RATU IBLIS

RATU IBLIS
Perjanjian


__ADS_3

Setelah mendengar perkataan Min Ronje, Xiao Ziya menjadi lebih tenang. Gadis itu memesan beberapa makanan kesukaanya, sembari menunggu pesanannya dan yang lain datang Xiao Ziya menceritakan rencananya saat pernikahan Xiao Yan nanti. Semua saudara sepupunya setuju dan tak ada yang melarang Xiao Ziya melakukan hal itu karna apa yang dilakukan oleh Xiao Yan sudah terlewat batas.


"Kau memang perlu memberi pelajaran pada kakak pertamamu itu." ucap Xiao Bin, ia sudah sangat kesal pada prilaku Kaisar Yan terhadap saudara sepupunya itu.


"Jika bisa aku ingin memukul gadis bernama Wi Xume itu hingga ia pingsan." ucap Xiao Yuna dengan sorot mata tajamnya, ia tak terima jika gadis rendahan seperti Wi Xume membuat kehidupan adik sepupunya menjadi berantakan.


Min Ronje melihat ke arah saudara sepupu Xiao Ziya yang lain secar bergantian, untunglah adik sepupunya itu dikelilingi oleh orang orang yang menyayanginya dengan tulus sehingga ia tak perlu terlalu khawatir. Tak lama kemudian pesanan mereka sampai, mereka menikmati makanan tanpa ada suara lain.


Xiao Xun baru saja keluar dari ruang rapat, untuk pemilihan murid baru tahun ini ia akan memfokuskan pada karakter dan kedisiplinan peserta didik. Karna kekuatan bisa dibentuk dan dikembangkan dengan latihan rutin dan kerja keras sedangkan untuk membentuk suatu karakter yang baik dibutuhkan waktu yang cukup lama.


Baru saja Xiao Xun ingin masuk kedalam ruang kerjanya tiba tiba salah satu penjaga gerbang datang menemuinya.


"Salam hormat saya pada kepala akademi." ucap penjaga gerbang masuk akademi.


"Saya terima salammu, ada keperluan apa hingga kau datang menemui saya?." tanya Xiao Xun yang penasaran dengan maksut dan tujuan penjaga gerbang datang menghampirinya.


"Satu jam yang lalu Master Ziya datang bersama dengan seorang pemuda untuk menemui anda, karna anda masih berada di ruang rapat mungkin saat ini master sedang menunggu anda di suatu tempat." ucap penjaga gerbang itu yang memberitau bahwa adik dari Xiao Xun datang mencarinya. Ia sengaja mengatakan hal ini pada Xiao Xun agar pemuda itu tetap menunggu di ruang kerja hingga Xiao Ziya datang menemuinya.


"Baiklah, terimakasih atas informasinya. Anda bisa kembali ke tempat anda bertugas." ucap Xiao Xun dengan senyum ramah. Penjaga gerbang itupun menundukkan kepalanya kemudian pergi dari hadapan Xiao Xun.


Setelah itu Xiao Xun masuk kedalam ruang kerja, ia berencana menunggu adiknya datang menemuinya. Di sisi lain Xiao Ziya dan Min Ronje sudah selesai makan terlebih dahulu dibanding yang lain, sepertinya mereka sedang kelaparan.


"Semuanya kami pamit terlebih dahulu karna ada perlu dengan Kepala Akademi." ucap Xiao Ziya yang berpamitan pada saudara saudaranya yang lain.


"Kami akan datang sesuai dengan apa yang adik rencanakan." ucap Xiao Feng dengan penuh semangat, ia sudah tak tahan ingin melihat drama yang sangat luar biasa di hari itu.


Xiao Ziya teresenyum menanggapi respon dari saudara saudaranya itu. Ia dan Min Ronje turun ke lantai bawah kemudian bergegas pergi dari kantin, beberapa murid perempuan menatap penuh minat ke arah Min Ronje.


"Wah siapa pemuda yang ada di samping Master Ziya?." ucap salah seorang murid perempuan dengan tatapan seperti ingin menculik Min Ronje.


Mereka berdua berjalan dengan cepat karna tak ingin semakin menarik perhatian murid murid lain, setelah perjuangan yang cukup melelahkan akhirnya mereka berdua sampai di depan ruang kerja Xiao Xun.


Tok tok tok.


Suara pintu ruang kerja Xiao Xun yang diketuk oleh Xiao Ziya. Setelah mendapatkan izin mereka langsung masuk kedalam.


"Salam saya pada Yan gege." ucap Xiao Ziya yang memberi salam pada kakak laki laki keduanya itu.


"Salam saya pada kepala akademi." ucap Min Ronje yang ikut memberikan salam pada Xiao Xun.


"Salam saya pada kalian berdua. Ternyata benar jika adik Ziya datang berkunjung, silahkan duduk." ucap Xiao Xun yang membalas salam dari Ziya dan Min Ronje.


Xiao Ziya dan Min Ronje duduk di tempat yang sudah disediakan, mata Xiao Xun selalu terarah pada Min Ronje yang duduk di sebelah adik kesayangannya itu. Apakah mungkin adiknya sudah jatuh hati pada pemuda itu, karna jika dilihat lihat pemuda yang duduk di samping Xiao Ziya memang tampan. Xiao Ziya yang mengerti apa yang sedang difikirkan oleh Xiao Xun langsung menjelaskan agar tak ada kesalahfahaman yang terjadi.


"Pemuda yang ada di samping saya adalah kakak sepupu, dia anak dari bibi Min Xunzi." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara santainya. Xiao Xun masih belum mengerti sejak kapan ia memiliki seorang bibi bernama Min Xunzi.

__ADS_1


"Sepertinya kita tak memiliki seorang bibi." ucap Xiao Xun dengan raut wajah seperti meminta penjelasan pada adiknya itu.


Dengan terpaksa Xiao Ziya menjelaskan dan sedikit bercerita apa yang ia alami saat berada di dunia atas dan bagaimana ia bisa bertemu dengan bibinya yang merupakan adik dari ibu kandung Xiao Ziya. Mendengar penjelasan itu membuat Xiao Xun merasa senang karna bisa bertemu dengan saudara sepupunya yang belum pernah ia temui sebelumnya.


"Ah jadi begitu, senang bertemu denganmu tuan muda Min Ronje." ucap Xiao Xun dengan wajah bahagianya.


"Senang bertemu denganmu juga Xiao Xun gege." ucap Min Ronje yang sadar bahwa kakak laki laki Xiao Ziya lebih tua darinya.


"Apakah adik datang untuk membahas tentang Yan gege dan gadis itu?." tanya Xiao Xun yang sudah menebak bahwa Xiao Ziya memiliki rencana untuk kedua orang itu.


"Tentu saja karna mereka harus mendapatkan pelajaran yang setimpal." ucap Xiao Ziya dengan senyum menyeramkan.


Xiao Ziya mulai mendiskusikan rencananya bersama Xiao Xun, sedangkan Min Ronje hanya mendengar dan sesekali memberikan saran. Satu jam berlalu dengan cepat dan mereka sudah memiliki rencana yang sangat matang, Xiao Xun merasa lega karna adiknya itu tak berencana untuk membunuh kakak pertama mereka karna bagaimanapun juga dulu mereka mempunyai hubungan yang baik. Xiao Ziya mempunyai asumsi bahwa Xiao Yan telah jatuh hati pada gadis yang salah sehingga sifatnya berubah secara drastis, apalagi ini baru pertama kalinya Xiao Yan jatuh cinta.


Xiao Ziya masih ingat memorinya saat ia masih menjadi Zoya, betapa bodohnya ia karna sudah dibutakan oleh cinta dan mati di tangan kekasihnya sendiri. Saat itu tak ada orang yang lebih peduli padanya selain kekasihnya, hal ini sedikit berbeda dengan apa yang dialami oleh Xiao Yan karna masih ada kedua adiknya serta anggota keluarganya yang akan membuat pemuda itu sadar bahwa jalan yang telah ia pilih adalah jalan yang salah.


"Saya dan Ronje gege akan pergi ke Istana Kekaisaran Qiyu, saya permisi terlebih dahulu Xun gege." ucap Xiao Ziya yang menundukkan kepalanya kemudian pergi dari ruang kerja Kepala Akademi Kekaisaran Qiyu bersama dengan Min Ronje.


Mereka keluar dari wilayah akademi dan berjalan menuju istana, di sepanjang jalan banyak penduduk Kekaisaran Qiyu yang menatap ke arah Xiao Ziya seperti ada yang ingin mereka sampaikan. Hingga ada dua anak kecil yang datang menghampiri Xiao Ziya dan memberikan gadis itu satu keranjang buah apel segar.


"Kalian memberikannya pada saya?." tanya Xiao Ziya yang kebingungan dengan perlakuan kedua anak kecil itu.


"Telimakasih karna telah menyelamatkan kami semua." ucap kedua anak kecil itu secara bersamaan dengan logat yang sangat lucu.


Xiao Ziya tersenyum lalu mengusap kepala kedua anak kecil itu bergantian.


"Kami pelgi dulu." ucap kedua anak kecil itu yang berlari sembari melambaikan tangan mereka pada Xiao Ziya.


Xiao Ziya dan Min Ronje tersenyum melihat tingkah anak kecil itu, mereka melanjutkan perjalanan menuju Istana Kekaisaran Qiyu. Setelah sampai di depan gerbang masuk para prajurit penjaga gerbang mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam.


Ia mengajak Min Ronje untuk pergi ke ruang kerja Kaisar Yan, kali ini Ziya masuk tanpa mengetuk pintu karna ia sudah sangat kesal dengan tingkah kakak pertamanya. Kaisar Yan sedikit terkejut melihat ada yang membuka pintu ruang kerjanya tanpa mengetuk terlebih dahulu, namun setelah mengetahui yang melakukan itu adalah Xiao Ziya sang kaisar hanya diam.


"Saya akan membebaskan kekasih anda setelah anda menandatangani surat perjanjian ini." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan sebuah kertas dari cincin semestanya.


"Apakah dalam perjanjian ini tertera bahwa saya tak diizikan menikahi Wi Xume?." tanya Kaisar Yan, ia sedang memastikan beberapa hal yang tertera dalam perjanjian mereka.


"Tidak ada hal semacam itu dalam surat perjanjian ini, kau harus menikahi gadis itu satu minggu lagi sebelum saya berubah fikiran. Hal yang saya inginkan adalah saya akan mengambil beberapa milik gadis itu." ucap Xiao Ziya yang menunjuk ke suatu baris dalam surat perjanjian yang ia buat dan Kaisar Yan langsung membacanya.


Melihat adiknya tak melarang ia menikah dengan Wi Xume membuat Kaisar Yan sangat bersemangat ia langsung menandatangani surat perjanjian itu dan memberikan stampel khusus miliknya. Entah karna Kaisar Yan sangat naif atau bodoh ia tak sempat membaca bagian lain dari surat itu.


"Bisakah kau bebaskan kekasihku sekarang? jangan sampai ia merasa kesakitan di dalam penjara." ucap Kaisar Yan dengan wajah sedihnya. Xiao Ziya sangat ingin memukul kepala kakak pertamanya itu hingga amnesia.


"Tolong bawa Wi Xume sekarang." ucap Xiao Ziya, ia memberikan perintah pada beberapa prajurit yang sedang berjaga di depan ruang kerja Kaisar Yan.


Sejak awal Kaisar Yan tak mengetahui jika Wi Xume sudah tak berada di ruang tahanan setelah ia menjalani hukuman seratus kali cambukan, gadis itu berada di salah satu kamar tamu untuk mendapatkan perawatan. Wi Xume juga sempat bertanya pada beberapa pelayan yang diutus untuk melayaninya mengapa Xiao Ziya tak membiarkannya bertemu dengan Kaisar Yan, para pelayan itu menjawab mungkin saya Xiao Ziya tak ingin Kaisar Yan melihat kondisi kekasihnya yang sangat buruk.

__ADS_1


Dengan polosnya Wi Xume menerima alasan itu dan tak pernah bertanya lagi. Entah mengapa orang senaif dia berani memiliki cita cita untuk menjadi tokoh antagonis.


Setelah beberapa saat prajurit prajurit itu kembali dan membawa Wi Xume masuk kedalam ruang kerja Kaisar Yan.


"Kami telah melaksanakan tugas dari nona Ziya." ucap para prajurit itu.


"Trimakasih atas bantuannya, kalian bisa kembali." ucap Xiao Ziya dengan senyum ramahnya.


Para prajurit itu membungkukkan badan kemudian keluar dari ruang kerja sang kaisar. Namun ada yang aneh dengan tingkah Wi Xume, sedari tadi gadis itu menatap ke arah Min Ronje. Mungkin saja gadis gatal itu sedang terpesona oleh ketampanan yang dimiliki kakak sepupu Ziya itu.


"Siapa pemuda yang ada di sampingmu itu?." tanya Kaisar Yan, ia tak suka karna kekasihnya menatap pemuda itu dengan tatapan terpesona.


"Ah ini kakak sepupu saya, Kaisar Yan tenang saja karna kakak saya ini sudah dijodohkan dengan salah seorang putri dari kerajaan yang ada di dunia atas sehingga ia tak akan tertarik dengan kekasih anda yang jauh dibawah standar itu." ucap Xiao Ziya dengan senyum meledek yang ia tujukan pada Wi Xume. Kaisar Yan merasa lega karna pemuda di samping adiknya itu tak tertarik pada Wi Xume.


Sedangkan Wi Xume tengah meremas tangannya kesal karna merasa direndahkan oleh Xiao Ziya. Memangnya secantik apa gadis yang menjadi jodoh pemuda tampan itu.


"Saya sangat mencintai kekasih saya, dia adalah gadis mandiri, cantik, baik, berwibawa selain itu kami juga berada di level kultivasi yang sama." ucap Min Ronje yang membuat hati Wi Xume semakin panas padahal gadis itu tengah jatuh hati padanya.


"Memangnya berada di lingkat berapa kultivasi gadismu itu?." ucap Wi Xume dengan nada bicara ketusnya.


"Dia sudah berada di alam dewa pertama, saya sungguh beruntung karna bisa mendapatkannya." ucap Min Ronje dengan raut wajah bahagia, Xiao Ziya berusaha mati matian menahan gelak tawanya mengapa Wi Xume sangat percaya bahwa kakak sepupunya itu sudah dijodohkan.


"Kau bisa tanda tangan di sini, dan satu minggu lagi pest pernikahanmu dengan Kaisar Yan akan dilangsungkan." ucap Xiao Ziya yang menunjuk dimana tempat yang harus ditandatangani oleh Wi Xume. Tanpa membaca isi perjanjian itu Wi Xume menandatanganinya.


"Bukankah kakak laki laki keduamu belum memiliki kekasih. Apakah ia tak diminati oleh para gadis?." ucap Wi Xume yang berusaha membalas ejekan Xiao Ziya dengan mencoba merendahkan Xiao Xun.


"Xun gege bukanlah barang murahan yang didapatkan dengan mudah, saya akan mencarikan seorang gadis yang berEtika baik dan Kuat tentunya." ucap Xiao Ziya, gadis itu sengaja menekan beberapa kata untuk membuat Wi Xume sadar.


"Gadis seperti apa yang bisa kau carikan untuk kakak keduamu itu, di dunia ini tak ada gadis secantik diriku." ucap Wi Xume dengan tingkat kepedean yang sudah melebihi batas.


Kaisar Yan saat itu sedang sibuk dengan tugad tugasnya lagipula itu hanya percekcokan antara calon kakak ipar dengan adik iparnya, itulah yang ada di fikiran Kaisar Yan kala itu. Sedangkan Min Ronje sudah duduk di kursi tamu untuk melihat perdebatan yang sangat seru.


"Saya memang jarang bercermin namun ada jutaan gadis yang lebih cantik daripada anda. Ah jangan lupa satu hal bahwa masih ada saya di dunia ini." ucap Xiao Ziya yang kali ini mengakui bahwa ia lebih cantik bahkan jauh lebih cantik dibandingkan dengan Wi Xume.


"Saya tau nona sangat cantik namun etika nona nol." ucap Wi Xume dengan teriakan kesal. Mendengar perkataan Wi Xume tak membuat Xiao Ziya tersinggung, ia malah tertawa dengan sangat keras dan membuat Wi Xume kebingungan.


"Apakah kau sedang mengomentari dirimu sendiri ahahaha." ucap Xiao Ziya dengan tawa yang masih belum terhenti. Min Ronje dan beberapa prajurit yang ada di luar ikut tertawa.


"Sialan kau." ucap Wi Xume karna tak bisa membalas perkataan Xiao Ziya lagi. Sebanyak apapun hinaan yang Wi Xume lontarkan Xiao Ziya dapat membalasnya berkali kali lipat.


"Banyak yang harus saya lakukan, saya permisi. Ah ia kalian jangan tidur bersama sebelum menikah." ucap Xiao Ziya yang langsung keluar dari ruang kerja Kaisar Yan. Min Ronje mengikuti adik sepupunya itu dari belakang.


Setelah Xiao Ziya dan Min Ronje pergi, Wi Xume mendekat ke arah Kaisar Yan kemudian duduk dipangkuan sang kaisar. Kaisar Yan hanya diam dan fokus pada dokumen dokumen yang harus segera ia selesaikan.


"Bukankah adikmu itu sangat menyebalkan sayang." ucap Wi Xume dengan nada bicara manja.

__ADS_1


"Ia hanya tak siap kehilangan salah satu kakak laki lakinya." ucap Kaisar Yan dengan santai, Wi Xume langsung diam karna ia tau bahwa saat ini Kaisar Yan sedang tidak bisa diganggu.


Hai hai semua setelah enam kali purnama akhirnya bisa up juga. Kalian jangan nangis ya guys cepetan elap ingus kalian oke. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya karna wajib, like like like, gift hadiah apapun, komen buat ninggalin jejak, rate, share juga ya.


__ADS_2