebuah ranjang es ruang kesehatan. Dengan segera Xiao Cunyu duduk di kursi yang sangat dekat dengan Xiao Ziya meski mereka tak bisa duduk bersebelahan, Xiao Ziya menatap ke arah ayahnya kemudian tersenyum manis.
"Saya sangat lapar ayah." ucap Xiao Ziya dengan logat berbicara yang sangat manja pada ayahnya itu. Susah satu tahun lebih ia tak bertemu dengan sang ayah dan sekarang ayahnya itu terlihat sedikit lebih tua dari sebelumnya.
"Tunggulah sebentar, yang lain akan segera datang." ucap Xiao Cunyu yang mengulurkan tangan kananya untuk mengusap lembut kepala Xiao Ziya.
"Saya sudah sangat lama menunggu di sini namun yang datang masih kalian berempat." jawab Xiao Ziya dengan memanyunkan bibirnya itu. Sikap manja Xiao Ziya ke ayahnya membuat Pangeran Jongsu Zu merasakan sangat gemas dan ingin mencubit pipi gembul itu.
"Sebentar lagi mereka semua akan datang, sepertinya putriku sangat kelaparan." ucap Xiao Cunyu yang sedang menenangkan Xiao Ziya, ia tak bisa melakukan apapun karna tempat ini bukanlah Klan Xiao. Xiao Cunyu merasa ia tak memiliki hak untuk memerintahkan para pelayan ataupun prajurit yang ada di sana meski istana ini milik putrinya.
Beberapa saat kemudian pintu masuk ruang makan terbuka dengan lebar, Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi masuk ke dalam bersama dengan tamu tamu yang lain. Saat Raja Yongling Zu dan Ratu Junyi Zu masuk ke dalam ruang makan, mata mereka langsung tertuju pada Xiao Cunyu yang saat itu sedang berbincang bincang dengan Xiao Ziya. Ratu Junyi Zu dengan segera menundukkan kepalanya, ia tak berani bertatapan langsung dengan sang mantan suami, andai saja saat itu ia tak terjatuh ke dunia bawah dan mengalami lupa ingatan yang sangat parah maka semuanya tak akan seperti ini.
"Apakah kondisi mu sudah lebih baik? mengapa tak meminta para pelayan untuk mengantar makanan ke kamar mu saja adik Ziya?." tanya Tuan Muda Min Xome pada Xiao Ziya. Meskipun saat ini gadis itu terlihat baik baik saja, namun energi yang ada di dalam tubuhnya belum menyatu sepenuh. Tuan Muda Min Xome dapat melihat bahwa adik sepupunya itu sedang menahan rasa sakit agar tak membuat orang lain semakin khawatir padanya.
"Saya sudah lebih baik sekarang, bagaimana bisa saya makan sendirian di dalam kamar sedangkan kalian mengadakan jamuan makan malam seperti ini." jawab Xiao Ziya seolah olah ia tak ingin melewatkan setiap menu makanan yang disajikan malam ini.
"Adik memang selalu seperti itu, dia akan mencoba semua makanan yang telah disajikan. Sampai saat ini saya masih berfikir kemana semua lemak dari makanan itu pergi." sambung Xiao Xun dengan suara tawa pelan, saat ini ia sengaja meledek adik perempuannya itu.
"Kalian baru saja datang ke sini, mengapa sudah mengelek saya seperti itu." jawab Xiao Ziya dengan ekspresi kesal. Untung saja Xiao Xun masuk ke dalam daftar orang yang sangat disayangi oleh Xiao Ziya, jika tidak ia sudah mendapatkan sebuah pukulan dari gadis itu.
"Gege mu ini hanya bercanda, jangan marah seperti itu." ucap Xiao Xun dengan senyuman menyebalkan seperti ia tak melakukan kesalahan apapun pada adik perempuannya itu.
Setelah selesai berbincang bincang, Ratu Min Xunzi memanggil semua pelayan untuk menyiapkan makanan yang telah mereka masak dan menatanya dengan rapi di meja makan. Malam ini para pelayan memasak dalam porsi yang sangat banyak karna istana Kerajaan Bulan kedatangan banyak sekali tamu, binar mata Xiao Ziya terlihat begitu cerah saat semua hidangan disajikan di depan meja yang ada di hadapannya.
"Sebelumnya saya ucapkan terimakasih untuk kalian semua yang telah datang jauh jauh ke wilayah Kerajaan Bulan hanya untuk melihat kondisi saya, saat ini saya susah jauh lebih baik dari sebelumnya karna berkat kerja keras kalian semua. Silahkan dinikmati hidangan yang telah disediakan, selamat makan semuanya." ucap Xiao Ziya penuh dengan semangat dan senyuman manis yang menghiasi wajah cantiknya itu.
__ADS_1
Xiao Ziya mengambil beberapa jenis makanan seperti daging bakar asam manis, ayam goreng madu, sup iga, kentang goreng, mie pangsit pedas, ikan goreng, beberapa sayuran, dan yang tak ketinggalan adalah nasi. Beberapa orang yang belum mengetahui bahwa Xiao Ziya memiliki selera makan yang besar hanya bisa menatap ke arah beberapa piring yang berjajar di hadapan gadis itu, Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi sampai menggeleng gelengkan kepala mereka.
"Makanlah secara perlahan, tak ada yang ingin merebutnya darimu adik Ziya." ucap Xiao Yan, yang meminta pada adik perempuannya itu untuk makan secara perlahan agar tak tersedak.
Xiao Ziya hanya menganggukkan kepalanya saja karna tak mungkin ia berbicara saat mulutnya masih penuh dengan makanan. Setelah cukup lama akhirnya semua orang telah selesai makan, suasana di dalam ruang makan sangat hening karna tak ada yang berani membuka pembicaraan. Ratu Junyi Zu menundukkan kepalanya sembari melirik ke arah Xiao Cunyu, ia ingin memeluk pria itu untuk yang terakhir kalinya sembari mengucapkan permintaan maaf yang sangat dalam karna menghancurkan kehidupan pria tersebut. Ratu Junyi Zu sadar ia tak bisa melakukan hal itu karna saat ini statusnya sebagai istri Raja Yongling Zu mengharuskan agar ia bisa menjaga sikap dan perasaan suaminya. Raja Yongling Zu bisa merasakan gelagat aneh dari sang istri yang sedari tadi mencuri curi pandang pada pria dari dunia bawah yang pernah menjadi suaminya itu.
"Apa kau masih memiliki perasaan dengannya istriku?." bisik Raja Yongling Zu dengan suara yang sangat pelan agar perkataanya tak didengar oleh orang lain.
"Bukan seperti itu, saya hanya merasa bersalah atas semua kejadian di masa lalu. Bagaimana bisa saya menghancurkan kehidupan seseorang seperti itu." jawab Ratu Junyi Zu dengan suara pelan dan nada bicara gemetar. Ia bisa mengingat semua hal yang terjadi di dunia bawah belasan tahun yang lalu, ia menjadi istri Xiao Cunyu selama dua tiga tahun dan saat itu ia benar benar merasa bahagia karna diperlakukan dengan sangat baik oleh pria tersebut.
Raja Yongling Zu terdiam untuk beberapa saat, seharusnya yang merasa tak enak hati pada Xiao Cunyu adalah dirinya. Waktu itu dia datang bersama dengan ayah mertuanya untuk menjemput sang istri secara paksa, kaburnya Ratu Junyi Zu dari Istana Kerajaan Bintang Timur hingga sampai ke lapisan dunia bawah juga karna kesalahannya.
Empat tahun sebelumnya kejadian kaburnya Ratu Junyi Zu, Raja Yongling Zu sedang dalam perjalanan menuju sebuah wilayah pedesaan yang berada di kerajaan lain. Saat dalam perjalanan pulang Raja Yongling Zu menginap di sebuah penginapan kecil, di sana adalah pertemuan pertamanya dengan Selir Mue Zu. Sang selir jatuh hati pada Raja Yongling Zu dan ia melakukan segala cara untuk mendapatkan sang raja meski sudah mengetahui fakta bahwa Raja Yongling Zu sudah memiliki seorang istri. Dua tahun setelahnya Kerajaan Bulan dan Kerajaan Bintang Timur bersitegang dan menyatakan perang, meskipun Kerajaan Bintang Timur sebuah kerajaan besar mereka kalah dalam peperangan tahap pertama. Tiba tiba saja Klan Mue datang dan ingin memberikan bantuan namun dengan syarat Raja Yongling Zu harus menikah dengan anak perempuan dari Pemimpin Klan Mue.
Mau tidak mau Raja Yongling Zu menyetujui persyaratan tersebut, setelah mendapatkan bantuan dari Klan Mue akhirnya pihak Kerajaan Bintang Timur memenangkan pertarungan tersebut. Setelah perang antar kedua belah pihak berakhir, Raja Yongling Zu dan Selir Mue Zu menikah. Sajak saat itu Ratu Junyi Zu merasakan bahwa sang suami telah mengkhianatinya, janji yang pernah Raja Yongling Zu ucapkan tinggallah sebuah kebohongan belaka. Karna merasa sakit hati Ratu Junyi Zu pergi dari Kerajaan Bintang Timur dan ingin kembali ke Klan Yie, setelah sampai di Klan Yie ia malah mendapatkan perlakuan buruk dari Yie Gu dan Yie Weinje.
"Uhuk uhuk uhuk." Xiao Ziya tiba tiba batuk, hal itu membuat ayah dan ibunya merasa khawatir di saat yang bersamaan.
Ratu Junyi Zu mengambilkan segelas air dan memberikannya pada Xiao Ziya begitupun dengan Xiao Cunyu, kini orang tua kandung Xiao Ziya saling bertatapan satu sama lain. Xiao Cunyu langsung memalingkan wajahnya, ia tak ingin memancing amarah dari suami mantan istrinya itu.
"Kembalilah ke kamar mu, kondisi mu saat ini belum terlalu baik." ucap Xiao Cunyu dengan raut wajah khawatir, putrinya harus beristirahat total agar segera pulih kembali.
"Saya baik baik saja ayah, tadi hanya tersedak makanan yang menyangkut di gigi saya." jawab Xiao Ziya dengan jujur karna itulah yang terjadi.
"Minumlah terlebih dahulu." ucap Ratu Junyi Zu yang memberikan minuman itu pada Xiao Ziya. Dengan senang hati Xiao Ziya menerima dan meminumnya.
Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi pamit terlebih dahulu karna mereka harus mengerjakan beberapa dokumen pendataan wilayah Kerajaan Bulan, Xiao Ziya masih belum pulih karna itulah semua tugas tugas Kerajaan Bulan diserahkan pada paman dan juga bibinya. Setelah kepergian Ratu Min Xunzi dan sang suami, rombongan dari Alam Dewa Dewi meminta berpamitan pada Xiao Ziya karna mereka harus memberitahukan pada Dewa dan Dewi yang lain mengenai kondisi Dewi Agung mereka saat ini.
"Kami merasa lega karna saat ini kondisi Anda sudah pulih, kami harus pergi terlebih dahulu. Jika ayah dan saudara laki laki Anda ingin kembali ke dunia bawah panggil saja kami kapanpun itu kami akan segera datang." ucap Dewa Agni dengan senyuman hangat.
__ADS_1
"Untuk kedepannya tolong perhatikan keselamatan Anda sebelum melakukan tindakan yang lebih jauh. Nona Xiao Ziya juga bisa meminta bantuan dari Alam Dewa Dewi saat menghadap musuh yang kuat seperti Penguasa Agung." ucap Dewa Hiloz yang tak menginginkan hal seperti ini terulang kembali untuk yang ke dua kalinya.
"Saya mengerti, maaf karna membuat keadaan di Alam Dewa Dewi menjadi kacau. Untuk kedepannya saya akan lebih berhati hati lagi." jawab Xiao Ziya, ia menerima masukan para dewa itu dengan baik. Kedepannya Xiao Ziya akan kembali berlatih dengan lebih keras, ia akan melindungi banyak orang sekaligus melindungi dirinya sendiri.
"Kapan kapan berkunjunglah ke kediaman Dewa Agni, kita bisa membicarakan beberapa hal terutama bagaimana cara Nona Muda Xiao Ziya bisa secantik ini." ucap Meizu dengan tawa kecil. Ia sungguh kagum dengan kecantikan yang dimiliki oleh Xiao Ziya.
"Anda juga sangat cantik, lain kali saya pasti akan datang untuk berkunjung." jawab Xiao Ziya dengan senyuman manis.
"Jaga diri Anda dengan baik adik Ziya, jangan ceroboh lagi seperti kemarin. Kami semua menyayangi Anda, sampai jumpa." ucap Ziloz. Beberapa saat setelahnya rombongan dari Alam Dewa Dewi menghilangkan dari hadapan semua orang.
Setelah itu beberapa orang mulai keluar dari ruang makan, kini yang tersisa hanyalah Xiao Ziya bersama dengan ayah dan kedua kakak laki laki. Xiao Ziya berdiri kemudian merentangkan kedua tangannya dengan lebar, Xiao Yan dan Xiao Xun segera berlari kemudian memeluk adik perempuan mereka dengan sangat erat. Meskipun Xiao Yan sempat membuat Xiao Ziya kecewa padanya namun saat ini ia sudah menjadi seorang pria yang lebih baik.
"Jangan memeluk adik kalian seperti itu, ia akan kesulitan bernafas." ucap Xiao Cunyu yang sedang memarahi kedua putranya.
"Kami berdua sangat merindukan adik Ziya." ucap Xiao Yan dan Xiao Xun secara bersamaan. Keduanya tak ingin melepas pelukan mereka hingga sang ayah terus memaksa, akhirnya Xiao Yan dan Xiao Xun pasrah melepaskan pelukan itu.
"Tunggu sebentar, dimana Zoe?." tanya Xiao Ziya yang tak menemukan keberadaan adik kecilnya itu sedari tadi. Mungkinkah Zoe tak diajak ke Dunia Manusia Abadi karna masih kecil? ataukah sang ayah menitipkan adiknya itu pada Ketua Klan Xiao?.
"Zoe sedang beristirahat di kamar, sepertinya ia kelelahan dalam perjalanan menuju kesini." jawab Xiao Cunyu, saat ia terbangun karna ketukan pintu yang sangat kencang dari kedua putranya, Zoe masih tertidur dengan pulas bahkan tak terusik sedikit pun.
"Ah ternyata begitu, saya fiki kalian meninggalkannya di Klan Xiao dan meminta paman Xiao Yuza untuk menjaga Zoe." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar.
"Sebaiknya adik kembali ke kamar sekarang, saat ini yang paling penting adalah memulihkan kondisi mu." ucap Xiao Xun, ia mengusap kepala Xiao Ziya dengan gemas. Kini adik kecilnya telah tumbuh menjadi seorang gadis remaja yang sangat cantik, pria beruntung mana yang bisa mencairkan es di hati adiknya itu?.
"Kembalilah sekarang, jangan membantah ini semua demi kebaikan mu." sambung Xiao Yan dengan tatapan hangat.
"Ish kalian berdua menyebalkan, saya akan pergi sekarang. Sampai jumpa esok pagi ayah, jangan mengajak kedua anak laki laki ayah ini jika ingin menemui saya karna saya sangat kesal dengan mereka berdua." ucap Xiao Ziya, gadis itu bergegas pergi dari ruang makan dengan tenang wajah cemberut, padahal Xiao Ziya masih ingin berkumpul dengan ayah serta kedua kakak laki lakinya.
Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.
__ADS_1