RATU IBLIS

RATU IBLIS
Perjalanan Selanjutnya


__ADS_3

Beberapa saat setelahnya mereka sudah selesai menyantap makanan yang dijadikan untuk sarapan pagi ini. Xiao Ziya mengajak mereka semua untuk pergi ke ruang kerja milik Yanze Xu dan membahas beberapa hal yang perlu diselesaikan sebelum Xiao Ziya melanjutkan perjalanannya lagi. Yanze Xu membukakan pintu kerjanya itu dan mempersilahkan kakak laki lakinya, Raja Artur, seta Junjungan Mudanya untuk masuk ke dalam.


"Sebelum saya pergi saya ingin menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara Yang Mulia Raja Artur dengan Tuan Yanze Xu." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tipis, untunglah saat itu Ziya sudah bisa membuka matanya dan melihat bagaimana situasi di dalam ruang kerja.


"Sebagai pemimpin dari Alam Neraka saya meminta maaf pada Tuan Yanze Xu atas kesalahan besar yang telah saya lakukan lima puluh tahun yang lalu, karna kecerobohan serta ketidaktegasan saya, Anda dan seluruh pengikut Anda harus diusir keluar dari Alam Neraka. Saya tau permintaan maaf ini tak akan mengubah apapun atau menghapus rasa sakit yang telah kalian simpan selama ini, saya akan berusaha untuk mengembalikan posisi Anda kembali sebagai pemimpin Kelompok Kalajengking Iblis yang ada di Alam Neraka." ucap Raja Artur dengan membungkukkan badannya di hadapan Yanze Xu sebagai pertanda permohonan maaf yang tulus dari pria tua itu.


"Saya mewakili seluruh kelompok Kalajengking Iblis yang tinggal di tempat ini sudah memaafkan Yang Mulia Raja Artur, kami akan menunggu keadilan dari Anda serta Junjungan Muda Xiao Ziya." jawab Yanze Xu, ia berhasil menjawab permintaan maaf Raja Artur dengan lancar meski jantungnya berdegup dengan sangat kencang.


Xiao Ziya menghela nafas lega, akhirnya perselisihan yang terjadi antara kedua belah pihak dapat diselesaikan hari itu juga. Xiao Ziya memasukkan Lunzie Xu kedalam cincin semestanya karna itulah tempat tinggal pria itu sekarang, setelahnya Xiao Ziya berpamitan pada Raja Artur dan Yanze Xu untuk melanjutkan perjalanannya menuju Desa Elnz.


"Jaga dirimu baik baik, jangan sampai kau terluka dan membuat semua orang yang menyayangi mu menjadi khawatir." ucap Raja Artur dengan senyuman tampan yang terlihat sangat narsis bagi Xiao Ziya, entah kapan kakek tua itu menyadari bahwa usianya sudah tak muda lagi.


"Baiklah saya akan mengingat pesan Anda dengan baik, jika ada sesuatu yang terjadi di Alam Neraka dan hal tersebut tak dapat Anda atasi sendiri tolong panggil saja saya." ucap Xiao Ziya yang khawatir kakek tua itu akan membuat masalah yang lebih besar. Jika keseimbangan dunia semakin berantakan maka besar kemungkinan akan terjadi kehancuran.


"Ahahaha kau tak perlu khawatir gadis nakal, aku akan langsung mencari mu jika ada hal sulit yang tak bisa ku lakukan." jawab Raja Artur dengan santai, tak masalah jika ia mengakui bahwa Xiao Ziya jauh lebih hebat daripada dirinya.


"Saya pamit terlebih dahulu, sampai jumpa semua." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat pergi meninggalkan Istana Kerajaan Kalajengking Iblis. Setelah berada di luar area istana kerajaan, gadis itu mendongakkan kepalanya ke atas untuk mencari dimana pusaran pasir hitam berada.


Setelah beberapa saat akhirnya Xiao Ziya menemukan pusaran pasir hitam yang ia cari, gadis itu melesat dengan kecepatan tinggi dan menembus pusaran pasir hitam itu. Xiao Ziya tak perlu menahan nafasnya ketika berada di dalam pasir hitam itu, entah mengapa tak ada satu butir pasir yang ingin menyentuh tubuh gadis itu . Setelah berputar putar cukup lama akhirnya Xiao Ziya berada di bagian paling atas dari Hutan Pasir Hitam, gadis itu menoleh ke kanan dan ke kiri karna ada sekelompok prajurit Kalajengking Iblis yang sedang membentuk formasi.


"Apa yang sedang terjadi di tempat ini?." gumang Xiao Ziya dengan suara pelan, mengapa Yanze Xu tak mengatakan apapun mengenai apa yang sedang terjadi di Hutan Pasir Hitam bagian atas.


Karna penasaran dengan penyebab prajurit Kalajengking Iblis yang sedang berjaga di bagian atas dari Hutan Pasir Hitam, Xiao Ziya pun melesat melewati para prajurit kalajengking iblis yang menutupi penglihatannya. Setelah sampai di barisan paling depan Xiao Ziya langsung melihat ke bagian lain dari hutan tersebut, ternyata ada ribuan binatang iblis yang ingin mengambil alih wilayah Hutan Pasir Hitam yang menjadi milik kelompok Kalajengking Iblis.


"Sebaiknya nona mundur karna ini urusan kami dengan para bintang iblis itu, kami tak ingin manusia seperti Anda sampai mati di tangan mereka." ucap salah seorang prajurit Kalajengking Iblis yang belum mengetahui siapa Xiao Ziya.


"Masalah kalian juga menjadi masalah saya." jawab Xiao Ziya dengan santai. Gadis itu berjalan maju menuju kelompok bintang iblis yang sedang menatapnya penuh dengan kebencian, Xiao Ziya hanya tersenyum mendapatkan respon seperti itu. Perlahan lahan aura penguasanya Alam Neraka mulai keluar dari tubuh Xiao Ziya dan seketika dua kelompok yang sedang berseteru menjadi sangat hening.


Para bintang iblis gemetaran karna merasakan aura yang lebih kuat dari milik mereka, tekanan yang besar membuat beberapa binatang iblis memilih untuk masuk kembali ke dalam hutan karna tak ingin nyawanya melayang ditangan gadis manusia yang semakin dekat dengan wilayah mereka. Xiao Ziya tersenyum puas melihat para binatang iblis itu merasa takut padanya, sebagian dari mereka adalah para binatang iblis yang sengaja kabur dari alam neraka tanpa alasan yang jelas.

__ADS_1


"Bukankah wilayah Hutan Pasir Hitam ini sudah dibagi dengan rata? mengapa kalian tetap ingin merebut apa yang telah menjadi hak mereka!." ucap Xiao Ziya dengan suara yang cukup keras hingga membuat beberapa binatang iblis terpental kebelakang. Gelombang suara yang dikeluarkan oleh Xiao Ziya bisa membunuh ribuan manusia biasa hanya dengan satu kata yang keluar dari mulutnya.


"Kami iri karna mereka memiliki dua lapisan yang berbeda di wilayah yang mereka tempati." ucap seekor harimau berwarna hitam pekat dengan garis emas di tubuhnya. Jadi alasan para binatang iblis itu ingin menguasai wilayah Kalajengking Iblis karna merasa iri dengan dua lapisan yang mereka tinggali?.


"Itu salah kalian sendiri, mengapa kalian tak mampu menciptakan dua lapisan berbeda di wilayah yang telah kalian kuasai?. Jangan menyalahkan kelompok lain atas ketidakmampuan yang kalian miliki." sindir Xiao Ziya dengan kata kata yang sangat tajam, mendengar perkataan Xiao Ziya membuat harimau hitam itu langsung terdiam dan tak dapat menyanggah lagi.


"Kami ingin bertukar wilayah dengan mereka!!." ucap seekor ular raksasa dengan warna biru cerah, sepertinya ular itu adalah salah satu iblis es yang seharusnya berada di bagian paling utara ataupun paling selatan di Alam Neraka.


"Apa kalian merasa kurang puas dengan wilayah yang kalian tempati saat ini?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman tipis.


"Ya, kami tak puas dengan tempat ini. Kami dengar lapisan bawah dari wilayah milik kelompok Kalajengking Iblis tak dapat ditembus oleh sinar matahari. Kami juga menginginkan tempat seperti itu karna cahaya matahari di sini terlalu menyilaukan." jawab iblis badak tanah dengan tatapan tajam yang ia berikan pada Xiao Ziya.


"Siapa yang meminta kalian untuk kabur dari Alam Neraka? bukankah di sana tempat yang cocok untuk iblis seperti kalian tinggal?." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi kesal, gadis itu sangat ingin membunuh semua binatang iblis yang ada di hadapannya namun gadis itu masih memiliki sedikit hati nurani.


Para binatang iblis itu tak bisa mengatakan apapun lagi, untuk kabur dari Alam Neraka bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan namun untuk kembali lagi ke sana mereka memerlukan persetujuan langsung dari Yang Mulia Raja Artur. Para binatang iblis itu percaya bahwa Raja Artur sangat kecewa dengan mereka semua karna meninggalkan Alam Neraka tanpa alasan yang jelas, oleh karna itu mereka semua memutuskan untuk menetap di Hutan Pasir Hitam yang ada di Dunia Manusia Abadi. Xiao Ziya sangat pusing dengan berbagai hal yang terjadi di Alam Neraka, mengapa kakek tua itu tak segera menyelesaikan masalah masalah seperti ini terlebih dahulu. Akhirnya Xiao Ziya mengeluarkan beberapa token berwarna hitam yang ia buat sendiri sebagai tanda pengenal, token itu dapat digunakan oleh para iblis yang sengaja kabur dari Alam Neraka untuk kembali ke sana karna mendapatkan izin langsung dari Junjungan Muda.


"Jika kami boleh tau siapa nona sebenarnya hingga memiliki kuasa memberikan izin seperti ini?." tanya sang harimau hitam dengan rasa penasaran tinggi.


"Seharusnya kalian tau siapa saya setelah melihat token identitas itu." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat pergi meninggalkan kelompok Kalajengking Iblis dan bintang iblis yang sedang kebingungan dengan identitas gadis itu. Ular raksasa berwarna biru meminta salah satu token pemberian dari Xiao Ziya kemudian menatapnya dalam kurun waktu yang cukup lama, seketika manik mata ular itu melebar saat menyadari siapa gadis manusia yang baru saja melintas melewati mereka.


Ular itu mengubah wujudnya menjadi manusia kemudian meminta para binatang iblis yang lain untuk melakukan hal yang sama, setelahnya mereka berbalik arah menghadap ke Xiao Ziya yang telah melangkah pergi cukup jauh. Para binatang iblis itu langsung membungkukkan badan dengan serendah rendahnya dan mengucapkan salam pada Junjungan Muda dari Alam Neraka.


"Hormat kami para binatang iblis rendahan pada Junjungan Muda, maaf atas kesalahan yang telah kami lakukan. Saat ini juga kami akan kembali ke Alam Neraka sesuai dengan perintah Anda." ucap para binatang iblis itu dengan tubuh gemetaran, karna terlalu lama tinggal di luar Alam Neraka hingga mereka tak mengetahui bahwa Raja Artur telah memilih seorang pewaris tahta yang akan menggantikan posisinya suatu hari nanti.


Melihat para binatang iblis itu menyebut gadis manusia tersebut dengan sebutan Junjungan Muda membuat kelompok Kalajengking Iblis yang berjaga di bagian atas wilayah mereka langsung membungkukkan badan dan memberi salam penghobi juga. Akhirnya mereka tau mengapa seorang gadis manusia bisa keluar dari Istana Kalajengking Iblis tanpa ada luka sedikitpun, seharusnya Raja Yanze Xu memberitahukan hal ini terlebih dahulu pada seluruh pengikutnya.


"Saya harap kalian bisa hidup dengan lebih baik lagi kemanapun para iblis pergi, Alam Neraka adalah tempat tinggal paling sempurna untuk mereka." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar yang menghiasi wajah cantiknya. Untunglah dalam waktu yang cukup singkat gadis itu sudah sampai di perbatasan antara Hutan Pasir Hitam dengan wilayah Kerajaan Ming Tuo. Tempat kedua yang harus Xiao Ziya lewati untuk sampai di Desa Elnz adalah Kerajaan Ming Tuo yang sangat terkenal dengan hasil bahan makanan pokok.


Xiao Ziya berjalan dengan santai saat keluar dari wilayah Hutan Pasir Hitam, beberapa prajurit perbatasan melihat ke arah gadis itu dengan tatapan terkejut. Bagaimana bisa seorang gadis yang masih sangat muda selamat begitu saja ketika melewati Hutan Pasir Hitam yang ditinggali oleh banyak iblis? mungkinkah gadis itu salah satu iblis yang menyamar menjadi manusia dan ingin masuk ke dalam wilayah Kerajaan Ming Tuo.

__ADS_1


"Tunjukkan token identitas Anda jika ingin masuk ke dalam." ucap salah seorang prajurit perbatasan dengan wajah pucat, ia sangat takut jika gadis itu benar benar seorang iblis. Biasanya iblis akan langsung menyerang para prajurit perbatasan saat mereka menanyakan tentang token identitas, karna merasa takut prajurit itupun memejamkan matanya.


Mendapat perlakuan seperti itu membuat Xiao Ziya merasa heran, apakah wajahnya sangat menakutkan hingga prajurit itu memejamkan mata? atau ada iblis yang mengikutinya keluar dari Hutan Pasir Hitam?. Untuk memastikan hal itu Xiao Ziya langsung menoleh kebelakang namun ia tak menemukan apapun di sana, Xiao Ziya kembali melihat ke arah prajurit yang sedang memejamkan matanya itu.


"Apa wajah saya begitu menakutkan?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan polos, gadis itu masih belum mengerti apa yang membuat si prajurit takut padanya padahal ia tak mengeluarkan aura membunuh.


Karna tak kunjung mendapat jawaban, Xiao Ziya langsung mengeluarkan sebuah token identitas yang menunjukkan bahwa ia adalah pemimpin dari Kerajaan Bulan.


"Ini token identitas saya, bagaimana Anda bisa melihatnya jika terus memejamkan mata seperti itu?." tanya Xiao Ziya pada sang prajurit. Untunglah prajurit tersebut langsung membuka matanya dan melihat ke arah token identitas yang diberikan Xiao Ziya. Prajurit itu kembali melakukan hal aneh dengan menatap Xiao Ziya dan melihat ke arah token identitas itu berulang kali.


"Anda nona Xiao Ziya yang sangat terkenal itu!!." ucap sang prajurit penjaga perbatasan dengan suara yang cukup kencang hingga menarik perhatian prajurit yang lain. Kini Xiao Ziya dikelilingi oleh para prajurit penjaga gerbang wilayah Kerajaan Ming Tuo, mereka ingin melihat dengan jelas wajah gadis muda yang berhasil merebut Kerajaan Bulan dari Raja Anling Zee.


Mendapat perhatian sebanyak itu di wilayah yang pertama kali ia kunjungi membuat Ziya merasa sedikit canggung apalagi dengan tatapan para prajurit penjaga perbatasan. Prajurit prajurit itu sangat kagum dan menjadikan Xiao Ziya sebagai panutan mereka, hal yang tak pernah mereka bayangkan adalah wajah yang sangat cantik dari gadis kuat seperti Xiao Ziya.


"Bisakah kalian berhenti menatap saya seperti itu?." tanya Xiao Ziya pada semua prajurit penjaga perbatasan Kerajaan Ming Tuo yang sedang mengerumuninya.


Akhirnya para prajurit itu mulai membukakan jalan untuk Xiao Ziya, mereka juga meminta maaf atas sikap tak sopan yang telah mereka lakukan. Bagaimana bisa para prajurit itu lupa jika gadis muda yang sedang mereka kagumi memiliki kekuatan untuk menghancurkan sebuah kerajaan, jangan sampai Kerajaan Ming Tuo bernasib sama dengan Kerajaan Bulan apalagi Klan Mue.


"Maaf atas tindakan kurang sopan yang kami lakukan pada Nona Besar Xiao Ziya, kami sangat kagum dengan keberanian dan ketangguhan Anda sehingga ingin melihat Anda dengan jarak dekat. Kami harap Anda tak tersinggung dan langsung menghancurkan Kerajaan Ming Tuo karna kejadian itu." ucap salah seorang prajurit penjaga perbatasan yang mewakili teman temannya yang lain.


"Saya hargai kekaguman kalian pada saya, terimakasih karna telah menyambut kedatangan saya dengan baik. Saya hanya tak terbiasa terlalu dekat dengan orang orang yang pertama kali saya lihat." jawab Xiao Ziya dengan senyuman manis, beberapa prajurit sampai mimisan karna tak bisa menahan pesona milik Xiao Ziya.


"Buka gerbangnya!!!." triak salah seorang prajurit perbatasan yang meminta prajurit penjaga gerbang untuk membuka gerbang masuk wilayah Kerajaan Ming Tuo dan membiarkan Nona Besar yang sangat mereka kagumi untuk masuk ke dalam.


Setelah mendengar teriakan itu para prajurit penjaga gerbang membukakan gerbang masuk wilayah Kerjaan Ming Tuo dengan lebar, mereka tak tau siapa yang datang hingga membuat para prajurit penjaga perbatasan begitu bersemangat.


"Silahkan masuk ke dalam Nona Besar Xiao Ziya, terimakasih karna memperlakukan kami dengan baik." ucap prajurit penjaga perbatasan yang membungkukkan badan saat Xiao Ziya melintasi mereka. Gadis itu hanya tersenyum ketika mendapat perlakuan yang luar biasa dari orang orang yang tak ia kenali seperti para prajurit tadi.


Hai hai semua author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.

__ADS_1


__ADS_2