RATU IBLIS

RATU IBLIS
62


__ADS_3

Hari dan bulan terus berganti tak terasa ternyata Andre dan yang lainnya selesai ulangan semester 1, dan besok adalah hari dimana rapot diambil oleh orang tua atau wali. Selama ini Hermione mengajarkan Reno, Fadil, Ariel dkk dan Sarah dkk untuk menghadapi ulangan sedangkan Andre dia tak diajari karena sudah tau semuanya.


"Besok kakak yang ngambil rapot aku?" tanya Andre yang ada dikamar Hermione dia duduk diranjang empuk milik Hermione.


"Iya" jawab Hermione yang duduk disofa sambil menghisap vapenya.


"Aku peringkat 1 pastinya" ucap Andre.


"Pede parah" ucap Hermione.


"Yaiyalah, aku udah mempelajari semuanya dari dulu, pelajarannya udah diluar otak aku" ucap Andre.


"Iya iya serah" ucap Hermione.


***


Hermione berangkat kesekolah bersama Andre, Andre yang mengendarai mobilnya. Tak terasa mereka sampai kesekolah, Andre memarkirkan mobilnya ternyata disana sudah ada mobil Dimas.


Hermione dan Andre keluar dari mobil, banyak orang yang membisik-bisikan mereka berdua tapi mereka berdua cuek saja.


Hermione dan Andre menghampiri Dimas dan yang lainnya. Reno dan Ariel melihat Hermione tanpa berkedip. Hermione menggunakan baju kaos berwarna hitam dilengkapi jaket lepis dibadannya, menggunakan rok pendek berwarna hitam, topi hitam penutup kepala yang harusnya didepan dia simpan kebelakang, sepatu berwarna hitam bercampur sedikit putih, rambut berwarna lilac ash brown yang diurai menambahkan kesan cantiknya itu bertambah berkali-kali lipat.


Disana juga ada orang tua Fadil, Ariel dkk, dab Sarah dkk. Para orang tua tampak ikut terpesona melihat kecantikan Hermione.


"Gaya tomboy tapi cantiknya tetap terpancar" ucap Fadil memuji Hermione hanya tersenyum.


"Bidadari tak bersayap" ucap Dimas.


"Bidadari dari neraka, ada kok sayap masa lo lupa" batin Andre yang didengar oleh Hermione dan Dimas.


"Oh iya ada ya sayap" batin Dimas.


"Untuk orang tua atau wali siswa/siswi silahkan masuk kedalam kelas sesuai dengan kelas anak bapak dan ibu" ucap guru yang menggunakan mikrofon memberitahu para orang tua/wali siswa/siswi.


"Ayo sayang" ajak Dimas menggandeng Hermione berjalan pergi.


"Sayang pala lo" ucap Andre. Dimas menoleh lalu mengulurkan lidahnya mengejek Andre, Dimas berpindah menjadi merangkul pinggang Hermione dan melanjutkan langkahnya. Para orang tua Fadil, Ariel dkk dan Sarah dkk sudah pergi terlebih dahulu.


Reno yang melihat itu cemburu sama halnya dengan Ariel. Terlihat Hermione dan Dimas tertawa bersama sambil berjalan kearah kelas membuat mereka semakin cemburu. Andre berjalan kearah kantin.


"Eh mau kemana lo?" tanya Fadil.


"Kantin" jawab Andre tanpa menghentikan langkahnya.


"Ikut" Fadil menyusul Andre.


"Kagak ngajak" ucap Sani menyusul.


"Kuy kantin" ucap Dani.


"Kuylah" jawab Sarah dkk. Reno dan Ariel hanya diam saja, mereka berjalan kearah kantin menyusul Andre.


Andre dan Reno beda kelas jadi Hermione dan Dimas harus berpisah, Hermione masuk kedalam kelas banyak orang tua ataupun wali melihat Hermione. Hermione langsung duduk dikursi tanpa memperdulikan mereka, guru masuk kedalam kelas dan langsung duduk dikursi yang ada didepan.


"Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua bapak-bapak, ibu-ibu, abang-abang, dan kakak-kakak" sapa gurunya.


"Pagi" jawab mereka semua.


"Sebelum membagikan rapot saya disini akan menyampaikan perilaku anak-anak bapak dan ibu saat berada disekolah" ucap guru, dia mulai berbicara semuanya tentang siswa/siswi dikelas itu.


Hermione dengan malas mendengar itu semua, setelah lama mendengarkan akhirnya saat pembagian rapot dimulai, rapot dibagikan dari nama siswa/siswi yang berinisial a dan seterusnya.


Hermione maju dan duduk dihadapan gurunya setelah beberapa orang tua mengambil rapot anaknya.


"Selamat Andre Gerome mendapatkan peringkat ke 1 dikelas, walaupun dia nakal tapi prestasinya tak bisa diragukan lagi. Selain peringkat 1 dikelas Andre juga peringkat 1 umum" ucap gurunya.


"Ini rapot dan piagam Andre" gurunya menyerahkan rapot dan map yang berisi piagam.


"Terima kasih" Hermione mengambilnya.


"Kalau boleh tau mbak ini siapanya Andre?" tanya guru itu.


"Kakak" jawab Hermione.

__ADS_1


"Oh baiklah, sekali lagi selamat sekarang mbak boleh menemui Andre dan memberitahu kabar ini" ucap guru.


"Permisi" ucap Hermione berdiri lalu pergi.


Saat keluar kelas Hermione bertemu dengan Dimas, mereka berjalan bersama kearah kantin karena Hermione merasakan Andre dan yang lain dikantin.


"Kadal itu peringkat berapa?" tanya Dimas menyebut Andre kadal.


"Peringkat 1 dari kelas dan juga peringkat 1 umum" jawab Hermione.


"Pintar juga sikadal, oh iya lupa diakan yasudahlah lupakan banyak orang disini" ucap Dimas, Hermione terkekeh.


"Reno berapa?" tanya Hermione.


"Dia peringkat 2 seperti biasa tak pernah jadi peringkat 1 aneh aku, dari dulu sampai sekarang 2 terus" ucap Dimas.


"Pintar juga, belum tentu kita bisa peringkat 2" ucap Hermione.


"Benar kata kamu" ucap Dimas lalu mereka berdua tertawa kecil.


Mereka berdua sudah sampai dikantin, orang tua Fadil, Ariel dkk dan Sarah dkk sudah memberikan rapot mereka lalu pergi dari sekolah. Hermione dan Dimas berjalan kearah meja mereka semua.


"Kamu benar-benar cantik istriku walaupun dengan gaya tomboy aku tetap mencintaimu, apalagi warna rambutmu sekarang berbeda menambah kecantikan kamu" bisik Dimas.


"Dari aku masih menjadi manusia sampai iblis dan sekarang menyamar menjadi manusia lagi aku tetap cantik" jawab Hermione ikut berbisik.


"Sombong sekali istriku ini" bisik Dimas lalu mereka berdua tersenyum saling pandang.


Mereka berdua lalu duduk, Hermione duduk disamping Andre dan berhadapan dengan Dimas.


"Nih" Hermione memberikan rapot dan mapnya kepada Andre.


"Peringkat berapa?" tanya Andre.


"Dibuka dan dibacalah kadal biar tau" ucap Dimas.


"Nyambung aja lo buaya" ucap Andre membuka rapot lalu membuka mapnya, setelah itu dia tutup kembali.


"Peringkat berapa?" tanya Fadil penasaran.


"Kenapa nilai lo rendah?" tanya Fadil.


"Lo dapat peringkat gak?" tanya Dani.


"Jadi lo ditinggal nih?" tanya Sani.


"Yaelah drama lo, peringkat 1 kelas sama peringkat 1 umum gitu" ucap Dimas.


"Hah?!" mereka terkejut mendengar Andre peringkat umum jika peringkat kelas bisalah tapi ini umum.


"Benerkan kata aku kak peringkat 1 kakak gak percaya" ucap Andre.


"Iya deh iya" ucap Hermione.


"Pinter juga lo Dre" ucap Dani.


"Yaiyalah" ucap Andre sombong.


"Ajarin matematika ya nanti rendah nih aku" ucap Wawa.


"Kalau aku fisika ya Dre" ucap Santi.


"Iya" jawab Andre.


Saya gak punya simpati karena saya gak jualan pulsa mbak...


Nada dering ponsel Hermione berbunyi, Hermione langsung mengambil ponselnya yang ada ditas lalu melihat siapa yang menelpon Andre mengintip untuk melihat siapa yang menelpon kakaknya itu. Yang lain bengong mendengar nada dering milik Hermione.


"Hmmm orang Bali itu ya?" ucap Andre melihat namanya.


"Iya" jawab Hermione lalu mengangkat telponnya.


"Halo.... udah nih baru ngambil rapot Andre" ucap Hermione, Andre mendekat untuk mendengar apa yang dikatakan sipenelpon.

__ADS_1


"Gue peringkat 1 umum gak kayak lo begonya sampai ketulang-tulang" ucap Andre saat mendengar pertanyaan sipenelpon peringkat berapa Andre, Hermione menjitak kepala Andre.


"Jangan dengerin dia anggap aja bisikan setan" ucap Hermione, Andre yang mendengar perkataan Hermione cemberut.


"Iblis bukan setan" batin Dimas, Andre menatap Dimas tajam yang ditatap mengejek Andre.


"Ntahlah mungkin beberapa hari lagi aku liburan ke Bali karena belum nyiapin perlengkapan untuk pergi kesana.... iya nanti aku kabarin kalau udah di Bali..... Bye" Hermione mematikan sambungan telponnya.


"Siapa?" tanya Reno datar.


"Apa yang waktu itu nelpon kakak siapa itu namanya aku lupa" ucap Reno.


"Iya dia" jawab Hermione.


"Ohhh" balas Reno.


"Gak sabar ke Bali" ucap Andre pelan.


"Emang kenapa gak sabar?" tanya Sani yang mendengar ucapan Andre.


"Cewek disana pada cantik" ucap Andre.


"Sexy lagi" ucap Dani.


"Bener banget" ucap Andre.


"Tapi masih kalah sama cantiknya kak Dara, kak Dara itu jauh lebih cantik dari cewek lain" ucap Andre tersenyum melihat Hermione.


"Apaan sih lo" Hermione mengusap wajah Andre gemas.


"Gak cocok lo jadi penggombal kayak gitu apalagi gombalin gue, mending lo gombalin tuh mereka bertiga" ucap Hermione melihat kearah Sarah dkk.


"Bukan gombal sumpah dah" ucap Andre.


"Ngegombal kakak sendiri" ucap Dimas.


"Ntar lo atau kak Dara baper gimana?" ucap Sani.


"Udah baper kok" ucap Andre, ya emang benar dari dulu Andre sudah menyukai Hermione sedangkan Hermione ntahlah mungkin ada sedikit rasa kepada Andre. Hermione langsung melihat Andre dan menatap mata Andre tajam.


"Hehehe bercanda kak" ucap Andre mencium pipi Hermione.


"Gak bercanda serius sih kan kakak udah tau itu" bisik Andre sebelum menjauh dari wajah Hermione.


"Emang udah tau tapi gak dibilang disini juga" bisik Hermione.


"Ya maaf" bisik Andre.


"Bisik-bisik tetangga" ucap Ariel, dia ingat kalau mereka berdua pernah tidur bersama.


"Kita dianggurin, makanya gue biasanya malas beli anggur karena ini nih" ucap Fadil.


"Anggur atau kacang sama aja ya mahal" ucap Sani.


"Mending beli apel biar diapelin terus" ucap Sarah melirik sebentar Andre.


"Nah itu tuh" ucap Dani.


"Apaan sih gajelas" ucap Andre.


"Udahlah kak ayo pulang" Andre menarik tangan Hermione lalu pergi.


"Lah kenapa tu si kadal" ucap Dimas heran.


"Pulang juga yok bang" ucap Reno.


"Ayo, kalian mau pulang atau gak?" tanya Dimas.


"Kita mau nongkrong dulu disini" jawab Sani.


"Yaudah duluan ya" ucap Dimas.


"Iya bang" jawab mereka semua. Dimas dan Reno lalu pergi dari sana.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2