RATU IBLIS

RATU IBLIS
Dewi Rubah


__ADS_3

Penampakan puluhan ribu senjata spiritual milik Xiao Ziya yang melesat keberbagai arah bahkan ada yang sampai naik kedua atas benar benar membuat siapa saja merinding, aura hitam yang menyelimuti puluhan ribu senjata spiritual itu adalah aura membunuh milik Xiao Ziya.


"Saatnya pergi ke alam dewa untuk membunuh dewi sialan itu." ucap Xiao Ziya dengan kata kata kasarnya, gadis itu membaca mantra teleportasi kemudian menghilang dari hadapan semua orang.


Ketuju kelompok bandit yang belum mengetahui keberadaan Xiao Ziya merasa aneh dengan fenomena senjata spiritual terbang itu karna saat beberapa dari mereka ingin mengambil senjata senjata itu mereka malah terluka dengan parah. Karna kondisi yang terlihat mencekam akhirnya para kelompok bandit yang tersisa mengadakan pertemuan untuk membahas kejadian ini, jika ini merupakan pertanda buruk maka mereka akan mencari solusinya karna bagaimanapun juga mereka tak ingin meninggalkan wilayah Kekaisaran Binzo.


Saat ini Xiao Ziya sudah sampai di perbatasan masuk wilayah dewa, aura pemimpin wilayah neraka memancar kental dari tubuh gadis itu sehingga para prajurit dewa melarang Xiao Ziya untuk masuk kedalam, para prajurit dewa tidak menyadari bahwa saat ini gadis yang ada di hadapan mereka tak bisa diajak bicara dengan baik baik karna sedang dalam mode kerasukan iblis.


"Kami harap nona kembali nanti saja saat nona sudah tenang." ucap beberapa prajurit dewa yang mengusir Xiao Ziya secara baik baik.


"Minggir saya tak ada urusan dengan kalian. KALIAN MAU MINGGIR ATAU MATI SEKARANG!!!." triak Xiao Ziya penuh dengan amarah, para prajurit dewa sampai gemetaran karna ini adalah kemarahan Xiao Ziya yang paling luar biasa. Akhirnya dengan terpaksa para prajurit dewa yang menjaga gerbang masuk alam dewa mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam.


Xiao Ziya melangkah masuk kedalam wilayah dewa, aura berwarna hitam legam milik Xiao Ziya membentuk iblis raksasa dan berjalan di belakang gadis itu dengan mata merah menyala, selain itu aura emas milik Xiao Ziya membentuk sesosok naga emas yang terbang di atas Xiao Ziya, aura yang merupakan pencerminan dari mawar es dan mawar api juga membentuk wujud bunga mawar yang melayang di samping kiri dan kanan Xiao Ziya. Sungguh pemandangan yang belum pernah diihat oleh penduduk yang tinggal di alam dewa.


Para dewa dan dewi yang saat itu sedang melaksanakan tugas mereka masing masing merasakan sebuah tekanan yang hebat dari arah utara sepertinya ada sosok hebat yang masuk kewilayah dewa. Namun tiba tiba saja tuju lonceng pelindung alam dewa berbunyi secara bersamaan itu tandanya ada bencana besar bagi alam dewa. Dengan segera para dewa dan dewi berkumpul di gerbang depan wilayah khusus dewa dewi, mereka sedang menebak bencana apa yang akan datang.


"Apakah Raja Artur ingin berperang lagi dengan wilayah dewa?." tanya Dewa Bixu yang mengira bahwa wilayah neraka sedang menyerang ke wilayah dewa.


"Tekanan ini lebih besar dari peperangan yang terjadi antara wilayah dewa dan wilayah neraka." ucap Dewa Agni, ia juga merasakan bahwa tekanan yang sangat kuat ini hanya berpusat pada satu orang saja. Apakah mungkin ada seorang dewa atau dewi yang menyinggung pertapa hebat? hingga pertapa itu marah dan melampiaskannya ke wilayah dewa.


Ribuan prajurit dewa sudah bersiap menggunakan baju zirah khusus yang dilapisi dengan sihir seta senjata terkuat yang mereka miliki, saat ini para pasukan dewa sedang berjaga jaga jika ada serangan dari musuh. Namun anehnya yang mereka lihat adalah seorang gadis yang sedang berjalan mendekat menuju wilayah khusus para dewa dan dewi dengan empat aura yang mengelilinginya. Saat gadis itu mendekat para prajurit dewa tambah terkejut karna ternyata ia adalah Xiao Ziya salah satu dewi tertinggi yang ada di alam dewa sekaligus junjungan muda dari wilayah neraka.


"Kami mohon agar nona Ziya tidak meluluh lantahkan wilayah dewa ini, jika diantara para dewa dan dewi yang menyinggung anda mari kita bicarakan secara baik baik." ucap salah seorang jenderal dewa yang sedang membujuk Xiao Ziya, karna ia takut dengan kemarahan sebesar itu Xiao Ziya akan meratakan wilayah dewa dan membuat keseimbangan semesta menjadi rusak.


"Minggir kalian semua, saya datang hanya untuk membunuh satu orang saja bukan untuk meratakan wilayah dewa." ucap Xiao Ziya yang meminta agar ribuan prajurit dewa yang sedang menghadangnya itu membukakan jalan.


"Baiklah jika begitu, semuanya berikan jalan agar nona Ziya bisa lewat." ucap salah seorang jenderal dewa yang memberikan perintah pada pasukannya. Karna ia yakin jika gadis yang ada di depannya itu ingin meluluh lantahkan wilayah dewa maka ia akan menyerang pasukan dewa sedari tadi.


Xiao Ziya berjalan ditengah tengah pasukan dewa yang sedang menundukkan kepala mereka tak ada yang berani menatap ke arah Xiao Ziya karna sosok iblis hitam besar yang ada di belakangnya memberikan tekanan yang sangat kuat.


"Sepertinya ada hal buruk yang terjadi pada nona itu sehingga ia semarah ini." ucap salah seorang prajurit dewa dengan pelan agar tak menyinggung perasaan Xiao Ziya.


"Tidak ada yang bisa menghentikan kemarahannya untuk saat ini." jawab prjurit dewa yang lain, jika mereka merasakan dengan cermat dan teliti maka para prajurit dewa itu akan tau kekuatan Xiao Ziya jauh diatas Raja Artur.


Akhirnya Xiao Ziya berhadapan dengan para dewa dan dewi yang sedang menjaga gerbang masuk wilayah khusus, jelas kedatangan Xiao Ziya yang seperti itu membuat mereka merasa terkejut ditambah dengan empat aura kuat yang ada di sekeliling Xiao Ziya.


"Salam kami pada dewi tertinggi." ucap para dewa dan dewi yang membungkuk dan memberikan salam pada Xiao Ziya. Keberadaan aura mawar api dan es yang sangat kuat membuat para dewa dan dewi tak bisa mengekspresikan kekaguman sekaligus ketakutan mereka pada gadis muda yang sedang dalam kondisi kerasukan iblis itu.


"Dimana dewi rubah?." tanya Xiao Ziya dengan nada datarnya, ia ingin segera bertemu dengan dewi rubah dan membunuh wanita sialan yang berani mengambil jiwa kakak laki lakinya itu.

__ADS_1


"Mengapa nona Ziya mencari dewi rubah?." tanya Dewa Hiloz secara pelan pelan karna saat ini Xiao Ziya sedang diluar kendali.


"Jawab saja pertanyaanku, dimana dewi rubah?." tanya Xiao Ziya sekali lagi ia tak ingin berlama lama karna mungkin saja jiwa kakak laki lakinya itu akan lenyap dan tak bisa ia tolong lagi.


"Mari kami antarkan anda ke kediaman dewi rubah." para dewa dan dewi yang langsung melesat pergi untuk mengantar Xiao Ziya ke kediaman dewi rubah. Xiao Ziya mengikuti mereka dari belakang aura hitam yang membentuk iblis raksasa itu semakin membesar artinya kemarahan Xiao Ziya tak bisa dibendung lagi.


Raja Artur yang saat itu sedang di dalam ruang kerjanya merasakan getaran hebat pada tubuhnya entah mengapa tiba tiba matanya berubah warna menjadi merah tua lalu di dalam kegelapan Raja Artur melihat seorng gadis yang sangat familiar baginya sedang duduk di atas singgasana yang sangat tinggi jauh lebih tinggi dari yang ia miliki di samping kiri dan kanan gadis itu terdapat tuju perwujutan iblis sejati. Tubuh Raja Artur semakin gemetaran melihat hal itu, karna ia tau gadis yang duduk di singgasana itu adalah Xiao Ziya penerus yang ia pilih. Setelah beberapa saat akhirnya Raja Artur kembali sadar dengan keringat yang bercucuran di tubuhnya.


"Sebenarnya apa yang barusan saya lihat?." ucap Raja Artur yang belum bisa memahami hal itu, mengapa Xiao Ziya sangatlah mengerikan saat duduk di singgasana itu namun senyuman gadis itu tetaplah hangat seperti biasanya.


Sedangkan saat ini para dewa dan dewi sudah ada di depan kediaman dewi rubah, dewi rubah adalah salah satu dewi baru yang tinggal di alam dewa mungkin sekitar empat bulan yang lalu. Anehnya dewi rubah tak pernah ikut saat para dewa dan dewi sedang mengadakan perkumpulan ataupun rapat, saat para prajurit dewa mendatangi kediaman dewi rubah sang dewi selalu mengatakan bahwa ia sedang sibuk dan tak bisa datang kerapat atau pertemuan tersebut. Beberapa kali para dewa atau dewi mendengar suara jeritan keras dari kediaman sang dewi namun saat ditanya dewi rubah hanya mengatakan mungkin mereka salah mendengar.


"Ini adalah kediaman dewi rubah, ia termasuk dewi baru yang tinggal di wilayah khusu ini." ucap Dewa Agni yang memberikan sedikit penjelasan pada Xiao Ziya.


"Kalian mundurlah dan jangan sampai terluka." ucap Xiao Ziya yang masih dengan nada datarnya itu. Para dewa dan dewi mundur kebelakang dan mengambil jarak aman selain itu mereka juga membuat dinding pelindung agar hal yang tak diinginkan tidak terjadi.


Xiao Ziya mengendalikan aura hitam yang sedang dalam wujud raksasa itu, iblis raksasa itu menghancurkan formasi sihir yang dipasang oleh dewi rubah, setelahnya Xiao Ziya melangkah masuk kehalaman sang dewi rubah. Setelah berjalan beberapa langkah Xiao Ziya melihat altar dengan cahaya berwarna merah yang mengelilinginya di atas sebuah pola sihir terdapat jiwa Xiao Xun yang sedang melayang.


"Kalian berdua ambil jiwa kakak saya dan jaga dengan baik, saya akan mencari dimana keberadaan pemilik altar ini." ucap Xiao Ziya yang meminta pada aura mawar es dan mawar api itu mengambil jiwa Xiao Xun karna pola sihir yang tergambar di bawah jiwa kakaknya hanya aktif saat ada seseorang yang menginjaknya.


Akhirnya kedua aura yang membentuk bunga mawar merah dan biru itu mendekat ke arah jiwa Xiao Xun dan meletakkannya di atas kelopak mawar es sedangkan mawar api penjadi penutup agar jiwa Xiao Xun tak mudah diambil oleh orang lain.


Xiao Ziya melihat kesekeliling altar itu namun tak ada siapapun di sana, rubah adalah salah satu perwujutan siluman yang sangat licik karna itu Xiao Ziya yakin bahw Dewi Rubah masih berada di kediamannya dan sedang bersembunyi di suatu tempat.


"Dinding pembatas neraka terbentuklah." ucap Xiao Ziya yang mengucapkan sesuatu, tiba tiba saja di sekeliling kediaman Dewi Rubah putih terdapat sebuah dinding pembatas yang terbuat dari api dari alam neraka bawah. Xiao Ziya sengaja membuatnya agar sang dewi rubah tak bisa kabur.


"Cih siapa bocah yang berani mengurung seorang dewi." ucap sang Dewi Rubah yang berjalan mendekati Xiao Ziya kemudian ia meludah di dekat sepatu milik Xiao Ziya.


"Apa yang gadis tengik sepertimu lakukan di tempatku." ucap sang dewi rubah lagi. Xiao Ziya tak suka dengan suara Dewi Rubah yang sangat mengganggu itu, suara lembut yang dibuat buat gaya manja yang menggelikan daripada menjadi seorang dewi wanita yang ada di hadapannya itu lebih cocok menjadi wanita rumah bordil.


"Julurkan lidahmu." ucap Xiao Ziya yang memberi perintah pada Dewi Rubah. Seketika sang dewi kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri tanpa sadar ia menjulurkan lidahnya.


Xiao Ziya mengambil sebuah belati dari dalam cincin penguasa mutlaknya, ia menarik lidah Dewi Rubah kemudian memotongnya menggunakan belati. Sang Dewi sangat terkejut karna gadis yang ada di hadapannya dengan berani memperlakukan seorang dewi dengan tidak layak. Darah mengalir dengan deras, Dewi Rubah ingin mengatakan sesuatu namun ia tak bisa mengucapkan kalimat dengan benar karna lidahnya terpotong.


"Kau tau suaramu itu sangat menjijikkan." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata mematikan, dewi rubah gemetaran keringat dingin membasahi tubuhnya. Ia melihat kesekitar untuk mencari bantuan.


"Siapa yang memberimu keberanian untuk mengambil jiwa kakak laki lakiku?." tanya Xiao Ziya yang kini sudah menarik tangan kanan dewi rubah.


Mungkin ini akan menjadi penyiksaan tersadis yang Xiao Ziya lakukan karna saat ini gadis itu sedang mencongkel semua kuku yang ada di tangan dan kaki dewi rubah. Karna tubuhnya sudah sangat kesakitan dan mengeluarkan banyak darah akhirnya dewi rubah memilih untuk kembali ke wujud aslinya yaitu seekor rubah merah dengan sembian ekor.

__ADS_1


"Ah jadi kau adalah siluman yang sangat legendaris itu, namun sayang sekai kau memilih lawan yang salah." ucap Xiao Ziya dengan senyum jahatnya, Xiao Ziya sengaja membunuh semua pengikut sang ratu rubah karna ia tau kekuatan rubah itu ada pada para pengikutnya.


Dewi rubah menggeram marah ia ingin mencakar Xiao Ziya dengan cakarnya yang panjang, saat dalam wujud asli dewi rubah akan tiga kali lebih kuat daripada saat dalam wujud manusia. Tentu Xiao Ziya tak akan membiarkan hal itu begitu saja ia mengeluarkan Zier dan Mokuzo dari dalam cincin semestanya.


"Tahan siluman rubah itu." ucap Xiao Ziya yang memberikan perintah pada harimau kesayangannya serta naga hitam miliknya.


Zier dan Mokuzo sedang menahan pergerakan dewi rubah sedangkan Xiao Ziya mengambil sebuah pil dengan tuju warna dari dalam cincin penguasa mutlaknya. Xiao Ziya membuka mulut rubah merah ekor sembilan itu dengan paksa dan meminumkan pil yang ada di tangannya.


Sang rubah merah ekor sembilan menelan pil itu dengan terpaksa, setelahnya Xiao Ziya memberi isyarat pada Zier dan Mokuzo untuk membiarka ratu rubah itu. Pil yang diberikan oleh Xiao Ziya bernama pil kutukan para siluman, siluman manapun yang menelan pil itu akan berubah wujud menjadi manusia dan tak bisa kembali dalam wujud siluman untuk beberapa tahun kedepan.


Benar saja siluman rubah merah ekor sembilan itu berubah dalam wujud manusianya lagi anehnya saat ia ingin kembali dalam wujud rubah merah ekor sembilan tubuhnya terasa panas seperti terbakar dan tak ada perubahan apapun yang terjadi padanya, tentu sang dewi rubah merasa kebingungan apakah ini ada hubungannya dengan pil yang baru saja gadis itu berikan.


"Kau tak perlu bingung karna dengan pil kutukan itu kau tak bisa kembali dalam wujud rubah merah ekor sembilan." ucap Xiao Ziya yang tersenyum sinis.


Xiao Ziya mendekat lagi ke arah dewi rubah ia memotong satu persatu jari sang dewi, dewi rubah itu menjerit namun tak ada suara yang keluar dari mulutnya air mata mengalir dengan deras karna rasa sakit yang ia rasakan. Para dewa dan dewi yang melihat hal itu dari kejauhan juga merasa ngilu.


"Nona Ziya bukanlah gadis yang bisa kita singgung, ingatlah kejadian ini baik baik dan jangan melakukan tindakan bodoh seperti dewi rubah itu, wajar saja nona Ziya semarah ini karna sang dewi rubah mengambil jiwa kakak laki lakinya." ucap Dewa Hiloz yang masih melihat aksi kekejaman yang dilakukan oleh Xiao Ziya.


Setelah kesepuluh jari dewi rubah sudah lepas dari tempatnya kini Xiao Ziya memotong pergelangan tangan sang dewi rubah, rasa sakit dan penghinaan yang sangat menyedihkan. Dewi rubah merah ekor sembilan itu berusaha mengumpulkan kekuatan yang ia titipkan pada para pengikutnya yang tersebar di dunia atas maupun dunia bawah namun anehnya ia tak bisa mengumpulkan kekuatan itu.


"Satu hal yang lupa saya sampaikan, seluruh pengikutmu telah tewas." ucap Xiao Ziya dengan santai tanpa ada perasaan bersalah, mungkin bagi orang biasa apa yang dilakukan Xiao Ziya merupakan sebuah kejahatan yang tak bisa dimaafkan namun bagi Xiao Ziya itu adalah harga yang harus mereka bayar ketika berani mengusiknya.


Dewi rubah menatap Xiao Ziya dengan matanya yang melotot, mengapa gadis itu bertindak sejauh ini?. Dan mengapa gadis yang ada di hadapannya itu tak ditangkap oleh para dewa dan dewi yang lain saat membuat kekacauan di wilayah khusus para dewa dan dewi.


"Apa kau tak tau apa posisiku di dunia dewa ini?." tanya Xiao Ziya yang menancapkan belatinya kelutut sebelah kanan dewi rubah, dengan segera sang dewi menggelengkan kepalanya.


"Akan saya beri tau, saya adalah dewi tertinggi yang ada di sini untuk itu para dewa dan dewi tak keberatan jika saya membunuhmu. Bukankah ini terdengar sangat tidak adil bagimu Dewi Rubah? ahahaha siapa suruh kau mencari masalah dengan saya. Kau tau mencari masalah dengan saya artinya anda siap masuk ke alam baka." ucap Xiao Ziya, tiba tiba saja iblis raksasa yang ada di belakang Xiao Ziya menginjak tubuh Dewi Rubah walau iblis itu hanya beruba sebuah aura saja namun bisa membuat tubuh dewi rubah yang ia injak hancur berserakan.


"Kau mengerjakan tugasmu dengan bagus ini saatnya kau kembali." ucap Xiao Ziya yang tersenyum pada iblis aura kematian miliknya, aura itu menghilang dan masuk kembali kedalam tubuh Xiao Ziya. Sedangkan aura emas juga ikut masuk karna tugasnya untuk mengawal pemiliknya dengan selamat sudah selesai.


"Humm bukankah dewi rubah ini ingin manghancurkan jiwa Xun gege maka jiwa anda juga akan hancur." ucap Xiao Ziya yang menangkap jiwa sang Dewi Rubah kemudian membakarnya dengan api putih. Seketika jiwa sang dewi lenyap dan tak akan pernah berreingkarnasi lagi.


Xiao Ziya pergi dari kediaman Dewi Rubah ia melihat kearah pada dewa dan dewi yang masih berada dalam mantra pelindung yang mereka pasang.


"Lainkali beritau pada para dewa dewi baru untuk tidak mengganggu saya, jika hal ini terjadi lagi jangan salahkan saya bila dunia dewa ini akan hancur." ucap Xiao Ziya yang memberi peringatan pada para dewa dan dewi.


"Baik kami akan ingat apa yang anda katakan, maaf atas kecerobohan kami hingga anda hampir kehilangan salah satu kakak laki laki anda." ucap Dewa Agni yang mewakili para dewa dan dewi yang lainnya.


Xiao Ziya membaca mantra teleportasi agar segera sampai di Kekaisaran Binzo dan mengembalikan jiwa kakak laki lakinya itu. Sebenarnya saat Xiao Ziya sedang sibuk dengan urusannya di dunia dewa ada beberapa hal yang terjadi.

__ADS_1


Senjata spiritual milik Xiao Ziya yang terbang ke dunia atas membuat penduduk dunia atas merasa kebingungan senjata senjata itu melesat dan membunuh sekirat dua ribu seratus delapan penduduk dunia atas yang menjadi pengikut dewi rubah. Beberapa kultivator dunia atas ingin menghentikan senjata senjata spiritual itu namun mereka malah terluka, karna pembantaian penduduk dunia atas yang sangat banyak membuat Raja Zeus dan kedua pangeran harus turun tangan. Untung saja beberapa senjata spiritual milik Xiao Ziya memiliki kesadaran mereka sendiri sehingga ada beberapa senjata spiritual yang bisa berbicara. Senjata spiritual itu menjelaskan bahwa mereka diperintahkan oleh nona Xiao Ziya untuk membunuh semua pengikut Dewi Rubah tanpa kecuali. Karna tau masalah ini berhubungan dengan putri angkatnya akhirnya Raja Zeus dan kedua pangeran mundur dan tak ikut campur.


Hai hai guya akhirnya author update lagi nih gimana kabar kalian semoga baik baik aja. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna ini wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima ya.


__ADS_2