
Pangeran Zo Runjin dan apangeran Zo Linhu sudah ada di depan penginapan tempat Xiao Ziya tinggal, mereka masuk ke penginapan dan bertanya pada pemilik penginapan di lantai berapa Xiao Ziya tinggal, setelah mengetahui dimana gadis itu tinggal merekapun naik ke lantai dua.
Saat hendak mengetuk pintu kamar Xiao Ziya, keluar seorang pemuda dari kegelapan dan menghentikan mereka.
"Maaf nona saya baru saja tidur saya harap kalian tak mengganggunya." ucap Aron yang memang selalu berjaga di depan pintu kamar Xiao Ziya.
Saat sampai di Kekaisaran Binzo, Aron selalu mengamati apa yang dilakukan nonanya dan beberapa hari ini nonanya benar benar sibuk sehingga ia hanya memiliki sedikit waktu untuk tidur, apalagi tiba tiba ada seorang bocah kecil yang ingin tidur bersama nonanya.
"Tapi kami datang kesini untuk memastikan apakah adik kami ada di sini atau tidak." ucap Pangeran Zo Linhu.
Alasan apapun yang dimiliki oleh kedua pangeran itu namun mereka tetap tak boleh mengganggu waktu tidur Xiao Ziya yang sangat berharga, itulah yang ada di fikiran Aron sekarang.
"Yang kau maksut gadis kecil manja yang suka menempel dengan nona Saya?." tanya Aron yang bisa menebak bahwa gadis kecil itu datang tanpa berpamitan.
Saat Putri Zo Ruhi memasuki kamar Xiao Ziya saat itu juga Aron baru saja kembali dari luar untuk mencari beberapa informasi yang mungkin akan berguna untuk nonanya. Dan saat ia kembali, ia merasakan ada aura tipis di dalam kamar Xiao Ziya sehingga ia masuk untuk melihat siapa yang ada di sana namun tak ada siapapun karna saat itu juga Putri Zo Ruhi bersembunyi di kolong tempat tidur Xiao Ziya.
"Ah iya apakah anda melihat putri Ruhi?." tanya Pangeran Zo Runjin.
"Dia ada di dalam dan sedang tidur bersama nona saya, lain kali kalian harus memperhatikannya." ucap Aron yang merasa heran bagaimana cara Putri Ruhi keluar dari istana tanpa diketahui oleh siapapun.
"Baiklah kami akan pergi dan kembali esok pagi, maaf telah mengganggu anda." ucap Pangeran Zo Runjin dan Pangeran Zo Linhu yang langsung kembali ke istana untuk lapor pada sang ayah.
Pagipun telah tiba, Xiao Ziya mengerjap kerjapkan matanya dan mulai mengumpulkan nyawa. Sedangkan Putri Zo Ruhi masih tertidur dengan memeluk salah satu tangan Xiao Ziya.
"Ah saya sampai lupa kalau Ruhi masih ada di sini." ucap Xiao Ziya yang mulai membangunkan Putri Zo Ruhi karna ia akan bersiap siap untuk pulang ke Kekaisaran Qiyu.
Putri Zo Ruhi akhirnya bangun dan melihat ke arah Xiao Ziya yang sedang memandanginya dengan gemas.
__ADS_1
"Selamat pagi Ruhi." ucap Xiao Ziya yang menyapa Putri Zo Ruhi dengan hangat.
"Pagi juga Ziya jiejie." ucap Putri Zo Ruhi yang langsung memeluk jiejienya itu. Jika diperbehkan ia ingin ikut bersama Xiao Ziya namun ia tak ayahnya tak akan menyetujui hal itu.
"Jiejie harus bersiap siap untuk pulang, Ruhi tunggu di sini ya." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi ke kamar mandi.
Sedangkan Putri Zo Ruhi sedang duduk termenung, apa yang harus ia lakukan agar Xiao Ziya tak jadi pergi itulah yang gadis kecil itu sedang fikirkan. Namun tak ada satu idepun yang melintas dikepalanya.
"Hah, sepertinya aku akan kehilangan Ziya jiejie." ucap Putri Zo Ruhi yang menunduk sedih.
Tak lama setelah itu Xiao Ziya keluar dari kamar mandi menggunakan gaun berwarna biru muda dengan motif bunga di bagian bawah, gadis itu mulai menata rambutnya dan memakai hiasan rambut yang dibelikan oleh sang ayah.
"Ayah aku akan segera pulang." ucap Xiao Ziya dengan senang.
Banyak yang ia rindukan di sana, walau di Kekaisaran Binzo sangat menyenangkan namun lebih menyenangkan lagi ketika ia bisa berkumpul dengan keluarganya.
"Tentu saja, jiejie sangat merindukan keluarga jiejie yang ada di sana." ucap Xiao Ziya dengan jujur pada Putri Zo Ruhi.
Sang putri merasa sedikit tidak senang ketika ia mendengar jawaban dari Xiao Ziya.
"Ruhi kan juga punya keluarga pasti Ruhi akan rindu dengan mereka saat Ruhi lama tak bertemu dengan keluarga Ruhi." ucap Xiao Zita yang tau bahwa gadis itu sedang kesal padanya. Namun ia tak bisa tinggal lebih lama di sana hanya karna seorang anak perempuan yang menginginkannya tetap tinggal.
Xiao Ziya menggendong Ruhi dan mengajaknya turun kebawah, saat sampai di lantai bawah sudah banyak orang yang menunggu kedatangannya.
"Putri Ruhi kemarilah." ucap Raja Linzu yang mengambil Putri Zo Ruhi dari gendongan Xiao Ziya.
"Trimakasih sudah menjaga putri saya dan maaf telah merepotkan nona Ziya." ucap Ratu Zo Binji yang sedikit malu karna ia gagal menjaga putri kecilnya itu.
__ADS_1
"Itu bukan masalah untuk saya, hari ini saya dan yang lain akan kembali ke Kekaisaran Qiyu berkunjunglah ketika kalian punya waktu. Saya pamit semoga kalian selalu bahagia di sini." ucap Xiao Ziya yang berpamitan pada orang orang yang ia kenal selama tinggal di sana.
Beberapa pedagang yang menjadi langganan Xiao Ziya juga datang untuk mengantar kepulangan gadis itu, Xiao Ziya dikenal sebagai gadis yang baik walau terkadang ia dingin ketika moodnya sedang tidak bagus namun itu wajar untuk gadis seusia Xiao Ziya. Bahkan orang orang yang baru saja ia tolong semalam juga datang.
Xiao Ziya, Ling An, Yuan Simo, dan senior senior Xiao Ziya sudah ada di tanah lapang tempat dimana mereka pertama kali menginjakkan kaki di Kekaisaran Binzo, sudah ada dua elang emas dan tiga elang perak. Kali ini Xiao Ziya ingin pulang dengan menunggangi harimau kesayangannya.
Zier yang merasa terpanggil pun keluar dari cincin semesta Xiao Ziya. Semua orang yang ada di sana merasa takjub dengan harimau milik Xiao Ziya itu.
"Bukankah kabarnya nona Ziya datang dengan seekor naga." ucap Pangeran Zo Xuyen yang masih bingung dengan apa yang ia lihat, apakah yang memberi kabar itu salah melihat tunggangan Xiao Ziya.
"Darimana keluarnya harimau itu dan lihatlah ia punya sayap." ucap seorang pedagang yang terfokus pada Zier.
"Nona sebaiknya kita pergi sekarang." ucap Ling An yang meminta agar Xiao Ziya cepat naik ke punggung harimaunya.
Xiao Ziya yang mengerti apa maksut perkataan dari kepala akademipun langsung loncat keatas punggung Zier dan memposisikan dirinya dengan nyaman.
"Selamat tinggal nona Ziya, jangan lupa datang kesini lagi." triak beberapa orang secara bersamaan.
Xiao Ziya hanya bisa tersenyum saat ia mendengarnya karna ia pun tak tau kapan bisa datang kembali ke Kekaisaran Binzo.
Zier dan beberapa elang milik Akademi Kekaisaran Qiyu mulai mengepakkan sayap mereka dan terbang tinggi di atas langit, namun Xiao Ziya masih bisa melihat orang orang yang melambaikan tangan padanya, begitupun dengan Putri Zo Ruhi yang sedang menangis sejadi jadinya karna ditinggal oleh jiejie tercantik yang ia punya.
"Sudahlah putriku sayang jangan menangis lagi." ucap Ratu Binji yang mencoba untuk menenangkan putrinya itu.
"Disini masih ada Jeni jiejie yang siap menemani Ruhi." ucap Putri Zo Jeni yang juga berusaha untuk menghibur adiknya.
Entahlah berkenalan dengan Xiao Ziya beberapa hari saja sudah membuat mereka merasa sangat kehilangan, bagaimana jika mereka mengenal lama Xiao Ziya pasti mereka akan sangat rindu.
__ADS_1
Hai hai semua pembacaku aku update lagi nih chapter baru jangan lupa follow aku, vote buat yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun ke aku, like, komen, rate, share.