RATU IBLIS

RATU IBLIS
Menuduh Ziya


__ADS_3

Raja Arur menatap ketiga dewa itu dengan tatapan penuh amarah, berani beraninya mereka datang ke dunia bawah lalu mengganggu gadis kecil kesayangannya itu. Ketiga dewa itu juga terkejut dengan kehadiran Raja Artur, Raja Zeus, dan juga Pangeran Kegelapan di sini.


"Mengapa kalian bertiga ada di sini." ucap dewa Hiloz yang tak menyangka bisa bertemu mereka bertiga di sini.


"Adikku apakah kau baik baik saja? apa ketiga orang itu melukaimu." tanya Pangeran Kegelapan yang langsung menghampiri Xiao Ziya. Untung saja gadis itu baik baik saja jika tidak Pangeran Kegelapan pasti sudah membunuh dewa yang melukai adiknya itu.


"Kami tak punya urusan dengan kalian bertiga, sebaiknya kalian pergi." ucap Dewa Agni dengan nada sombongnya yang membuat Pangeran Kegelapan semakin geram.


"Tentu saja, masalah gadis ini adalah masalah kami bertiga." ucap Raja Zeuz dengan nada yang meninggi.


"Apa hubungannya kalian bertiga dengan gadis sombong ini." ucap Dewa Yingmu yang merasa penasaran dengan hubungan ketingga orang hebat itu dengan Xiao Ziya.


"Dia penerusku." ucap Raja Artur dengan bola mata yang berubah warna menjadi merah darah.


"Dia anak perempuanku." ucap Raja Zeuz.


"Dia adalah adik kesayanganku." ucap Pangeran Kegelapan.


"Dan siapapun yang membuat masalah dengannya berarti membuat masalah dengan kami bertiga." ucap mereka bertiga dengan serempak.


Untuk masalah Xiao Ziya adalah penerus dari Raja Artur semua dewa sudah mengetahuinya, karna kabar itu sempat membuat geger wilayah dewa. Namun mereka tak tau jika Xiao Ziya adalah putri dari Raja Zeus dan adik dari Pangeran Kegelapan. Berurusan dengan mereka bertiga di waktu yang sama bukanlah hal yang baik. Para dewapun akan menghindari hal itu terjadi. Dan bagaimana bisa Xiao Ziya sangat dekat dengan orang orang hebat seperti itu.


"Baiklah kami meminta maaf atas kerusakan yang di buat oleh prajurit dewa." ucap dewa Hiloz yang memilih untuk mengalah daripada ia harus mati di tempat itu.


"Kalian harus ganti rugi atas kerusakan itu." ucap Xiao Ziya yang menginginkan ganti rugi dari pihak dewa.


"Kami meminta maaf saja adalah hal yang langka, kau berani memeras kami." ucap dewa Agni yang sepertinya memang memiliki dendam pribadi dengan Xiao Ziya. Entah mengapa ayah dan putri sama saja, sama sama tak berpendidikan.


"Ayah dan putrinya sama saja." ucap Xiao Ziya dengan spontan yang membuat dewa Agni sedikit terkejut. Bagaimana bisa gadis itu tau bahwa ia memiliki seorang putri.


"Kau mengenal putriku." ucap dewa Agni yang penasaran, pasalnya putrinya itu tak akan berteman dengan gadis seperti Xiao Ziya ini.

__ADS_1


"Ya aku bertemu dengan putrimu dan tiga pemuda tadi. Sepertinya itu putra kalian." ucap Xiao Ziya yang berbicara dengan jujur.


Para dewapun meminta Xiao Ziya mengantar mereka ketempat dimana gadis itu bertemu dengan putra putri mereka. Xiao Ziya setuju namun dewa dewa itu harus membayar ganti rugi terlebih dahulu. Para dewa itu setuju dan membayar sekotak koin emas.


"Baiklah aku akan mengantar kalian, apa kakek tua, ayah, dan gege ingin ikut?." ucap Xiao Ziya.


Raja Artur, Raja Zeus, dan Pangeran Kegelapan menganggukkan kepala mereka, yang berarti mereka akan ikut kemanapun Xiao Ziya pergi. Mereka bertiga tak ingin sesuatu terjadi pada gadis itu, para dewa sangat tak bisa dipercaya. Bisa saja mereka menyerang Xiao Ziya secara diam diam ketika sudah menemukan anak mereka.


Xiao Ziya pun berjalan diikuti beberapa orang dibelakangnya, Xiao Ziya pergi ke penginapan dimana para anak dewa itu tinggal tadinya Xiao Ziya ingin pergi ke kedai tempat ia bertemu tadi namun gadis itu yakin bahwa anak anak dewa itu sudah tak ada di sana.


Tak lama kemudian Xiao Ziya sampai di penginapan, gadis itu mulai masuk kedalam dan melihat sekeliling. Sepertinya anak anak dewa itu sedang ada di kamar mereka. Tanpa bertanya pada pengurus penginapan Xiao Ziya menaiki tangga dan menuju sebuah kamar.


Tok tok tok


Xiao Ziya mengetuk pintu kamar itu, tak lama kemudian ada seorang pemuda yang membuka pintu. Dan yang membuka pintu adalah Ziloz. Ziloz merasa sangat senang melihat Xiao Ziya ada di hadapannya.


"Ada apa kau mencariku gadis manis." ucap Ziloz seperti tak punya rasa malu itu.


"Ayah!." ucap Ziloz yang terkejut ayahnya ada di sana. Bagaimana bisa ayahnya tau bahwa sedang ada di dunia bawah? apakah Xiao Ziya yang memanggil ayahnya untuk datang kesini, bagaimana itu terjadi.


"Dimana yang lainnya cepat panggil mereka kita akan pulang." ucap dewa Hiloz sambil menatap putranya tajam. Dengan segera Ziloz masuk kembali kedalam kamar dan membangunkan teman temannya yang lain.


"Cepatlah bangun, ayah kita sudah datang menjemput." ucap Ziloz yang membuat teman temannya terkejut dan segera bangun.


Kini mereka semua sudah berkumpul di depan penginapan. Meizu menatap Xiao Ziya penuh dengan kebencian, gara gara gadis itu ia akan dimarahi oleh ayahnya setelah sampai di istana dewa.


"Bagaimana bisa kalian pergi dari wilayah dewa tanpa memberi tau kami." ucap dewa Yingmu yang sedikit marah pada putranya.


Ziloz, Xiu, Meizu, dan juga Zima tak bisa berkata apapun juga karna mereka memang bersalah. Meizu menatap ke arah Xiao Ziya, dan dia menemukan sebuah ide.


"Gadis itu yang membawa kita kemari, dia sangat jahat dan memperlakukan kami dengan buruk." ucap Meizu yang membuat sebuah kebohongan untuk melindungi dirinya dan juga yang lain.

__ADS_1


"Aku membawa kalian kesini? Kau fikir aku bisa masuk wilayah dewa dengan se enak jidat?." ucap Xiao Ziya yang tak habis fikir dengan apa yang dikatakan oleh Meizu, bisa bisanya Meizu berbohong untuk melindungi dirinya sendiri.


"Bisa jadi kau meneriaki anak kami sama seperti kau meneriaki kami." ucap dewa Agni yang sepertinya ingin membantu putrinya itu membuat kebohongan.


"Anak dan ayah sama sama tak tau malu, kalian kita setiap hari aku akan bertriak triak untuk memanggil kalian?." ucap Xiao Ziya yang sudah sangat kesal dan ingin rasanya menampar Meizu. Gadis itu sangat tak beretika.


"Tidak, apa yang diucapkan Meizu semuanya salah, kami datang kesini dengan keinginan kami sendiri." ucap Ziloz, Xiu, dan juga Zima secara bersamaan.


Mendengar teman temannya begitu membela Xiao Ziya, membuat Meizu merasa sangat kesal dan hendak menampar gadis itu. Namun pergelangan tangannya berhasil ditangkis oleh Xiao Ziya.


Plak


Satu tamparan mendarat dengan cantik di pipi Meizu. Gadis itu kaget saat Xiao Ziya menamparnya dengan sangat keras.


"Beraninya kau menampar anakku." ucap dewa Agni yang tak terima anaknya ditampar oleh Xiao Ziya.


Bukannya meminta maaf, Xiao Ziya malah menampar pipi sebelah Meizu. Meizu meringis kesakitan dan pipinya berubah menjadi memerah, ada cap tangan Xiao Ziya di pipi Meizu.


"Kau, wanita murahan sepertimu berani beraninya menamparku sebanyak dua kali." ucap Meizu yang sudah sangat geram dan ingin menyeran Ziya, namun ia ditahan oleh Ziloz dan juga Zima.


"Lepaskan aku, aku akan membunuh gadis itu." ucap Meizu yang memberontak, bagaimana bisa rencana awal mereka datang kedunia bawah rusak begitu saja hanya karna gadis itu.


"Cepat bawa anak kalian pulang sebelum aku kehilangan kesabaranku." ucap Raja Artur yang sudah menahan amarahnya sedari tadi.


Para dewa akhirnya membawa anaknya pergi dari dunia bawah, mereka tak ingin bermasalah dengan Raja Artur. Para dewa tau saat Raja Artur marah tak akan ada yang bisa menghentikannya.


"Trimakasih sudah membantuku, aku akan mentraktir kalian makan." ucap Xiao Ziya yang langsung masuk kesebuah kedai yang tak jauh dari sana.


Raja Artur, Raja Zeus, dan Pangeran Kegelapan ikut masuk kedalam kedai. Mereka merasa senang karna Xiao Ziya baik baik saja.


Masalah kali ini membuat Xiao Ziya merasa lelah. Gadis itu sebaiknya perlu merelaksasikan dirinya terlebih dahulu agar tak terkena tekanan batin.

__ADS_1


...Hai hai semuanya aku update lagi jangan lupa vote, komen, like, rate, dan share ya....


__ADS_2