
Bayangan pedang emas milik Xiao Ziya bergerak dengan sendirinya menebas kepala kedua siluman cobra yang ada di hadapan Xiao Ziya. Kedua siluman itu hanya diam saja karna mereka meremehkan bayangan pedang emas itu, siapa yang akan menyangka sebuab bayangan dapat membunuh dua siluman cobra dengan ukuran yang cukup besar.
Kedua kepala cobra itu terlepas dari badannya, kini Xiao Ziya tinggal mencari empat siluman yang lain.
"Kalian tau kemana perginya empat murid baru yang menjaga gerbang sebelum kalian?." tanya Xiao Ziya pada keempat murid Klan Xiao, keempat pemuda itu seperti sedang mengingat ingat sesuatu.
"Sepertinya jika tidak salah mereka pergi bersama anggota klan yang lain kedalam aula." ucap salah seorang murid yang mengatakan bahwa ia melihat empat murid baru yang tadinya menjaga gerbang pergi masuk kedalam aula utama.
Xiao Ziya menepuk jidatnya dengan cukup keras bagaimana bisa ia tak menyadari kehadiran keempat pemuda siluman ular di dalam aula utama, trik apa yang mereka gunakan sehingga berhasil mengelabuhinya.
Xiao Ziya meminta pada keempat murid Klan Xiao itu untuk berjaga di gerbang masuk klan dan melarang siapa saja untuk masuk kedalam sebelum masalah ini selesai, entah itu kaisar atau rakyat biasa mereka dilarang untuk masuk kedalam. Keempat pemuda itu mematuhi perintah Xiao Ziya sedangkan Xiao Ziya melesat dengan cepat menuju aula utama Klan Xiao. Ia membuka pintu aula utama dengan paksa karna cemas ada hal buruk yang terjadi di sana.
"Putriku kau sudah kembali." ucap Xiao Cunyu yang langsung memeluk Xiao Ziya dengan erat.
"Ini belum berakhir ayah." bisik Xiao Ziya di telinga sang ayah.
Xiao Ziya menarik semua kertas emas yang berisikan mantra kuno, ia melihat semua orang yang ada di dalam aula gadis itu sedang mencari dimana keempat pemuda siluman itu berada dan siapa saja yang sudah terkena pengaruh siluman ular itu.
"Barisan paling depan hingga empat barisan di belakangnya saya mohon untuk berada di belakang saya." ucap Xiao Ziya yang sudah seperti perintah mutlak yang tak bisa dibantah lagi. Merekapun melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Xiao Ziya sedangkan keempat pemuda siluman ular itu tersenyum dengan sangat mengerikan.
"Sekarang bagaimana kau akan menolong anggota klanmu." ucap seorang pemuda siluman ular yang sepertinya ingin menantang Xiao Ziya.
"Kubus pelindung seribu mantra terbentuklah." ucap Xiao Ziya yang menyebutkan salah satu sihir pelindung yang ia miliki. Seketika orang orang yang ada di belakang Xiao Ziya terlindung oleh kubus milik gadis itu.
"Jika kalian memiliki dendam pada leluhur kami di masa lalu maka pergilah ke neraka dan tuntut keadilan di sana." ucap Xiao Ziya yang menatap tajam kearah empat pemuda siluman itu.
"Lebih baik kami menghabisi seluruh keturunan Klan Xiao." jawab salah seorang pemuda siluman.
"Kalian boleh menghancurkan klan ini setelah kalian beempat berhasil mengalahkanku." ucap Xiao Ziya yang kini memegang semua kertas emas dengan mantra kunonya kemudian melemparnya ke arah anggota Klan Xiao yang terkena pengaruh siluman ular itu, seketika kertas emas itu menempel pada kening mereka semua.
"Apa gunanya kertas jelek itu." ucap salah satu pemuda siluman ular yang merasa bahwa kertas mantra milik Xiao Ziya hanyalah mainan anak anak.
__ADS_1
"Cobalah untuk menyentuh salah satu dari mereka jika kau berani." ucap Xiao Ziya yang tak terpengaruh dengan kata kata profokasi yang dilontarkan oleh keempat pemuda siluman ular itu.
Saat salah satu dari pemuda siluman ular ingin mendekati Xiao Ciyun yang dari awal sudah terkena pengatuh mereka tiba tiba saja pemuda itu terpental jauh dan menabrak dinding. Apa yang dimiliki Xiao Ziya bukanlah hal hal atau benda benda biasa.
"Dengan begini semua anggota klan ku telah aman." ucap Xiao Ziya yang menunjukkan senyuman iblisnya yang membuat para siluman merinding.
"Hanya dengan membunuhmu saja dendam kami berempat tak akan berkurang." ucap keempat siluman ular itu secara bersamaan.
Xiao Ziya tak menggubris apa yang keempat pemuda siluman ular itu katakan, tujuannya sekarang hanyalah satu hal yaitu membunuh keempat pemuda jelmaan siluman ular tanpa ampun.
Tiba tiba saja sebuah pancaran aura hitam yang pekat muncul di tengah tengah aula dan nampaklah Raja Artur yang sedang melihat ke arah empat pemusa siluman ular yang tengah merasa kebingungan.
"Siapa kau jangan campuri urusan kami dengan gadis kecil itu." ucap salah satu dari pemuda siluman ular yang memang tak mengenal siapa Raja Artur.
Walau keempat pemuda yang telah menjadi siluman ular itu pernah mati sebelumnya namun karna jiwa mereka dijadikan persembahan maka jiwa keempat atau bisa dibilang keenam siluman itu tak pernah naik ke atas langit untuk melakukan seleksi reingkarnasi. Jiwa mereka yang penuh dendam tetap ada di dunia kemudian mereka mencari tubuh ular yang bisa dirasuki, setelah mendapat tubuh ular yang mereka inginkan akhirnya keenam pemuda itu melakukan ritual ritual sesat agar jiwa mereka menyatu dengan jiwa dan tubuh sang ular.
"Urusan gadis ini adalah urusanku juga." ucap Raja Artur yang tak akan terima jika penerusnya dilukai atau diganggu oleh siluman sialan seperti keempat siluman ular yang ada di hadapannya itu.
"Bukankah dia pria yang waktu itu?." ucap Xiao Cunyu yang sedang berusaha mengingat ingat siapa Raja Artur.
"Minggirlah kami tak ada urusan denganmu, jangan sampai membuat kami berempat marah." ucap keempat siluman ular itu, sebenarnya mereka mengusir Raja Artur karna mereka berempat takut dengan aura yang dipancarkan oleh kakek tua itu.
"Kakek tua sepertinya mereka berempat tak ingin mendengarkanmu biar saya yang menghabisi mereka." ucap Xiao Ziya yang sudah tak sabar untuk menghabisi keempat siluman ular itu. Raja Artur menuruti apa yang diinginkan oleh penerusnya itu, ia menepi dari hadapan keempat siluman ular.
"Jika kedua saudara kalian adalah siluman ular cobra lalu kalian siluman ular apa?." ucap Xiao Ziya yang tampak penasaran dengan wujud asli keempat siluman itu.
Keempat pemuda itupun berubah menjadi empat ular piton yang cukup besar namun lebih besar ular piton salju milik Xiao Ziya. Xiao Ziya menatap keempat siluman piton berwarna hitam itu, ternyata mereka merasuki tubuh binatang iblis tingkat menengah.
"Ah hanya seperti ini ternyata." ucap Xiao Ziya yang memandang remeh ke arah empat siluman piton hitam yang ada di hadapannya.
"Apa maksutmu, apa kau meremehkan kami?." ucap keempat siluman piton hitam itu yang tak terima karna mereka diremehkan oleh seorang gadis kecil.
__ADS_1
Xiao Ziya meminta Wirle sang piton salju miliknya untuk keluar dari cincin semesta, seketika muncullah seekor ular piton salju yang merupakan binatang sihir tingkat misteri. Wilre menatap tajam kearah empat piton hitam yang merupakan siluma itu. Binatang sihir, binatang iblis, binatang ajaib yang asli akan merasa sangat marah ketika mereka menjumpai siluman yang menggunakan tubuh sesamanya.
"Saya menunggu perintah dari nona muda." ucap piton salju itu yang hanya dimengerti oleh Xiao Ziya.
"Habisi empat siluman piton hitam yang sangat menjijikkan ini." perintah Xiao Ziya pada piton salju miliknya.
Mendengar perintah dari nona mudanya tentu saja Wilre merasa sangat senang, keempat siluman piton hitam itu sangat mengganggu pandangan matanya.
"Kalian sudah mengganggu nona mudaku kini waktunya pembalasan." ucap Wilre yang langsung mengibaskan ekor besarnya itu kesalah satu siluman piton hitam hingga ia mati ditempat.
Selisih tingkat kekuatan antara piton salju milik Xiao Ziya dan siluman piton hitam sangatlah jauh sehingga mereka berempat akan kesulitan menghadapi Wilre.
"Sialan sejak kapan Klan Xiao miliki generasi yang sangat jenius seperti ini." ucap ketiga siluman piton hitam yang tersisa, mereka tak menyangka setelah lama dikurung dalam gua dan pertama kalinya keluar dari sana mereka bertemu dengan seorang gadis yang sangat kuat seperti Xiao Ziya.
"Hey piton putih mengapa kau mau menjadi budak dari seorang gadis lemah." ucap salah satu dari siluman piton hitam yang berusaha untuk mempengaruhi piton putih milik Xiao Ziya. Namun usaha mereka sia sia saja karna Wilre sangat setia pada nona muda ya yang telah menolong, merawat, dan menjaganya.
"Siluman rendahan seperti kalian ingin memprovokasiku? mimpilah." ucap Wilre yang kemudian menyemburkan racun es yang sangat mematikan pada ketiga siluman piton hitam itu.
Lambat laun tubuh mereka menjadi pucat dan mati karna kehabisan oksigen, melihat kinerja dari piton salju miliknya tentu saja Xiao Ziya sangat puas.
"Wilre bisakah kau membantuku untuk mencari ular jelek yang menjadi dalang dibalik semua ini." ucap Xiao Ziya yang memberikan perintah baru pada piton saljunya. Dengan semangat Wilre menyusutkan ukuran tubuhnya kemudian pergi.
"Ada keperluan apa hingga anda mencari saya?." tanya Xiao Ziya pada Raja Artur yang masih ada di sana.
"Setelah urusanmu selesai datanglah keistanaku ada hal penting yang ingin ku sampaikan." ucap Raja Artur yang meminta Xiao Ziya untuk datang ke istana neraka setelah urusannya selesai.
"Baiklah saya akan segera datang ke sana, dan maaf saat anda datang ke klan saya suasana klan tidak sedang baik baik saja." ucap Xiao Ziya sambil sedikit membungkukkan badannya sebagai tanda permintaan maaf yang tulus darinya.
"Tidak masalah, kalau begitu saya pergi terlebih dahulu." ucap Raja Artur yang tiba tiba saja menghilang.
Melihat permasalahan ini telah selesai para anggota Klan Xiao yang tadinya hanya berada di belakang Xiao Ziya kini mulai mendekat ke arah gadis itu dan menatapnya penuh dengan rasa khawatir, sedangkan anggota Klan Xiao yamg terkena pengaruh dari para siluman ular jatuh pingsan.
__ADS_1
"Saya baik baik saja kalian tak perlu khawatir." ucap Xiao Ziya yang tersenyum ceria. Semua orang merasa lega karna gadis yang telah menyelamatkan mereka baik baik saja tanpa luka sedikitpun.
Hai hai semuanya gimana kabar kalian semoga kalian sehat ya, author balik lagi nih. Jangam lupa follow buat yang belum, vote juga oke, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share, tips.