RATU IBLIS

RATU IBLIS
Calon Kepala Akademi


__ADS_3

Saat ini Xiao Ziya sudah sampai di istana neraka, saat ia melewati gerbang masuk para prajurit neraka yang bertugas menjaga gerbang menunduk dan mengucapkan salam padanya, Ling An yang saat itu masih diseret oleh Xiao Ziya merasa keheranan karna ia belum pernah melihat istana yang seperti itu di wilayah dunia bawah. Xiao Ziya membawa Ling An menuju ruang kerja Raja Artur karna gadis itu ingin meminta izin untuk memasukkan Ling An kedalam penjara alam neraka bawah.


Tok tok tok.


Suara pintu ruang kerja Raja Artur yang diketuk oleh Xiao Ziya. Raja Artur mempersilahkan gadis itu untuk masuk kedalam ruang kerjanya.


"Salam saya pada Yang Mulia Raja Artur." ucap Xiao Ziya yang mengucap salam.


"Salam hormat saya pada junjungan muda." ucap Raja Artur yang merasa segan jika ia tak mengucapkan salam pada penerusnya itu setelah ia mengetahui sebuah fakta bahwa Xiao Ziya ada dalam perlindungan orang yang lebih kuat darinya.


"Saya datang menemui anda untuk meminta izin memasukkan pria ini kedalam penjara neraka." ucap Xiao Ziya dengan nada yang sopan, gadis itu tau kapan saatnya ia harus bercanda dan kapan saatnya ia harus serius.


"Lakukan apa yang kau mau, tak perlu meminta ijin padaku karna wilayah neraka adalah wilayah kekuasaanmu juga gadis kecil." ucap Raja Artur yang tersenyum pada Xiao Ziya, ia merasa bahwa gadis itu jauh lebih dewasa daripada sebelumnya.


Ling An mendengar percakapan antara kedua orang itu, namun ia masih tak mengerti maksut dari wilayah neraka. Apakah saat ini ia sedang berada di alam neraka? bagaimana Xiao Ziya bisa membawanya kesana walau gadis itu sangat kuat memasuki alam neraka adalah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan oleh kultivator biasa.


"Apa apaan obrolan kalian berdua itu, mana mungkin saat ini saya ada di alam neraka. Saya belum mati dan tak mungkin saya ada di neraka." ucap Ling An dengan wajah pucatnya, ia tak bisa mempercayai apa yang ia dengar.


"Kau tak tau gadis yang ada di sampingmu itu junjungan muda dari wilayah neraka?." ucap Raja Artur dengan senyuman mengejek, tak banyak orang yang tau tentang identitas Xiao Ziya sebagai junjungan muda neraka.


"Itu tidak mungkin gadis ini hanyalah kultivator biasa." ucap Ling An yang tak akan mempercayai kata kata pria berambut putih yang ada di depannya itu. Mungkin saja Xiao Ziya sudah merencanakan semua ini agar ia merasa ketakutan.


"Terserah kau mau percaya atau tidak karna saya tak butuh pengakuan kekuasaan dari manusia sepertimu." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara datarnya serta tatapan tajam yang ia berikan pada Ling An.


Xiao Ziya berpamitan pada Raja Artur karna ia harus segera membawa Ling An ke penjara alam neraka bawah sebagai tanda bahwa masalahnya kali ini telah selesai dan ia perlu menyelesaikan masalah yang lain. Xiao Ziya menggunakan mantra teleportasi agar segera sampai di penjara alam neraka bawah, karna ini pertamakalinya Ling An melintadi dimensi ruang dan waktu, pria itu merasa sangat pusing dan ingin muntah badannya saja menjadi sangat lemah. Setelah beberapa saat Xiao Ziya dan Ling An telah sampai di tempat tujuan mereka yaitu penjara alam neraka bawah, beberapa iblis yang ditugaskan untuk menjaga neraka menyambut kedatangan Xiao Ziya.


"Salam hormat saya pada junjungan muda, suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda." ucap salah seorang iblis yang berwujud manusia setengah kuda. Iblis itu memiliki tubuh manusia dari kepala hingga dada kemudian bagian lainnya berwujud kuda hitam.


"Siapa dia? mengapa wujudnya sangat aneh seperti itu." ucap Ling An saat melihat iblis itu.


"Diamlah kau tak punya hak untuk berbicara sembarangan di sini." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata merah darah miliknya.


"Ada keperluan apa junjungan muda datang ke penjara ini?." tanya sang iblis yang mengalihkan pandangannya ke pria yang sedang diseret oleh Xiao Ziya.


"Masukkan pria ini kedalam penjara, ia juga mendapatkan hukuman cambuk seribu kali dan lakukan berturut turut selama satu bulan." ucap Xiao Ziya yang memberikan Ling An pada sang iblis. Dengan senang hati iblis itu akan memenjarakan pria itu.


"Kapan dia akan dibebaskan dari penjara?." tanya sang iblis agar ia tau masa tahanan dari Ling An.

__ADS_1


"Dia akan di sini selamanya." ucap Xiao Ziya dengan senyuman sinis kemudian gadis itu menghilang entah kemana.


Mendengar perkataan Xiao Ziya membuat Ling An mendadak gila, ia masih tak faham dengan situasi yang kini sedang ia hadapi. Iblis itu membawa Ling An menuju sebuah sel tahanan yang masih kosong, sang iblis melempar tubuh Ling An dengan kasar kedalam sel penjara kemudian menguncinya dengan mantra khusus.


"Tidak, saya tidak ingin berada di tempat seperti ini tolong lepaskan saya." triak Ling An dengan suara keras, ia tak ingin hidup di tempat gelap dan suhu yang sangat panas itu.


"Junjungan muda telah menjatuhkan hukuman padamu, kau akan terus berada di sini." ucap sang iblis yang kemudian pergi meninggalkan Ling An begitu saja.


Pria itu sangat ketakutan hingga tubuhnya mengeluarkan keringat dengan jumlah yang sangat bayak, ia masih tak bisa mempercayai ini semua.


"Xiao Ziya sialan ini semua gara gara kau." ucap Ling An yang tengah memaki maki Xiao Ziya hingga tahanan lain merasa terganggu dengan ocehan pria itu.


Sedangkan saat ini Xiao Ziya sudah berada di dunia bawah tepatnya Istana Kekaisaran Qiyu, gadis itu ingin membicarakan hal penting pada Xiao Yan dan juga Xiao Xun. Saat memasuki istana tampaknya kedua kakak laki lakinya tak sedang ada di sana, Xiao Ziya bertanya pada beberapa pelayan namun mereka juga tak mengetahui keberadaan Kaisar Yan.


"Bukankah Yan gege tadi mengatakan bahwa ia akan kembali ke istana lalu mengapa ia belum tiba hingga sekarang." ucap Xiao Ziya dengan satu alis yang terangkat ke atas. Untuk memastikan tak ada hal buruk yang terjadi pada Kaisar Yan dan juga Jenderal Zue gadis itu mulai melesat pergi untuk menyusuri Kekaisaran Qiyu.


Sedangkan di tempat lain, sepertinya ini bukanlah tempat lain melainkan lapisan dunia lain yang belum diketahui oleh Xiao Ziya maupun Raja Artur sekalipun. Ada beberapa orang yang memiliki kekuasaan dan sedang berkumpul di ruang rapat, jika dilihat dari desain interior ruangan itu maka bisa dipastikan sangat persis dengan ruang rapat yang ada di jaman moderen.


Seorang pria masuk kedalam ruang rapat, ia duduk di di tempat yang disiapkan khusus hanya untuknya saja. Pria itu menatap ke arah orang orang yang sudah hadir di ruang rapat, saat memastikan semuanya sudah ada di sana pria itu mulai rapat.


Dalam susunan pemerintahan dunia misterius itu rakyat yang akan memilih siapa yang akan menjadi pemimpin mereka meskipun pemimpin sebelumnya masih hidup.


"Namun tingkat kultivasi gadis itu sangat tinggi, banyak misteri yang belum kita pecahkan mengenai gadis itu." ucap Yanzuro Zee ia merupakan pemimpin generasi kelima yang sudah turun jabatan dua puluh tahun yang lalu dan kini menjadi salah satu sosok penting.


"Jika begitu gadis bernama Xiao Ziya ini bisa saja memberontak dan menyebabkan kerugian besar." ucap salah satu mentri yang hadir dalam rapat itu. Menurutnya Xiao Ziya bukanlah bahan atau objek uji coba yang tepat dalam penemuan baru mereka kali ini.


Setelah perdebatan yang cukup panas karna adanya perbedaan pendapat pada setiap orang yang hadir dalam rapat itu, Fenzu Zee sebagai pemimpin generasi saat ini mengambil sebuah keputusan bahwa ia akan mencoba untuk berdiskusi dengan Xiao Ziya secara baik baik mengenai uji coba yang sedang mereka lakukan itu namun jika gadis itu menolak maka dengan terpaksa ia harus dibunuh. Semua orang yang hadir dalam rapat itu merasa puas dengan keputusan yang diambil oleh pemimpin mereka. Semua orang mulai membubarkan diri mereka dan kembali ke kantor masing masing.


Sebenarnya ada sedikt yang harus dijelaskan dalam kondisi ini, dunia yang ditempati oleh Xiao Ziya merupakan dunia fana dengan lapisan dimensi yang berbeda dengan tempat tinggal gadis itu di jaman moderen. Walaupun begitu orang orang yang terpilih sebagai tangan kanan atau tangan kiri sang pencipta sanggup tinggal di dimensi manapun yang mereka inginkan atau di zaman peradaban mana mereka ingin tinggal. Orang orang yang menginginkan Xiao Ziya sebagai objek uji coba adalah orang orang yang berasal dari sebuah lapisan dunia yang cukup misterius mereka memiliki kecerdasan seperti manusia manusia yang diciptakan di zaman moderen namun mereka juga memiliki kekuatan kultivasi seperti orang orang yang tinggal di dunia atas dan dunia bawah bahkan keberadaan mereka tak diketahui oleh Raja Artur yang merupakan raja dari neraka, para dewa dan dewi, serta mereka yang tinggal di dunia peri.


Saat ini Xiao Ziya sedang mencari cari keberadaan Kaisar Yan dan Jenderal Zue setelah cukup lama mencari keberadaan mereka berdua akhirnya Xiao Ziya menemukan mereka sedang ada di sebuah restoran di dekat Akademi Kekaisaran Qiyu. Xiao Ziya masuk kedalam restoran itu kemudian ia duduk di samping Xiao Yan.


"Ekhem." suara deheman Xiao Ziya yang mengagetkan Kaisar Yan dan Jenderal Zue yang sedang fokus menikmati makanan mereka. Untung saja mereka berdua tak tersedak.


"Hah gege kira siapa ternyata kamu." ucap Kaisar Yan yang mengalihkan pandangannya ke Xiao Ziya.


"Apa kau mencari cari kami?." tanya Jenderal Zue.

__ADS_1


"Tentu saja aku datang karna mencari kalian, ku kira kalian dimakan monster." ucap Xiao Ziya dengan raut wajah datarnya saat ini gadis itu sedang merajuk pada kedua kakak laki lakinya itu.


"Maaf jika kami telah membuatmu khawatir." ucap Kaisar Yan, ia mengacak acak rambut Xiao Ziya pelan. Karna terlalu sibuk dengan urusan kekaisaran Xiao Yan sangat jarang menikmati makanan di luar sehingga sebelum pulang ke istana ia mengajak jenderalnya untuk mampir kesebuah restoran.


"Baguslah jika kalian baik baik saja, setelah selesai kalian harus kembali ke istana. Aku akan pergi menemui Xun gege." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi dari restoran itu dan berjalan menju Akademi Kekaisaran Qiyu.


Masalah yang harus Xiao Ziya selesaikan saat ini adalah kekosongan pemimpin di dua tempat yaitu Kekaisaran Lungzo dan juga posisi Kepala Akademi Kekaisaran Qiyu. Setelah beberapa saat berjalan akhirnya Xiao Ziya sampai di depan gerbang masuk Akademi Kekaisaran Qiyu, gerbang sudah terbuka dengan lebar karna itu Xiao Ziya langsung berjalan masuk kedalam dan pergi ke asrama yang ditinggali oleh Xiao Xun.


"Kau datang mencari kakakmu?." tanya Ling Fuen yang ada di depan pintu masuk asrama murid laki laki.


"Iya saya datang mencari Xun gege." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara santai.


"Mari saya antar nona Ziya." ucap Ling Fuen yang berjalan masuk kedalam asrama murid laki laki diikuti oleh Xiao Ziya di belakangnya. Setelah berjalan cukup jauh dari pintu masuk asrama akhirnya mereka sampai di depan kamar yang ditinggali oleh Ling Fuen dan Xiao Xun.


Tok tok tok.


"Ada orangnya gak? kalau ga ada boleh ga di dobrak." ucap Ling Fuen yang mengetuk pintu dengan kencang, ia sengaja membuat Xiao Xun kesal karna itu adalah kesenangan baginya.


Xiao Ziya menggeleng gelengkan kepalanya saat melihat bagaimana tingkah sahabat dari kakak keduanya itu, untung saja Xiao Xun memiliki sahabat yang baik seperti Ling Fuen. Xiao Xun yang saat itu sedang mandi harua segera menyelesaikan ritual mandinya sebelum teman gilanya itu benar benar mendobrak pintu.


"Tunggulah sebentar aku sedang mandi." triak Xiao Xun dengan kencang dari kamar mandi agar Ling Fuen bisa mendengarnya.


"Baiklah jangan membuat adikmu yang cantik dan manis ini menunggumu lama, jika tidak adik Ziya akan dimakan oleh buaya yang tinggal di asrama." ucap Ling Fuen lagi, mendengar bahwa Xiao Ziya sedang mencarinya Xiao Xun langsung mengeringkan badannya dengan handuk dan memakai baju setelah itu ia membukakan pintu.


"Ada apa adik datang kesini? asrama murid laki laki lebih berbahaya daripada menghadapi ribuan hewan iblis." ucap Xiao Xun yang melihat kekanan dan ke kiri. Benar saja banyak murid laki laki yang sedang menatap ke arah adik perempuannya itu.


"Hey apa yang sedang kalian lihat, apakah kalian mau aku mencongkel mata kalian satu satu." ucap Xiao Xun dengan nada kesalnya, para murid laki laki yang tadinya sedang melihat ke arah Xiao Ziya langsung mengalihkan pandangan mereka. Melihat betapa posesifnya kakak laki lakinya itu membuat Xiao Ziya berjuang keras menahan tawanya.


"Mari ikut denganku ke istana karna ada beberapa masalah yang harus kita bahas." ucap Xiao Ziya yang langsung mengajak Xiao Xun untuk pergi ke istana.


"Apa aku boleh ikut?." tanya Ling Fue yang ingin ikut ke istana Kekaisaran Qiyu, karna sudah lama ia tak pergi ke tempat itu.


"Baiklah Fuen gege boleh ikut." ucap Xiao Ziya yang memperbolehkan Ling Fuen ikut dengan mereka menuju istana Kekaisaran Qiyu.


Akhirnya mereka bertiga pergi menuju istana Kekaisaran Qiyu, saat Xiao Ziya akan mendiskusikan tentang kekosongan pemimpin di Kekaisaran Lungzo dan posisi sebagai Kepala Akademi Kekaisaran Qiyu saat itu juga para petinggi Akademi Kekaisaran akan mengadakan rapat dan memilih kepala akademi yang baru.


Hai hai semua gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya, jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share.

__ADS_1


__ADS_2