RATU IBLIS

RATU IBLIS
Cemas


__ADS_3

Saat ini Xiao Yan sedang ada di ruang kerjanya, tugas tugas ini membuatnya tak memiliki waktu untuk beristirahat sejenak. Ia sedikit lelah namun berkas berkas itu seperti tak berkurang sama sekali.


Tiba tiba saja ada orang yang kembali mengetuk pintunya, Xiao Yan pun mempersilahkan mereka untuk masuk. Ternyata itu adalah ayah dan juga saudara laki lakinya.


"Kami datang untuk membantumu menyelesaikan berkas berkas yang menggunung itu." ucap Xiao Xun sambil menepuk punggung kakak laki lakinya itu.


Zoe diletakkan disebuah kursi empuk yang lumayan panjang, bayi laki laki itu sedang tertidur dengan pulas.


Xiao Cunyu dan Xiao Xun mengambil beberapa berkas dan mulai mengerjakannya. Melihat itu hati Xiao Yan menghangat memang benar keluarga akan selalu ada ketika kita sedang ada dalam masalah. Namun ada satu hal yang mengganjal dihatinya. Mengapa ia tak melihat adik perempuan kesayangannya sedari tadi? apakah suatu hal buruk tengah menimpa adiknya.


"Xiao Yan apakah kau melihat adik Ziya? aku tak melihatnya sejak pagi tadi." ucap Xiao Yan dengan nada cemas.


"Adik sedang ada urusan mendadak, kudengar ia juga menahan serangan para binatang buas di perbatasan." ucap Xiao Xun yang menjelaskan apa yang ia ketahui, mungkin Xiao Xun tak tau jika adiknya sedang pergi ke kerajaan sebelah.


"Ternyata gadis itu masih sama, ku kira ia akan benci padaku karna sikapku tempo lalu." ucap Xiao Yan yang tersenyum kemudian kembali mengerjakan berkas berkas itu.


Disis lain Putri Xi Anhi sedang berdandan dengan cantik dikamar dia berniat untuk mengunjungi kaisar muda yang masih berkutat dengan berkas berkasnya.


"Akan kupastikan kau jatuh cinta denganku malam ini." ucap Putri Xi Anhi dengan penuh percya diri.


Setelah selesai berdandan Putri Xi Anhipun berjalan menuju ruang kerja Xiao Yan. Dari cara jalannya saja sudah membuat orang lain kesal dan ingin menjorokkannya kejurang.


Putri Xi Anhipun mengetuk pintu kemudian masuk tanpa menunggu persetujuan dari Xiao Yan. Iya langsung berjalan dan mendekati Xiao Yan. Mungkin Putri Xi Anhi tak menyadari keberadaan Xiao Cunyu, Xiao Xun, dan juga Xiao Zoe disana.


Tanpa tau malu Putri Xi Anhi duduk di pangkuan Xiao Yan dan bersikap sangat manja dihadapannya. Xiao Yan sangat muak dan langsung mendorong Putri Xi Anhi hingga sang putri terjatuh kesamping.


"Mengapa Yang Mulia Kaisar begitu tega padaku, aku datang kesini hanya untuk menemanimu agar tak merasa sendirian." ucap Putri Xi Anhi dengan ekspresi sedihnya yang dibuat buat.


Xiao Cunyu dan Xiao Xun yang melihat semua kejadian itu seperti ingin merobek wajah Putri Xi Anhi, agar gadis itu tak perlu berpura pura polos lagi. Namun kali ini Xiao Yan tak tersentuh sekali dengan air mata yang keluar dari mata indah Putru Xi Anhi.


"Pergilah aku tak membutuhkanmu untuk menemaniku." ucap Xiao Yan dengan nada yang tegas dan hendak mengusir putri Xi Anhi.


Namun urat malu gadis itu sepertinya memang sudah tidak ada. Bukannya sadar diri dan segera pergi dari sana Putri Xi Anhi malah menangis sejadi jadinya disana, ia merobek bajunya sendiri dan berteriak sekan akan sesuatu yang buruk sedang menimpanya.


"Tolong tolong kaisar ingin melecehkanku." triak Putri Xi Anhi dengan tak tau malu.


Xiao Yan, Xiao Xun, dan juga ayah mereka hanya bersikap tak acuh dan melanjutkan tugas mereka masing masing, triakan kepalsuan putri Xi Anhi tak mereka gubris.

__ADS_1


Seperti yang direncanakan beberapa orang dari kerajaan Xingmen datang dan membantu putri Xi Anhi untuk berdiri. Mereka menatap tak senang ke arah Xiao Yan.


"Apa yang kau lakukan pada putriku, kau sudah menodainya. Aku ingin kaisar menikah dengan putriku sebagai tanggung jawabmu atas apa yang terjadi padanya." ucap Selir Xi Jinhu dengan sangat tak tau malu. Namun Xiao Yan tak peduli dan masih mengurusi berkas berkasnya yang lebih penting daripada drama murahan itu.


"Kaisar!!! kau harus bertanggung jawab." ucap Pangeran Xi Wunho dengan triakan yang lantang.


Sedangkan Putri Xi Anhi masih menangis sambil memeluk ibunya, ia bercerita bahwa kaisar melecehkannya. Sungguh sebuah drama yang membosankan dan membuat yang lain merasa jijik.


"Kapan aku melecehkanmu? kau bahkan tak lebih menarik dari berkas berkas ini." ucap Xiao Yan dengan nada dingin.


Orang orang dari kerajaan Xingmen sedang berfikir keras agar sang kaisar mau mengakui perbuatan yang tidak ia lakukan.


"Walaupun begitu tak ada saksi jika Yang Mulia Kaisar tak melakukannya, kami akan memberi taukan pada semua orang bahwa kaisar sudah melecehkan seorang gadis dan anda tak mau bertanggung jawab. Dengan begitu reputasi anda akan jatuh." ucap Pangeran Xi Yizu yang merasa dirinya talah menang karna menemukan sebuah ide yang sangat berlian.


"Kau fikir aku peduli?." jawab Xiao Yan lagi yang membuat orang orang dari Xingmen itu merasa sangat kesal dan marah.


"Tanggung jawanlah pada putriku!!!!." triak Selir Xi Jinhu yang membuat keadaan seolah olah bahwa Xiao Yan benar benar menodai putrinya.


"Haruskah kakakku bertanggung jawab pada seorang gadis yang tiba tiba saja melempar tubuhnya pada kakakku kemudian merobek pakaiannya sendiri karna merasa diabaikan?." ucap Xiao Xun yang membuat orang orang dari Xingmen itu merasa terkejut, sejak kapan pemuda itu dan seorang pria asing ada di sana.


"Se.. Sejak kapan Pangeran Xun ada di sini?." ucap Putri Anhi dengan wajah pucatnya.


"Tetap saja Kaisar harus bertanggung jawab pada adikku." ucap Pangeran Xi Wunho yang sepertinya sudah kehilangan akal sehat. Jika tidak melakukan kesalahan mengapa harus bertanggung jawab itu terdengar sangat lucu dan juga memuakkan.


Ditempat lain saat ini Xiao Ziya tak dapat beristirahat setelah selesai meditasi. Perasaanya sangat cemas iapun pergi keruang kerja Raja Xi Yunho.


"Raja Xi Yunho saya pamit untuk kembali ke Kekaisaran Qiyu, perasaan saya sangat tidak nyaman." ucap Xiao Ziya yang tengah mengutarakan apa yang sedang ia rasakan.


Sang raja sedikit terkejut dengan kedatangan tiba tiba Xiao Ziya yang tanpa mengetuk pintu ataupun meminta ijin. Namun ia faham bahwa gadis itu sedang sangat cemas.


"Baiklah pergilah dengan kedua putraku, kami juga akan pergi kekaisaran esok pagi untuk meminta maaf." ucap sang raja yang memang tak bisa menahan kepergian Xiao Ziya.


"Bawalah Pangeran Xi Sihu jika berkunjung, aku akan mengobatinya di sana. Jika begitu saya pamit undur diri trimakasih telah menerima saya dengan baik disini." ucap Xiao Ziya yang langsung bersiap untuk pergi.


Gadis itu kembali ke kamarnya untuk berpamitan pada Pangeran Xi Sihu.


"Pangeran kecil, jiejie harus pergi terlebih dahulu. Datanglah ke Kekaisaran Qiyu bersama yang lain nanti ya." ucap Xiao Ziya yang langsung mencium pipi dan juga kening Pangeran Xi Sihu.

__ADS_1


Permaisuripun datang untuk menggantikan Xiao Ziya menjaga Pangeran.


"Trimakasih telah menyembuhkan dan menyayangi putra kecilku." ucap sang permaisuri dengan air mata berlinang, ia tak menyangka bahwa gadis yang tak ia kenal dengan baik itu begitu menyayangi putra kecilnya.


"Itu bukan masalah permaisuri, jagalah putramu dengan baik. Datang ke kekaisaran aku akan mengobati sisa racunnya. Sampai jumpa." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi dari ruangan itu.


Pangeran Xi Mingu dan juga Pangeran Xi Binxi sudah menunggu di depan gerbang istana kerajaan Xingmen, semua orang orang yang tinggal di Istana Kerajaan Xingmen mengangar kepergian Xiao Ziya dan kedua pangeran, walau baru bertemu namun mereka semua merasa sudah dekat dengan Xiao Ziya.


"Berkunjunglah ke Kekaisaran Qiyu jika merindukanku." triak Xiao Ziya sambil melambaikan tangannya. Merekapun berjalan menuju benteng perbatasan.


Saat Xiao Ziya pergi bersama kedua pangeran itu, ada seorang pangeran yang menatap dengan pandangan tak senang. Mengapa ia tak terpilih untuk menemani Xiao Ziya pergi.


"Sialan aku akan mendapatkanmu, aku tak rela jika ada saudaraku yang mendahuluiku nantinya." ucap Pangeran Xi Juto yang masih saja mengincar Xiao Ziya.


Saat sampai ditengah kota Xiao Ziya menemui seorang gadis yang tak lain dan tak bukan adalah Yume.


"Yume mari kita pergi." ucap Xiao Ziya pada gadis itu.


"Apakah kedua pangeran ini akan ikut dengan kita nona Ziya?." tanya Yume dengan penasaran.


"Iya kedua pangeran ini akan ikut, sebaiknya kita harus bergegas pergi." ucap Xiao Ziya.


Merekapun melanjutkan perjalanan menuju benteng perbatasan Kerajaan Xingmen, saat melihat Xiao Ziya penjaga perbatasan segera memberikan hormat dan membuka gerbang, mereka sudah tau jika gadis itu ingin kembali kekaisaran.


"Selamat jalan nona Ziya, trimakasih telah membantu kami." ucap para prajurit perbatasan secara serentak.


"Tidak perlu sungkan, aku akan mengunjungi kalian jika sekolahku libur nanti." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum manis.


Xiao Ziyapun memanggil Zier dan meminta Zier untuk berubah dalam bentuk aslinya. Zierpun menjadi sangat besar kedua pangeran itu tentu saja belum terbiasa dengan hal hal seperti itu.


Akhirnya Xiao Ziya, Yume, dan juga kedua pangeran naik ke punggung Zier dan mereka memulai perjalanan untuk kembali ke Kekaisaran Qiyu.


"Zierku bisakah kau lebih cepat lagi, maaf jika aku merepotkanmu aku merasa sangat cemas." ucap Xiao Ziya yang masih saja tak bisa berhenti mencemaskan kakak laki lakinya itu.


"Zier akan berusaha, nona tenang saja." ucap Zier yang mengerahkan semua tenaganya ia tak mau membuat nonanya kecewa, lagipula terbang dengan cepat hanya membuatnya lelah saja bukan mati.


**Hai hai semuaa maaf ya karna author lama ga update karna beberapa alasan, gimana kalian sehat kan? jangan lupa jaga kesehatan ya kalian semua.

__ADS_1


Jangan lupa Vote, like, komen, rate, share ya**.


__ADS_2