
Harimau Ying menatap serius ke arah Xiao Ziya, haruskah ia mempercayakan keponakan selalu bersama dengan gadis manusia itu?. Bagaimana jika suatu hari nanti para dewa datang untuk menyakiti keponakannya itu karna telah menjadi aib dari Alam Dewa? apakah gadis manusia bernama Xiao Ziya dapat melindungi sang keponakan dari amukan para Dewa dan Dewi. Saat Xiao Ziya dan Harimau Ying saling bersitegang satu sama lain, para binatang pengikut setia Xiao Ziya telah selesai menghabisi semua serigala hitam itu dan berjalan kembali pada Nona Muda mereka.
"Kami telah menyelesaikan tugas yang diberikan Nona Muda Xiao Ziya." ucap Mokuzo dengan sorot mata bahagia, setelah sekian lama akhirnya ia bisa melakukan sesuatu untuk membantu nona nya itu. Berada di dalam cincin semesta adalah hal yang menyenangkan karna di dalam dimensi ruang cincin tersebut banyak tanaman dan makhluk hidup lain sama seperti tempat tinggal manusia pada umumnya, namun akan lebih menyenangkan jika mereka melakukan perjalanan langsung bersama dengan Xiao Ziya.
"Terimakasih atas bantuan yang telah kalian berikan, kalian ingin langsung kembali ataukah beristirahat sebentar di Lembah Kehidupan ini?." tanya Xiao Ziya pada ketujuh binatang setia miliknya itu.
Para binatang setia milik Xiao Ziya saling memandangi satu sama lain, entah mengapa mereka lebih nyaman berada di dalam cincin semesta milik Xiao Ziya. Karna itu keenam binatang setia milik Xiao Ziya memutuskan untuk kembali ke dalam cincin semesta kecuali Zier karna Xiao Ziya meminta harimau itu untuk tinggal. Dengan segera Xiao Ziya memasukkan mereka semua ke dalam cincin semesta dan kembali fokus pada Harimau Ying yang ingin mengambil Zier dari sisinya.
"Zier perkenalkan harimau yang ada dihadapan mu adalah kakak laki laki dari ibumu." ucap Xiao Ziya yang memperkenalkan Harimau Ying pada Zier dengan nada datar, gadis itu sangat malas untuk melakukannya.
Zier diam dan menatap ke arah Harimau Ying dengan tatapan tak suka, memang mengapa jika harimau itu adalah kakak laki laki dari ibunya?. Selama ini yang merawat Zier dari kecil hingga sebesar ini adalah Nona Muda Xiao Ziya, Zier juga mendapatkan perlakuan yang sangat baik dari nona mudanya itu. Jika sang paman datang dengan tujuan untuk mengambilnya dari sisi sang nona muda maka Zier tak akan pernah setuju dengan hal itu.
"Salam saya pada paman." ucap Zier dengan sorot mata tajam yang ia berikan pada Harimau Ying.
"Paman sangat senang karna bisa bertemu denganmu, kau bisa tinggal dengan paman di tempat ini. Ini adalah Lembah Kehidupan yang telah paman jaga selama puluhan tahun, di sini kau akan aman Zier." ucap Harimau Ying dengan nada bicara yang sangat halus serta tatapan hangat.
"Saya tak akan mengizinkan Zier untuk tinggal di tempat ini apapun alasannya." ucap Xiao Ziya dengan tegas.
"Saya adalah pamannya dan saya berhak untuk merawat Zier, saya harap Nona Xiao Ziya mengerti akan hal itu." ucap Harimau Ying dengan keras kepala.
"Memiliki hak? jangan mengucapkan kata kata sampah seperti itu. Saat adik perempuan Anda sedang dikejar oleh segerombolan orang jahat, saya tak melihat Anda ada di sana untuk membantunya. Lagipula ibu Zier berpesan pada saya untuk tak memberikan Zier pada siapapun meski itu keluarganya sendiri." jawab Xiao Ziya dengan tatapan sinis, sedari awal paman Zier sudah melepas tanggung jawabnya ketika ia membiarkan ibu Zier diusir dari Alam Dewa.
"Zier akan aman jika bersama dengan saya." ucap Harimau Ying yang ingin mendekat ke arah Zier namun dengan cepat Zier menghindarinya dan bersembunyi di belakang Xiao Ziya. Tak ada rumah terbaik untuknya pulang selain nona mudanya yang selalu menyayangi dengan tulus, banyak hal yang sudah nona mudanya itu berikan dan juga korbankan hanya untuk menjaganya agar tetap baik baik saja.
"Maaf paman, saya akan tetap berada di sisi nona Xiao Ziya apapun yang terjadi." ucap Zier pada Harimau Ying dengan tatapan serius.
"Bagaimana jika para prajurit dari Alam Dewa dan Alam Neraka mencari mu? paman tau Nona Ziya sangatlah berharga untukmu keponakanku. Paman hanya mengkhawatirkan keselamatan mu saja." ucap Harimau Ying dengan tatapan sedih, ia tak tau harus melakukan apa lagi untuk membuat keponakannya percaya dan mau tinggal bersama dengan dirinya.
"Jangan terlalu memaksakan keponakan mu itu kawan, lihatlah dia baik baik saja dari ia kecil hingga sebesar itu." ucap Elang api yang sedang menasehati temannya. Jika dilihat dari perkembangan Zier, bisa dikatakan ia dirawat dengan baik oleh Xiao Ziya bahkan perawatan yang diberikan melebihi kapasitas dari Alam Dewa.
"Aku tak ingin dia bernasib sama seperti ibunya." ucap Harimau Ying, sang harimau menundukkan kepalanya saat mengingat kembali memori menyakitkan yang terjadi pada adik yan sangat ia cintai itu.
"Selama saya masih hidup, tak akan saya biarkan siapapun menyentuk Zier." ucap Xiao Ziya dengan kemarahan yang meluap kembali dari dalam tubuhnya, siapa Harimau Ying ini hingga dengan mudahnya meremehkan ia yang telah bersama dengan Zier salam bertahun tahun.
Aura suci dan aura kematian milik Xiao Ziya kembali saling bertabrakan satu sama lain, suasana di lembah kehidupan saat ini sangatlah mencekam. Harimau Ying dan Elang Api menatap tajam ke arah gadis bernama Xiao Ziya itu, mereka sedang kebingungan karna seorang manusia memiliki aura begitu suci melebihi pada Dewa dan Dewi selain itu Xiao Ziya juga memiliki aura kematian yang sangat kental melebihi Raja Artur penguasa Alam Neraka. Terdengar suara gemuruh dari atas langit, petir hitam dan petir putih saling bersautan satu sama lain menunjukkan kekuatan yang mereka miliki. Raja Artur yang tadinya sedang makan siang di dalam ruang makan langsung tersedak makanannya ketika merasakan kemarahan yang tak biasa dari Xiao Ziya.
"Siapa lagi yang membuat masalah dengan gadis itu, kali ini bencana besar akan terjadi jika kedua aura terus berbenturan satu sama lain." ucap Raja Artur, ia langsung pergi dari ruang makan menuju aula utama Kerajaan Neraka. Raja Artur meminta beberapa Jenderal Neraka untuk ikut dengannya menemui Xiao Ziya.
__ADS_1
"Mari kita pergi sekarang." ucap Raja Artur yang langsung membaca mantra kuno dan pergi melintasi dimensi ruang dan waktu dengan kecepatan maksimal.
Sedangkan di sisi lain para dewa dan dewi dibuat kesulitan lagi oleh Dewi Agung mereka yang tengah marah, kali ini energi yang berbenturan lebih besar dari sebelumnya. Dewa Hiloz merasa cemas, ia takut jika ada pengikutnya lagi yang membuat masalah dengan Xiao Ziya hingga menyebabkan kekacauan sebesar ini.
"Kali ini siapa lagi yang memancing amarah Dewi Agung?." tanya Dewa Agni dengan tatapan bingung, mengapa orang orang dari Dunia Manusia Abadi sangat senang merusak suasana hati Xiao Ziya. Andai saja mereka semua tau bahwa gadis itu telah menguasai banyak lapisan dunia dengan kekuatan yang ia miliki termasuk Alam Dewa Dewi ini.
"Sebaiknya salah seorang dari kita datang untuk melihat kondisi Dewi Agung." ucap Dewa Arloz dengan tatapan khawatir, energi di Alam Dewa sangat kacau karna kemarahan dari Dewi tertinggi mereka.
"Biar saya yang pergi." ucap Dewi Yunjin.
"Kembalilah dengan selamat Dewi Yunjin." pesan Dewa Hiloz yang tak ingin bertemu dengan Dewi Agung lagi, sudah cukup ia merasakan amarah yang sangat menyeramkan dari gadis itu.
Dewi Yunjin membaca sebuah mantra kemudian tubuhnya berubah menjadi butiran butiran air setelah itu sang dewi melesat menuju tempat Xiao Ziya berada. Di sisi lain saat ini Xiao Ziya belum bisa mengendalikan amarahnya meskipun Zier meminta gadis itu untuk tenang, ia bahkan semakin marah ketika melihat wajah Harimau Ying. Elang Api kebingungan mengatasi masalah ini, energi suci yang ada di Lembah Kehidupan mulai meredup karna tak dapat bersaing dengan dua energi yang terus bertabrakan satu sama lain di dalam tubuh Xiao Ziya.
"Tolong tenangkan diri Anda Nona Ziya, saya akan menasehati kawan saya ini agar tak keras kepala ingin mengambil Zier dari Anda." ucap Elang Api yang berusaha menenangkan amarah dari Xiao Ziya untuk keselamatan Lembah Kehidupan.
"Saya bisa menghancurkan tempat ini jika saya mau." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata tajam berwarna merah darah di sebelah kiri dan warna emas di sebelah kanan. Banyak perubahan yang terjadi pada kedua mata gadis itu, semuanya tergantung energi yang meluap dari dalam tubuhnya.
Harimau Ying diam seribu bahasa, ia tak tau harus mengatakan apa lagi karna kenyataanya kemarahan dari gadis manusia itu lebih mengerikan dari kemarahan pada Dewa dan Dewi. Jika Lembah Kehidupan yang ia jaga selama puluhan tahun hancur begitu saja maka ia gagal menjalankan tugas dsn kemungkinan besar akan masuk dalam penjara Alam Dewa, siapa yang bisa membantunya untuk menenangkan gadis manusia yang sedang mengamuk itu. Saat Harimau Ying sedang kebingungan tiba tiba sebuah cahaya berwarna hitam dan putih melesat dari atas langit dan turun tepat si hadapan Xiao Ziya. Harimau Ying dan Elang Api membelalakkan mata mereka ketika melihat sosok Raja Artur bersama para jenderal neraka datang ke tempat itu, di sisi lain ada Dewi Yunjin sebagai perwakilan dari Alam Dewa.
"Dewi Yunjin, saya mohon jangan bawa keponakan saya pergi." ucap Harimau Ying, ia khawatir kedatangan sang dewi dan Raja Artur untuk membawa Zier pergi dan memberi hukuman pada keponakannya itu.
"Apa yang kalian lakukan di sini?." tanya Xiao Ziya masih dalam kondisi yang sama, benturan energi dari dalam tubuhnya masih belum berhenti karna Xiao Ziya masih sangat marah.
"Tenangkan dirimu gadis nakal, alam semesta akan hancur jika kau terus seperti itu." ucap Raja Artur.
"Siapa yang membuat Anda se marah ini?." tanya Dewi Yunjin dengan sangat berhati hati. Ia hampir kesulitan bernafas ketika berada di dekat Xiao Ziya karna aura gadis itu sangatlah kuat.
"Beritahu Harimau Ying bodoh itu siapa Zier bagi saya, bertiau dia!!!." bentak Xiao Ziya dengan nada tinggi hingga Raja Artur dan beberapa Jenderal Neraka mundur beberapa langkah hanya karna gelombang suara gadis itu.
"Zier adalah milik Xiao Ziya, tak ada seorangpun yang diizinkan untuk menyakiti ataupun mengambilnya dari sisi gadis itu. Apa kau ingin merebut Zier darinya!." bentak Raja Artur pada Harimau Ying hingga harimau itu gemetaran.
Pantas saja Xiao Ziya terlihat sangat marah, ternyata Harimau Ying dari Alam Dewa ingin mengambil Zier darinya. Zier memanglah buronan dari Alam Neraka dan Alam Dewa namun siapa yang ingin menangkap harimau itu dan memancing amarah dari Xiao Ziya? hanya orang orang bodoh yang akan melakukannya. Selama ini Zier mendapatkan pelatihan dari Xiao Ziya hingga ia bisa menstabilkan dua energi berbeda yang ada di dalam tubuhnya, meskipun kelahiran Zier adalah bencana bagi dua alam itu sekarang semua bukan masalah lagi. Entah bagaimana caranya Xiao Ziya mendapatkan posisi sebagai Junjungan Muda dari Alam Neraka dan Dewi Agung dari Alam Dewa Dewi, tak ada yang bisa berkutik ketika gadis itu sudah membuat sebuah keputusan.
"Saya akan melindungi keponakan saya, saya khawatir Nona Ziya tak bisa melakukannya." jawab Harimau Ying dengan jujur meski jawabannya itu membuat Xiao Ziya semakin marah.
Raja Artur dan Dewi Yunjin menghela nafas panjang secara bersamaan, keduanya tak tau harus menjelaskan seperti apa lagi pada Harimau Ying tentang status Xiao Ziya. Tak ada seorangpun dari Alam Neraka ataupun Alam Dewa Dewi yang akan menyentuh binatang kesayangan gadis itu.
__ADS_1
"Katakan pada sampah yang tak bisa melindungi adik perempuannya ini, siapa saya di Alam Neraka dan siapa saya di Alam Dewa Dewi, Katakan!!." ucap Xiao Ziya dengan nada keras gadis itu sudah kehilangan banyak kesabaran untuk memberi penjelasan pada Harimau Ying bahwa ia sanggup menjaga Zier.
"Xiao Ziya adalah Junjungan Muda dari Alam Neraka, saya Raja Artur menghormatinya." ucap Raja Artur sembari menundukkan kepala di hadapan Xiao Ziya.
"Nona Besar Xiao Ziya adalah Dewi Agung dari Alam Neraka, kami pada Dewa dan Dewi sangat menghormati Anda." ucap Dewi Yunjin sembari membungkukkan badan di hadapan Xiao Ziya.
Harimau Ying dibuat kebingungan dengan perkataan Raja Artur dan Dewi Yunjin, seorang gadis manusia memiliki kedudukan yang tinggi di Alam Neraka dan Alam Dewa Dewi?. Pantas saja gadis itu dengan sangat yakin mengatakan bahwa selama ia hidup ia tak akan membiarkan siapapun menyakiti Zier, lalu apa yang telah dilakukan Harimau Ying untuk membantu adik atau keponakannya itu? tak ada satupun tindakan yang ia lakukan baik di masa lalu ataupun masa sekarang.
Tubuh Harimau Ying gemeteran, kakinya terasa sangat lemas. Ia telah meremehkan orang yang salah, jika kedua alam mengakui kedudukan gadis itu artinya Zier bukan lagi buronan yang akan ditangkap dan di hukum dengan kejam.
"Maafkan saya yang bodoh ini karna telah meragukan kehebatan Nona Besar Xiao Ziya, saya berjanji tak akan pernah memiliki niat ataupun berfikir untuk mengambil Zier dari sisi Anda. Saya hanyalah seorang paman dan kakak laki laki yang tidak berguna, saya mempercayakan Zier pada Anda." ucap Harimau Ying sembari menundukkan kepala serendah mungkin.
Xiao Ziya langsung menarik kembali kedua energi yang saling berbenturan dari dalam tubuhnya itu, ia melihat ke arah Harimau Ying yang sedang menunduk dengan posisi kepala yang menyentuh tanah. Xiao Ziya tersenyum tipis akhirnya sang harimau bodoh mengerti apa yang ia maksud sedari tadi. Raja Artur dan Dewi Yunjin merasa lega karna badai di kedua alam sudah berhenti, sepertinya mereka harus mengawasi perjalanan Xiao Ziya kali ini karna hal semacam ini bisa terulang lagi nantinya.
"Saya tak melarang Zier untuk bertemu dengan pamannya karna kalian tetap memiliki hubungan keluarga, ingat Zier adalah bagian dari diri saya tak ada seorang pun yang boleh menyakiti ataupun mengambilnya." ucap Xiao Ziya dengan emosi yang mulai terkontrol dengan baik.
Harimau Ying mendongakkan kepalanya ke atas dan menatap ke arah Xiao Ziya secara langsung, harimau itu meneteskan air matanya. Ia kira Xiao Ziya akan melarangnya untuk bertemu dengan Zier lagi, ternyata gadis itu lebih baik dari apa yang ia perkirakan.
"Saya mengerti Nona Besar Xiao Ziya, hal seperti ini tak akan terulang kembali." ucap Harimau Ying.
"Baiklah kalau begitu saya akan kembali ke Alam Dewa Dewi terlebih dahulu, jika Dewi Agung memerlukan bantuan kami silahkan panggil saja. Saya mohon pada Anda untuk tidak menabrakkan kekuatan lagi seperti tadi, kami para Dewa dan Dewi kewalahan menyeimbangkan energi di Alam Dewa." ucap Dewi Yunjin dengan jujur pada Xiao Ziya, beberapa hari terakhir ini sang Dewi Agung kesulitan mengontrol emosinya hingga menyebabkan benturan energi yang sangat kuat.
"Saya akan mencobanya, mungkin akan sulit jika itu berhubungan langsung dengan hal hal dari Alam Neraka ataupun Alam Dewa Dewi. Lebih baik awasi setiap makhluk yang kalian kirim ke Dunia Manusia Abadi ini, beberapa diantara mereka sangat senang membuat saya emosi." jawan Xiao Ziya dengan tenang tanpa rasa bersalah sama sekali.
"Baik kami akan melakukan pengawasan hingga misi Anda selesai." ucap Dewi Yunjin yang menerima saran dari Xiao Ziya.
Dewi Yunjin pamit dan langsung melesat pergi dari hadapan Xiao Ziya, ia akan menyampaikan pesan dari Dewi Agung pada para Dewa dan Dewi. Di sisi lain Raja Artur masih ada di sana karna ia ingin membicarakan beberapa hal pada Xiao Ziya mengenai benturan energi yang sering terjadi di dalam tubuh gadis itu.
"Tak baik jika kau terus menerus melakukan hal itu, benturan energi yang terjadi dapat merusakkan dantian di dalam tubuhmu jika itu tak terkontrol." ucap Raja Artur yang sedang memberikan nasehat pada Xiao Ziya.
"Saya bisa mengontrol nya dan saya memang sengaja melakukannya." jawab Xiao Ziya dengan jujur, ia tak akan menutupi masalah itu pada kakek tua yang sedang berhadap hadapan dengannya.
Raja Artur mengangkat sebelah alisnya kemudian menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan bingung, jadi gadis itu sudah dapat mengontrol kedua enegi yang saling berlawanan satu sama lain itu?.
"Hah kau membuatku cemas saja." ucap Raja Artur yang menghela nafas beberapa kali.
"Alam semesta tak akan hancur hanya karna kemarahan gadis kecil seperti saya. Lain kali jika Anda ingin membuat saya tenang, carilah alasan yang masuk akal. Dasar kakek tua." ucap Xiao Ziya yang sedang menatap kesal ke arah Raka Artur.
__ADS_1
"Baiklah baiklah saya tak akan mengulang kesalahan yang sama." ucap Raja Artur dengan senyuman lebar di wajahnya yang tanpan.
Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.