RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pulang ke Akademi


__ADS_3

Setelah berfikir cukup lama akhirnya Xiao Ziya memiliki sebuah keputusan terbaik untuk sang naga putih.


"Jika kau ingin selalu mengikutiku maka nantinya kau akan dalam bahaya karna saya akan pergi ke dunia atas dalam jangka waktu kurang dari dua bulan saya akan berangkat." ucap Xiao Ziya yang sepertinya memang sedang kebingungan.


Sang naga putih yang mendengar jawaban dari Xiao Ziya hanya bisa menerimanya dengan pasrah karna ia juga tak bisa memaksa agar gadis itu memerimanya menjadi pengikut. Beberapa saat setelah itu dari belakang ada orang orang dunia atas yang terlihat mengejar mereka.


"Mereka tampaknya sangat menginginkanmu." ucap Xiao Ziya yang tersenyum tipis kemudian meminta pada sang naga putih untuk berhenti sejenak di dekat perbatasan wilayah selatan.


Orang orang dari dunia atas itu kini berada di hadapan Xiao Ziya, mereka tengah menatap tajam ke arah Xiao Ziya dan pria yang tadinya terjerat oleh sulur miliknya sepertinya berhasil lolos dan memberitau teman temannya yang lain.


"Serahkan naga putih itu pada kami." ucap sang kultivator yang sempat membuat masalah dengan Xiao Ziya.


"Mungkin dalam mimpi kalian." ucap Xiao Ziya yang tentu saja tak akan menyerahkan naga putih itu pada orang orang tak bertanggung jawab.


Beberapa orang menyerang Xiao Ziya secara bersamaan, namun dengan kekuatan Xiao Ziya saat ini jelas saja mereka bukan tandingan gadis itu.


"Sebenarnya aku tak ingin melukai kalian tapi apa boleh buat." ucap Xiao Ziya yang matanya sudah menjadi merah darah rambutnya juga berubah menjadi merah.


Pertama kalinya kultivator kultivator dari dunia atas merasakan tekanan yang sangat luar biasa dari seorang gadis kecil. Mereka yang tadinya sangat optimis bisa merebut naga putih itu kini mulai menjadi pesimis karna gadis yang ada di hadapan mereka sangatlah mengerikan.


"Kau pasti bukan gadis kecil biasa, apakah kau salah satu kultivator tua yang memasuki tubuh gadis muda." ucap sang kultivator dunia atas yang mengira bahwa jiwa yang ada di dalam tubuh Xiao Ziya adalah jiwa seorang kultivator tua.


Xiao Ziya yang mendengar itu merasa sangat tak suka, bagaimana bisa jiwanya yang berasal dari zaman moderen dengan status seorang mafia muda yang sangat cantik dikatakan sebagai jiwa kultivator tua.


"Jaga mulutmu jika tak ingin aku memotong motong tubuhmu lalu memberikannya pada buaya rawa." ucap Xiao Ziya yang sudah merasa sangat geram gadis itu sangat ingin memukuli pria yang ada di hadapannya.


"Ahahaha walau auramu membuat kami ketakutan namun aku tak yakin bahwa kau bisa melakukannya." ucap kultivator pria itu yang meremehkan kemampuan dan kultivasi dari Xiao Ziya.


Xiao Ziya yang memang tak pernah suka jika ada orang yang meremehkannya akhinya mengeluarkan pedang hitam miliknya yang ia ciptakan dari aura membunuh. Ia menyayat nyayat tubuh sang kultivator dengan pedang hitam miliknya, bekas goresan pedang hitam pada tubuh sang kultivator sangatlah banyak selain itu goresannya langsung menghitam dan meninggalkan bekas yang tak akan pernah bisa dihilangkan.


Sang kultivator memiliki ilmu untuk meregenerasi tubuhnya dia berfikir bahwa luka luka goresan yang kecil itu adalah masalah yang sepele namun saat ia mencoba untuk menghilangkan goresan goresan itu ia gagal melakukannya.


"Mengapa bisa seperti ini mengapa luka yang kau buat tak bisa kusembuhkan." ucap sang kultivator yang begitu geram.


Lima orang kultivator dunia atas menyerang Xiao Ziya secara bersamaan, mereka mengeluarkan banyak sekali jurus gabungan yang mungkin bisa melukai kultivator biasa namun sangat disayangkan karna yang mereka tantang adalah Xiao Ziya.


Akhir dari pertarungan itu adalah kematian dari kultivator kultivator dunia atas, mereka mati dengan keadaan yang sangat mengenaskan apalagi pria yang meremehkan Xiao Ziya tadi. Tubuh pria itu terpotong menjadi beberapa bagian, akan sangat mengerikan jika ada yang menyaksikan kejadian itu. Sang naga putih yang masih ada di sana dan menyaksikan semuanya hanya bisa menggeleng gelengkan kepala gadis itu sangatlah kejam.

__ADS_1


"Baiklah mari kita segera pergi dari sini." ucap Xiao Ziya yang naik keatas tubuh sang naga putih.


Kini mereka berdua dalam perjalanan menuju Wilayah Kekaisaran Qiyu perjalanan mereka kali ini sangatlah mulus dan tak ada yang menghalangi perjalanan mereka. Dalam jangka waktu satu hari satu malam Xiao Ziya dan naga putih itu sampai di wilayah Kekaisaran Qiyu.


Kepulangan Xiao Ziya dengan menaiki naga putih yang sangat panjang membuat geger warga kekaisaran yang melihatnya. Saat ini Xiao Ziya sudah ada di depan gerbang masuk Akademi Kekaisaran Qiyu, naga putih yang ia tunggangi juga sudah mendarat dengan tepat di depan pintu masuk Akademi Kekaisaran Qiyu.


"Wah lihatlah master Ziya sudah kembali, ia menaiki naga putih tanya panjang." ucap salah seorang penjaga gerbang masuk Akademi Kekaisaran Qiyu sedangkan salah satu penjaga gerbang yang lain berlari masuk kedalam akademi untuk memberi tau pada kepala akademi tentang kepulangan master mereka.


Tok tok tok.


Suara ruang kerja Ling An yang diketuk oleh seorang penjaga gerbang. Setelah mendapatkan izin untuk masuk penjaga gerbang itupun masuk kedalam dan membiri tau pada Ling An tentang kepulangan Xiao Ziya.


"Hormat saya pada kepala akademi Ling An, saya ingin melapor jika Master Ziya sudah kembali." ucap penjaga gerbang itu yang masih memikirkan naga putih panjang yang dibawa oleh Xiao Ziya.


"Persilahkan master Ziya untuk masuk kedalam akademi seperti biasa." ucap Ling An yang tak mengerti mengapa penjaga gerbangnya itu terlihat sangat panik dengan kepulangan master mereka.


"Kali ini master Ziya pulang dengan membawa seekor naga putih yang sangat panjang." ucap sang penjaga gerbang yang membuat Ling An sedikit kebingungan apa maksutnya Master Xiao Ziya membawa naga putih yang panjang?.


Karna sangat penasaran akhirnya Ling An pun memutuskan untuk pergi ke gerbang masuk Akademi Kekaisaran Qiyu. Benar saja saat ada di depan gerbang ia melihat seekor naga putih yang sangat panjang selain itu sang naga putih juga bukanlah naga biasa.


"Salam hormat saya pada master Ziya." ucap Ling An yang menyambut kepulangan Xiao Ziya.


"Apakah naga putih itu binatang pengikut nona?." tanya Ling An yang ingin mengetahui dari mana Xiao Ziya mendapatkan binatang yang sangat hebat seperti itu.


"Ah bisa di bilang naga putih ini adalah pengikut saya, saya bertemu dengannya saat berada di wilayah paling selatan dunia bawah." ucap Xiao Ziya yang menjawab dengan singkat sepertinya gadis itu sangat enggan jika harus menceritakan bahwa ia tinggal di Alademi Merpati dalam beberapa hari.


Karna tak ingin memancing kerumunan akhirnya Xiao Ziya memasukkan naga putih itu kedalam cincin semestanya walau Xiao Ziya tak bisa membawa sang naga putih kemanapun namun ia sudah memiliki rencana akan tinggal dimana sang naga putih itu nantinya.


"Jika begitu saya akan kembali ke ruang kerja, nona bisa beristirahat terlebih dahulu." ucap Ling An yang langsung kembali ke ruang kerjanya karna ia memiliki banyak pekerjaan yang menumpuk.


Setelah itu Xiao Ziya masuk kedalam akademi Kekaisaran Qiyu, gadis itu melesat menuju paviliunnya yang ada di sana. Setelah sampai di paviliun Xiao Ziya langsung masuk kedalam kamar dan beristirahat karna ia sampai si wilayah Kekaisaran Qiyu saat malam hari.


"Hah lebih baik aku tidur sejenak." ucap Xiao Ziya yang memejamkan matanya kemudian mulai masuk kedalam alam mimpinya.


Mungkin karna kelelahan Xiao Ziya sampai tak menyadari bahwa di tempat tidurnya ada sebuah surat yang ditinggalkan oleh Raja Artur beberapa hari yang lalu. Berita tentang kepulangan Xiao Ziya sudah sampai di kota kecil miliknya karna ada beberapa orang yang tergabung dalam pasukan khusus milik Xiao Ziya yang melihat kedatangan gadis itu.


Karna nona muda mereka telah kembali akhirnya para pasukan khusus milik Xiao Ziya memilih untuk berlatih seharian agar tingkat kualivitasi mereka bisa meningkat lagi saat nona mudanya itu datang berkunjung.

__ADS_1


"Nona kita sudah kembali sebaiknya kita berlatih lebih keras lagi agar tak mengecewakannya." ucap Sen Linju salah satu pasukan khusus milik Xiao Ziya.


"Benar kita tak boleh mengecewakan nona muda." ucap Yin Jung yang setuju dengan saran pemuda yang ada di sampingnya.


Walau mereka hanyalah manusia biasa, namun mereka tau bagaimana cara membalas budi pada seseorang yang sudah sangat berjasa dalam kehidupan mereka. Apa yang diberikan oleh Xiao Ziya mungkin tak akan pernah bisa mereka tebus walau dengan nyawa sekalipun.


"Junjungan kita memang luar biasa." ucap salah satu jenderal iblis yang tak menyangka bahwa para pengikut junjungan mudanya itu akan sangat setia dan berusaha sangat keras.


Image manusia dunia bawah yang dahulu terkenal sangat tamak agar biaa naik ke dunia di atasnya kini mulai menghilang karna orang orang yang direkrut oleh Xiao Ziya bukan hanya mendapatkan pelatihan fisik saja namun mereka juga mendapat pelatihan etika dan pembelajaran kehidupan yang sangat bermakna.


Dari kisah hidup Xiao Ziya mereka belajar untuk terus berjuang walaupun banyak orang yang menertawakan dan mencaci karna masa depan seseorang ditentukan oleh orang itu sendiri.


Waktu telah berlalu kini sang rembulan telah tergantikan oleh matahari pagi yang cahanya mulai masuk kedalam paviliun Xiao Ziya hingga mengusik seorang gadis yang tengah tertidur pulas.


Xiao Ziya membuka matanya perlahan dan mulai mengumpulkan nyawanya yang masih melayang layang entah kemana, setelah semua nyawanya sudah berkumpul Xiao Ziya duduk sejenak di atas tempat tidur kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Ketika semuanya selesai Xiao Ziya kembali ke kamar untuk menata rambutnya namun saat melihat kearah tempat tidur ia melihat sebuah surat yang tertinggal di sana, Xiao Ziya mengambil surat itu dan mulai membacanya. Saat membaca surat pemberian dari Raja Artur gadis itu sempat menyeringitkan alisnya.


"Mengapa ia menulis surat seperti ini, apakah kakek tua itu ingin ku pukul dengan keras di kepalanya." ucap Xiao Ziya yang menunjukkan ekspresi yang sulit diartikan.


Wajar saja Xiao Ziya menunjukkan ekspresi yang tak biasa karna isi surat yang ditinggalkan oleh Raja Artur sangat sangat luar biasa menggelika.


Dari: Raja Artue yang tampan dan rupawan.


Untuk: gadis kecilku yang nakal dan sangat menggemaskan


Beberapa hari yang lalu Raja Neraka yang tampan ini datang berkunjung ke paviliunmu, namun tak bisa menemukan keberadaan gadis kecil nakal itu. Jadi jika kau sudah kembali ke Akademi Kekaisaran Qiyu segeralah pergi ke Istana Neraka karna aku menunggu kedatanganmu.


Salam manis dari pria tertampan di seluruh lapisan dunia.


Kira kira seperti itulah isi dari surat yang ditinggalkan oleh Raja Artur, jika orang lain yang mendapatkan surat seperti itu mungkin mereka akan merasa senang atau langsung membakarnya.


"Dari mana datangnya sifat narsis dari kakek tua bau tanah itu." ucap Xiao Ziya yang sangat ingin segera ke istana Neraka untuk memukuli kepala sang kakek tua.


Raja Artur yang saat itu sedang membaca beberapa berkas baru tentang catatan orang orang yang baru saja masuk ke neraka tiba tiba saja bersin sebanyak tiga kali, selain itu telinganya terasa sangat gatal.


"Siapa yang berani beraninya membicarakanku." ucap Raja Artur dengan raut wajah yang sangat serius padahal ia tau di empat lapisan dunia hanya Xiao Ziya saja yang berani membicarakan dirinya.

__ADS_1


Hai hai semua aku update lagi nih jangan lupa follow buat yang belum follow, vote karna tiket vote kalian udah keisi, gift hadiah apapun kiterima dengan senang hati, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share, tips oke.


__ADS_2